Saturday, August 30, 2014

30 Agustus 2014

Hari 3

Refleksi pagi hari yang hanya aku dan Dia yang tahu:
Terkadang Tuhan menempatkanmu diposisi yang paling tidak kamu inginkan. Ketakutan, kesedihan, kekalutan.. dan memaksamu tetap berada di situ, hanya untuk membuat kamu mengerti bahwa denganNya  segalanya akan baik-baik saja.. (dan benar kan? Semuanya baik-baik saja.. LEGA :D). Ia membuatku berani.. keberanian adalah ketakutan yang sudah dibawa terlebih dahulu di dalam doa J

Refleksi siang hari yang hanya aku dan Dia yang tahu:
Satu fase telah mereka selesaikan, tapi ada bagian yang belum selesai dibangun. Kecintaan pada firman Tuhan J! Berharap mereka memiliki hati yang terus mencintai firmanNya dan hidup hanya tunduk pada otoritasNya.

Refleksi malam hari yang hanya aku dan Dia yang tahu:
Baik-baik saja.. ya.. semua baik-baik saja..

Investasi kekekalan hari ini:
Hehehehe..
momen menutup mata adalah momen untuk berdoa.. ketika di make up dalam jangka waktu yang cukup lama dengan menutup mata, maka itulah momen yang tepat untuk berdoa..

Apa itu cukup??
Tidak cukup inthaaaaa.. terus berdoa! Kamu kurang tekun berdoa!!!!


Don’t let unknown of the second step determine wheter or not you will take the first step. Some people are not willing to take the first step unless they know what will happen when they do! Faith leaves the next step to God and ‘steps out’ in obedience, believing God will supply ‘all things that pertain to life and godlines, through the knowledge of Him who called us by glory and virtue (2 Peter 1:3)
It is hard to follow God into the unknown. There is uncertainty because God has left so much unspoken.. 

Friday, August 29, 2014

29 Agustus 2014


Hari ini berharga, betapa banyak hal yang dapat dipelajari hari ini.

Pernahkah anda mendoakan meminta Tuhan menunjukkan hal-hal dalam hidupmu yang masih perlu diproses lagi?
Aku sangat sering mendoakan hal tersebut. Aku tahu, hidupku saat ini sudah mengandung begitu banyak akibat dari dosa, maka aku harus terus-menerus diproses olehNya.. tujuannya satu, supaya makin menyerupai Dia dalam segala sesuatu.

Aku pernah mendoakan:
“Tuhan, tolong proses kekosongan-kekosonganku”
Dan Dia memproses dengan caraNya yang ajaib dan menyakitkan.. tapi memang hasilnya sekarang aku memahami apa itu dipenuhi olehNya.

Dalam minggu ini, doa yang kunaikkan adalah:
“Tuhan, tolong proses kekuatiranku dalam hal keuangan.”

Mengapa hal ini penting untuk diproses Tuhan? Aku orang yang selalu merasa tidak cukup setiap bulannya. Mengapa? Karena setiap kali membuat rencana anggaran bulanan, pasti selalu minus (hahahahhaha).
Akibatnya, sebagai lulusan Sarjana Ekonomi di bidang Keuangan, aku akan selalu was-was dengan kebutuhan akan kecukupan tiap-tiap hari. Pola pikir yang terbentuk selama kuliah membuatku merasa selalu kuatir akan kebutuhan sehari-hari.
Tuhan memprosesku dengan cara yang sederhana. Dia berkata bahwa, semuanya berawal dari keputusan hati dan ketetapan tekad  untuk merasa cukup dalam semua hal yang Tuhan berikan, termasuk di dalam keuangan.
Jika perhitunganmu minus, belajar saja mencukupkan diri dengan apa yang sudah ada. Belajar bersyukur!!
Keputusan untuk merasa cukup dalam keuangan ternyata berdampak besar dalam melihat “uang” dan “bagaimana menggunakan uang”. Kita akan memberi dengan mudah, kita juga akan melihat uang bukan hanya dari perspektif sesuatu yang harus digunakan atau dihabiskan, tetapi sebagai sebuah kepercayaan dari Tuhan.

Tuhan yang sudah menjaminku hingga kekekalan, adalah Tuhan yang sama juga yang akan menjamin kebutuhan hidupku tiap-tiap hari.

Investasi kekekalan hari ini
Mengajari 2 orang adik untuk menggantungkan hidupnya pada pemeliharaan Tuhan. Bersepakat bersama untuk mendoakan kebutuhan-kebutuhan pribadi kepada Tuhan, dan tidak boleh minta kepada orang lain (orang tua, kakak, atau sumber lainnya).

Kami tahu firmanNya adalah kebenaran dan kami ingin mengalaminya.
Apakah ini cukup?

Belum cukup inthaaa.. ayooo lebih bersemangat lagi !!!


 "Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?  
Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."  
Matius 6:25;34

Saya harus terus bertumbuh..saya masih harus banyak belajar..

Doa hari ini:
"Tuhan, tolong tunjukkan lagi bagian hidup yang belum sesuai dengan kehendakMu, dan proseslah sebagaimana yang Kau inginkan"

(hati-hati kalau menaikkan doa yang demikian, kita akan terkejut sendiri dengan proses yang Tuhan berikan, bersiap-siaplah.!)
Semangat! =)

Thursday, August 28, 2014

28 Agustus 2014

Mazmur 90:12 Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.  

Bangun pagi hari ini dengan sedikit perasaan yang aneh.. membayangkan seandainya hidup ini akan berakhir begitu cepatnya. “Apakah saya telah melakukan yang terbaik?Apakah akan ada kenangan baik yang tersisa?” Ada puluhan pertanyaan lainnya yang memenuhi dan mengisi kepala. "Jika kematian mendadak menghampiri, apakah saya mampu untuk menghadapinya? Tapi, bagaimana jika bukan kematian secara mendadak, tetapi kematian perlahan-lahan karena penyakit yang mengerikan, dan sedikit menakutkan bagi sebagian orang, misalnya saja kanker?"
Yah.. kita tidak mungkin hidup selamanya. Setiap orang pasti mengalami yang namanya kematian.

