"Bukankah manusia harus bergumul di bumi, dan hari-harinya seperti hari-hari orang upahan?
Seperti kepada seorang budak yang merindukan naungan, seperti kepada orang upahan yang menanti-nantikan upahnya,
demikianlah dibagikan kepadaku bulan-bulan yang sia-sia, dan ditentukan kepadaku malam-malam penuh kesusahan.
Bila aku pergi tidur, maka pikirku: Bilakah aku akan bangun? Tetapi malam merentang panjang, dan aku dicekam oleh gelisah sampai dinihari.
Berenga dan abu menutupi tubuhku, kulitku menjadi keras, lalu pecah.
Hari-hariku berlalu lebih cepat dari pada torak, dan berakhir tanpa harapan.
Ingatlah, bahwa hidupku hanya hembusan nafas; mataku tidak akan lagi melihat yang baik.
Orang yang memandang aku, tidak akan melihat aku lagi, sementara Engkau memandang aku, aku tidak ada lagi.
Sebagaimana awan lenyap dan melayang hilang, demikian juga orang yang turun ke dalam dunia orang mati tidak akan muncul kembali.
Ia tidak lagi kembali ke rumahnya, dan tidak dikenal lagi oleh tempat tinggalnya.
Oleh sebab itu akupun tidak akan menahan mulutku, aku akan berbicara dalam kesesakan jiwaku, mengeluh dalam kepedihan hatiku.
Apakah aku ini laut atau naga, sehingga Engkau menempatkan penjaga terhadap aku?
Apabila aku berpikir: Tempat tidurku akan memberi aku penghiburan, dan tempat pembaringanku akan meringankan keluh kesahku,
maka Engkau mengagetkan aku dengan impian dan mengejutkan aku dengan khayal,
sehingga aku lebih suka dicekik dan mati dari pada menanggung kesusahanku.
Aku jemu, aku tidak mau hidup untuk selama-lamanya. Biarkanlah aku, karena hari-hariku hanya seperti hembusan nafas saja.
Apakah gerangan manusia, sehingga dia Kauanggap agung, dan Kauperhatikan,
dan Kaudatangi setiap pagi, dan Kauuji setiap saat?
Bilakah Engkau mengalihkan pandangan-Mu dari padaku, dan membiarkan aku, sehingga aku sempat menelan ludahku?
Kalau aku berbuat dosa, apakah yang telah kulakukan terhadap Engkau, ya Penjaga manusia? Mengapa Engkau menjadikan aku sasaran-Mu, sehingga aku menjadi beban bagi diriku?
Dan mengapa Engkau tidak mengampuni pelanggaranku, dan tidak menghapuskan kesalahanku? Karena sekarang aku terbaring dalam debu, lalu Engkau akan mencari aku, tetapi aku tidak akan ada lagi."
Di manakah Engkau, Tuhan?
Aku lelah..
Biarlah kematian menghampiriku lebih cepat..
hanya, tolong jangan pisahkan aku dari firmanMu..
karena batinku menginginkannya..
tapi tubuhku menolaknya dan bergejolak karenanya..
Showing posts with label HIS words. Show all posts
Showing posts with label HIS words. Show all posts
Saturday, August 9, 2014
Wednesday, August 6, 2014
Bagaimana gambaran
sorga?
Ada sebuah takhta di
Sorga.
Di takhta itu duduk
Seorang.
Dia nampak seperi
permata yaspis dan permata sardis
Suatu pelangi
melingkungi takhta itu
Gilang gemilang
bagaikan zamrud rupanya.
Dari takhta itu
keluar kilat dan bunyi guruh yang menderu
Tujuh obor
menyala-nyala di hadapan takhta itu.
Di hadapan takhta
ada lautan kaca
Bagaikan kristal
Di tengah takhta
itu.
Ada 4 makhluk penh
dengan mata
Di sebelah muka
Dan di sebelah
belakang.
Di sekeliling takhta
itu
Ada 24 takhta, duduk
24 tua-tua
Memakai pakaian
putih
Dan mahkota emas.
Apa yang akan
terjadi di Sorga?
Respon 4 makhluk
yang menyaksikan Allah:
Mereka tidak
berhenti-hentinya berseru siang dan malam
“Kudus, kudus,
kuduslah Tuhan
Allah, Yang
Mahakuasa
Yang sudah ada dan
yang ada dan yang akan datang.”
Respon 24 tua-tua di
hadapan Allah:
"Ya Tuhan dan
Allah kami, Engkau layak menerima puji-pujian dan hormat dan kuasa; sebab
Engkau telah menciptakan segala sesuatu; dan oleh karena kehendak-Mu semuanya
itu ada dan diciptakan."
Respon malaikat
sekeliling takhta, makhluk-makhluk dan tua-tua, yang jumlahnya berlaksa-laksa
dan beribu-ribu laksa:
"Anak Domba
yang disembelih itu layak untuk menerima kuasa, dan kekayaan, dan hikmat, dan
kekuatan, dan hormat, dan kemuliaan, dan puji-pujian!"
Respon semua makhluk
yang di sorga dan yang di bumi dan yang di bawah bumi dan yang di laut dan
semua yang ada di dalamnya:
"Bagi Dia yang
duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba, adalah puji-pujian dan hormat dan
kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya!"
Sangat luar biasa.
Betapa bersukacitanya..
ketika aku akan berhadapan dengan Allah yang luar biasa.
Allah yang kudus.
Mahakuasa. Allah yang kekal.
Kita tidak akan
merasa kelelahan menyembahNya.
Kita melihat dan
menyaksikanNya berhadapan muka, sehingga hanya ada satu respon pasti yang dapat
kita naikkan kepadaNya : PENYEMBAHAN!
Tak akan ada waktu
untuk memikirkan hal lainnya, karena Dia telah menjadi fokus kita.
Menantikan berhadapan
muka denganMu.
Apa yang bisa dilakukan?
Penyembahan bukanlah
sebuah aksi melainkan sebuah reaksi, sebuah respon yang ditimbulkan karena
melihat kemuliaan Tuhan.
Maka, apa yang kita
cari?
Ingin mengusahakan diri sendiri supaya dapat menyembah Tuhan?
Ingin mengusahakan orang lain (atau AKK) menyembah
Tuhan?
Carilah kemuliaan
Tuhan. Karena hanya dengan melihat kemuliaanNya, kita dapat menyembahNya.
Mintalah Ia menyatakan
kemuliaanNya, mintalah pengalaman
perjumpaan denganNya, sehingga kita dapat menyembahNya.
Terpujilah Engkau,
Allah yang kudus..
Gentarkanlah hatiku
di hadapanMu, untuk senantiasa menyembahMu.
Thursday, March 22, 2012
Lukas 9:22-27
Pemberitahuan pertama tentang penderitaan Yesus dan syarat-syarat mengikuti Dia.
Inilah pemberitahuan yang pertama tentang penderitaan Yesus.
Penderitaan yang harus Ia jalani.
Apa yang kubaca?
1. Siapakah tokoh dalam cerita?
Yesus dan murid-muridNya.
2. Apa yang mereka lakukan?
Saat itu, Yesus sedang mengajar murid-muridNya. Pokok2 pengajaran Nya:
• Anak Manusia
- diriNya sendiri.
• harus menanggung banyak penderitaan
- harus – wajib, tidak dapat ditawar2 lagi, sesuatu yang memang harus dijalani. Dan memang hanya itu satu-satunya cara.
- Menanggung.
Mengambil bagian yang memang sebenarnya bukan ditentukan untukNya. Bertanggung jawab atas sesuatu yang tidak dilakukanNya.
- Banyak penderitaan,
Apa saja penderitaan yang Ia alami?
Ia dikhianati oleh murid-muridNya.
Ia seperti merasa “ditinggalkan” oleh Bapa.
Ia ditangkap seperti penyamun dan perampok
Ia diludahi, ditinju, dipukuli, dipakaikan mahkota duri, ditelanjangi, disindir,
Ia disalibkan, dan Ia mati di salib itu...
Pertanyaan pentingnya:
Mengapa Ia harus mengalami semua itu???
Mengapaaaa? Karena KasihNya kepada kita. Kasih yang tak terbatas. Kasih yang rela mengorbankan segala sesuatunya kepada kita. Kasih yang rela datang dalam kehinaan, rela hidup di antara orang berdosa, kasih yang mau menyentuh hati setiap orang berdosa. Mengapa Ia punya kasih sebesar itu?
Apakah manusia sehingga Engkau mengingatnya, Tuhan?
