Showing posts with label Discipleship. Show all posts
Showing posts with label Discipleship. Show all posts

Thursday, August 21, 2014

Karakter Murid: Dipenuhi Roh Kudus (3)

Apa hasil dari hidup yang dipenuhi oleh Roh Kudus?
1.       Sikap batin yang terus-menerus diubahkan oleh kebenaran firman Tuhan
2.       Sikap batin siap untuk dibentuk oleh Tuhan dengan cara seperti apapun
3.       Sikap yang mau untuk mempercayai Tuhan dan mempercayai bahwa setiap tindakan Tuhan adalah untuk kebaikan dalam hidup
4.       Sikap batin yang bersemangat bagi Tuhan untuk melakukan semua usaha bagi Tuhan
5.       Sikap batin yang penuh dengan damai sejahtera dari Allah
6.       Sikap batin yang makin membenci dosa
7.       Tindakan luar yang diubahkan (dan diperbaiki) oleh kebenaran firman Tuhan
8.       Tindakan luar yang mengambil langkah terus-menerus untuk hidup di dalam kebenaran
9.       Tindakan luar yang mengambil keputusan-keputusan berdasarkan  kehendak Allah
10.   Tindakan luar yang tidak menunda untuk menaati setiap pimpinan Roh Kudus (suara lembut dari dalam hati) yang mengarahkan untuk melakukan kebenaran (bdk Yoh 14:26)
11.   Tindakan luar yang tidak lagi ingin melakukan dosa dan melarikan diri ketika ada pencobaan.
(dan masih banyak lagi)
12.   Tidak ada jeda antara sikap batin dan tindakan luar...
Hal ini berarti sebuah perubahan dalam hidup...

Salah satu proses yang Tuhan kerjakan dalam kehidupan murid adalah menTuhankan Kristus dalam pikiran dan perasan. Bagian ini adalah kunci dari kehidupan Kristen. Seringkali kita berupaya untuk taat dengan kemampuan sendiri. Kita hanya akan babak belur dan penuh dengan ‘penderitaan’ ketika berupaya untuk taat dengan kemampuan sendiri. Roh Kudus memampukan kita untuk taat, hal itu dilakukanNya dengan cara memproses kita untuk menTuhankan Dia dalam pikiran dan perasaan terlebih dahulu. Pembaharuan kita terletak dalam pikiran dan perasaan, itulah yang dikerjakan Allah pertama kali.
Serahkan pikiran dan perasaan kepada Allah, serahkan dan doakan tiap-tiap hari. Hal ini menolong kita untuk taat dengan pimpinan RohNya.
Jika menolong adik-adik dalam melakukan firman Tuhan, mintalah RohNya memimpin mereka, mintalah RohNya mengubahkan hati mereka lebih dulu. Mintalah RohNya memproses mereka mampu menTuhankan Kristus dalam pikiran, sehingga mereka dapat taat dengan sukacita.

Ada latihan yang mahal yang Tuhan berikan supaya tiba di titik ini dan memahami bagian ini. #saya sudah mengalaminya.. J
Terpujilah Tuhan yang mengerjakan perubahan-perubahan dalam sikap batin.
Kita taat bukan karena diri sendiri mampu, tetapi Tuhanlah yang memampukannya. 

Tuesday, August 19, 2014

Born To Reproduce

By: Dawson Trotman
Ringkasan -

Tema besar yang diberikan:
“A Passionate Call to Maturity, Spiritual Reproduction and Spiritual Parenting
to Help Fulfill The Great Commission”

1.       Seseorang yang hidup pasti bermultiplikasi/menghasilkan buah.
2.       Penggambaran pemuridan seperti dalam sebuah keluarga. Ketika seseorang cukup dewasa, maka ia sudah dan telah cukup dewasa untuk memperoleh keturunan. Tidak ada seorang anak laki-laki kecil yang dapat mempunyai anak. Tidak ada juga seorang anak perempuan yang dapat memiliki anak.
Seorang anak lelaki yang kecil harus cukup bertumbuh hingga pada saat pertumbuhan tertentu untuk proses kedewasaannya hingga bisa memperoleh keturunan. Seorang gadis kecil harus cukup tua untuk bisa memperhatikan bayinya.
3.       Follow up (bimbingan lanjutan) untuk seorang Kristen yang baru adalah sebuah mandat yang harus dikerjakan, bukan sebuah pilihan.
4.       Seseorang yang memiliki passion untuk memenangkan jiwa tidaklah cukup hanya untuk memenangkan jiwa. Ia harus juga memiliki passion  untuk memberikan bimbingan lanjutan kepada orang tersebut.
Hal yang tidak bisa dipisahkan satu dengan yang lain.
Pemberitaan injil dan pembimbingan lanjutan setelah pemberitaan injil tersebut.
5.       Bimbingan lanjutan lebih dari sekedar membawa seseorang kepada Kristus.
6.       Proses bimbingan
A à B à C à D

A: great grandfather
B: grandfather
C: father
D: son

7.       Tuhan menggunakan channel yang tepat dalam kehidupan baru orang Kristen yang muda ini melalui sukacitanya yang besar dan cintanya yang pertama kepada Kristus. Hal itu dilakukan ketika imannya muncul melalui pendengaran akan firman Tuhan. Dalam sukacita yang dimilikinya itu, mereka menginginkan agar orang lain pun mengetahui akan hal tersebut.

