Aku telah bernyanyi untukmu
Tapi kau tidak juga menari
Aku telah menangis di depanmu
Tapi kau tidak juga mengerti
Haruskah aku menangis sambil bernyannyi
~Kahlil Gibran~
Thursday, March 29, 2012
Wednesday, March 28, 2012
Cerita ini kumulai ketika aku memasuki gerbang UK Petra. Beribu pertanyaan memasuki kepala. Akan ada suatu kesan indah yang akan dimulai di sini. Akan ada pesan hidup yang mulai diciptakan ketika aku memasuki dunia mahasiswa.
Menjadi mahasiswa di UK Petra merupakan sebuah anugerah yang indah. Aku masuk dengan senggenggam beasiswa yang dijanjikan untuk direalisasikan, dan memang terealisasi. Aku berkuliah dengan diskon 50% untuk uang sumbangan masuk universitas, dan juga gratis USPP di 4 semester awal. Ini merupakan anugerah untukku. Aku mengatakan anugerah, karena sebenarnya beasiswa ini diberikan kepada mereka yang memang lulus untuk beasiswa Kawasan Timur Indonesia (KTI). Aku yang tidak lulus tes wawancara kedua, dialihkan ke beasiswa Ekonomi Lemah, yang telah kudeskripsikan di atas.
Ternyata, cerita ini bukan hanya sampai di sini. Ada suatu rangkaian anugerah yang lebih besar yang dapat kuceritakan, ada suatu perjumpaan terindah yang bisa kubagikan kepada semua yang mau mendengarkan.
Dengan segala kondisi dan keadaan pribadi yang memang telah terbentuk dalam diriku secara pribadi, aku mulai belajar untuk melibatkan diri dalam pelayanan di Petra. Semuanya kujalani dengan santai dan biasa saja.
Namun, ternyata ada bagian dari hidupku yang memang harus berubah. Dan itu dimulai sejak......
Pertemuan dan perjumpaan pribadi dengan Kristus. Aku lupa kapan tepatnya, namun yang kuingat.. di suatu malam, aku berdoa dengan tangis dan mengundang Dia untuk masuk dalam hidupku secara pribadi. Yang kuingat hari itu, aku manusia yang berdosa dan tidak layak di hadapanNya.
Ingatanku bergerak mundur dan memaksa untuk melakukan suatu hal sebagai buah dari pertobatanku. Ini merupakan hal besar pertama yang bisa kulakukan. Tidak lagi menjadikan “image” atau citra diriku menjadi yang utama.
Dan ini juga adalah hal yang paling kusesali dalam hidupku.
Aku orang yang sangat mementingkan penerimaan (hal ini baru belakangan ku sadari). Karena takut tidak akan “diterima” oleh orang-orang baru di sekelilingku, aku menciptakan image yang baik di depan mereka semua. Berusaha jadi orang yang pendiam, baik, dan terutama menjadi orang yang paling “rohani”. Menurut pemahamanku, itu wajib dilakukan kalau memang mau diterima di Pelma, ataupun di kelompok tutorial (kelompok Mahasiswa Baru untuk dibina dalam Tutorial Mata Kuliah Etika), dan tak lupa juga kelompok KTB baru yang kuikuti.
Alhasil, aku menciptakan suatu kebohongan paling memalukan. Yang saat ini ketika ingin kuceritakan pun, tetap saja aku malu dan wajahku akan tertunduk dengan penyesalan yang sebesar-besarnya (dan tentu saja berpikir... seandainya hal ini tidak pernah kulakukan... T.T)
Kebohongan ini kuceritakan dengan leluasa dan tanpa beban kepada 3 orang sahabat baru yang kutemui di kosku, 2 orang kakak pengurus pelma yang sangat baik hati, 1 orang kakak KPA, 4 teman KTB, 1 orang sahabat baru di jurusan, kakak Astor (asisten tutor)ku, dan 12 orang teman maba yang tidak terlalu dekat denganku.