Apakah anak manusia sehingga Engkau mengindahkannya, Bapa?
Padahal manusia tidak seharusnya mendapat perlakuan seperti demikian. Tapi Kristus sendiri yang terus menerus memberikan diriNya bagi kita...
• Ditolak
Mengalami penolakan
• Dari para tua-tua bangsa Israel, imam-imam kepala, dan ahli-ahli Taurat.
Mereka adalah para pemimpin agama, yang seharusnya mengerti dan lebih memahami tentang kedatangan Mesias. Tapi justru merekalah yang terlibat di dalamnya.. ckckckck... terlibat dalam penyiksaan dan pembunuhan. Memang itulah yang terjadi.
• Dibunuh
Oleh orang2 Yahudi (di atas). Akibat pembunuhan tentu saja kematian. Yesus mati!
• Dibangkitkan pada hari ketiga.
Dibangkitkan oleh Allah sendiri. menandakan kemenanganNya atas maut.
Ini adalah fakta yang telah dinubuatkan oleh Yesus sendiri. Yesus mengerti dan menahami dengan benar tentang tujuan kedatanganNya di dunia ini. Dan Ia siap serta taat untuk menjalankan kehendak Bapa.
Apa yang dikatakanNya lagi?
** Katanya kepada mereka semua, (mereka semua berarti semua murid-muridNya)
** setiap orang yang mau mengikut Aku (mengikut Yesus), ada syaratnya:
• Ia harus menyangkal dirinya
Shr: melupakan kepentingan sendiri
KJV: deny him self.
Tidak lagi mengakui keberadaan dirinya... tidak lagi memiliki kepentingannya sendiri.
Tidak boleh ada kepentingan sendiri dalam hidup pribadinya...
**ini HARUS!!!** tidak dapat ditawar-tawar lagi, mutlak dan wajib hukumnya!!!!
• Memikul salibnya setiap hari
Apa maksudnya? Akan mengalami penderitaan setiap hari. Tidak ada salib yang menggembirakan. Tidak ada salib yang enak dan gampang. Itulah jalan yang ditawarkannya...
• Dan mengikut Aku --- ‘AKU’ menunjuk pada Yesus.
Yang namanya mengikut, itu berada di belakang. Bukan di depan. Kita berada di belakang Yesus. kemanapun Ia pergi, kita mengikutinya dengan senang hati.
Apa kamu sudah siap?? Ikut Yesus penuh konsekuensi, ikut Yesus penuh penderitaan, ikut Yesus tak akan pernah ada kesenangan. Tapi ada sukacita, karena Ia memberikan jaminan itu...
Kamu akan dianggap tidak waras
Kamu akan dianggap pembangkang dan tidak tahu berterima kasih
Kamu akan dianggap anak tidak tahu diri, kamu dianggap anak durhaka,.
Sudah siapppp?????
Apa yang harus kulakukan untuk meresponi firman Tuhan ini?
Bagian apa dalam hidupku yang belum kuserahkan pada pimpinan dan tuntunan Tuhan??
1. Panggilan hidup
2. Pasangan hidup
3. Pengaturan waktu dan uang
4. Relasi pribadi dengan adik ktb
dan orang baru disekelilingku
5. Kehidupan doa
6. Kehidupan yang terus bergantung
pada kebenaran firman Tuhan.
Apa keputusan mu????????
Jika mau ikut Tuhan, HARUS TOTALITAS!!
TIDAK ADA IKUT TUHAN YANG SETENGAH2
TIDAK ADA TAAT YANG SETENGAH2.....
Pemberitahuan pertama tentang penderitaan Yesus dan syarat-syarat mengikuti Dia.
Inilah pemberitahuan yang pertama tentang penderitaan Yesus.
Penderitaan yang harus Ia jalani.
Apa yang kubaca?
1. Siapakah tokoh dalam cerita?
Yesus dan murid-muridNya.
2. Apa yang mereka lakukan?
Saat itu, Yesus sedang mengajar murid-muridNya. Pokok2 pengajaran Nya:
• Anak Manusia
- diriNya sendiri.
• harus menanggung banyak penderitaan
- harus – wajib, tidak dapat ditawar2 lagi, sesuatu yang memang harus dijalani. Dan memang hanya itu satu-satunya cara.
- Menanggung.
Mengambil bagian yang memang sebenarnya bukan ditentukan untukNya. Bertanggung jawab atas sesuatu yang tidak dilakukanNya.
- Banyak penderitaan,
Apa saja penderitaan yang Ia alami?
Ia dikhianati oleh murid-muridNya.
Ia seperti merasa “ditinggalkan” oleh Bapa.
Ia ditangkap seperti penyamun dan perampok
Ia diludahi, ditinju, dipukuli, dipakaikan mahkota duri, ditelanjangi, disindir,
Ia disalibkan, dan Ia mati di salib itu...
Pertanyaan pentingnya:
Mengapa Ia harus mengalami semua itu???
Mengapaaaa? Karena KasihNya kepada kita. Kasih yang tak terbatas. Kasih yang rela mengorbankan segala sesuatunya kepada kita. Kasih yang rela datang dalam kehinaan, rela hidup di antara orang berdosa, kasih yang mau menyentuh hati setiap orang berdosa. Mengapa Ia punya kasih sebesar itu?
Apakah manusia sehingga Engkau mengingatnya, Tuhan?
Apakah anak manusia sehingga Engkau mengindahkannya, Bapa?
Padahal manusia tidak seharusnya mendapat perlakuan seperti demikian. Tapi Kristus sendiri yang terus menerus memberikan diriNya bagi kita...
• Ditolak
Mengalami penolakan
• Dari para tua-tua bangsa Israel, imam-imam kepala, dan ahli-ahli Taurat.
Mereka adalah para pemimpin agama, yang seharusnya mengerti dan lebih memahami tentang kedatangan Mesias. Tapi justru merekalah yang terlibat di dalamnya.. ckckckck... terlibat dalam penyiksaan dan pembunuhan. Memang itulah yang terjadi.
• Dibunuh
Oleh orang2 Yahudi (di atas). Akibat pembunuhan tentu saja kematian. Yesus mati!
• Dibangkitkan pada hari ketiga.
Dibangkitkan oleh Allah sendiri. menandakan kemenanganNya atas maut.
Ini adalah fakta yang telah dinubuatkan oleh Yesus sendiri. Yesus mengerti dan menahami dengan benar tentang tujuan kedatanganNya di dunia ini. Dan Ia siap serta taat untuk menjalankan kehendak Bapa.
Apa yang dikatakanNya lagi?
** Katanya kepada mereka semua, (mereka semua berarti semua murid-muridNya)
** setiap orang yang mau mengikut Aku (mengikut Yesus), ada syaratnya:
• Ia harus menyangkal dirinya
Shr: melupakan kepentingan sendiri
KJV: deny him self.
Tidak lagi mengakui keberadaan dirinya... tidak lagi memiliki kepentingannya sendiri.
Tidak boleh ada kepentingan sendiri dalam hidup pribadinya...
**ini HARUS!!!** tidak dapat ditawar-tawar lagi, mutlak dan wajib hukumnya!!!!
• Memikul salibnya setiap hari
Apa maksudnya? Akan mengalami penderitaan setiap hari. Tidak ada salib yang menggembirakan. Tidak ada salib yang enak dan gampang. Itulah jalan yang ditawarkannya...
• Dan mengikut Aku --- ‘AKU’ menunjuk pada Yesus.
Yang namanya mengikut, itu berada di belakang. Bukan di depan. Kita berada di belakang Yesus. kemanapun Ia pergi, kita mengikutinya dengan senang hati.
Apa kamu sudah siap?? Ikut Yesus penuh konsekuensi, ikut Yesus penuh penderitaan, ikut Yesus tak akan pernah ada kesenangan. Tapi ada sukacita, karena Ia memberikan jaminan itu...
Kamu akan dianggap tidak waras
Kamu akan dianggap pembangkang dan tidak tahu berterima kasih
Kamu akan dianggap anak tidak tahu diri, kamu dianggap anak durhaka,.
Sudah siapppp?????
Apa yang harus kulakukan untuk meresponi firman Tuhan ini?
Bagian apa dalam hidupku yang belum kuserahkan pada pimpinan dan tuntunan Tuhan??
1. Panggilan hidup
2. Pasangan hidup
3. Pengaturan waktu dan uang
4. Relasi pribadi dengan adik ktb
dan orang baru disekelilingku
5. Kehidupan doa
6. Kehidupan yang terus bergantung
pada kebenaran firman Tuhan.