8.       Bimbingan lanjutan kepada orang Kristen yang baru membutuhkan seseorang orang tua rohani.
Tidak ada sesuatu pun di bawah dunia ini yang dapat menjaga seorang petobat baru tetap berada di dalam Tuhan Yesus, selain dari orang tersebut memiliki orang tua secara rohani.
Orang tua rohani disini akan memberikan kepadanya perhatian khusus, dan memberikan kepadanya makanan rohani dari Allah yang berguna untuk pertumbuhan orang tersebut.

9.       Menjadi orang tua rohani:
Hal-hal yang harus dilakukan dalam membimbing seseorang kepada Kristus:
n  Memastikan kelahirannya kembali
n  Menghabiskan waktu bersama  orang tersebut
n  Menunjukkan kepadanya bagaimana bereproduksi
n  Membutuhkan banyak waktu bersama orang tersebut
n  Menghabiskan waktu bersama orang tersebut
n  Cukup peduli dengan apa yang terjadi dengan permasalahan-permasalahannya
n  Mengajarinya tidak hanya untuk mendengarkan suara firman Tuhan, membacanya, tetapi juga bagaimana mempelajarinya.
n  Mengajarinya juga untuk bagaimana mengisi getaran hatinya dengan firman Tuhan, sehingga dengan demikian, suara firman Tuhan akan mengangkat panah hatinya dan meletakkannya dibawah mulutnya dan menembus hatinya untuk Kristus.

Penting untuk mengajarinya betapa mudahnya untuk memimpin seseorang kepada Kristus. ada tanggung jawab yang harus dilakukan, tapi ada juga kemudahan dalam melakukannya, dengan demikian, ia dapat mencontoh tindakan tersebut J

10.   Iblis akan mempengaruhi orang-orang yang bekerja untuk Kristus. Ketika hal itu terjadi, pasti iblis bekerja diantara para pekerja yang melakukan hal tersebut. Bukan hanya kepada orang-orang yang akan dilayani.

11.   Kita dapat membimbing seseorang kepada Kristus dalam waktu  20 menit sampai beberapa jam. Tetapi, membutuhkan waktu dari 20 minggu sampai beberapa tahun untuk mengarahkannya kepada kedewasaan rohani, kemenangan terhadap dosa dan pencobaan yang berulang-ulang.

12.   Saat teduh pribadi adalah esensi hidup yang berbuat dan berkemenangan. Mempersiapkan misionaris untuk melakukan pekerjaan misi, mulailah dengan saat teduh pribadi mereka. Jangan sampai ditelantarkan begitu saja.

13.   Penghafalan ayat adalah suatu sumber esensial untuk mengalami pertumbuhan dan dalam menginjili orang lain.

Every one of us, no matter what age we are, should get busy memorizing Scripture.  

Bersambung... 

Friday, August 15, 2014

Firman Tuhan: untuk hidup sekarang dan nanti

Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.
2 Tim 3:16-17

Apa manfaat progresif dari firman Tuhan dalam hidup kita?
- Mengajar. 
ESV: Teaching
NLT: teach us what is true
Kita hidup dalam dunia yang tidak mudah. Ketika kita hidup dengan langkah dan keinginan kita sendiri, maka akan sangat mudah bagi kita untuk jatuh dalam dosa.
Maka kita butuh kebenaran firman Tuhan untuk menuntun langkah kita kedepannya.
Firman Tuhan yang akan mengajarkan bagaimana hidup dalam ketaatan kepada Allah. Firman Tuhan juga yang akan mengajarkan bagaimana untuk hidup benar. Firman Tuhan yang akan memimpin bagaimana hidup ini seharusnya dijalani.

- Menyatakan kesalahan.
ESV: Reproof
NLT: Make us realize what is wrong in our lives.
Sebagai manusia, kita tidak pernah luput dari kesalahan. Tapi, standar kekudusan untuk menyatakan suatu hal itu salah atau benar adalah firman Tuhan. Kita tidak bisa memiliki standar ganda di dunia ini. Firman Tuhan berotoritas dalam hidup kita untuk menyatakan apakah langkah kita ini salah atau benar. Berkacalah pada firman sehingga kita dapat mengetahui di mana kita sedang berada saat ini, apakah salah atau benar.

- Memperbaiki kelakukan.
ESV: correction
NLT: It straightens us out
Kebiasaan yang salah seringkali telah terbangun sejak kita kecil. Kita menyebutnya ‘kebiasaan’ karena kita telah terbiasa melakukan semua itu. Kita seringkali terbiasa dengan cara hidup yang salah. Firman Tuhan memampukan kita untuk menyadari setiap kesalahan itu dan kemudian memampukan kita untuk memperbaik cara hidup yang salah itu. Cara hidup yang salah itu perlu diperbaiki.