Tapi.. Jika kita melihat dari sudut pandang kekekalan, maka hidup yang singkat ini begitu indah untuk dijalani, begitu baik untuk dikenang, dan begitu banyak hal ajaib yang bisa disyukuri.
Mari berinvestasi untuk sesuatu yang lebih panjang, kekekalan.

Hari ini, mengajari seseorang bertekun dalam firman.. menikmati hadiratNya di dalam firman..

Apakah itu cukup untuk kekekalan?
Masih  belum cukup, inthaaaaa!!!!
Ayooo bersemangat, lagi.. lagi.. lagi!!!!

Aku akan memilih untuk berjalan di dalam sepi..
Dan terus-menerus hidup tanpa mimpi..
Cukup punya 1 mimpi, mengerjakan panggilan hingga suatu saat Tuhan bilang: “selesai..”
 

teladan ini.. =) 

Yohanes 4:34 Kata Yesus kepada mereka: "Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.   

Monday, August 25, 2014

Pesan untuk para (calon) ibu dan ayah

Ibu,
aku rindu engkau, di manakah dirimu?
kasih sayangmu kucari dan ingin kunikmati..
tolong kembali dan temukan aku..
aku merindukan dekapanmu yang jarang kurasakan..
tak ada ibu, tak ada kasih..
aku akan terus mencari kasih setiap saat..

Ayah, 
dimanakah engkau?
aku merindukan belaianmu dan pelukanmu..
walaupun aku tak pernah merasakannya..
tak ada ayah, tak ada kepercayaan diri
tak ada ayah, hidup serasa hampa dan sepi
aku akan terus membuat keramaian yang palsu di tengah duniaku yang sepi.. 


*untuk para (calon) ibu dan ayah, 
tolong jangan pernah pergi tinggalkan anak-anakmu..
kepergianmu menghasilkan kekosongan yang luar biasa
kepergianmu memilukan perlahan-lahan, melukai sedikit demi sedikit..

mungkin secara fisik ibu dan ayah ada, 
tetapi secara perhatian, ibu dan ayah tak ada.. 

tolong.. tetap di sisi anak-anakmu..

catatan:
banyak orang mengalami kekosongan dalam hidup karena kurang kasih sayang ibu dan (atau) ayah.. 


Thursday, August 21, 2014

Karakter Murid: Dipenuhi Roh Kudus (3)

Apa hasil dari hidup yang dipenuhi oleh Roh Kudus?
1.       Sikap batin yang terus-menerus diubahkan oleh kebenaran firman Tuhan
2.       Sikap batin siap untuk dibentuk oleh Tuhan dengan cara seperti apapun
3.       Sikap yang mau untuk mempercayai Tuhan dan mempercayai bahwa setiap tindakan Tuhan adalah untuk kebaikan dalam hidup
4.       Sikap batin yang bersemangat bagi Tuhan untuk melakukan semua usaha bagi Tuhan
5.       Sikap batin yang penuh dengan damai sejahtera dari Allah
6.       Sikap batin yang makin membenci dosa
7.       Tindakan luar yang diubahkan (dan diperbaiki) oleh kebenaran firman Tuhan
8.       Tindakan luar yang mengambil langkah terus-menerus untuk hidup di dalam kebenaran
9.       Tindakan luar yang mengambil keputusan-keputusan berdasarkan  kehendak Allah
10.   Tindakan luar yang tidak menunda untuk menaati setiap pimpinan Roh Kudus (suara lembut dari dalam hati) yang mengarahkan untuk melakukan kebenaran (bdk Yoh 14:26)
11.   Tindakan luar yang tidak lagi ingin melakukan dosa dan melarikan diri ketika ada pencobaan.
(dan masih banyak lagi)
12.   Tidak ada jeda antara sikap batin dan tindakan luar...
Hal ini berarti sebuah perubahan dalam hidup...

Salah satu proses yang Tuhan kerjakan dalam kehidupan murid adalah menTuhankan Kristus dalam pikiran dan perasan. Bagian ini adalah kunci dari kehidupan Kristen. Seringkali kita berupaya untuk taat dengan kemampuan sendiri. Kita hanya akan babak belur dan penuh dengan ‘penderitaan’ ketika berupaya untuk taat dengan kemampuan sendiri. Roh Kudus memampukan kita untuk taat, hal itu dilakukanNya dengan cara memproses kita untuk menTuhankan Dia dalam pikiran dan perasaan terlebih dahulu. Pembaharuan kita terletak dalam pikiran dan perasaan, itulah yang dikerjakan Allah pertama kali.
Serahkan pikiran dan perasaan kepada Allah, serahkan dan doakan tiap-tiap hari. Hal ini menolong kita untuk taat dengan pimpinan RohNya.
Jika menolong adik-adik dalam melakukan firman Tuhan, mintalah RohNya memimpin mereka, mintalah RohNya mengubahkan hati mereka lebih dulu. Mintalah RohNya memproses mereka mampu menTuhankan Kristus dalam pikiran, sehingga mereka dapat taat dengan sukacita.

Ada latihan yang mahal yang Tuhan berikan supaya tiba di titik ini dan memahami bagian ini. #saya sudah mengalaminya.. J
Terpujilah Tuhan yang mengerjakan perubahan-perubahan dalam sikap batin.
Kita taat bukan karena diri sendiri mampu, tetapi Tuhanlah yang memampukannya. 

Tuesday, August 19, 2014

19082014

aku tak peduli hidupku..
aku hanya orang yang pernah melakukan kesalahan..
dan tak ada masa lalu yang terlalu buruk yang tidak bisa dipulihkanNya..

di dalam kondisi apapun, Ia selalu ada.. itu cukup...