Apa keputusan mu????????
Jika mau ikut Tuhan, HARUS TOTALITAS!!
TIDAK ADA IKUT TUHAN YANG SETENGAH2
TIDAK ADA TAAT YANG SETENGAH2.....
Wednesday, March 21, 2012
Part 2
Lukas 9:1-10
Yesus memberi makan 5000 orang
Apa yang kubaca?
------------kondisi yang seperti kemarinnn---------------
Bagaimana kondisi orang2 di tempat itu? Apa fakta yang mereka temukan?
- Hari sudah mulai malam
Hal ini menandakan bahwa orang banyak itu telah menantikan dan melihat Yesus bekerja di antara mereka sepanjang hari.
Hal ini juga menunjukkan betapa lamanya ‘KKR’ itu terjadi...
Mungkin dari siang sampai malam
- Mereka semua, 5000an orang itu berada di tempat yang sunyi. Tentu saja sunyi yang dimaksudkan di sini, bukanlah sunyi dalam artian tidak ada orang. Tapi lebih kepada bukan di tengah kota, bukan di tempat2 yang mudah untuk menjangkau makanan dan penginapan..
- Ada kampung-kampung/desa di sekitar mereka itu. Sehingga mereka bisa mencari makan dengan datang ke kampung2 tersebut.
Bagaimana tanggapan Yesus melihat kondisi yang mereka alami itu?
- Yesus berkata, “kamu harus memberi mereka makan!”
Kepada siapa kata2 ini ditujukan??
** kepada murid-muridNya
Apa makna dari kata2 ini sebenarnya?
** kata2 ini menunjukkan suatu keharusan! Suatu kewajiban dan tanggung jawab yang harus dilaksanakan oleh murid-muridNYa.
Hal ini mengindikasikan bahwa, seluruh orang yng ada di tempat itu, yang bersusah-susah payah untuk datang menghampiri Yesus, menjadi tanggung jawab murid-muridNya untuk memberikan mereka makan..
Dgn kata lain, murid2 Yesus harus mempersiapkan makanan u/ribuan orang itu..
Apa tanggapan murid2 Yesus??
- Tuhan... yang ada pada kami hanya 5 roti dan 2 ikan.. kecuali kalau mereka pergi membeli makanan untuk orang banyak ini,.
Dalam kata2 murid2Nya ini, ingin menjelaskan bahwa ini sesuatu yang tidak mungkin!
Ini adalah tanggung jawab yang tidak bisa dijalankan. Kewajiban yang tidak mungkin dijalani. Apa sebabnya?
** karena kenyataan memaksa bahwa memang ada begitu banyak orang di tempat itu.. fakta itu tdk bisa dipungkiri. Mungkin memang mereka ingin memberikan apa yan gmereka punya.. tapi, tidak semudah itu.. karena jmlah orang yang sebegitu banyaknya...
Memebri makan kepada 5000 orang yang membutuhkan makanan di tempat yang sunyi adalah sesuatu yang paling mustahil terjadi..
Prinsip apa yang diajarkan kali ini?
- Taat lah.. dalamkondisi yang palign tidak mungkin sekalipun...
- Aku punya tanggung jawab u/kampus itu.. ada bgitu banyak orang yang belum mengalami dan merasakan Tuhan secara pribadi. Apa yang harus kulakukan?
Aku hanya 1. Dan mreka bgitu banyak. Yang terbaik adalah menemukan orang yang tepat.. :
Yakin dan percaya bahwa Allah yang akan mencukupkan semuanya... segala sesuatu..
ALLAH SUDAH PUNYA RENCANA UNTUK KAMPUS ITU... kamu tinggal menjalankan rencana itu saja.. ITULAH GUNANYA ALAT.
Lukas 9:1-10
Yesus memberi makan 5000 orang
Apa yang kubaca?
------------kondisi yang seperti kemarinnn---------------
Bagaimana kondisi orang2 di tempat itu? Apa fakta yang mereka temukan?
- Hari sudah mulai malam
Hal ini menandakan bahwa orang banyak itu telah menantikan dan melihat Yesus bekerja di antara mereka sepanjang hari.
Hal ini juga menunjukkan betapa lamanya ‘KKR’ itu terjadi...
Mungkin dari siang sampai malam
- Mereka semua, 5000an orang itu berada di tempat yang sunyi. Tentu saja sunyi yang dimaksudkan di sini, bukanlah sunyi dalam artian tidak ada orang. Tapi lebih kepada bukan di tengah kota, bukan di tempat2 yang mudah untuk menjangkau makanan dan penginapan..
- Ada kampung-kampung/desa di sekitar mereka itu. Sehingga mereka bisa mencari makan dengan datang ke kampung2 tersebut.
Bagaimana tanggapan Yesus melihat kondisi yang mereka alami itu?
- Yesus berkata, “kamu harus memberi mereka makan!”
Kepada siapa kata2 ini ditujukan??
** kepada murid-muridNya
Apa makna dari kata2 ini sebenarnya?
** kata2 ini menunjukkan suatu keharusan! Suatu kewajiban dan tanggung jawab yang harus dilaksanakan oleh murid-muridNYa.
Hal ini mengindikasikan bahwa, seluruh orang yng ada di tempat itu, yang bersusah-susah payah untuk datang menghampiri Yesus, menjadi tanggung jawab murid-muridNya untuk memberikan mereka makan..
Dgn kata lain, murid2 Yesus harus mempersiapkan makanan u/ribuan orang itu..
Apa tanggapan murid2 Yesus??
- Tuhan... yang ada pada kami hanya 5 roti dan 2 ikan.. kecuali kalau mereka pergi membeli makanan untuk orang banyak ini,.
Dalam kata2 murid2Nya ini, ingin menjelaskan bahwa ini sesuatu yang tidak mungkin!
Ini adalah tanggung jawab yang tidak bisa dijalankan. Kewajiban yang tidak mungkin dijalani. Apa sebabnya?
** karena kenyataan memaksa bahwa memang ada begitu banyak orang di tempat itu.. fakta itu tdk bisa dipungkiri. Mungkin memang mereka ingin memberikan apa yan gmereka punya.. tapi, tidak semudah itu.. karena jmlah orang yang sebegitu banyaknya...
Memebri makan kepada 5000 orang yang membutuhkan makanan di tempat yang sunyi adalah sesuatu yang paling mustahil terjadi..
Prinsip apa yang diajarkan kali ini?
- Taat lah.. dalamkondisi yang palign tidak mungkin sekalipun...
- Aku punya tanggung jawab u/kampus itu.. ada bgitu banyak orang yang belum mengalami dan merasakan Tuhan secara pribadi. Apa yang harus kulakukan?
Aku hanya 1. Dan mreka bgitu banyak. Yang terbaik adalah menemukan orang yang tepat.. :
Yakin dan percaya bahwa Allah yang akan mencukupkan semuanya... segala sesuatu..
ALLAH SUDAH PUNYA RENCANA UNTUK KAMPUS ITU... kamu tinggal menjalankan rencana itu saja.. ITULAH GUNANYA ALAT.
Lukas 9:1-10
Yesus memberi makan 5000 orang.
Apa yang ku baca?
Part 1
Peristiwa ini terjadi ketika murid2 Yesus telah “selesai” mengerjakan tugas mereka. Tugas yang diberikan Yesus untuk memberitakan injil. Tugas untuk menyembuhkan orang-orang sakit yang mereka temui..
1. Siapa yang terlibat dalam cerita itu?
- Yesus, itu sudah pasti.. inilah tokoh utama sepanjang zaman.. tokoh utama yang mengubahkan hidupku..
- Murid-muridNya
- Orang banyak yang mengikuti mereka sekitar 5000 orang laki2..
2. Di mana mereka berada?
Di daerah betsaida
3. Apa yang terjadi sebenarnya?
Aku berpikir bahwa seharusnya ini adalah waktu-waktu yang paling menyenangkan dan yang paling ditunggu2 oleh para rasul itu. Mereka pasti punya banyak cerita yang seharusnya diceritakan dengan lugas kepada sesamana dan juga kepada Yesus sendiri. dalam kondisi seperti itu, justru ada interupsi dari banyak orang...
Orang banyak mengetahui kemana Yesus akan pergi.. dan mereka mengikuti Dia..
Bagaimana mungkin mereka bisa tahu akan hal ini?? Bagaimana bisaaa??
