20 Februari 2012
Lukas 6:46-49
Apa yang kubaca?
1. Siapakah yang berbicara?
Yesus Kristus.
2. Kepada siapa Ia berbicara?
Perkataan ini ditujukkan kepada murid2 Nya, lanjutan dari ucapan bahagia.
3. Apa isi dari perkataan Tuhan?
Perintah/teguran/panutan???
Ini seperti sebuah teguran.
4. Apakah yang dikatakan Yesus?
“Mengapa kamu berseru kepadaKU: Tuhan, Tuhan, padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan?
Pertanyaan ini timbul, karena:
- Ketidaksinkronan antara kata dan tindakan..
- Orang yang menjadikan Yesus sebagai Tuhan seharusnya menjadikan Dia sebagai Tuhan atas seluruh hidup. Orang yang menjadikan Yesus sebagai Tuhan, seharusnya TAAT akan apa yang IA katakan, TAAT atas segala sesuatu yang seharusnya dilakukan berdasarkan pimpinanNya dan kebenaran firmanNya!!
- Fakta berbeda dengan konsep yang ada di pikiran..
Pengakuan bahwa Yesus adalah Tuhan, bukan hanya lewat bibir mulut saja, tapi lewat tindakan dan perilaku. Tindakan dan perilaku yang menunjukkan ketaatan kepadaNya
Yesus memberikan penggambaran untuk:
- Orang yang datang padaNya, mendengar perkataanNya, dan melakukannya.
Ini sebuah proses yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain. Bagaimana kita dapat mendengar perkataanNya jika tidak datang padaNya? Bagaimana kita dapat melakukan pekerjaan-pekerjaan yang IA kehendaki, jika kita tidak mau mendengarkanNya?
Tidak cukup hanya datang saja, tidak cukup hanya mendengar saja. Yang terutama adalah orang-orang yang mau untuk pelakukan perintah Tuhan.
Orang yang mendengar dan melakukan firman diibaratkan sebagai :
- Orang yang sedang mendirikan rumah.
Mendirikan rumah, merupakan gambaran membangun hidup yang baru di dalam Kristus.
- Dikatakan, ia sama ---- ia dapat digambarkan dengan/ia menyerupai:
Orang yang menggali dalam-dalam --- menggali apa? Menggali tanah. Apa tujuannya?
Ada berbagai macam lapisan tanah. Tanah gembur, tanah liat, dll.
Dalam bagian ini, dikatakan orang itu menggali dalam-dalam, dan hingga akhirnya Ia menemukan batu karang.
Dan di atas batu karang itu Ia membangun fondasi rumahnya.
Batu karang menggambarkan apa? Menggambarkan Kristus sendiri. Pekerjaan menggali, menggambarkan kedalaman relasi denganNya.
Tujuan dari si penggali/orang yang ingin membangun fondasi itu tentu saja menemukan batu. Batuan adalah lapisan paling dalam (setauku, hhehe)..
Tujuan kita terus menerus menggali kebenaran firmanNya adalah mengenali Kristus yang hadir dan masuk dalam segenap kehidupan pribadi kita. Sebab, Ia tidak hanya ingin membaharui permukaan hidup kita saja. Tapi seluruh hidup kita ingin dipulihkanNya.
Setelah menggali dan menemukan batu karang tersebut, yang dilakukan kemudian adalah meletakkan dasar/fondasi rumahnya, di atas batu tsb.
Maksudnya?
Hidup kita berlandaskan pada Kristus sendiri.
Hidup kita ini berlandaskan kebenaran firmanNya.
Hal ini yang membuat bangunan hidup kita menjadi kokoh.
Kekokohan suatu bangunan, diuji ketika datang air bah dan banjir. Ketika banjir datang, rumah yang kokoh dibangun tidak akan goyah, tidak akan mengalami goncangan ataupun getaran (KJV, shake).
Mengapa ? karena di bangun di atas batu yang kokoh.
Sebaliknya, orang yang mendengar, mengetahui, bahkan menyetujui perkataan firman Tuhan dengan pemahaman pribadinya, tapi tidak melakukan, sama dengan orang yang membangun rumah di atas tanah, tanpa dasar.
Tidak ada proses penggalian. Fondasi langsung daja didirikan, tanpa mempertimbangkan apapun. Karena tidak menggali, tidak akan menemukan batu karang!
Tidak mengalami proses bertemu secara pribadi dengan Kristus, tidak mengalami kedalaman relasi denganNya. Yang ada hanya pengetahuan, berdasarkan akal dan pikiran.
Akibat fatal yang diterima adalah: ketika banjir dan air bah melandanya, maka akan segera rubuh rumah itu. Sangat hebatlah kerusakannya.
Hidup yang dibangun di atas pengandalan diri dan kemampuan pribadi, tidak akan pernah ada gunanya. Hidup itu akan hancur jika hal-hal yang ada di dalamnya, kita pegang sendiri.
PERTANYAANNYA,
SEKARANG KAMU DIIBARATKAN SEBAGAI APAAAAA????
BUTUH JAWABAN JUJUR DAN KERENDAHAN HATI UNTUK MENGAKUI BAHWA SAMPAI HARI INI, KEDALAMAN RELASI ITU BELUM ADA.
Pengetahuan dan pemahaman tentang Kristus berlimpah-limpah. Namun, mengalami Dia setiap hari secara pribadi, tak begitu sering dan tak begitu kurasakan. Bagaimana ini?????
Mintalah proses untuk mengalami Dia secara pribadi
Apa yang akan kulakukan hari ini?
1. Datang padaNya, dengarkan perkataanNya, taati perintah dan kebenaran firmanNya!!!
Bagian hidup yang WAJIB diserahkan pada Tuhan:
- Beasiswa
- Tujuan hidup
- Pengaturan waktu dan uang
Tindakan nyata yang akan dilakukan hari ini:
- PA Tuj.Hidup 21.00-22.00
- Mengurus keperluan beasswa
- Membuat peerencanaan waktu ku untuk minggu ini.
DIALAH PENGUASA SEJATI!!!!!
AMIN
Monday, February 20, 2012
10:29 AM
Datang dan dengar saja tidak cukup!
Author:
Alice Intha M.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 komentar:
Post a Comment