Born To Reproduce

By: Dawson Trotman
Ringkasan -

Tema besar yang diberikan:
“A Passionate Call to Maturity, Spiritual Reproduction and Spiritual Parenting
to Help Fulfill The Great Commission”

1.       Seseorang yang hidup pasti bermultiplikasi/menghasilkan buah.
2.       Penggambaran pemuridan seperti dalam sebuah keluarga. Ketika seseorang cukup dewasa, maka ia sudah dan telah cukup dewasa untuk memperoleh keturunan. Tidak ada seorang anak laki-laki kecil yang dapat mempunyai anak. Tidak ada juga seorang anak perempuan yang dapat memiliki anak.
Seorang anak lelaki yang kecil harus cukup bertumbuh hingga pada saat pertumbuhan tertentu untuk proses kedewasaannya hingga bisa memperoleh keturunan. Seorang gadis kecil harus cukup tua untuk bisa memperhatikan bayinya.
3.       Follow up (bimbingan lanjutan) untuk seorang Kristen yang baru adalah sebuah mandat yang harus dikerjakan, bukan sebuah pilihan.
4.       Seseorang yang memiliki passion untuk memenangkan jiwa tidaklah cukup hanya untuk memenangkan jiwa. Ia harus juga memiliki passion  untuk memberikan bimbingan lanjutan kepada orang tersebut.
Hal yang tidak bisa dipisahkan satu dengan yang lain.
Pemberitaan injil dan pembimbingan lanjutan setelah pemberitaan injil tersebut.
5.       Bimbingan lanjutan lebih dari sekedar membawa seseorang kepada Kristus.
6.       Proses bimbingan
A à B à C à D

A: great grandfather
B: grandfather
C: father
D: son

7.       Tuhan menggunakan channel yang tepat dalam kehidupan baru orang Kristen yang muda ini melalui sukacitanya yang besar dan cintanya yang pertama kepada Kristus. Hal itu dilakukan ketika imannya muncul melalui pendengaran akan firman Tuhan. Dalam sukacita yang dimilikinya itu, mereka menginginkan agar orang lain pun mengetahui akan hal tersebut.

8.       Bimbingan lanjutan kepada orang Kristen yang baru membutuhkan seseorang orang tua rohani.
Tidak ada sesuatu pun di bawah dunia ini yang dapat menjaga seorang petobat baru tetap berada di dalam Tuhan Yesus, selain dari orang tersebut memiliki orang tua secara rohani.
Orang tua rohani disini akan memberikan kepadanya perhatian khusus, dan memberikan kepadanya makanan rohani dari Allah yang berguna untuk pertumbuhan orang tersebut.

9.       Menjadi orang tua rohani:
Hal-hal yang harus dilakukan dalam membimbing seseorang kepada Kristus:
n  Memastikan kelahirannya kembali
n  Menghabiskan waktu bersama  orang tersebut
n  Menunjukkan kepadanya bagaimana bereproduksi
n  Membutuhkan banyak waktu bersama orang tersebut
n  Menghabiskan waktu bersama orang tersebut
n  Cukup peduli dengan apa yang terjadi dengan permasalahan-permasalahannya
n  Mengajarinya tidak hanya untuk mendengarkan suara firman Tuhan, membacanya, tetapi juga bagaimana mempelajarinya.
n  Mengajarinya juga untuk bagaimana mengisi getaran hatinya dengan firman Tuhan, sehingga dengan demikian, suara firman Tuhan akan mengangkat panah hatinya dan meletakkannya dibawah mulutnya dan menembus hatinya untuk Kristus.

Penting untuk mengajarinya betapa mudahnya untuk memimpin seseorang kepada Kristus. ada tanggung jawab yang harus dilakukan, tapi ada juga kemudahan dalam melakukannya, dengan demikian, ia dapat mencontoh tindakan tersebut J

10.   Iblis akan mempengaruhi orang-orang yang bekerja untuk Kristus. Ketika hal itu terjadi, pasti iblis bekerja diantara para pekerja yang melakukan hal tersebut. Bukan hanya kepada orang-orang yang akan dilayani.

11.   Kita dapat membimbing seseorang kepada Kristus dalam waktu  20 menit sampai beberapa jam. Tetapi, membutuhkan waktu dari 20 minggu sampai beberapa tahun untuk mengarahkannya kepada kedewasaan rohani, kemenangan terhadap dosa dan pencobaan yang berulang-ulang.

12.   Saat teduh pribadi adalah esensi hidup yang berbuat dan berkemenangan. Mempersiapkan misionaris untuk melakukan pekerjaan misi, mulailah dengan saat teduh pribadi mereka. Jangan sampai ditelantarkan begitu saja.

13.   Penghafalan ayat adalah suatu sumber esensial untuk mengalami pertumbuhan dan dalam menginjili orang lain.

Every one of us, no matter what age we are, should get busy memorizing Scripture.  

Bersambung... 

Friday, August 15, 2014

Firman Tuhan: untuk hidup sekarang dan nanti

Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.
2 Tim 3:16-17

Apa manfaat progresif dari firman Tuhan dalam hidup kita?
- Mengajar. 
ESV: Teaching
NLT: teach us what is true
Kita hidup dalam dunia yang tidak mudah. Ketika kita hidup dengan langkah dan keinginan kita sendiri, maka akan sangat mudah bagi kita untuk jatuh dalam dosa.
Maka kita butuh kebenaran firman Tuhan untuk menuntun langkah kita kedepannya.
Firman Tuhan yang akan mengajarkan bagaimana hidup dalam ketaatan kepada Allah. Firman Tuhan juga yang akan mengajarkan bagaimana untuk hidup benar. Firman Tuhan yang akan memimpin bagaimana hidup ini seharusnya dijalani.