4. Bagaimana respon Yesus terhadap orang banyak yang datang menemuiNya itu???
- Ia menerima mereka.
Apa maksudnya Ia menerima mereka?
Bisa dibayangkan, sebenarnya Yesus dan murid-muridNya sudah bersiap2 untuk bersitirahat karena mereka dikatakan ingin menyingkir ke betsaida, atau lebih baik diterjemahkan sbg menyendiri di betsaida. Dalam kondisi sudah ingin melepas lelah seperti itu, bisa kita lihat bahwa ornag-orang itu datang ke pada mereka.
Mungkin tidak semuanya datang bersamaan, tapi yang pasti mereka itu sangat banyak.
Jika seminar, kepanitiaan tertentu, bahkan KKR yang mengundang pembicara terkenal, pasti sibuk dan kelabakan melihat pengunjung/peserta yang membludak.. kebingungan dan tidak tahu harus melakukan apa.
Apalagi, jumlah ‘panitia dan penanggun jawab acara’ kali ini hanya 12 orang. Bisa dibayangkan... kira2, apa yang akan dilakukan oleh 12 orang itu???
Heheheh,
12 orang itu mungkin bingung dan sudah lelah.. sayangnya bgmn perasaan mereka tidak diceritakan di sini.
Yang perlu dan wajib disoroti adalah respon dari Yesus sendiri...
** Ia menerima orang2 itu,.. Ia menerima lebih dari 5000 orang itu..
Menerima tidak menolak, dengan rela hati bersedia untuk menyediakan waktu ‘pribadi’ Nya untuk melayani orang2 itu..
Terkadang, memberikan waktu pribadi untuk orang2 yang tidak kita-lebih tepatnya aku- kenal secara dekat, adalah hal yang membosankan. Aq sulit memulai pembicaraan dan sulit untuk mengajak bergaul. ToT..
Tapi, belajar dari Yesus.. Ia menerima mereka
Tak segan2 mengorbankan waktu dan agenda pribadi untuk mereka yang ‘lapar dan haus akan kebenaran...
Will u???
Apa lagi yang dilakukanNya? Mari kita lihat bersama..
Ia berkata-kata kepada > 5000 orang itu tentang kerajaan Allah. Ketika ada beratus2 bahkan mungkin 20 orang saja yang berdiri di hadapanmu dan berbicara, pasti sudah sangat bersemangat. Apa lagi jika mereka yang datang ini mengerjarmu dengan harapan masing2. Kira2 apa yang harus dan akan kau lakukan???
Belajar dari Kristus,, Ia tetap pada tujuan awalNya datang ke dunia ini...
- Memberitakan tentang kerajaan sorga, dan tindakan penyelamatan yang dilakukan oleh Allah sendiri..
Jika aku di posisi Nya, aku tidak yakin akan tetap fokus dengan tujuan dan visi yang seharusnya dikerjakan. Mungkin, aku akan terlena dengan ‘penerimaan dan popularitas’ sementara yang mereka berit itu.
- Ia menyembuhkan orang-orang yang memerlukan penyembuhan.
Bayangkan saja.. tidak mungkin hanya 5-10 orang dari >5000 orang itu yang mengalami sakit penyakit. Pasti sangat banyak yang sakit.. hanya saja tidak diketahui berapa banyak jumlah orang dengan kategori ‘sakit’ itu...
Tapi, yang menarik bukan berapa yang sakit. Respon Yesus kepada mereka:
Menyembuhkan mereka. Dikatakn, Ia menyembuhkan orang-orang yang memang butuh penyembuhan itu.....
Tentu saja, gaya KKR Yesus bukan seperti sekarang ini, yang seakan2 melempar kuasa mujizat dari jarak jauh.
Yang pasti adalah Ia menyentuh dan menyembuhkan masing-masing orang secara pribadi.. sentuhan pribadi, itulah yang dibuthkan kebanyakan orang, bahkan seharusnya semua orang, termasuk aku juga..
Dan Yesus melakukan hal itu..
Tindakan yang patut dan HARUS dicontoh...:)
Apa yang kupelajari?
1. Tinggalkan agenda pribadi, berjalan bersama Tuhan saja
2. Kerjakan visi dan misi yang sudah Tuhan beri,.. jangan sampai terlena dengan hal-hal yang mengganggu mengerjakan visi itu..
3. Setiap pribadi yang kamu layani, butuh perhatian khusus dari mu.. butuh kehadiran dan waktu mu yang lebih banyak. Itulah yang dinamakan sentuhan pribadi..
Lakukan lah hal itu...
AGENDA APA YANG PERLU DITINGGALKAN SEKARANG?
- TENTU SAJA MEMIKIRKAN TTG ‘LANGIT’, LUPAKAN SAJA DIA
- MIMPI, CITA2 DAN HARAPAN PRIBADIKU.. AKU INGIN SERAHKAN SMUANYA KPD TUHAN SAJAAA..
KERJAKAN VISI DAN MISI PEMURIDAN.. TERUS SEMANGAT.. AYO SEMANGAT, NTHA! FIGHTING!!! :
BELAJAR UNTUK BISA MEMAHAMI ORANG LAIN SECARA PRIBADI. BUTUH WAKTU LEBIH BANYAK BERSAMA MEREKA..
AMIENNN..
Yesus memberi makan 5000 orang.
Apa yang ku baca?
Part 1
Peristiwa ini terjadi ketika murid2 Yesus telah “selesai” mengerjakan tugas mereka. Tugas yang diberikan Yesus untuk memberitakan injil. Tugas untuk menyembuhkan orang-orang sakit yang mereka temui..
1. Siapa yang terlibat dalam cerita itu?
- Yesus, itu sudah pasti.. inilah tokoh utama sepanjang zaman.. tokoh utama yang mengubahkan hidupku..
- Murid-muridNya
- Orang banyak yang mengikuti mereka sekitar 5000 orang laki2..
2. Di mana mereka berada?
Di daerah betsaida
3. Apa yang terjadi sebenarnya?
Aku berpikir bahwa seharusnya ini adalah waktu-waktu yang paling menyenangkan dan yang paling ditunggu2 oleh para rasul itu. Mereka pasti punya banyak cerita yang seharusnya diceritakan dengan lugas kepada sesamana dan juga kepada Yesus sendiri. dalam kondisi seperti itu, justru ada interupsi dari banyak orang...
Orang banyak mengetahui kemana Yesus akan pergi.. dan mereka mengikuti Dia..
Bagaimana mungkin mereka bisa tahu akan hal ini?? Bagaimana bisaaa??
4. Bagaimana respon Yesus terhadap orang banyak yang datang menemuiNya itu???
- Ia menerima mereka.
Apa maksudnya Ia menerima mereka?
Bisa dibayangkan, sebenarnya Yesus dan murid-muridNya sudah bersiap2 untuk bersitirahat karena mereka dikatakan ingin menyingkir ke betsaida, atau lebih baik diterjemahkan sbg menyendiri di betsaida. Dalam kondisi sudah ingin melepas lelah seperti itu, bisa kita lihat bahwa ornag-orang itu datang ke pada mereka.
Mungkin tidak semuanya datang bersamaan, tapi yang pasti mereka itu sangat banyak.
Jika seminar, kepanitiaan tertentu, bahkan KKR yang mengundang pembicara terkenal, pasti sibuk dan kelabakan melihat pengunjung/peserta yang membludak.. kebingungan dan tidak tahu harus melakukan apa.
Apalagi, jumlah ‘panitia dan penanggun jawab acara’ kali ini hanya 12 orang. Bisa dibayangkan... kira2, apa yang akan dilakukan oleh 12 orang itu???
Heheheh,
12 orang itu mungkin bingung dan sudah lelah.. sayangnya bgmn perasaan mereka tidak diceritakan di sini.
Yang perlu dan wajib disoroti adalah respon dari Yesus sendiri...
** Ia menerima orang2 itu,.. Ia menerima lebih dari 5000 orang itu..
Menerima tidak menolak, dengan rela hati bersedia untuk menyediakan waktu ‘pribadi’ Nya untuk melayani orang2 itu..
Terkadang, memberikan waktu pribadi untuk orang2 yang tidak kita-lebih tepatnya aku- kenal secara dekat, adalah hal yang membosankan. Aq sulit memulai pembicaraan dan sulit untuk mengajak bergaul. ToT..
Tapi, belajar dari Yesus.. Ia menerima mereka
Tak segan2 mengorbankan waktu dan agenda pribadi untuk mereka yang ‘lapar dan haus akan kebenaran...
Will u???
