Pemuridan adalah sebuah proses menjadi
dan menjadikan murid.
Proses “menjadi” à suatu kata kerja,
berkaitan dengan diri kita sendiri. pemuridan bukan mengurus orang lain, tapi
mengurusi diri sendiri dan kemudian menjadikan orang lain murid Kristus.
Setelah mengurusi diri sendiri,
baru jadikan orang lain.
Karena saya “menjadi”, maka baru
jadikan orang lain. Kalau kita mandek, maka orang lain juga mandek.
Tidak langsung jadi, tapi ada
suatu proses. Proses “menjadi” itu akan terus berjalan.
Mengapa proses ini penting?
-
Kualitas murid àkualitas
yang Tuhan inginkan
Lukas 14:25, 26
25 ¶ Pada suatu kali banyak orang berduyun-duyun
mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya. Sambil berpaling Ia berkata kepada
mereka:
26 "Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia
tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya
laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi
murid-Ku.
Banyak sekali pengikut Yesus.
Jika kita tidak jadi murid, kita tidak bisa ikut Kristus.
Bukan hanya sekedar follower,
tapi murid.
Standar yang Tuhan inginkan bukan sekedar pengikut.
Kristus menginginkan orang yang menjadikan Yesus sebagai
guru dan menjadikan Yesus sebagai Tuhan.
Kalau saya bukan murid, maka saya bukan orang yang ikut
Yesus, bukan orang yang dicari Yesus.
-
Tuhan Yesus sendiri ketika hidup di dunia, Ia
memproses orang menjadi Murid
Mat 4:19
19 Yesus berkata kepada mereka: "Mari,
ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia."
Perintah kepada Simon dan Andreas.
Penjala manusia adalah salah satu kriteria seorang murid.
Tuhan Yesus menginginkan munculnya kualitas murid, maka Ia
sendiri mengerjakan proses itu.
Suatu waktu Yesus diikuti 5000 orang. tetapi Ia tidak
pernah puas dengan mengumpulkan banyak orang. Ia tidak senang ketika orang
datang, dan memuji Dia. Ia menunggu sampai orang itu mencapai kualitas murid.
Konsentrasi Yesus bukan pada banyak orang, tapi pada
beberapa orang. Ia mati-matian untuk
mengerjakan bagianNya ini.
Yoh. 6:66
66 Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya
mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia.
Bagi Yesus, tidak masalah jika mereka meninggalkan Dia.
Standar Yesus jelas: membentuk murid.
-
Pemuridan itu proses, bukan sebuah program
Pemuridan adalah proses kehidupan. Ia memanggil dan
mengajak mereka dalam kehidupanNya, membagi kebenaran di tengah-tengah
kehidupan.
Kita dibentuk bertahun-tahun, kita diperhatikan segala
sesuatu.
Pemuridan bukan program pendek, tapi suatu pelayanan yang
utuh sepanjang hidup.
-
Jika kita melakukan pemuridan, apa yang akan
terjadi?
Pemuridan memungkinkan orang
untuk terlibat dalam amanat agung. Hasilnya: orang yang dimuridkan akan
terlibat dalam amanat agung.
Orang bisa dipakai oleh Allah
jika ia dibentuk.
Luk 9:23.
23 Kata-Nya kepada mereka semua:
"Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul
salibnya setiap hari dan mengikut Aku.
Hanya orang yang mau ikut Yesus
dan menyediakan diri untuk ikut Yesus, yang dapat melakukan dan masuk dalam
proses pemuridan.
Ada orang yang mau, tapi tidak
menyediakan diri.
Sesederhana apapun hidup kita,
jika kita menyediakan diri, maka Tuhan sendiri yang akan melakukan perubahan di
dalam hidup kita.