- Menyatakan kesalahan.
ESV: Reproof
NLT: Make us realize what is wrong in our lives.
Sebagai manusia, kita tidak pernah luput dari kesalahan. Tapi, standar kekudusan untuk menyatakan suatu hal itu salah atau benar adalah firman Tuhan. Kita tidak bisa memiliki standar ganda di dunia ini. Firman Tuhan berotoritas dalam hidup kita untuk menyatakan apakah langkah kita ini salah atau benar. Berkacalah pada firman sehingga kita dapat mengetahui di mana kita sedang berada saat ini, apakah salah atau benar.

- Memperbaiki kelakukan.
ESV: correction
NLT: It straightens us out
Kebiasaan yang salah seringkali telah terbangun sejak kita kecil. Kita menyebutnya ‘kebiasaan’ karena kita telah terbiasa melakukan semua itu. Kita seringkali terbiasa dengan cara hidup yang salah. Firman Tuhan memampukan kita untuk menyadari setiap kesalahan itu dan kemudian memampukan kita untuk memperbaik cara hidup yang salah itu. Cara hidup yang salah itu perlu diperbaiki.

- Mendidik dalam kebenaran. 
ESV: training in righteousness
NTL: teaches us to do what is right
Firman Tuhan tidak hanya menunjukkan kesalahan-kesalahan kita. Firman Tuhan justru mendidik kita dan melatih kita untuk hidup dalam kebenaran setiap saat. Cara hidup kita yang lama harus ditanggalkan supaya kita dapat memiliki cara hidup yang benar.

Apa tujuan akhir dari semua bentukan firman Tuhan dalam hidup kita?

17 that the man of God may be competent, equipped for every good work.
17 It is God’s way of preparing us in every way, fully equipped for every good thing God wants us to do.
- Allah memperlengkapi kita dengan firman Tuhan untuk tujuan melakukan pekerjaan yang baik.  Pekerjaan baik yang dimaksudkan di sini adalah di mana Ia menempatkan kita suatu saat nanti, entah dalam mengerjakan panggilan, dalam pekerjaan, dalam keluarga, dalam pernikahan dlsb.

Terus gunakan firman Tuhan dalam hidupmu,. kita sedang dipersiapkanNya. 
Taat dan setia setiap waktu.. 

:)

Thursday, August 14, 2014

Karakter murid: Tunduk pada otoritas firman Tuhan.


Salah satu ciri murid Kristus adalah tunduk pada otoritas firman Tuhan. Apa maksud dari hal tersebut? Hal tersebut berarti segala keputusan dalam hidup berpusatkan pada kebenaran firman Tuhan. Pilihan-pilihan paling penting dalam hidup diarahkan berdasarkan kebenaran firman Tuhan. Misalnya dalam memilih jurusan pada saat masuk kuliah, panggilan hidup pribadi yang nantinya akan menentukan dimana ia akan bekerja, memilih pasangan hidup, pengaturan waktu dan uang, dlsb.

Sebelum seseorang mencapai tahapan ini, ia membutuhkan pengalaman pribadi dengan firman Tuhan. Jika ia miskin pengalaman pribadi dengan firman, maka akan menjadi satu bagian yang sangat sulit dalam ketaatannya.

Firman Tuhan adalah bagian paling mendasar dalam hidup seorang murid. Firman Tuhan yang akan menentukan ia akan berada di mana dan bekerja di mana setelah lulus kuliah. Firman Tuhan yang akan menentukan bagaimana ia menggunakan waktu-waktu dalam hidupnya dan uang yang dipercayakan oleh Tuhan.

Bagaimana memiliki karakter yang tunduk pada firman Tuhan?
Bangun keyakinan yang dalam atas kebenaran firman Tuhan. Keyakinan ini dibangun dengan pendalaman alkitab dan penggalian kebenaran firman Tuhan. Tidak hanya sampai pada membangun keyakinan berdasarkan perspektif alkitab, tetapi membangunnya juga dengan pengalaman pribadi dituntun oleh firman Tuhan. Pengalaman pribadi-lah yang akan makin mengokohkan keyakinannya akan firman Tuhan. Selain itu dengan teladan iman dari tokoh-tokoh besar dan juga dari pemimpin rohani sendiri.

Keyakinan seseorang dapat dikatakan terbangun ketika ia telah bersedia untuk meninggalkan kebiasaan lamanya dan menggantikan dengan kebiasaan yang baru. Misalnya, ia terbiasa untuk mengambil keputusan berdasarkan kesukaan hati, logika atau perasaan. Hal ini ditinggalkan dan ia akan mulai bergumul dengan firman Tuhan untuk tiap-tiap keputusan yang akan diambilnya. Selain itu, tanpa ditanya dan tanpa dikontrol ia terus-menerus menjadikan firman Tuhan sebagai bagian dalam hidupnya yang mengatur langkah-langkah dan keputusan-keputusan yang akan diambilnya.

Karakter tunduk pada otoritas firman Tuhan akan semakin mendalam bertumbuh seiring dengan pertumbuhan  kehidupan murid.

Mazmur 119:105 FirmanMu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku. 


Jika adik rohani saya gagal untuk tunduk pada otoritas firman, kemungkinan besar saya  gagal untuk membangun bagian itu dalam hidupnya...
Jangan cepat-cepat menghakimi.. 
Saya butuh lebih banyak berdoa, supaya bagian itu terbangun..
Mengapa? Karena jika seseorang dapat taat pada firman, itu adalah pekerjaan Roh Kudus.
Saya hanya bergantung pada anugerah Allah. 


Wednesday, August 13, 2014

Karakter Murid : Dipenuhi Roh Kudus (2)

Dipenuhi Roh Kudus berarti ada di dalam kondisi tunduk pada pimpinan Roh kapanpun dan dimanapun.
Tidak ada kondisi setengah penuh atau sedikit penuh. Yang ada adalah ‘penuh dengan Roh Kudus’ atau ‘tidak penuh dengan Roh Kudus’.