- Mendidik dalam kebenaran. 
ESV: training in righteousness
NTL: teaches us to do what is right
Firman Tuhan tidak hanya menunjukkan kesalahan-kesalahan kita. Firman Tuhan justru mendidik kita dan melatih kita untuk hidup dalam kebenaran setiap saat. Cara hidup kita yang lama harus ditanggalkan supaya kita dapat memiliki cara hidup yang benar.

Apa tujuan akhir dari semua bentukan firman Tuhan dalam hidup kita?

17 that the man of God may be competent, equipped for every good work.
17 It is God’s way of preparing us in every way, fully equipped for every good thing God wants us to do.
- Allah memperlengkapi kita dengan firman Tuhan untuk tujuan melakukan pekerjaan yang baik.  Pekerjaan baik yang dimaksudkan di sini adalah di mana Ia menempatkan kita suatu saat nanti, entah dalam mengerjakan panggilan, dalam pekerjaan, dalam keluarga, dalam pernikahan dlsb.

Terus gunakan firman Tuhan dalam hidupmu,. kita sedang dipersiapkanNya. 
Taat dan setia setiap waktu.. 

:)

Thursday, August 14, 2014

Karakter murid: Tunduk pada otoritas firman Tuhan.


Salah satu ciri murid Kristus adalah tunduk pada otoritas firman Tuhan. Apa maksud dari hal tersebut? Hal tersebut berarti segala keputusan dalam hidup berpusatkan pada kebenaran firman Tuhan. Pilihan-pilihan paling penting dalam hidup diarahkan berdasarkan kebenaran firman Tuhan. Misalnya dalam memilih jurusan pada saat masuk kuliah, panggilan hidup pribadi yang nantinya akan menentukan dimana ia akan bekerja, memilih pasangan hidup, pengaturan waktu dan uang, dlsb.

Sebelum seseorang mencapai tahapan ini, ia membutuhkan pengalaman pribadi dengan firman Tuhan. Jika ia miskin pengalaman pribadi dengan firman, maka akan menjadi satu bagian yang sangat sulit dalam ketaatannya.

Firman Tuhan adalah bagian paling mendasar dalam hidup seorang murid. Firman Tuhan yang akan menentukan ia akan berada di mana dan bekerja di mana setelah lulus kuliah. Firman Tuhan yang akan menentukan bagaimana ia menggunakan waktu-waktu dalam hidupnya dan uang yang dipercayakan oleh Tuhan.

Bagaimana memiliki karakter yang tunduk pada firman Tuhan?
Bangun keyakinan yang dalam atas kebenaran firman Tuhan. Keyakinan ini dibangun dengan pendalaman alkitab dan penggalian kebenaran firman Tuhan. Tidak hanya sampai pada membangun keyakinan berdasarkan perspektif alkitab, tetapi membangunnya juga dengan pengalaman pribadi dituntun oleh firman Tuhan. Pengalaman pribadi-lah yang akan makin mengokohkan keyakinannya akan firman Tuhan. Selain itu dengan teladan iman dari tokoh-tokoh besar dan juga dari pemimpin rohani sendiri.

Keyakinan seseorang dapat dikatakan terbangun ketika ia telah bersedia untuk meninggalkan kebiasaan lamanya dan menggantikan dengan kebiasaan yang baru. Misalnya, ia terbiasa untuk mengambil keputusan berdasarkan kesukaan hati, logika atau perasaan. Hal ini ditinggalkan dan ia akan mulai bergumul dengan firman Tuhan untuk tiap-tiap keputusan yang akan diambilnya. Selain itu, tanpa ditanya dan tanpa dikontrol ia terus-menerus menjadikan firman Tuhan sebagai bagian dalam hidupnya yang mengatur langkah-langkah dan keputusan-keputusan yang akan diambilnya.

Karakter tunduk pada otoritas firman Tuhan akan semakin mendalam bertumbuh seiring dengan pertumbuhan  kehidupan murid.

Mazmur 119:105 FirmanMu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku. 


Jika adik rohani saya gagal untuk tunduk pada otoritas firman, kemungkinan besar saya  gagal untuk membangun bagian itu dalam hidupnya...
Jangan cepat-cepat menghakimi.. 
Saya butuh lebih banyak berdoa, supaya bagian itu terbangun..
Mengapa? Karena jika seseorang dapat taat pada firman, itu adalah pekerjaan Roh Kudus.
Saya hanya bergantung pada anugerah Allah. 


Wednesday, August 13, 2014

Karakter Murid : Dipenuhi Roh Kudus (2)

Dipenuhi Roh Kudus berarti ada di dalam kondisi tunduk pada pimpinan Roh kapanpun dan dimanapun.
Tidak ada kondisi setengah penuh atau sedikit penuh. Yang ada adalah ‘penuh dengan Roh Kudus’ atau ‘tidak penuh dengan Roh Kudus’.