Apa lagi yang dilakukanNya? Mari kita lihat bersama..
Ia berkata-kata kepada > 5000 orang itu tentang kerajaan Allah. Ketika ada beratus2 bahkan mungkin 20 orang saja yang berdiri di hadapanmu dan berbicara, pasti sudah sangat bersemangat. Apa lagi jika mereka yang datang ini mengerjarmu dengan harapan masing2. Kira2 apa yang harus dan akan kau lakukan???
Belajar dari Kristus,, Ia tetap pada tujuan awalNya datang ke dunia ini...
- Memberitakan tentang kerajaan sorga, dan tindakan penyelamatan yang dilakukan oleh Allah sendiri..
Jika aku di posisi Nya, aku tidak yakin akan tetap fokus dengan tujuan dan visi yang seharusnya dikerjakan. Mungkin, aku akan terlena dengan ‘penerimaan dan popularitas’ sementara yang mereka berit itu.
- Ia menyembuhkan orang-orang yang memerlukan penyembuhan.
Bayangkan saja.. tidak mungkin hanya 5-10 orang dari >5000 orang itu yang mengalami sakit penyakit. Pasti sangat banyak yang sakit.. hanya saja tidak diketahui berapa banyak jumlah orang dengan kategori ‘sakit’ itu...
Tapi, yang menarik bukan berapa yang sakit. Respon Yesus kepada mereka:
Menyembuhkan mereka. Dikatakn, Ia menyembuhkan orang-orang yang memang butuh penyembuhan itu.....
Tentu saja, gaya KKR Yesus bukan seperti sekarang ini, yang seakan2 melempar kuasa mujizat dari jarak jauh.
Yang pasti adalah Ia menyentuh dan menyembuhkan masing-masing orang secara pribadi.. sentuhan pribadi, itulah yang dibuthkan kebanyakan orang, bahkan seharusnya semua orang, termasuk aku juga..
Dan Yesus melakukan hal itu..
Tindakan yang patut dan HARUS dicontoh...:)
Apa yang kupelajari?
1. Tinggalkan agenda pribadi, berjalan bersama Tuhan saja
2. Kerjakan visi dan misi yang sudah Tuhan beri,.. jangan sampai terlena dengan hal-hal yang mengganggu mengerjakan visi itu..
3. Setiap pribadi yang kamu layani, butuh perhatian khusus dari mu.. butuh kehadiran dan waktu mu yang lebih banyak. Itulah yang dinamakan sentuhan pribadi..
Lakukan lah hal itu...
AGENDA APA YANG PERLU DITINGGALKAN SEKARANG?
- TENTU SAJA MEMIKIRKAN TTG ‘LANGIT’, LUPAKAN SAJA DIA
- MIMPI, CITA2 DAN HARAPAN PRIBADIKU.. AKU INGIN SERAHKAN SMUANYA KPD TUHAN SAJAAA..
KERJAKAN VISI DAN MISI PEMURIDAN.. TERUS SEMANGAT.. AYO SEMANGAT, NTHA! FIGHTING!!! :
BELAJAR UNTUK BISA MEMAHAMI ORANG LAIN SECARA PRIBADI. BUTUH WAKTU LEBIH BANYAK BERSAMA MEREKA..
AMIENNN..
Tuesday, March 6, 2012
Yesus mengutus kedua belas rasul
Lukas 9 : 1-6
1. Apa yang ku baca?
- Siapakah tokoh dalam cerita?
Yesus
12 orang muridNya.
- Apa yang terjadi di tempat itu? Apa yang mereka lakukan?
Yesus memanggil 12 orang muridNya secara khusus. Ia memberikan tenaga dan kuasa kepada mereka (kuasa dan otoritas untuk menguasai/di atas/ mengatasi setan2, dan juga untuk menyembuhkan rang dari penyakit-penyakit mereka.
Ada 2 tugas yang harus dikerjakan oleh murid-murid yang diutus tsb. Apakah itu?
a. Memberitakan Kerajaan Allah – preach bukan hanya memberitakan, lalu orang mendengarkannya, lebih dari itu, mereka harus mengajarkan.. mengajarkan hingga seseorang yang diajar itu mengerti dan memahami tentang kebenaran itu...
b. Menyembuhkan yang sakit menyembuhkan mereka yang sakit.
Apa pesannya kepada mereka?
Pesan penting yang disampaikan Yesus kepada mereka:
a. Jangan membawa apa2 dalam perjalanan.
b. Jangan membawa tongkat atau bekal.
c. Jangan membawa roti atau uang
d. Jangan membawa 2 helai baju.
Mengapa murid2 tidak boleh membawa benda2 itu????
Jika kita lihat kembali, itulah kebutuhan pokok dari seseorang. Makanan dan pakaian juga uang. Tapi, kalau tongkat aku tidak tahu itu untuk apaaa???(hehe...)
Mengapa Yesus melarang mereka membawa semua itu?
Menurutku, alasannya adalah supaya mereka mengalami pemeliharaan Allah. Mengalami pemeliharaan Allah atas hidup mereka secara pribadi. Melihat langsung bagaimana Allah dapat ememnuhi kebutuhan hidup dan kebutuhan pokok mereka. Itu kebutuhan sehari-hari yang perlu ‘dikuatirkan’ jika tidak ada. Tapi yang ingin Tuhan Yesus ajarkan adalah Allah memelihara hidupmu sehari-hari, jadi tidak perlu kuatir dengan apapun juga.
Selain itu, ada pesan juga tentang orang yang akan menerima dan akan menolak mereka. Berarti mereka harus siap menghadapi segala kemungkinan apapun yang akan terjadi. Siap untuk ditolak oleh orang lain. Siap akan segala kondisi, apapun itu. Ditolak, diusir.. hmmmmm.. gituuu
Bagaimana respon dari murid-muridNya? Adakah yang tidak ingin pergi??
Heheh.. yang pasti mereka semua pergi, mengelilingi segala desa. WOW!
Mereka memberitakan injil dan menyembuhkan orang sakit di segala tempat.
Ketaatan kepada perintah Kristus..
Siap untuk diutus? Siap untuk mengalami pemeliharaan Allah? Seharusnya,.. jawabanmu “IYA”!!!!
Apa yang kupelajari?
- Yesus mengutus murid-muridNya untuk pergi memberitakan injil. Ini semacam bentuk latihan untuk kondisi yang lebih besar lagi (mereka akan memberitakan injil sendiri2 dan lebih berani lagi --- lihat cerita di kisah para rasul)
- Yesus menginginkan mereka untuk mengalami pemeliharaan Allah. Tidak boleh membawa sesuatu apapun yang berkaitan dengan kebutuhan pokok..
- Murid-murid harus siap untuk menghadapi segala jenis penolakan, segala jenis respon dari orang-orang yang akan mereka temui.
Yesus telah mempersiapkan mereka dengan memberikan contoh dan teladan hidupNya sendiri. mereka yang diutusNya, adalah mereka yang terus bersama2 dengan Dia. Yang telah melihat bagaimana Ia mengajar, telah melihat bagaimana Ia menghadapi penolakan, bahkan hinaan dan cercaan dari orang2 farisi dan ahli2 taurat. Sekarang saatnya murid2Nya untuk melakukan tugas itu
Apa yang harus kulakukan?
- Mengerjakan bagianku, dan mempersiapkan orang untuk mengerjakan bagian itu...
- Rindu untuk terus mengalami pimpinan Allah dalam hidupku..
Lukas 9 : 1-6
1. Apa yang ku baca?
- Siapakah tokoh dalam cerita?
Yesus
12 orang muridNya.
- Apa yang terjadi di tempat itu? Apa yang mereka lakukan?
Yesus memanggil 12 orang muridNya secara khusus. Ia memberikan tenaga dan kuasa kepada mereka (kuasa dan otoritas untuk menguasai/di atas/ mengatasi setan2, dan juga untuk menyembuhkan rang dari penyakit-penyakit mereka.
Ada 2 tugas yang harus dikerjakan oleh murid-murid yang diutus tsb. Apakah itu?
a. Memberitakan Kerajaan Allah – preach bukan hanya memberitakan, lalu orang mendengarkannya, lebih dari itu, mereka harus mengajarkan.. mengajarkan hingga seseorang yang diajar itu mengerti dan memahami tentang kebenaran itu...
b. Menyembuhkan yang sakit menyembuhkan mereka yang sakit.
Apa pesannya kepada mereka?