Dipenuhi Roh Kudus berarti hidup dalam standar kekudusan Allah.
Dimulai dari hal-hal kecil dan sederhana:
Pikiranmu? siapa yang mendominasinya? Allah atau yang lainnya?
Penggunaan uangmu? Untuk hal apakah uangmu paling sering dikeluarkan? Untuk Tuhan? Memberi? Atau diri sendiri?
Hobimu, apa yang kamu lakukan di saat-saat senggangmu? Apakah kamu melakukannya untuk kesenangan dirimu sendiri atau kesenangan Tuhan?
Bagaimana kamu mengisi liburanmu?

Singkatnya, orang yang dipenuhi oleh Roh Kudus, menunjukkan bahwa di dalam seluruh hidupnya ia akan berada di bawah pimpinan Roh.
Orang yang berada di bawah pimpinan Roh, bukan berarti kemanapun ia selalu mengucapkan hal-hal rohani, tetapi ia adalah orang yang dalam segala hal mengutamakan pimpinan Roh Kudus dari pada dirinya sendiri.

Orang yang dipenuhi Roh Kudus sangat sadar dengan hal-hal yang di luar kehendak Tuhan, bahkan dalam pilihan-pilihan kecil hidupnya.
Kepekaannya dilatih dengan mendengarkan suara lembut dari dalam hatinya.
Ia belajar taat pada suara lembut dalam hatinya. Mengapa?
Karena ketika ia tidak taat, perlahan-lahan ia menjadi tidak peka.
Suara itu berbicara sangat keras, tetapi terkadang dipatahkan oleh logika dan perasaan pribadi.

Suara itu mengajarkan kembali tentang semua pengajaran firman Tuhan yang pernah diajarkan. Suara itu juga terkadang memperhatikan hidup kita sampai hal-hal yang paling detail sekalipun.
Suara itu seperti ‘alarm’ yang berbunyi jika kita akan melakukan hal-hal  yang salah.
Suara itu juga yang akan menuduh kita dan membuat kita merasa bersalah ketika kita berdosa.

Orang Kristen yang telah mengalami perjumpaan pribadi dengan Kristus, akan memiliki Roh Kudus di dalam hatinya. Kepekaan kita terhadap suara Roh Kudus dibangun lewat doa dan firman.
Mintalah kepekaan pada SuaraNya, supaya kita hidup teratur di dalam Dia.
Belajar diam, tenang, peka dengan  suaraNya.

1 Kor 12  Kita tidak menerima roh dunia, tetapi roh yang berasal dari Allah, supaya kita tahu, apa yang dikaruniakan Allah kepada kita.  

Yoh 14: 26  tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.

Tuesday, August 12, 2014

Apakah kamu berbeda?



Mereka hidup seenaknya
mereka hidup seperti apa yang mereka inginkan.
sepertinya tidak bergumul dengan keinginan-keingina
sepertinya tidak perlu sibuk dengan apa itu kehendak Tuhan atau bukan
yang penting tidak melanggar standar etika dan moral pada umumnya..
lalu apa bedanya dengan orang-orang di luar sana dan manusia pada umumnya?

mereka hidup di dalam caranya sendiri..
tapi mereka ada di gereja
mereka melayani
mereka menyebut diri Kristen..

yang terpenting adalah hidup baik..
yang terpenting adalah jika ada keinginan, dapat menginspirasi orang lain, tidak bertentangan dengan kebanyakan orang..

mengapa mereka begitu?
apa murid Kristus begitu?
murid Kristus berbeda..
hidup dalam kehendak Allah
bergumul dalam segala hal
belajar menikmati penyangkalan diri
harus menunggu Allah menyatakan kehendakNya

harus menantikan dalam kebingungan
lebih sering menunggu dalam diam..

tak boleh bertindak apapun jika Tuhan tidak menyuruh apapun..

tapi, jika Tuhan menyuruh, harus melakukannya...apapun tantangan yang ada di depanmu..


apa kamu murid Kristus?
apa kamu berbeda??

murid Kristus ada di gereja & juga melayani
tapi mereka yang di gereja & melayani belum tentu murid Kristus..

perbedaannya terletak pada siapakah yg menentukan semua keputusan dalam hidupmu..
Kristus?
ataukah dirimu sendiri..

apakah kamu berbeda??



quotes : kegerakan

Kita terlatih menciptakan banyak aktifitas. Tapi kita tidak terlatih menciptakan sebuah kegerakan.

Saturday, August 9, 2014

Hidup itu berat

"Bukankah manusia harus bergumul di bumi, dan hari-harinya seperti hari-hari orang upahan?  
Seperti kepada seorang budak yang merindukan naungan, seperti kepada orang upahan yang menanti-nantikan upahnya,  
demikianlah dibagikan kepadaku bulan-bulan yang sia-sia, dan ditentukan kepadaku malam-malam penuh kesusahan.  
Bila aku pergi tidur, maka pikirku: Bilakah aku akan bangun? Tetapi malam merentang panjang, dan aku dicekam oleh gelisah sampai dinihari.  
Berenga dan abu menutupi tubuhku, kulitku menjadi keras, lalu pecah.  
Hari-hariku berlalu lebih cepat dari pada torak, dan berakhir tanpa harapan.  
Ingatlah, bahwa hidupku hanya hembusan nafas; mataku tidak akan lagi melihat yang baik.  
Orang yang memandang aku, tidak akan melihat aku lagi, sementara Engkau memandang aku, aku tidak ada lagi.  
Sebagaimana awan lenyap dan melayang hilang, demikian juga orang yang turun ke dalam dunia orang mati tidak akan muncul kembali.  
Ia tidak lagi kembali ke rumahnya, dan tidak dikenal lagi oleh tempat tinggalnya.  
Oleh sebab itu akupun tidak akan menahan mulutku, aku akan berbicara dalam kesesakan jiwaku, mengeluh dalam kepedihan hatiku.  
Apakah aku ini laut atau naga, sehingga Engkau menempatkan penjaga terhadap aku?  
Apabila aku berpikir: Tempat tidurku akan memberi aku penghiburan, dan tempat pembaringanku akan meringankan keluh kesahku,  
maka Engkau mengagetkan aku dengan impian dan mengejutkan aku dengan khayal,  
sehingga aku lebih suka dicekik dan mati dari pada menanggung kesusahanku.  
Aku jemu, aku tidak mau hidup untuk selama-lamanya. Biarkanlah aku, karena hari-hariku hanya seperti hembusan nafas saja.  
Apakah gerangan manusia, sehingga dia Kauanggap agung, dan Kauperhatikan,  
dan Kaudatangi setiap pagi, dan Kauuji setiap saat?  
Bilakah Engkau mengalihkan pandangan-Mu dari padaku, dan membiarkan aku, sehingga aku sempat menelan ludahku?  
Kalau aku berbuat dosa, apakah yang telah kulakukan terhadap Engkau, ya Penjaga manusia? Mengapa Engkau menjadikan aku sasaran-Mu, sehingga aku menjadi beban bagi diriku?  
Dan mengapa Engkau tidak mengampuni pelanggaranku, dan tidak menghapuskan kesalahanku? Karena sekarang aku terbaring dalam debu, lalu Engkau akan mencari aku, tetapi aku tidak akan ada lagi."