Dipenuhi Roh Kudus berarti hidup dalam standar kekudusan Allah.
Dimulai dari hal-hal kecil dan sederhana:
Pikiranmu? siapa yang mendominasinya? Allah atau yang lainnya?
Penggunaan uangmu? Untuk hal apakah uangmu paling sering dikeluarkan? Untuk Tuhan? Memberi? Atau diri sendiri?
Hobimu, apa yang kamu lakukan di saat-saat senggangmu? Apakah kamu melakukannya untuk kesenangan dirimu sendiri atau kesenangan Tuhan?
Bagaimana kamu mengisi liburanmu?

Singkatnya, orang yang dipenuhi oleh Roh Kudus, menunjukkan bahwa di dalam seluruh hidupnya ia akan berada di bawah pimpinan Roh.
Orang yang berada di bawah pimpinan Roh, bukan berarti kemanapun ia selalu mengucapkan hal-hal rohani, tetapi ia adalah orang yang dalam segala hal mengutamakan pimpinan Roh Kudus dari pada dirinya sendiri.

Orang yang dipenuhi Roh Kudus sangat sadar dengan hal-hal yang di luar kehendak Tuhan, bahkan dalam pilihan-pilihan kecil hidupnya.
Kepekaannya dilatih dengan mendengarkan suara lembut dari dalam hatinya.
Ia belajar taat pada suara lembut dalam hatinya. Mengapa?
Karena ketika ia tidak taat, perlahan-lahan ia menjadi tidak peka.
Suara itu berbicara sangat keras, tetapi terkadang dipatahkan oleh logika dan perasaan pribadi.

Suara itu mengajarkan kembali tentang semua pengajaran firman Tuhan yang pernah diajarkan. Suara itu juga terkadang memperhatikan hidup kita sampai hal-hal yang paling detail sekalipun.
Suara itu seperti ‘alarm’ yang berbunyi jika kita akan melakukan hal-hal  yang salah.
Suara itu juga yang akan menuduh kita dan membuat kita merasa bersalah ketika kita berdosa.

Orang Kristen yang telah mengalami perjumpaan pribadi dengan Kristus, akan memiliki Roh Kudus di dalam hatinya. Kepekaan kita terhadap suara Roh Kudus dibangun lewat doa dan firman.
Mintalah kepekaan pada SuaraNya, supaya kita hidup teratur di dalam Dia.
Belajar diam, tenang, peka dengan  suaraNya.

1 Kor 12  Kita tidak menerima roh dunia, tetapi roh yang berasal dari Allah, supaya kita tahu, apa yang dikaruniakan Allah kepada kita.  

Yoh 14: 26  tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.

Friday, August 8, 2014

Fase-fase Pelayanan: Persiapan Pelayanan


Apa yang kurang dari strategi pelayanan kita?

Seringkali kesulitan kita dalam merintis pelayanan kelompok kecil adalah menemukan siapakah orang yang tepat untuk dimuridkan. “Bagaimana menemukan orang-orang tersebut dan dimanakah saya akan menemukannya?” menjadi pertanyaan yang seringkali memenuhi benak kita. Seringkali kita juga sudah berupaya semaksimal mungkin, tetapi tetap saja tidak menemukan orang yang tepat. Kita bingung dengan segala macam strategi yang telah kita bangun, tetapi tidak juga berhasil. Sebenarnya apa yang salah dengan pendekatan kita dan bagaimanakah seharusnya memulai sebuah pelayanan.

Saya pernah ingin merintis pelayanan di sebuah kampus di Surabaya. Rencana saya jelas yaitu ingin membentuk kelompok KTB dengan jumlah 3-4 orang tiap kelompok. Langkah pertama saya juga jelas bahwa saya ingin memulai dengan mendekati, menjalin persahabatan dengan mahasiswa dan mengunjungi kosnya, menawarkan bantuan untuk belajar bersama, mengantar ke gereja, bahkan ia juga sudah menceritakan semua masalah pribadinya kepada saya. Menurut saya, ini adalah langkah yang tepat untuk membangun sebuah pelayanan. Setelah itu, saya kemudian memberitakan injil kepadanya. Dan saya bersyukur karena ia menerima Kristus, pada saat pertama saya membagikan injil. Ia kelihatan tertarik dengan berita injil. Tetapi, itu tidak berlangsung lama, ketika saya menawarkan KTB, dan kemudian belajar firman Tuhan bersama, maka ia menolak. Ia mulai menjauh dan tidak lagi ingin bertemu dengan saya.

Saya merasa gagal dan merasa diri tidak mampu untuk mempertahankan setiap jiwa yang Tuhan percayakan kepada saya.

Saya melakukan hal tersebut beberapa kali. Dan selalu gagal dengan semua cara itu. Saya menyelidiki dan menganalisa, akhirnya saya menemukan bahwa, ternyata ada bagian yang sangat kurang bagi pekerjaan pelayanan yang saya lakukan.
Apa bagian yang  kurang itu?

Doa!

Mengapa demikian?
Mari kita belajar dari teladan Tuhan Yesus.

Lukas 6:12-16
12 ¶  Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah.  
13  Ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul:  
14  Simon yang juga diberi-Nya nama Petrus, dan Andreas saudara Simon, Yakobus dan Yohanes, Filipus dan Bartolomeus,  
15  Matius dan Tomas, Yakobus anak Alfeus, dan Simon yang disebut orang Zelot,  
16  Yudas anak Yakobus, dan Yudas Iskariot yang kemudian menjadi pengkhianat.

