Murid-murid memetik gandum pada hari sabat
Lukas 6:1-5
Apa yang kubaca?
1. Siapakah tokoh dalam cerita?
Yesus, murid2Nya, beberapa orang farisi.
2. Dimanakah mereka?
Di sebuah ladang gandum
3. Kapan?
Pada suatu hari Sabat.
4. Apakah yang mereka lakukan?
Yesus sedang berjalan di ladang gandum, dan ketika itu murid-muridNya memetik bulir gandum dan memakannya, mereka juga menggisarkannya dengan tangan mereka. –menggisar=menggosok2kan dengan tangan.
5. Bgmn tanggapan dari orang-orang farisi tersebut?
• Orang2 farisi yang ada di tempat itu memberikan pertanyaan kpd Yesus, mengapakah Yesus dan murid2Nya tidak mematuhi peraturan hari Sabat.
Band. Ul.23:25
• “Apabila engkau melalui ladang gandum sesamamu yang belum dituai, engkau boleh memetik bulir-bulirnya dengan tanganmu, tetapi sabit tidak boleh kauayunkan kepada gandum sesamamu itu”.
Pertanyaan orang farisi sebenarnya adalah ingin mempersalahkan Yesus, dengan dalih tidak mematuhi hari Sabat. Padahal dlm Ul.23:25, terlihat jelas bahwa gandum boleh dipetik, hanya saja tidak boleh ada sabit yang menyabitinya. Hal ini tetap sesuai dengan hukum thd hari sabat tsb. Yesus tidak pernah melakukan sesuatu hal pun yang bertentangan dengan hukum taurat. Ia justru hadir di dunia ini untuk menggenapi nya.
Jadi, sebenarnya, dalam kondisi ini, mereka berusaha untuk menjatuhkan Yesus.
6. Bagaimana tanggapan Kristus mengenai hal ini?
Kristus menjawab dengan suatu perbandingan.
Ia membandingkan dengan peristiwa dimana Daud harus pergi ke Nob, ke Ahimelek, seorang imam yang bertugas di tempat tsb. Daud mengambil roti yang dikuduskan dan hanya boleh dimakan oleh para imam. Namun, hal itu atas persetujuan sang imam dan dengan syarat bahwa orang-orang yang memakannya haruslah tahir/suci.
1 Sam. 21:1-6
Jadi, dalam bagian ini pun, terjadi karena ada izin,. Bukan karena tidak patuh pada sebuah perintah.
Pemahaman yang tidak utuh menyebabkan segala yang orang lain kerjakan menjadi tidak benar di mata kita. Terlalu sok tahu dan menyombongkan diri, itulah ciri dari orang farisi. Jadi, jangan sampai kita terjerumus dalam sikap seperti ini juga, Tha!!! OK? Okokok
7. Perkaataan apa yang sesungguhnya ingin dikatakan Yesus berkaitan dengan perbadingan yang diberikanNya? Ia vs. Daud.
Daud adalah raja orang israel, raja yang dipilh Tuhan, diurapi oleh Tuhan sendiri. Di mata orang Israel, Daud sangat dikagumi. Daud sudah melakukan banyak hal untuk Israel.
Yesus berkata: Anak manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.
That the Son of man is Lord also of the sabbath.-KJV.
Terjemahan yang lebih tepat: Anak manusia adalah Tuhan, juga Tuhan atas hari sabat. Jadi disini ingin menunjukkan bahwa Kristus adalah Tuhan atas segala sesuatu. Tuhan, Pribadi yang dikehendaki Allah, yang berkenan dihadapan Allah.
Apa yang dipelajari?
1. Dari bagian ini, saya belajar bahwa: Yesus adalah Tuhan atas segala sesuatu. Ketika menjadikan Ia sebagai Tuhan atas hidup kita, ada porsi yang lebih besar yang harus Ia mainkan dalam hidup pribadi kita.
Misalnya, kehendak untuk sesuatu, tidak lagi berdasarkan pertimbangan dan kemauan kita, tapi lebih bersandar kpd Ia saja.
Bagian penting yang tidak bole kita lupakan adalah:
** Kristus adalah Tuhan atas segala sesuatu. maka jangan ragu untuk meminta apapun kepadaNya. Ia tau segala hal yang terbaik untukmu, Tha.
** Ketika kita menyadari bahwa Ia adalah Tuhan untuk segala sesuatu, maka jangan jadikan Ia jalan alternatif, atau jalan akhir, ketika semua andalan kita sudah tak berfungsi dan tak brguna lagi. Jadikan Dia yang utama dalam seluruh hidup kita. Jangan kuatir untuk apapun juga, apa yg ingin dimakan atau dipakai, sebab Kristus sudah memprsiapkan yang terbaik bagi kita smua. OK?
Apa yang perlu dilakukan:
1. Menjadikan Kristus sebagai Tuhan bukan hanya di mulut, tapi tetap bergantung hanya kepadaNya saja.
2. Meminta segala sesuatu di dalam namaNya, dalam ucapan syukur dan doa.
3. Ketidakyakinan kita membuktikan bahwa kita tidak menngakui ketuhananNya dalam seluruh aspek hidup ini.
Hal-hal apa yang belum diserahkan pada Kristus?
1.. PH??? How?? Berusaha untuk mencari sendiri, dengan standar dan kriteria sendiri. tidak yakin bahwa Tuhan sudah akan menyediakan yang terbaik.
2. Tujuan hidup seluruhnya, serahkan semuanya pada Tuhan. Sebab Ia akan bertindak thd segala sesuatu.....
3. Masih ada beribu-ribu perkara yang kupikir bisa kutangani sendiri dan tidak membutuhkan Tuhan. Hari ini aku tahu, bahwa smuanya harus diserahkan pada Tuhan saja...
amin... ^_^
Saturday, February 18, 2012
5:00 AM
12 Februari 2012
Author:
Alice Intha M.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 komentar:
Post a Comment