Di manakah Engkau, Tuhan?
Aku lelah..
Biarlah kematian menghampiriku lebih cepat..

hanya, tolong jangan pisahkan aku dari firmanMu..
karena batinku menginginkannya..
tapi tubuhku menolaknya dan bergejolak karenanya..



090814


Friday, August 8, 2014

Fase-fase Pelayanan: Persiapan Pelayanan


Apa yang kurang dari strategi pelayanan kita?

Seringkali kesulitan kita dalam merintis pelayanan kelompok kecil adalah menemukan siapakah orang yang tepat untuk dimuridkan. “Bagaimana menemukan orang-orang tersebut dan dimanakah saya akan menemukannya?” menjadi pertanyaan yang seringkali memenuhi benak kita. Seringkali kita juga sudah berupaya semaksimal mungkin, tetapi tetap saja tidak menemukan orang yang tepat. Kita bingung dengan segala macam strategi yang telah kita bangun, tetapi tidak juga berhasil. Sebenarnya apa yang salah dengan pendekatan kita dan bagaimanakah seharusnya memulai sebuah pelayanan.

Saya pernah ingin merintis pelayanan di sebuah kampus di Surabaya. Rencana saya jelas yaitu ingin membentuk kelompok KTB dengan jumlah 3-4 orang tiap kelompok. Langkah pertama saya juga jelas bahwa saya ingin memulai dengan mendekati, menjalin persahabatan dengan mahasiswa dan mengunjungi kosnya, menawarkan bantuan untuk belajar bersama, mengantar ke gereja, bahkan ia juga sudah menceritakan semua masalah pribadinya kepada saya. Menurut saya, ini adalah langkah yang tepat untuk membangun sebuah pelayanan. Setelah itu, saya kemudian memberitakan injil kepadanya. Dan saya bersyukur karena ia menerima Kristus, pada saat pertama saya membagikan injil. Ia kelihatan tertarik dengan berita injil. Tetapi, itu tidak berlangsung lama, ketika saya menawarkan KTB, dan kemudian belajar firman Tuhan bersama, maka ia menolak. Ia mulai menjauh dan tidak lagi ingin bertemu dengan saya.

Saya merasa gagal dan merasa diri tidak mampu untuk mempertahankan setiap jiwa yang Tuhan percayakan kepada saya.

Saya melakukan hal tersebut beberapa kali. Dan selalu gagal dengan semua cara itu. Saya menyelidiki dan menganalisa, akhirnya saya menemukan bahwa, ternyata ada bagian yang sangat kurang bagi pekerjaan pelayanan yang saya lakukan.
Apa bagian yang  kurang itu?

Doa!

Mengapa demikian?
Mari kita belajar dari teladan Tuhan Yesus.

Lukas 6:12-16
12 ¶  Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah.  
13  Ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul:  
14  Simon yang juga diberi-Nya nama Petrus, dan Andreas saudara Simon, Yakobus dan Yohanes, Filipus dan Bartolomeus,  
15  Matius dan Tomas, Yakobus anak Alfeus, dan Simon yang disebut orang Zelot,  
16  Yudas anak Yakobus, dan Yudas Iskariot yang kemudian menjadi pengkhianat.

Dari ayat di atas kita melihat dengan jelas mengenai apa yang dilakukan oleh Tuhan Yesus. Ia pergi ke bukit. Semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah.
Yesus sendiri mencari pimpinan Allah untuk memilih murid. Bagaimana dengan saya? Apakah saya juga menghabiskan waktu saya untuk berdoa lebih dulu? Ataukah saya hanya mencari-cari, berusaha melakukan semua strategi dengan begitu luar biasanya? Kegerakan pendekatan pribadi yang saya lakukan ternyata tidak ada kuasanya sama sekali, jika tidak diawali, dijalani, diiringi, dijelajahi dengan doa. Semua strategi pendekatan yang saya lakukan sepertinya tumpul dan tidak menghasilkan apapun.

Kita mungkin sangat terampil dalam merealisasikan strategi pelayanan, tetapi kita kurang terampil dalam menggunakan strategi Allah yang dikerjakanNya melalui DOA.

