Saturday, February 18, 2012

13 Februari 2012

Yesus menyembuhkan orang pada hari Sabat
Lukas 6 : 6 – 11

Apa yang kubaca?
1.    Siapa yang terlibat dalam cerita?
Yesus, orang yang mati tangan kanannya (lumpuh sebelah), ahli-ahli taurat dan orang-orang farisi.
2.    Dimanakah mereka berada pada waktu itu?
Di sebuah rumah ibadat.
3.    Kapan?
Pada sebuah hari sabat lainnya. (karena bacaan sebelumnya juga berkaitan dengan hari sabat)
4.    Apa yang sedang dilakukan Yesus?
Seperti biasa, Ia mengajar.
5.    Apa yang terjadi di sana?
•    Ada seseorang yang lumpuh/layu/lemah tangan kanan nya, yang ikut hadir di rumah ibadat itu.
•    Orang-orang farisi dan ahli2 taurat yang ada di tempat itu, berusaha mencari-cari kesalahan Yesus, sehingga mereka dapat menuduh untuk melawan Dia (accusation against him-KJV) / mempersalahkan Dia.


Sejauh ini, sudah ada beberapa sifat orang farisi, lukas 5-6
a)    Merasa najis untuk makan dengan orang berdosa, merasa diri paling benar.
b)    Menjadikan puasa sebagai bentuk kesalehan pribadi, bukanlah kebergantungan pada kuasa Allah.
c)    Berusaha untuk mencari kesalahan Yesus, namun dengan pemahaman yang tidak utuh.
d)    Mengamat-amati perbuatan Yesus, mencari cela untuk memberikan tuduhan kepadaNya.

•    Yesus mengetahui pikiran orang2 itu. Yesus dapat mengerti bagaimana mereka itu.



6.    Apa tindakan yang diambil Yesus berkaitan dengan hal tersebut?
-    Yesus menyuruh orang yang mati tangannya itu untuk berdiri di tengah2 mereka semua.
-    Ia bertanya kepada semua mereka (orang-orang yang hadir di tempat itu) – Yesus tidak menyerang kepada orang2 farisi itu secara langsung, tapi Ia ingin membuka mata mereka semua di depan orang banyak yang ikut di tempat itu.
Ia bertanya, “Manakah yang diperbolehkan pd hari sabat, berbuat baik/jahat, menyelamatkan nyawa orang/membinasakannya?”

Mengapa Ia bertanya demikian?
    Karena sabat adalah hari yang dikuduskan, hari yang dikhususkan. Siapapun tidak boleh bekerja pada hari itu. Tapi, yang terjadi di tempat itu lain. Menolong orang pada hari Sabat. Yesus berkata bahwa Ia adalah Tuhan, dan bahkan Tuan atas hari Sabat. Jadi, janganlah menjaga kesalehan pribadimu dan melalaikan pertolongan kepada orang lain. Benar, bahwa sabat harus dikuduskan kepada Allah, Sebab hal tersebut berkaitan dengan relasi kita kepadaNya. Namun, kita harus ketahui bersama bahwa kasih kepada Allah dapat diwujudknyatakan melalui kasih kepada sesama juga. Ketika kita mengasihi Allah, maka tidak ada alasan untuk tidak mengaplikasikan kasih kepada sesama.
    Jadi, dalam bagian ini penekanan yang Kristus berikan, bukan pada pelanggaran kepada hari sabat. Tetapi, kasih kepada Allah dan kasih kepada sesama harus dijunjung tinggi. Bukan hanya sekedar memelihara tradisi atau peraturan agama yang tetap dan turun-temurun. Ada hal yang lebih luas dari itu semua. Yakni mengenai relasi dengan Allah. Ketika kita mempunyai relasi dengan Allah, maka kasih itu pasti akan teraplikasikan dalam hidup kita semua .


-    Setelah berkata demikian, Yesus menyembuhkan orang itu dan sembuhlah tangannya.

7.    Apa hasil dari tindakan Yesus?
Mengundang kemarahan orang-orang farisi. Mereka semua kemudian berunding untuk melakukan sesuatu kepadaNya.

Apa yang kupelajari?
1.    Kasih kepada Allah yang merupakan bentuk nyata bahwa kita berelasi denganNya, jauh lebih  penting daripada sekedar tradisi agamawi dan peraturan rohani.
2.    Ketika kita katakan kita mengasihi Allah, maka tidak ada alasan untuk tidak mengasihi sesama.
Apa yang kulakukan?
1.    Mengaplikasikan kasih kepada Allah. Misalnya: minta Tuhan berikan kepekaan kepadaku. Supaya tidak egois, dan selalu mengandalkanNya.
2.    Senyuman bentuk kasih kepada sesama. Tersenyumlah!!!! 

:)

0 komentar:

Post a Comment