Jika orang yang mau memberi
diri, maka akan terjadi proses pelipatgandaan secara terus menerus, dan ia bisa
melakukannya pada orang lain. Jika itu terjadi, maka pelipatgandaan itu akan
terjadi terus menerus. Jika proses ini akan dilakukan dalam siswa dan
mahasiswa, maka cakupan amanat agung akan lebih luas. Akan ada hasil di
berbagai bidang. Siswa dan mahasiswa
akan pergi ke manapun dan di mana saja. Mereka dapat masuk ke segala
bidang dan mampu melakukan bagian-bagiannya.
Prinsip-prinsip pelayanan Tuhan
Yesus
n
Prinsip
pemusatan pelayanan.
Ia memusatkan pelayananNya pada
orang-orang yang akan dilayani dan dibentuk
-
Yesus melayani orang banyak
Markus 1:14
14 ¶ Sesudah Yohanes ditangkap datanglah Yesus ke
Galilea memberitakan Injil Allah,
Yesus memberitakan injil di Galilea
Markus 1:32, 33
32 Menjelang malam, sesudah matahari terbenam,
dibawalah kepada Yesus semua orang yang menderita sakit dan yang kerasukan
setan.
33 Maka berkerumunlah seluruh penduduk kota itu
di depan pintu.
Menjelang malam, banyak orang yang kumpul secara penuh.
Yesus tidak menghindari orang banyak. Ia melayani orang
banyak, melakukan pelayanan kepada orang banyak. Ia ingin menjangkau setiap
orang.
Yoh 6
Hasil dari Yoh. 6 à
orang-orang ingin menjadikan Yesus sebagai raja. Tapi semalam kemudian, Yoh
6:66 à
banyak yang mengundurkan diri dan pergi.
Markus 11:7-10
7 Lalu mereka membawa keledai itu kepada Yesus,
dan mengalasinya dengan pakaian mereka, kemudian Yesus naik ke atasnya.
8 Banyak orang yang menghamparkan pakaiannya di
jalan, ada pula yang menyebarkan ranting-ranting hijau yang mereka ambil dari
ladang.
9 Orang-orang yang berjalan di depan dan mereka
yang mengikuti dari belakang berseru: "Hosana! Diberkatilah Dia yang
datang dalam nama Tuhan,
10 diberkatilah Kerajaan yang datang, Kerajaan
bapak kita Daud, hosana di tempat yang maha tinggi!"
Banyak yang menyambut Tuhan Yesus. Luar biasa banyak yang
ikut Yesus. Tapi, beberapa hari kemudian, Yesus datang dengan memikul salib.
Orang yang dulunya memuji-muji hosana, malah meminta untuk menyalibkan Yesus.
Lukas 8:1-4
1 ¶ Tidak lama sesudah itu Yesus berjalan
berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa memberitakan Injil Kerajaan
Allah. Kedua belas murid-Nya bersama-sama dengan Dia,
2 dan juga beberapa orang perempuan yang telah
disembuhkan dari roh-roh jahat atau berbagai penyakit, yaitu Maria yang disebut
Magdalena, yang telah dibebaskan dari tujuh roh jahat,
3 Yohana isteri Khuza bendahara Herodes, Susana
dan banyak perempuan lain. Perempuan-perempuan ini melayani rombongan itu
dengan kekayaan mereka.
4 ¶ Ketika orang banyak berbondong-bondong
datang, yaitu orang-orang yang dari kota ke kota menggabungkan diri pada Yesus,
berkatalah Ia dalam suatu perumpamaan:
Diantara pelayanan2 itu, ada perempuan2 yang melayani Yesus
dkk.
Selalu ada hasil, meskipun dalam pelayanan kepada orang
banyak.
Ciri pengajaran kepada orang banyak:
Pengajaran umum
Sedikit sentuhan pribadi
Hanya sedikit saja dilakukan
Sedikit latihan pribadi
Tersaring à
ada banyak yang tidak setia, ketika pelayanan itu dilakukan melalui orang
banyak
-
Yesus melatih 70 murid
-
Yesus mengkonsentrasikan pelayananNya pada 12
orang.