Pertanyaan kemudian terlintas lagi, berapa lamakah saya harus berdoa? Bukankah Yesus hanya berdoa semalaman dan kemudian  ia langsung memilih mereka yang datang padaNya?  Bagaimana dengan saya?
Saya pikir dalam hal ini, kita tidak akan menerapkan waktu yang sama dengan Yesus atau patokan waktu tertentu. Esensi dari doa Yesus adalah untuk mencari kehendak Allah mengenai siapa saja orang yang  akan dipilihNya, untuk dilatihNya dan kemudian meneruskan pelayanan pemuridan untuk membuat semua bangsa menjadi muridNya. Poinnya bukan berapa lama berdoa, tapi apakah dalam waktu-waktu yang kita gunakan untuk berdoa, kita telah menemukan kehendak Allah dalam memilih murid-murid yang tepat atau mungkin suatu pendekatan baru yang diinginkanNya?
Jadi, jawaban dari pertanyaan  “Berapa lama saya harus berdoa?” adalah sampai kita menemukan kehendak Allah untuk strategi penjangkauan untuk menemukan orang kontak dan langkah apa yang kita akan ambil seandainya orang kontak tersebut telah kita dapatkan.
Pernah terlintas di dalam benak saya, lebih baik saya menghabiskan waktu berbulan-bulan berdoa dan tidak melakukan apapun daripada tiap-tiap hari berada dan berkenalan dengan sejumlah mahasiswa yang memang saya kira membutuhkan injil.

Doa adalah tahap persiapan yang paling ampuh untuk memulai sebuah pelayanan. Dengan berdoa, sebenarnya kita sedang mempersiapkan ladang untuk ditaburi benih firman Tuhan.

Doa juga adalah satu-satunya strategi yang harus menjadi fokus kita jika menginginkan terjadinya suatu kegerakan atau kebangunan rohani.

Apakah saya sudah tekun berdoa?

Berapa lama saya sudah berdoa untuk perintisan pelayan yang dipercayakanNya kepada saya?

Saya masih belajar.

Saya harus lebih banyak berdoa.

Kita seringkali bertindak lebih banyak dari apa yang Tuhan inginkan, padahal Ia hanya menginginkan kita untuk berdoa. J


Fase-fase pelayanan: Membangun Relasi Dengan Orang Kontak

Merintis KTB?
Merintis Persekutuan?
Di sebuah kampus baru?
Bagaimana memulainya?

Memulailah dengan berdoa.
Membangun relasi dengan orang kontak adalah hal pertama yang harus diusahakan pertama kali. 
pertanyaannya, bagaimana memulainya tanpa  orang tersebut merasa dikejar-kejar?
Lakukanlah secara natural. 
Ambil tempat yang sering didatangi oleh mahasiswa. Sering-seringlah berkunjung ke tempat tersebut. Bukan untuk banyak-banyak mendapatkan target, tetapi untuk membangun relasi dengan sebanyak mungkin orang. 
Jalin persahabatan dengan sebanyak mungkin orang. Bangun kepercayaan. Jangan tergesa-gesa atau terburu-buru. Untuk melakukan perintisan, kita perlu banyak waktu untuk melakukannya. 
Terkadang kita akan dicurigai jika terlalu sering untuk 'mengejar-ngejar'. 
Lakukan dengan lembut. Lakukan dengan natural.
Terus berdoa supaya Tuhan mempertemukan dengan orang kontak.
Metode yang tepat akan sesuai dengan tuntunan Tuhan dalam doa dan konteks kampus. 

*sedikit pemikiran di saat bersemangat. 

Karakter Murid: Dipenuhi Roh Kudus (1)

Salah satu Karakter Murid Kristus adalah dipenuhi oleh Roh Kudus.
Bagaimana memiliki hidup yang dipenuhi oleh Roh Kudus?
- serahkan pikiran pada Allah, sehingga tunduk pada kendali Roh Kudus.
- serahkan perasaan pada Allah, sehingga tunduk pada kendali Roh Kudus.
- belajar taat pada suara lembut dari hatimu
- serahkan anggota tubuhmu pada Allah, doakan secara spesifik, sehingga tindakan luar kita sesuai dengan tuntunan RohNya yang kudus.
- minta pengalaman riil dengan firmanNya.

mari belajar tunduk padaNya tiap-tiap hari.

*sedikit pemikiran.
FOKUS PADA ALLAH membuatmu mengisi hari-harimu dengan panggilan, visi, dan rencanaNya
terus bersemangat.. :)

Thursday, August 7, 2014

070814

Tetapi aku, aku berdoa kepadaMu ya Tuhan
pada waktu Engkau berkenan ya Allah,
demi kasih setiaMu yang besar jawablah aku
dengan pertolonganMu yang setia...
Mzm 69:14


#ketikakakimugerak2sendiri, gak bisa dikendalikan, yang ada hanyalah KETAKUTAN T.T
*sempet2nya nulisblog,.T.T

Wednesday, August 6, 2014

Wahyu 4-5. sedikit pemikiran - PA staf


Bagaimana gambaran sorga?
Ada sebuah takhta di Sorga.
Di takhta itu duduk Seorang.  
Dia nampak seperi permata yaspis dan permata sardis
Suatu pelangi melingkungi takhta itu
Gilang gemilang bagaikan zamrud rupanya.
Dari takhta itu keluar kilat dan bunyi guruh yang menderu
Tujuh obor menyala-nyala di hadapan takhta itu.
Di hadapan takhta ada lautan kaca
Bagaikan kristal

Di tengah takhta itu.
Ada 4 makhluk penh dengan mata
Di sebelah muka
Dan di sebelah belakang.

Di sekeliling takhta itu
Ada 24 takhta, duduk 24 tua-tua
Memakai pakaian putih
Dan mahkota emas.

Apa yang akan terjadi di Sorga?
Respon 4 makhluk yang menyaksikan Allah:
Mereka tidak berhenti-hentinya berseru siang dan malam
“Kudus, kudus, kuduslah Tuhan
Allah, Yang Mahakuasa
Yang sudah ada dan yang ada dan yang akan datang.”

Respon 24 tua-tua di hadapan Allah:
"Ya Tuhan dan Allah kami, Engkau layak menerima puji-pujian dan hormat dan kuasa; sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu; dan oleh karena kehendak-Mu semuanya itu ada dan diciptakan."  

Respon malaikat sekeliling takhta, makhluk-makhluk dan tua-tua, yang jumlahnya berlaksa-laksa dan beribu-ribu laksa:
"Anak Domba yang disembelih itu layak untuk menerima kuasa, dan kekayaan, dan hikmat, dan kekuatan, dan hormat, dan kemuliaan, dan puji-pujian!"  