Pesan penting yang disampaikan Yesus kepada mereka:
a. Jangan membawa apa2 dalam perjalanan.
b. Jangan membawa tongkat atau bekal.
c. Jangan membawa roti atau uang
d. Jangan membawa 2 helai baju.
Mengapa murid2 tidak boleh membawa benda2 itu????
Jika kita lihat kembali, itulah kebutuhan pokok dari seseorang. Makanan dan pakaian juga uang. Tapi, kalau tongkat aku tidak tahu itu untuk apaaa???(hehe...)
Mengapa Yesus melarang mereka membawa semua itu?
Menurutku, alasannya adalah supaya mereka mengalami pemeliharaan Allah. Mengalami pemeliharaan Allah atas hidup mereka secara pribadi. Melihat langsung bagaimana Allah dapat ememnuhi kebutuhan hidup dan kebutuhan pokok mereka. Itu kebutuhan sehari-hari yang perlu ‘dikuatirkan’ jika tidak ada. Tapi yang ingin Tuhan Yesus ajarkan adalah Allah memelihara hidupmu sehari-hari, jadi tidak perlu kuatir dengan apapun juga.
Selain itu, ada pesan juga tentang orang yang akan menerima dan akan menolak mereka. Berarti mereka harus siap menghadapi segala kemungkinan apapun yang akan terjadi. Siap untuk ditolak oleh orang lain. Siap akan segala kondisi, apapun itu. Ditolak, diusir.. hmmmmm.. gituuu
Bagaimana respon dari murid-muridNya? Adakah yang tidak ingin pergi??
Heheh.. yang pasti mereka semua pergi, mengelilingi segala desa. WOW!
Mereka memberitakan injil dan menyembuhkan orang sakit di segala tempat.
Ketaatan kepada perintah Kristus..
Siap untuk diutus? Siap untuk mengalami pemeliharaan Allah? Seharusnya,.. jawabanmu “IYA”!!!!
Apa yang kupelajari?
- Yesus mengutus murid-muridNya untuk pergi memberitakan injil. Ini semacam bentuk latihan untuk kondisi yang lebih besar lagi (mereka akan memberitakan injil sendiri2 dan lebih berani lagi --- lihat cerita di kisah para rasul)
- Yesus menginginkan mereka untuk mengalami pemeliharaan Allah. Tidak boleh membawa sesuatu apapun yang berkaitan dengan kebutuhan pokok..
- Murid-murid harus siap untuk menghadapi segala jenis penolakan, segala jenis respon dari orang-orang yang akan mereka temui.
Yesus telah mempersiapkan mereka dengan memberikan contoh dan teladan hidupNya sendiri. mereka yang diutusNya, adalah mereka yang terus bersama2 dengan Dia. Yang telah melihat bagaimana Ia mengajar, telah melihat bagaimana Ia menghadapi penolakan, bahkan hinaan dan cercaan dari orang2 farisi dan ahli2 taurat. Sekarang saatnya murid2Nya untuk melakukan tugas itu
Apa yang harus kulakukan?
- Mengerjakan bagianku, dan mempersiapkan orang untuk mengerjakan bagian itu...
- Rindu untuk terus mengalami pimpinan Allah dalam hidupku..
Monday, February 20, 2012
20 Februari 2012
Lukas 6:46-49
Apa yang kubaca?
1. Siapakah yang berbicara?
Yesus Kristus.
2. Kepada siapa Ia berbicara?
Perkataan ini ditujukkan kepada murid2 Nya, lanjutan dari ucapan bahagia.
3. Apa isi dari perkataan Tuhan?
Perintah/teguran/panutan???
Ini seperti sebuah teguran.
4. Apakah yang dikatakan Yesus?
“Mengapa kamu berseru kepadaKU: Tuhan, Tuhan, padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan?
Pertanyaan ini timbul, karena:
- Ketidaksinkronan antara kata dan tindakan..
- Orang yang menjadikan Yesus sebagai Tuhan seharusnya menjadikan Dia sebagai Tuhan atas seluruh hidup. Orang yang menjadikan Yesus sebagai Tuhan, seharusnya TAAT akan apa yang IA katakan, TAAT atas segala sesuatu yang seharusnya dilakukan berdasarkan pimpinanNya dan kebenaran firmanNya!!
- Fakta berbeda dengan konsep yang ada di pikiran..
Pengakuan bahwa Yesus adalah Tuhan, bukan hanya lewat bibir mulut saja, tapi lewat tindakan dan perilaku. Tindakan dan perilaku yang menunjukkan ketaatan kepadaNya
Yesus memberikan penggambaran untuk:
- Orang yang datang padaNya, mendengar perkataanNya, dan melakukannya.
Ini sebuah proses yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain. Bagaimana kita dapat mendengar perkataanNya jika tidak datang padaNya? Bagaimana kita dapat melakukan pekerjaan-pekerjaan yang IA kehendaki, jika kita tidak mau mendengarkanNya?
Tidak cukup hanya datang saja, tidak cukup hanya mendengar saja. Yang terutama adalah orang-orang yang mau untuk pelakukan perintah Tuhan.
Orang yang mendengar dan melakukan firman diibaratkan sebagai :
- Orang yang sedang mendirikan rumah.
Mendirikan rumah, merupakan gambaran membangun hidup yang baru di dalam Kristus.
- Dikatakan, ia sama ---- ia dapat digambarkan dengan/ia menyerupai:
Orang yang menggali dalam-dalam --- menggali apa? Menggali tanah. Apa tujuannya?
Ada berbagai macam lapisan tanah. Tanah gembur, tanah liat, dll.
Dalam bagian ini, dikatakan orang itu menggali dalam-dalam, dan hingga akhirnya Ia menemukan batu karang.
Dan di atas batu karang itu Ia membangun fondasi rumahnya.
Batu karang menggambarkan apa? Menggambarkan Kristus sendiri. Pekerjaan menggali, menggambarkan kedalaman relasi denganNya.
Tujuan dari si penggali/orang yang ingin membangun fondasi itu tentu saja menemukan batu. Batuan adalah lapisan paling dalam (setauku, hhehe)..
Tujuan kita terus menerus menggali kebenaran firmanNya adalah mengenali Kristus yang hadir dan masuk dalam segenap kehidupan pribadi kita. Sebab, Ia tidak hanya ingin membaharui permukaan hidup kita saja. Tapi seluruh hidup kita ingin dipulihkanNya.
Setelah menggali dan menemukan batu karang tersebut, yang dilakukan kemudian adalah meletakkan dasar/fondasi rumahnya, di atas batu tsb.
Maksudnya?
Hidup kita berlandaskan pada Kristus sendiri.
Hidup kita ini berlandaskan kebenaran firmanNya.
Hal ini yang membuat bangunan hidup kita menjadi kokoh.
Kekokohan suatu bangunan, diuji ketika datang air bah dan banjir. Ketika banjir datang, rumah yang kokoh dibangun tidak akan goyah, tidak akan mengalami goncangan ataupun getaran (KJV, shake).
Mengapa ? karena di bangun di atas batu yang kokoh.
Sebaliknya, orang yang mendengar, mengetahui, bahkan menyetujui perkataan firman Tuhan dengan pemahaman pribadinya, tapi tidak melakukan, sama dengan orang yang membangun rumah di atas tanah, tanpa dasar.
Tidak ada proses penggalian. Fondasi langsung daja didirikan, tanpa mempertimbangkan apapun. Karena tidak menggali, tidak akan menemukan batu karang!
Tidak mengalami proses bertemu secara pribadi dengan Kristus, tidak mengalami kedalaman relasi denganNya. Yang ada hanya pengetahuan, berdasarkan akal dan pikiran.
Akibat fatal yang diterima adalah: ketika banjir dan air bah melandanya, maka akan segera rubuh rumah itu. Sangat hebatlah kerusakannya.
Hidup yang dibangun di atas pengandalan diri dan kemampuan pribadi, tidak akan pernah ada gunanya. Hidup itu akan hancur jika hal-hal yang ada di dalamnya, kita pegang sendiri.
PERTANYAANNYA,
SEKARANG KAMU DIIBARATKAN SEBAGAI APAAAAA????
BUTUH JAWABAN JUJUR DAN KERENDAHAN HATI UNTUK MENGAKUI BAHWA SAMPAI HARI INI, KEDALAMAN RELASI ITU BELUM ADA.
Pengetahuan dan pemahaman tentang Kristus berlimpah-limpah. Namun, mengalami Dia setiap hari secara pribadi, tak begitu sering dan tak begitu kurasakan. Bagaimana ini?????