Dari ayat di atas kita melihat dengan jelas mengenai apa yang dilakukan oleh Tuhan Yesus. Ia pergi ke bukit. Semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah.
Yesus sendiri mencari pimpinan Allah untuk memilih murid. Bagaimana dengan saya? Apakah saya juga menghabiskan waktu saya untuk berdoa lebih dulu? Ataukah saya hanya mencari-cari, berusaha melakukan semua strategi dengan begitu luar biasanya? Kegerakan pendekatan pribadi yang saya lakukan ternyata tidak ada kuasanya sama sekali, jika tidak diawali, dijalani, diiringi, dijelajahi dengan doa. Semua strategi pendekatan yang saya lakukan sepertinya tumpul dan tidak menghasilkan apapun.

Kita mungkin sangat terampil dalam merealisasikan strategi pelayanan, tetapi kita kurang terampil dalam menggunakan strategi Allah yang dikerjakanNya melalui DOA.

Pertanyaan kemudian terlintas lagi, berapa lamakah saya harus berdoa? Bukankah Yesus hanya berdoa semalaman dan kemudian  ia langsung memilih mereka yang datang padaNya?  Bagaimana dengan saya?
Saya pikir dalam hal ini, kita tidak akan menerapkan waktu yang sama dengan Yesus atau patokan waktu tertentu. Esensi dari doa Yesus adalah untuk mencari kehendak Allah mengenai siapa saja orang yang  akan dipilihNya, untuk dilatihNya dan kemudian meneruskan pelayanan pemuridan untuk membuat semua bangsa menjadi muridNya. Poinnya bukan berapa lama berdoa, tapi apakah dalam waktu-waktu yang kita gunakan untuk berdoa, kita telah menemukan kehendak Allah dalam memilih murid-murid yang tepat atau mungkin suatu pendekatan baru yang diinginkanNya?
Jadi, jawaban dari pertanyaan  “Berapa lama saya harus berdoa?” adalah sampai kita menemukan kehendak Allah untuk strategi penjangkauan untuk menemukan orang kontak dan langkah apa yang kita akan ambil seandainya orang kontak tersebut telah kita dapatkan.
Pernah terlintas di dalam benak saya, lebih baik saya menghabiskan waktu berbulan-bulan berdoa dan tidak melakukan apapun daripada tiap-tiap hari berada dan berkenalan dengan sejumlah mahasiswa yang memang saya kira membutuhkan injil.

Doa adalah tahap persiapan yang paling ampuh untuk memulai sebuah pelayanan. Dengan berdoa, sebenarnya kita sedang mempersiapkan ladang untuk ditaburi benih firman Tuhan.

Doa juga adalah satu-satunya strategi yang harus menjadi fokus kita jika menginginkan terjadinya suatu kegerakan atau kebangunan rohani.

Apakah saya sudah tekun berdoa?

Berapa lama saya sudah berdoa untuk perintisan pelayan yang dipercayakanNya kepada saya?

Saya masih belajar.

Saya harus lebih banyak berdoa.

Kita seringkali bertindak lebih banyak dari apa yang Tuhan inginkan, padahal Ia hanya menginginkan kita untuk berdoa. J


Fase-fase pelayanan: Membangun Relasi Dengan Orang Kontak

Merintis KTB?
Merintis Persekutuan?
Di sebuah kampus baru?
Bagaimana memulainya?

Memulailah dengan berdoa.
Membangun relasi dengan orang kontak adalah hal pertama yang harus diusahakan pertama kali. 
pertanyaannya, bagaimana memulainya tanpa  orang tersebut merasa dikejar-kejar?
Lakukanlah secara natural. 
Ambil tempat yang sering didatangi oleh mahasiswa. Sering-seringlah berkunjung ke tempat tersebut. Bukan untuk banyak-banyak mendapatkan target, tetapi untuk membangun relasi dengan sebanyak mungkin orang. 
Jalin persahabatan dengan sebanyak mungkin orang. Bangun kepercayaan. Jangan tergesa-gesa atau terburu-buru. Untuk melakukan perintisan, kita perlu banyak waktu untuk melakukannya. 
Terkadang kita akan dicurigai jika terlalu sering untuk 'mengejar-ngejar'. 
Lakukan dengan lembut. Lakukan dengan natural.
Terus berdoa supaya Tuhan mempertemukan dengan orang kontak.
Metode yang tepat akan sesuai dengan tuntunan Tuhan dalam doa dan konteks kampus. 

*sedikit pemikiran di saat bersemangat. 

Karakter Murid: Dipenuhi Roh Kudus (1)

Salah satu Karakter Murid Kristus adalah dipenuhi oleh Roh Kudus.
Bagaimana memiliki hidup yang dipenuhi oleh Roh Kudus?
- serahkan pikiran pada Allah, sehingga tunduk pada kendali Roh Kudus.
- serahkan perasaan pada Allah, sehingga tunduk pada kendali Roh Kudus.
- belajar taat pada suara lembut dari hatimu
- serahkan anggota tubuhmu pada Allah, doakan secara spesifik, sehingga tindakan luar kita sesuai dengan tuntunan RohNya yang kudus.
- minta pengalaman riil dengan firmanNya.

mari belajar tunduk padaNya tiap-tiap hari.