Respon semua makhluk yang di sorga dan yang di bumi dan yang di bawah bumi dan yang di laut dan semua yang ada di dalamnya:
"Bagi Dia yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba, adalah puji-pujian dan hormat dan kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya!"  


Sangat luar biasa.
Betapa bersukacitanya.. ketika aku akan berhadapan dengan Allah yang luar biasa.
Allah yang kudus. Mahakuasa. Allah yang kekal.
Kita tidak akan merasa kelelahan menyembahNya.
Kita melihat dan menyaksikanNya berhadapan muka, sehingga hanya ada satu respon pasti yang dapat kita naikkan kepadaNya : PENYEMBAHAN!
Tak akan ada waktu untuk memikirkan hal lainnya, karena Dia telah menjadi fokus kita.

Menantikan berhadapan muka denganMu.


Apa yang bisa dilakukan?
Penyembahan bukanlah sebuah aksi melainkan sebuah reaksi, sebuah respon yang ditimbulkan karena melihat kemuliaan Tuhan.
Maka, apa yang kita cari?
Ingin  mengusahakan diri  sendiri supaya dapat menyembah Tuhan?
Ingin  mengusahakan orang lain (atau AKK) menyembah Tuhan?
Carilah kemuliaan Tuhan. Karena hanya dengan melihat kemuliaanNya, kita dapat menyembahNya.
Mintalah Ia menyatakan kemuliaanNya, mintalah  pengalaman perjumpaan denganNya, sehingga kita dapat menyembahNya.

Terpujilah Engkau, Allah yang kudus..
Gentarkanlah hatiku di hadapanMu, untuk senantiasa menyembahMu.

Tuesday, August 5, 2014

Perhiasanmu

Banyak wanita dan gadis-gadis saat ini yang menghiasi dirinya dengan berbagai hiasan luar yang sangat luar biasa. Berperilaku laksana boneka. Lucu dan imut seperti girl band Korea.
Dandanan dan penampilan menjadi bagian yang sungguh sangat ingin dikejar pertama kali.
Penampilan dan dandanan memang penting. Kita dapat membuat semua mata terpana pada kita. 
Tetapi, ada bagian yang lebih penting dari semua itu.  Hiasilah dirimu dengan perhiasan batin yang lebih mulia nilainya dari perhiasan apapun..
Kemolekan adalah bohong dan kecantikan adalah sia-sia, (amsal 31:30a)
Hiasilah dirimu dengan perhiasan batiniah.
1 Petr 3:4
tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah.  
Itulah nilai yang lebih kekal.

Perhiasan itu aku sebut KARAKTER! Mungkin semua orang bisa mengusahakan kecantikan yang luar biasa. Dipoles dengan berbagai tampilan luar yang unik, unyu-unyu, lutcu, dsb. Tapi, tidak semua orang bisa mengusahakan karakter yang luar biasa. Karakter itu dibentuk dengan firman Tuhan. Diuji dengan kondisi yang sulit. Dimurnikan bersama waktu. Karakter sesuatu yang di dalam, tetapi dapat terlihat dari buah hidup.
Semuanya tertulis jelas di dalam Amsal 31:10-31.
Jika aku menerjemahkan bahasanya sekarang maka bisa saja seperti ini:
-          Menggunakan kepercayaan untuk melakukan tanggung jawab yang besar dengan sebaik mungkin. Apapun tanggung jawab yang diberikan bagimu, lakukan dengan benar! Jangan sia-siakan kepercayaan orang lain. Ada 4 hal yang dipercayakan kepada kita yang dapat membuat kita dapat diukur sebagai pelayan-pelayan yang bertanggung jawab: Tubuh, Uang, Waktu, Karunia.
Gunakan tubuhmu dengan baik. Rencanakan penggunaan uangmu dengan benar. Pakai waktumu untuk hal-hal yang bernilai kekal, jangan sia-siakan karena bisa habis tanpa kamu sadari. Talentamu, berikan untuk kemuliaan Tuhan, salah satunya dengan melayani orang lain.
-          Memilih untuk berolahraga daripada duduk berlama-lama di salon (perawatan pribadi mencakup semuanya, jiwa raga, jasmani rohani, ya termasuk juga luluran. Melakukan  sendiri lebih baik dan lebih hemat!)
-          Memilih memasak sendiri daripada menghabiskan uang untuk membeli makanan (terbukti lebih hemat looo.. tapi sekali-sekali makan di luar juga tidak apa-apa). Kamu bisa bereksperimen banyak menu baru.
-          Melatih diri mencintai mencuci pakaian sendiri dengan tangan sendiri, daripada menggunakan mesin cuci. Terbukti lebih bersih!
Tapi, ingat juga kalau sudah sangat lelah, jangan terlalu memaksakan  diri.
-          Mencintai anak-anak. Mungkin sulit, tetapi belajar untuk bermain dengan mereka adalah hal yang penting untuk para calon ibu masa depan. Haahahahha..
-          Yang terpenting:
Firman Tuhan. Itulah topangan hidupmu. Satu-satunya landasan. Pengatur langkah. Sumber sukacita sejati. Saat hidup sangat bahagia atau penuh air mata, jangan pernah melupakan firman Tuhan, itulah tanda kedewasaan (aku juga masih belajar.. hehehe ^_^).


Ada banyak hal yang bisa kamu lakukan untuk menghiasi dirimu dengan perhiasan batiniah.
Pesanku:
Jangan berusaha untuk mencari siapa orang yang tepat, tapi berusahalah untuk menjadi orang yang tepat.
Penuhi Amsal 31.

Tapi ingat, pastikan prince charming yang datang padamu haruslah lebih dahulu memenuhi Amsal 1-30.  Doakan dia, supaya ia dapat memenuhinya, sebelum ia datang padamu.. J