Mintalah proses untuk mengalami Dia secara pribadi
Apa yang akan kulakukan hari ini?
1. Datang padaNya, dengarkan perkataanNya, taati perintah dan kebenaran firmanNya!!!
Bagian hidup yang WAJIB diserahkan pada Tuhan:
- Beasiswa
- Tujuan hidup
- Pengaturan waktu dan uang
Tindakan nyata yang akan dilakukan hari ini:
- PA Tuj.Hidup 21.00-22.00
- Mengurus keperluan beasswa
- Membuat peerencanaan waktu ku untuk minggu ini.
DIALAH PENGUASA SEJATI!!!!!
AMIN
Lukas 6:46-49
Apa yang kubaca?
1. Siapakah yang berbicara?
Yesus Kristus.
2. Kepada siapa Ia berbicara?
Perkataan ini ditujukkan kepada murid2 Nya, lanjutan dari ucapan bahagia.
3. Apa isi dari perkataan Tuhan?
Perintah/teguran/panutan???
Ini seperti sebuah teguran.
4. Apakah yang dikatakan Yesus?
“Mengapa kamu berseru kepadaKU: Tuhan, Tuhan, padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan?
Pertanyaan ini timbul, karena:
- Ketidaksinkronan antara kata dan tindakan..
- Orang yang menjadikan Yesus sebagai Tuhan seharusnya menjadikan Dia sebagai Tuhan atas seluruh hidup. Orang yang menjadikan Yesus sebagai Tuhan, seharusnya TAAT akan apa yang IA katakan, TAAT atas segala sesuatu yang seharusnya dilakukan berdasarkan pimpinanNya dan kebenaran firmanNya!!
- Fakta berbeda dengan konsep yang ada di pikiran..
Pengakuan bahwa Yesus adalah Tuhan, bukan hanya lewat bibir mulut saja, tapi lewat tindakan dan perilaku. Tindakan dan perilaku yang menunjukkan ketaatan kepadaNya
Yesus memberikan penggambaran untuk:
- Orang yang datang padaNya, mendengar perkataanNya, dan melakukannya.
Ini sebuah proses yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain. Bagaimana kita dapat mendengar perkataanNya jika tidak datang padaNya? Bagaimana kita dapat melakukan pekerjaan-pekerjaan yang IA kehendaki, jika kita tidak mau mendengarkanNya?
Tidak cukup hanya datang saja, tidak cukup hanya mendengar saja. Yang terutama adalah orang-orang yang mau untuk pelakukan perintah Tuhan.
Orang yang mendengar dan melakukan firman diibaratkan sebagai :
- Orang yang sedang mendirikan rumah.
Mendirikan rumah, merupakan gambaran membangun hidup yang baru di dalam Kristus.
- Dikatakan, ia sama ---- ia dapat digambarkan dengan/ia menyerupai:
Orang yang menggali dalam-dalam --- menggali apa? Menggali tanah. Apa tujuannya?
Ada berbagai macam lapisan tanah. Tanah gembur, tanah liat, dll.
Dalam bagian ini, dikatakan orang itu menggali dalam-dalam, dan hingga akhirnya Ia menemukan batu karang.
Dan di atas batu karang itu Ia membangun fondasi rumahnya.
Batu karang menggambarkan apa? Menggambarkan Kristus sendiri. Pekerjaan menggali, menggambarkan kedalaman relasi denganNya.
Tujuan dari si penggali/orang yang ingin membangun fondasi itu tentu saja menemukan batu. Batuan adalah lapisan paling dalam (setauku, hhehe)..
Tujuan kita terus menerus menggali kebenaran firmanNya adalah mengenali Kristus yang hadir dan masuk dalam segenap kehidupan pribadi kita. Sebab, Ia tidak hanya ingin membaharui permukaan hidup kita saja. Tapi seluruh hidup kita ingin dipulihkanNya.
Setelah menggali dan menemukan batu karang tersebut, yang dilakukan kemudian adalah meletakkan dasar/fondasi rumahnya, di atas batu tsb.
Maksudnya?
Hidup kita berlandaskan pada Kristus sendiri.
Hidup kita ini berlandaskan kebenaran firmanNya.
Hal ini yang membuat bangunan hidup kita menjadi kokoh.
Kekokohan suatu bangunan, diuji ketika datang air bah dan banjir. Ketika banjir datang, rumah yang kokoh dibangun tidak akan goyah, tidak akan mengalami goncangan ataupun getaran (KJV, shake).
Mengapa ? karena di bangun di atas batu yang kokoh.
Sebaliknya, orang yang mendengar, mengetahui, bahkan menyetujui perkataan firman Tuhan dengan pemahaman pribadinya, tapi tidak melakukan, sama dengan orang yang membangun rumah di atas tanah, tanpa dasar.
Tidak ada proses penggalian. Fondasi langsung daja didirikan, tanpa mempertimbangkan apapun. Karena tidak menggali, tidak akan menemukan batu karang!
Tidak mengalami proses bertemu secara pribadi dengan Kristus, tidak mengalami kedalaman relasi denganNya. Yang ada hanya pengetahuan, berdasarkan akal dan pikiran.
Akibat fatal yang diterima adalah: ketika banjir dan air bah melandanya, maka akan segera rubuh rumah itu. Sangat hebatlah kerusakannya.
Hidup yang dibangun di atas pengandalan diri dan kemampuan pribadi, tidak akan pernah ada gunanya. Hidup itu akan hancur jika hal-hal yang ada di dalamnya, kita pegang sendiri.
PERTANYAANNYA,
SEKARANG KAMU DIIBARATKAN SEBAGAI APAAAAA????
BUTUH JAWABAN JUJUR DAN KERENDAHAN HATI UNTUK MENGAKUI BAHWA SAMPAI HARI INI, KEDALAMAN RELASI ITU BELUM ADA.
Pengetahuan dan pemahaman tentang Kristus berlimpah-limpah. Namun, mengalami Dia setiap hari secara pribadi, tak begitu sering dan tak begitu kurasakan. Bagaimana ini?????
Mintalah proses untuk mengalami Dia secara pribadi
Apa yang akan kulakukan hari ini?
1. Datang padaNya, dengarkan perkataanNya, taati perintah dan kebenaran firmanNya!!!
Bagian hidup yang WAJIB diserahkan pada Tuhan:
- Beasiswa
- Tujuan hidup
- Pengaturan waktu dan uang
Tindakan nyata yang akan dilakukan hari ini:
- PA Tuj.Hidup 21.00-22.00
- Mengurus keperluan beasswa
- Membuat peerencanaan waktu ku untuk minggu ini.
DIALAH PENGUASA SEJATI!!!!!
AMIN
Saturday, February 18, 2012
Lukas 6 : 37-42
Hal menghakimi.
Bagian dari ucapan bahagia yang disebutkan oleh Yesus.
Apa yang kubaca?
1. Sebuah perintah untuk:
- Jangan menghakimi supaya kitapun tidak akan dihakimi.
- Jangan menghukum supaya kitapun tidak akan dihukum.
- Ampunilah supaya kita pun diampuni.
- Berilah supaya kamu diberi.
Penjelasan bagian pemberian ini: pemberian dari Allah itu berlimpah-limpah, sudah dipadatkan, ditakar dgn baik, ketika digoncangkan akan tumpah ke luar. Maksudnya?
Berilah yang banyak kepada orang lain, dan kalian akan mendapat balasan yang setimpal dengan ukuran yang Allah beri.
Dalam bagian ini, dikatakan tentang bagaimana tindakan kita dan bagaimanakah respon yang akan diberikan kepada kita.
Dalam pernyataan pertama, yang menjadi subjek adalah “kita”. Yang menjadi objek atas tindakan kita adalah ‘orang lain’.
Siapakah ‘orang lain’ itu?
Orang lain yang dimaksud di sini tentu saja orang-orang yang ada di sekeliling kita, entah itu teman, saudara, dll
Dalam pernyataan kedua, yang menjadi Subjek atas tindakan tersebut adalah Allah, dan kitalah objek dari tindakan yang dilakukan oleh Allah.
Pernyataan kedua timbul sebagai akibat dari pernyataan pertama. Dengan kata lain, pernyataan kedua tidak akan terjadi, jika pernyataan pertama tidak dilakukan.
Kata Yesus mengenai hal menghakimi:
Layaknya orang buta yang menuntun orang buta. Maksudnya?
Ketika orang buta menuntun orang buta, maka keduanya akan jatuh bersama dalam lubang. Mengindikasikan bahwa tidak ada yang benar di dalamnya.