Yesus melayani orang banyak, tapi melatih pemimpin.
Markus 3:13-15
13 ¶ Kemudian naiklah Yesus ke atas bukit. Ia
memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya dan merekapun datang
kepada-Nya.
14 Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai
Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil
15 dan diberi-Nya kuasa untuk mengusir
setan.
Yesus memanggil 12 orang untuk: menyertai Dia,
Dalam menyertai Yesus itulah, proses itulah terjadi.
Tujuannya adalah untuk menjadi pemimpin, menjadi penjala manusia. Tidak mungkin
itu dilakukan dalam jumlah banyak, seharusnya dilakukan dalam jumlah yang sedikit.
Pemimpin tidak bisa dibangun tanpa dikonstrasikan. Jika
tidak dekat dengan orang itu, jika tidak dibentuk, maka tidak bisa dibangun.
Caranya bagaimana mendapatkan itu?
è
Lewat doa.
Kepada siapa saya akan mengkonsentrasikan hidup saya?
è
Lewat proses : yang mau dan sedia
Orang yang terbuka dan mau menyediakan diri.
Dapatkan orang yang mau dan yang sedia.
Bukan orang yang bisa berorganisasi, tapi orang yang
menyediakan diri.
Mau belajar, mau bayar harga.
Doakan orang-orang itu.
-
Yesus melatih 3 orang.
Petrus, Yohanes, Yakobus.
Dalam 3 orang ini pun.. Yesus memberikan 1 orang kesempatan
untuk melihat diriNya lebih banyak, yaitu Simon Petrus.
Apa konsentrasi itu membuat kasih Yesus berbeda? Tidak sama
sekali. Mengkonsentrasi berarti disediakan Tuhan untuk melihat pekerjaan Tuhan.
n Prinsip Kepribadian
-
Orang
yang diperlakukan secara individual
Setiap orang yang dilayani, diperhatikan pribadi lepas
pribadi. Panggilannya 1 per 1.
Yesus punya pengenalan secara pribadi pada setiap orang
yang dilayaniNya tersebut. Ia tidak memulai dengan kesukaanNya, tapi memulai
dari keadaan orang itu.
Bukan orang dengan kualifikasi tertentu.
Pelayanan pemuridan membutuhkan orang yang:
è
Mau
è
Menyediakan diri
Keadaan apapun diterima. Di titik manapun, mulai dari situ.
Tuhan Yesus bisa mulai dari mana saja.
Hal ini dilakukan secara individu.
Ia membawa tiap-tiap orang pada potensi yang memang
diberikan kepadanya, sesuai dengan apa yang diinginkan Allah.
Yesus membangun orang seperti di mana Tuhan menentukan bagi
orang itu. Memuridkan berarti berangkat dari diri orang itu menuju kepada potensi yang ada bagi orang
itu.
Ketika membangun orang secara individu, maka Ia
memperhatikan kekhususan dan kekhasan setiap pribadi.
Contoh: Simon Petrus adalah orang yang sangat reaktif. Yohanes
yang pemarah. Andreas yang pendiam. Kita tidak membawa orang seperti yang kita
inginkan.
Yesus memakai situasi dan keadaan untuk membentuk iman
mereka. Bahkan kegagalan Simon sebagai bagian untuk memproses Simon.
-
Pembinaan
dan pembentukan itu dilakukan secara progresif
Ada progres à
dari satu hal ke hal yang lainnya. Contoh: Andreas dan Yohanes, pertama kali kenal
Yesus dari Yohanes Pembaptis.
Ada masa di mana mereka mengenal siapakah Yesus.
Markus dapat dibagi jadi 2,
Pasal 1-8 à
pengajaran, dll secara umum dilakukan. Lewat angin ribut, mujizat, dll. Ketika
Yesus membawa mereka di tempat yang sepi, Ia bertanya kepada murid-muridNya
siapakah diriNya. Ada proses yang dilewati dan mereka mengetahui bahwa Ia
Mesias.