*sedikit pemikiran.
FOKUS PADA ALLAH membuatmu mengisi hari-harimu dengan panggilan, visi, dan rencanaNya
terus bersemangat.. :)

Tuesday, August 5, 2014

VISI DAN FILOSOFI PEMURIDAN

Pemuridan adalah sebuah proses menjadi dan menjadikan murid.
Proses “menjadi” à suatu kata kerja, berkaitan dengan diri kita sendiri. pemuridan bukan mengurus orang lain, tapi mengurusi diri sendiri dan kemudian menjadikan orang lain murid Kristus.
Setelah mengurusi diri sendiri, baru jadikan orang lain.
Karena saya “menjadi”, maka baru jadikan orang lain. Kalau kita mandek, maka orang lain juga mandek.
Tidak langsung jadi, tapi ada suatu proses. Proses “menjadi” itu akan terus berjalan.
Mengapa proses ini penting?
-          Kualitas murid àkualitas yang Tuhan inginkan
Lukas 14:25, 26
25 ¶  Pada suatu kali banyak orang berduyun-duyun mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya. Sambil berpaling Ia berkata kepada mereka:  
26  "Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.  

Banyak sekali pengikut Yesus.
Jika kita tidak jadi murid, kita tidak bisa ikut Kristus.
Bukan hanya sekedar follower, tapi murid.
Standar yang Tuhan inginkan bukan sekedar pengikut.
Kristus menginginkan orang yang menjadikan Yesus sebagai guru dan menjadikan Yesus sebagai Tuhan.
Kalau saya bukan murid, maka saya bukan orang yang ikut Yesus, bukan orang yang dicari Yesus.

-          Tuhan Yesus sendiri ketika hidup di dunia, Ia memproses orang menjadi Murid
Mat 4:19
19  Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia."

Perintah kepada Simon dan Andreas.
Penjala manusia adalah salah satu kriteria seorang murid.
Tuhan Yesus menginginkan munculnya kualitas murid, maka Ia sendiri mengerjakan proses itu.
Suatu waktu Yesus diikuti 5000 orang. tetapi Ia tidak pernah puas dengan mengumpulkan banyak orang. Ia tidak senang ketika orang datang, dan memuji Dia. Ia menunggu sampai orang itu  mencapai kualitas murid.
Konsentrasi Yesus bukan pada banyak orang, tapi pada beberapa orang. Ia mati-matian untuk mengerjakan bagianNya ini.
Yoh. 6:66
66  Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia.  
Bagi Yesus, tidak masalah jika mereka meninggalkan Dia.
Standar Yesus jelas: membentuk murid.

-          Pemuridan itu proses, bukan sebuah program
Pemuridan adalah proses kehidupan. Ia memanggil dan mengajak mereka dalam kehidupanNya, membagi kebenaran di tengah-tengah kehidupan.
Kita dibentuk bertahun-tahun, kita diperhatikan segala sesuatu.
Pemuridan bukan program pendek, tapi suatu pelayanan yang utuh sepanjang hidup.
 
-          Jika kita melakukan pemuridan, apa yang akan terjadi?
Pemuridan memungkinkan orang untuk terlibat dalam amanat agung. Hasilnya: orang yang dimuridkan akan terlibat dalam amanat agung.
Orang bisa dipakai oleh Allah jika ia dibentuk.
Luk 9:23.
23  Kata-Nya kepada mereka semua: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.  

Hanya orang yang mau ikut Yesus dan menyediakan diri untuk ikut Yesus, yang dapat melakukan dan masuk dalam proses pemuridan.
Ada orang yang mau, tapi tidak menyediakan diri.
Sesederhana apapun hidup kita, jika kita menyediakan diri, maka Tuhan sendiri yang akan melakukan perubahan di dalam hidup kita.

Jika orang yang mau memberi diri, maka akan terjadi proses pelipatgandaan secara terus menerus, dan ia bisa melakukannya pada orang lain. Jika itu terjadi, maka pelipatgandaan itu akan terjadi terus menerus. Jika proses ini akan dilakukan dalam siswa dan mahasiswa, maka cakupan amanat agung akan lebih luas. Akan ada hasil di berbagai bidang. Siswa dan mahasiswa  akan pergi ke manapun dan di mana saja. Mereka dapat masuk ke segala bidang dan mampu melakukan bagian-bagiannya.


Prinsip-prinsip pelayanan Tuhan Yesus
n  Prinsip pemusatan pelayanan.
Ia memusatkan pelayananNya pada orang-orang yang akan dilayani dan dibentuk
-          Yesus melayani orang banyak
Markus 1:14
14 ¶  Sesudah Yohanes ditangkap datanglah Yesus ke Galilea memberitakan Injil Allah,  
Yesus memberitakan injil di Galilea

Markus 1:32, 33
32  Menjelang malam, sesudah matahari terbenam, dibawalah kepada Yesus semua orang yang menderita sakit dan yang kerasukan setan.   
33  Maka berkerumunlah seluruh penduduk kota itu di depan pintu.  
Menjelang malam, banyak orang yang kumpul secara penuh.
Yesus tidak menghindari orang banyak. Ia melayani orang banyak, melakukan pelayanan kepada orang banyak. Ia ingin menjangkau setiap orang.