Seorang murid, tidak akan lebih besar dari pada gurunya. Maksudnya? Semua ilmu yang diberikan gurumu lah yang dapat kamu terima dan kamu tidak akan dapat lebih besar dari itu. Setelah kamu selesai belajar, yang dapat kamu capai adalah pengetahuan yang setara dengan sang guru.
Teguran yang diberikan Tuhan Yesus:
1. Selumbar/ sepotong kayu kecil di pelupuk mata orang lain kelihatan dengan jelas oleh kita, namun balok yang sangat besar di mata kita tidaklah kita ketahui.
Bagaimana mungkin ini bisa terjadi?
Selumbar itu sangatlah kecil di mata teman kita. Bahkan sama sekali tidak terlihat jika tidak diperhatikan dengan sebaik2 nya. Apa maksud perkataan ini?
Dalam posisi kita, selalu saja ingin melihat dan mencela perbuatan yang dilakukan oleh orang lain. Bibir dan hati kita dipenuhi dengan cercaan dan kritik atas orang lain.
Kritik itu boleh, hanya saja harus kritik yang membangun.
Mengkritik berarti membangun orang jadi lebih baik.
Tetapi yang terjadi di sini adalah, cercaan, hinaan, bahkan koreksi yang kita berikan kepada orang lain, tidak kita terapkan dulu dalam hidup kita. Yang diinginkan sebenarnya bukan kata2 percontohan di bibir saja. Hidup kita sendiri harus menunjukkan buah nya. Ukuran pada diri sendiri harus jelas, sehingga tidak menjadi orang yang munafik.!
Jika demikian, apa yang harus kulakukan?
Yang harus dilakukan adalah:
1. Keluarkan dulu balok dari matamu!. Periksa, cek, koreksi dirimu sendiri dengan ukuran yang sama. Maksudnya? Hidupmu sendiri harus memberikan buah yang benar, buah-buah yang baik. Hidup kita sebagai teladan dan contoh yang benar. Supaya apa? Supaya menjadi suatu kesaksian yang hidup.
Jangan munafik! Munafik kepura-puraan!
Janganlah kita berpura-pura dengan semua hal itu. Berpura2 = memiliki hal yang ditutup-tutupi yang tidak ingin untuk diketahui oleh orang lain. Bersikaplah sebagaimana adanya dirimu.
Mengapa harus mengeluarkan balok dari mata?
- Supaya kita dapat melihat dengan jelas
Apa yang selama ini kita anggap buruk, mungkin saja terbentuk dari persepsi kita yang salah. Cobalah untuk berpikir dari sudut pandang yang berbeda.
- Supaya dapat mengeluarkan selumbar dari mata saudaramu
Maksudnya? Ketika kita melihat orang lain itu, kita mampu untuk memberikan teguran. Teguran yang akan menjadikannya lebih baik.
Dalam pembacaan hari ini, kita diajar untuk menjadi pribadi yang berintegritas, sejalan antara perkataan dan perbuatan...
Apakah aplikasi nyatamu hari ini??
1. Memperbaiki hidup. Tidak akan memberikan kritik dan cercaan yang menghina orang lain.
2. Menjaga integritas hidup. Kata dan perbuatan sejalan,, tidak bertolak belakang
3. Tidak munafik, hidup apa adanya! :D
SOLI DEO GLORIA :)
Hal menghakimi.
Bagian dari ucapan bahagia yang disebutkan oleh Yesus.
Apa yang kubaca?
1. Sebuah perintah untuk:
- Jangan menghakimi supaya kitapun tidak akan dihakimi.
- Jangan menghukum supaya kitapun tidak akan dihukum.
- Ampunilah supaya kita pun diampuni.
- Berilah supaya kamu diberi.
Penjelasan bagian pemberian ini: pemberian dari Allah itu berlimpah-limpah, sudah dipadatkan, ditakar dgn baik, ketika digoncangkan akan tumpah ke luar. Maksudnya?
Berilah yang banyak kepada orang lain, dan kalian akan mendapat balasan yang setimpal dengan ukuran yang Allah beri.
Dalam bagian ini, dikatakan tentang bagaimana tindakan kita dan bagaimanakah respon yang akan diberikan kepada kita.
Dalam pernyataan pertama, yang menjadi subjek adalah “kita”. Yang menjadi objek atas tindakan kita adalah ‘orang lain’.
Siapakah ‘orang lain’ itu?
Orang lain yang dimaksud di sini tentu saja orang-orang yang ada di sekeliling kita, entah itu teman, saudara, dll
Dalam pernyataan kedua, yang menjadi Subjek atas tindakan tersebut adalah Allah, dan kitalah objek dari tindakan yang dilakukan oleh Allah.
Pernyataan kedua timbul sebagai akibat dari pernyataan pertama. Dengan kata lain, pernyataan kedua tidak akan terjadi, jika pernyataan pertama tidak dilakukan.
Kata Yesus mengenai hal menghakimi:
Layaknya orang buta yang menuntun orang buta. Maksudnya?
Ketika orang buta menuntun orang buta, maka keduanya akan jatuh bersama dalam lubang. Mengindikasikan bahwa tidak ada yang benar di dalamnya.
Seorang murid, tidak akan lebih besar dari pada gurunya. Maksudnya? Semua ilmu yang diberikan gurumu lah yang dapat kamu terima dan kamu tidak akan dapat lebih besar dari itu. Setelah kamu selesai belajar, yang dapat kamu capai adalah pengetahuan yang setara dengan sang guru.
Teguran yang diberikan Tuhan Yesus:
1. Selumbar/ sepotong kayu kecil di pelupuk mata orang lain kelihatan dengan jelas oleh kita, namun balok yang sangat besar di mata kita tidaklah kita ketahui.
Bagaimana mungkin ini bisa terjadi?
Selumbar itu sangatlah kecil di mata teman kita. Bahkan sama sekali tidak terlihat jika tidak diperhatikan dengan sebaik2 nya. Apa maksud perkataan ini?
Dalam posisi kita, selalu saja ingin melihat dan mencela perbuatan yang dilakukan oleh orang lain. Bibir dan hati kita dipenuhi dengan cercaan dan kritik atas orang lain.
Kritik itu boleh, hanya saja harus kritik yang membangun.
Mengkritik berarti membangun orang jadi lebih baik.
Tetapi yang terjadi di sini adalah, cercaan, hinaan, bahkan koreksi yang kita berikan kepada orang lain, tidak kita terapkan dulu dalam hidup kita. Yang diinginkan sebenarnya bukan kata2 percontohan di bibir saja. Hidup kita sendiri harus menunjukkan buah nya. Ukuran pada diri sendiri harus jelas, sehingga tidak menjadi orang yang munafik.!
Jika demikian, apa yang harus kulakukan?
Yang harus dilakukan adalah:
1. Keluarkan dulu balok dari matamu!. Periksa, cek, koreksi dirimu sendiri dengan ukuran yang sama. Maksudnya? Hidupmu sendiri harus memberikan buah yang benar, buah-buah yang baik. Hidup kita sebagai teladan dan contoh yang benar. Supaya apa? Supaya menjadi suatu kesaksian yang hidup.
Jangan munafik! Munafik kepura-puraan!
Janganlah kita berpura-pura dengan semua hal itu. Berpura2 = memiliki hal yang ditutup-tutupi yang tidak ingin untuk diketahui oleh orang lain. Bersikaplah sebagaimana adanya dirimu.
Mengapa harus mengeluarkan balok dari mata?
- Supaya kita dapat melihat dengan jelas
Apa yang selama ini kita anggap buruk, mungkin saja terbentuk dari persepsi kita yang salah. Cobalah untuk berpikir dari sudut pandang yang berbeda.
- Supaya dapat mengeluarkan selumbar dari mata saudaramu
Maksudnya? Ketika kita melihat orang lain itu, kita mampu untuk memberikan teguran. Teguran yang akan menjadikannya lebih baik.
Dalam pembacaan hari ini, kita diajar untuk menjadi pribadi yang berintegritas, sejalan antara perkataan dan perbuatan...
Apakah aplikasi nyatamu hari ini??
1. Memperbaiki hidup. Tidak akan memberikan kritik dan cercaan yang menghina orang lain.
2. Menjaga integritas hidup. Kata dan perbuatan sejalan,, tidak bertolak belakang
3. Tidak munafik, hidup apa adanya! :D
SOLI DEO GLORIA :)
Subscribe to:
Posts (Atom)