Setelah itu Ia menyatakan kepada mereka tuntutan kemuridan.
Itulah yang namanya
pemuridan...
Tolong orang alami Tuhan, setelah itu belajar untuk
menundukkan diri.
Yesus tidak serta merta mengharapkan murid-muridNya untuk
segera “jadi”. Tuhan Yesus tidak putus asa. Selama mereka setia dan mau, Ia
tidak putus asa. Pemuridan itu progressif.
Tidak terburu-buru, jangan putus asa.
Bangun semua pondasi itu dan nantikan proses bagi
orang-orang yang dipimpin.
-
Kedalaman
Ada satu kedalaman yang bertahap. Ada tangga-tangganya.
Mat 5:3
3 ¶ "Berbahagialah orang yang miskin di
hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.
Mengajarkan konsep
Mark 10:15
15 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya
barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak
akan masuk ke dalamnya."
Ilustrasi anak-anak.
Luk 18:9-14
9 ¶ Dan kepada beberapa orang yang menganggap
dirinya benar dan memandang rendah semua orang lain, Yesus mengatakan
perumpamaan ini:
10 "Ada dua orang pergi ke Bait Allah untuk
berdoa; yang seorang adalah Farisi dan yang lain pemungut cukai.
11 Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam
hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama
seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan
bukan juga seperti pemungut cukai ini;
12 aku berpuasa dua kali seminggu, aku
memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku.
13 Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh,
bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan
berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini.
14 Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke
rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak. Sebab
barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan
diri, ia akan ditinggikan."
Contoh merendahkan diri
Mark 10:35
35 Lalu Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus,
mendekati Yesus dan berkata kepada-Nya: "Guru, kami harap supaya Engkau
kiranya mengabulkan suatu permintaan kami!"
Jadi hamba, lewat kegagalan.
Konsep, ilustrasi, contoh, ditegur, pengalaman
Jika kita membentuk orang, bukan hanya pada konsep, tapi
pada pengalaman pribadi dengan Tuhan.
n Prinsip kontak pribadi
Pemuridan tidak akan terjadi
tanpa kontak pribadi. Kelas pemuridan adalah kehidupan kita ini.
Pemuridan sangat canggih, tidak
butuh biaya banyak. Karena menggunakan kehidupan kita sendiri. Tapi biayanya
sangat mahal, yaitu hidup kita sendiri.
Yesus melatih dengan memanggil
mereka untuk ikut Dia
Yesus membentuk lewat relasi
langsung. Dalam relasi inilah, ada pembentukan yang terjadi.
n Prinsip realitas.
Murid dibawa pada pengalaman
riil. Pada dunia yang nyata.
Dalam konteks pelayanan Yesus, ketika
Ia melayani.. Ia membawa murid-murid untuk melihat.
Murid-murid diminta
memperhatikan
Lukas 9:10
10 ¶ Sekembalinya rasul-rasul
itu menceriterakan kepada Yesus apa yang telah mereka kerjakan. Lalu Yesus
membawa mereka dan menyingkir ke sebuah kota yang bernama Betsaida, sehingga
hanya mereka saja bersama Dia.
Yesus memanggil 12 murid dan
memberikan kuasa untuk melakukan seperti yang Yesus lakukan.
Murid-murid diutus
Yesus mendengarkan dan membicarakan
laporan.
Pembinaan bukan hanya sekedar
prinsip abstrak, tapi pada perubahan keyakinan yang dialami secara pribadi.
Tuhan Yesus butuh waktu 3 tahun untuk memuridkan. Tidak ada jalan pintas untuk
melayani orang lain.
Dibawakan Kak Gunawan Sri Haryono
Sarfat - Batu Malang, 31 Januari 2014
Kamp KTB Siswa Malang