Yoh 6
Hasil dari Yoh. 6 à orang-orang ingin menjadikan Yesus sebagai raja. Tapi semalam kemudian, Yoh 6:66 à banyak yang mengundurkan diri dan pergi.

Markus 11:7-10
7  Lalu mereka membawa keledai itu kepada Yesus, dan mengalasinya dengan pakaian mereka, kemudian Yesus naik ke atasnya.  
8  Banyak orang yang menghamparkan pakaiannya di jalan, ada pula yang menyebarkan ranting-ranting hijau yang mereka ambil dari ladang.  
9  Orang-orang yang berjalan di depan dan mereka yang mengikuti dari belakang berseru: "Hosana! Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan,  
10  diberkatilah Kerajaan yang datang, Kerajaan bapak kita Daud, hosana di tempat yang maha tinggi!"  
Banyak yang menyambut Tuhan Yesus. Luar biasa banyak yang ikut Yesus. Tapi, beberapa hari kemudian, Yesus datang dengan memikul salib. Orang yang dulunya memuji-muji hosana, malah meminta untuk menyalibkan Yesus.

Lukas 8:1-4
1 ¶  Tidak lama sesudah itu Yesus berjalan berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa memberitakan Injil Kerajaan Allah. Kedua belas murid-Nya bersama-sama dengan Dia,  
2  dan juga beberapa orang perempuan yang telah disembuhkan dari roh-roh jahat atau berbagai penyakit, yaitu Maria yang disebut Magdalena, yang telah dibebaskan dari tujuh roh jahat,  
3  Yohana isteri Khuza bendahara Herodes, Susana dan banyak perempuan lain. Perempuan-perempuan ini melayani rombongan itu dengan kekayaan mereka.  
4 ¶  Ketika orang banyak berbondong-bondong datang, yaitu orang-orang yang dari kota ke kota menggabungkan diri pada Yesus, berkatalah Ia dalam suatu perumpamaan:  
Diantara pelayanan2 itu, ada perempuan2 yang melayani Yesus dkk.

Selalu ada hasil, meskipun dalam pelayanan kepada orang banyak.

Ciri pengajaran kepada orang banyak:
Pengajaran umum
Sedikit sentuhan pribadi
Hanya sedikit saja dilakukan
Sedikit latihan pribadi
Tersaring à ada banyak yang tidak setia, ketika pelayanan itu dilakukan melalui orang banyak

-          Yesus melatih 70 murid
-          Yesus mengkonsentrasikan pelayananNya pada 12 orang.
Yesus melayani orang banyak, tapi melatih pemimpin.
Markus 3:13-15
13 ¶  Kemudian naiklah Yesus ke atas bukit. Ia memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya dan merekapun datang kepada-Nya.  
14  Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil  
15  dan diberi-Nya kuasa untuk mengusir setan.   
Yesus memanggil 12 orang untuk: menyertai Dia,
Dalam menyertai Yesus itulah, proses itulah terjadi. Tujuannya adalah untuk menjadi pemimpin, menjadi penjala manusia. Tidak mungkin itu dilakukan dalam jumlah banyak, seharusnya dilakukan dalam jumlah yang sedikit.
Pemimpin tidak bisa dibangun tanpa dikonstrasikan. Jika tidak dekat dengan orang itu, jika tidak dibentuk, maka tidak bisa dibangun. Caranya bagaimana mendapatkan itu?
è Lewat doa.
Kepada siapa saya akan mengkonsentrasikan hidup saya?
è Lewat proses : yang mau dan sedia
Orang yang terbuka dan mau menyediakan diri.
Dapatkan orang yang mau dan yang sedia.
Bukan orang yang bisa berorganisasi, tapi orang yang menyediakan diri.
Mau belajar, mau bayar harga.
Doakan orang-orang itu.

-          Yesus melatih 3 orang.
Petrus, Yohanes, Yakobus.

Dalam 3 orang ini pun.. Yesus memberikan 1 orang kesempatan untuk melihat diriNya lebih banyak, yaitu Simon Petrus.

Apa konsentrasi itu membuat kasih Yesus berbeda? Tidak sama sekali. Mengkonsentrasi berarti disediakan Tuhan untuk melihat pekerjaan Tuhan.

n  Prinsip Kepribadian
-          Orang yang diperlakukan secara individual
Setiap orang yang dilayani, diperhatikan pribadi lepas pribadi. Panggilannya 1 per 1.
Yesus punya pengenalan secara pribadi pada setiap orang yang dilayaniNya tersebut. Ia tidak memulai dengan kesukaanNya, tapi memulai dari keadaan orang itu.
Bukan orang dengan kualifikasi tertentu.
Pelayanan pemuridan membutuhkan orang yang:
è Mau
è Menyediakan diri
Keadaan apapun diterima. Di titik manapun, mulai dari situ.
Tuhan Yesus bisa mulai dari mana saja.
Hal ini dilakukan secara individu.
Ia membawa tiap-tiap orang pada potensi yang memang diberikan kepadanya, sesuai dengan apa yang diinginkan Allah.
Yesus membangun orang seperti di mana Tuhan menentukan bagi orang itu. Memuridkan berarti berangkat dari diri orang itu  menuju kepada potensi yang ada bagi orang itu.
Ketika membangun orang secara individu, maka Ia memperhatikan kekhususan dan kekhasan setiap pribadi.
Contoh: Simon Petrus adalah orang yang sangat reaktif. Yohanes yang pemarah. Andreas yang pendiam. Kita tidak membawa orang seperti yang kita inginkan.
Yesus memakai situasi dan keadaan untuk membentuk iman mereka. Bahkan kegagalan Simon sebagai bagian untuk memproses Simon.
-          Pembinaan dan pembentukan itu dilakukan secara progresif
Ada progres à dari satu hal ke hal yang lainnya. Contoh: Andreas dan Yohanes, pertama kali kenal Yesus dari Yohanes Pembaptis.
Ada masa di mana mereka mengenal siapakah Yesus.
Markus dapat dibagi jadi 2,
Pasal 1-8 à pengajaran, dll secara umum dilakukan. Lewat angin ribut, mujizat, dll. Ketika Yesus membawa mereka di tempat yang sepi, Ia bertanya kepada murid-muridNya siapakah diriNya. Ada proses yang dilewati dan mereka mengetahui bahwa Ia Mesias.
Setelah itu Ia menyatakan kepada mereka tuntutan kemuridan.
Itulah yang namanya  pemuridan...
Tolong orang alami Tuhan, setelah itu belajar untuk menundukkan diri.

Yesus tidak serta merta mengharapkan murid-muridNya untuk segera “jadi”. Tuhan Yesus tidak putus asa. Selama mereka setia dan mau, Ia tidak putus asa. Pemuridan itu progressif.
Tidak terburu-buru, jangan putus asa.
Bangun semua pondasi itu dan nantikan proses bagi orang-orang yang dipimpin.

-          Kedalaman
Ada satu kedalaman yang bertahap. Ada tangga-tangganya.
Mat 5:3
3 ¶  "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.  
Mengajarkan konsep

Mark 10:15
15  Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya." 
Ilustrasi anak-anak.

Luk 18:9-14
9 ¶  Dan kepada beberapa orang yang menganggap dirinya benar dan memandang rendah semua orang lain, Yesus mengatakan perumpamaan ini:  
10  "Ada dua orang pergi ke Bait Allah untuk berdoa; yang seorang adalah Farisi dan yang lain pemungut cukai.  
11  Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini;  
12  aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku.  
13  Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini.  
14  Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan."  
Contoh merendahkan diri

Mark 10:35
35  Lalu Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, mendekati Yesus dan berkata kepada-Nya: "Guru, kami harap supaya Engkau kiranya mengabulkan suatu permintaan kami!"
Jadi hamba, lewat kegagalan.

Konsep, ilustrasi, contoh, ditegur, pengalaman
Jika kita membentuk orang, bukan hanya pada konsep, tapi pada pengalaman pribadi dengan Tuhan.

n  Prinsip kontak pribadi
Pemuridan tidak akan terjadi tanpa kontak pribadi. Kelas pemuridan adalah kehidupan kita ini.
Pemuridan sangat canggih, tidak butuh biaya banyak. Karena menggunakan kehidupan kita sendiri. Tapi biayanya sangat mahal, yaitu hidup kita sendiri.

Yesus melatih dengan memanggil mereka untuk ikut Dia
Yesus membentuk lewat relasi langsung. Dalam relasi inilah, ada pembentukan yang terjadi.

n  Prinsip realitas.
Murid dibawa pada pengalaman riil. Pada dunia yang nyata.
Dalam konteks pelayanan Yesus, ketika Ia melayani.. Ia membawa murid-murid untuk melihat.
Murid-murid diminta memperhatikan
Lukas 9:10
10 ¶  Sekembalinya rasul-rasul itu menceriterakan kepada Yesus apa yang telah mereka kerjakan. Lalu Yesus membawa mereka dan menyingkir ke sebuah kota yang bernama Betsaida, sehingga hanya mereka saja bersama Dia.  
Yesus memanggil 12 murid dan memberikan kuasa untuk melakukan seperti yang Yesus lakukan.
Murid-murid diutus
Yesus mendengarkan dan membicarakan laporan.

Pembinaan bukan hanya sekedar prinsip abstrak, tapi pada perubahan keyakinan yang dialami secara pribadi. Tuhan Yesus butuh waktu 3 tahun untuk memuridkan. Tidak ada jalan pintas untuk melayani orang lain.



Dibawakan Kak Gunawan Sri Haryono
Sarfat - Batu Malang, 31 Januari 2014
Kamp KTB Siswa Malang