Mau tau kebohongan yang kulakukan?
Aku menyesal harus mengatakannya sekarang.
Aku berbohong bahwa aku tidak pernah pacaran. Mengapa? Karena mantanku adalah seorang muslim yang taat. Jika teman-teman baruku tau aku pernah pacaran dengan orang muslim, tentu saja mereka akan menganggapku orang yang ridak rohani, mereka akan menolakku, mereka akan mengatakan ini dan itu kepadaku. Ini adalah hal yang paling kutakutkan dulu. Dan ini juga yang membuatku merasa bodoh saat ini, mengapa aku harus berbohong? Bukankah itu hidup yang wajar bagi mereka yang tidak mengenal dan mengetahui kebenaran?
Yang pasti, bagian cerita yang paling kusenangi adalah ketika aku ditegur olehNya. Waktu itu, aku sedang mengikuti kamp Astor selama seminggu. Aku ditegur secara pribadi oleh Tuhan lewat suatu pembacaan Alkitab dari Yesaya 6:1-13. Kalau tidak salah, Yesaya dipanggil oleh Tuhan untuk melakukan tugas, dan yang kuingat adalah Yesaya mengatakan bahwa ia najis bibir. Aku tidak mengerti konteks alkitabnya, yang pasti dan yang kutahu, aku ditegur dengan keras bahwa aku harus jujur! Aku tidak boleh berbohong! Aku harus mengatakan yang sebenarnya. Bibirku, bibir yang penuh dengan kebohongan, tapi Ia dengan rela hati mau mengampuni kesalahanku.
Teguran lain yang yang paling membuatku merasa sangat malu dan sangat tidak pantas untuk melakukan hal tersebut yang tujuannya hanya untuk memiliki citra diri yang baik adalah ketika aku membaca sebuah buku. Ada kutipan penting di dalamnya seperti ini, “jika Kristus mementingkan citra diri dan ‘image’ Nya di depan banyak orang, Ia tidak akan mungkin mau untuk tergantung dalam keadaan telanjang di atas kayu salib yang hina itu untuk orang berdosa seperti kita”.
Teguran ini membungkamkan setiap penolakanku untuk berkata jujur di depan semua orang yang kubohongi. Teguran ini juga memperingatkanku untuk tidak lagi mementingkan citra diriku sebagai hal yang utama. Hidup apa adanya sebagaimana adanya aku.
Cerita ini masih berlanjut, jadi jangan bosan-bosan untuk membacanya, ya...
Aku mengakui semua kebohonganku kepada orang-orang yang kusebutkan di atas. Semuanya! Tak ada yang terlewat. Ada rasa deg-deg-gan. Ada rasa takut karena ‘akibat fatal’ yang bisa saja kuterima.
Tapi ternyata semuanya hanya kekuatiranku belaka. Kekuatiran yang tidak beralasan.
Respon yang kutakuti adalah mereka akan mengejekku, mereka akan mencemoohku, mereka akan menganggap aku orang munafik.. (tapi memang aku munafik, sih).
Ada banyak ketakutan yang menyelimuti hati dan pikiranku, yang membuatku sulit untuk mengatakan sebuah kejujuran.
Tapi semuanya terobati dan berujung pada sebuah kalimat dari sahabat baruku, “kamu jujur banget sih.. butuh perjuangan untuk melakukan itu”. Ada juga teman-teman lain yang berkata, “it’s ok, intha. Semua orang pernah melakukan kesalahan, terima kasih karena sudah mau jujur.”
Semuanya diakhiri dengan kejujuran yang tuntas,
Semuanya bisa berakhir dengan sukacita dari dalam hatiku.
Ada warna kelegaan yang tersungging dalam lengkungan senyuman.
Aku bersyukur melewati proses awal yang mendebarkan, dan membuat jantung hampir saja mau berhenti.
Aku bersyukur karena pertemuan dengan Kristus membuatku mau untuk berkata jujur di depan semua orang yang kubohongi.
Perjumpaan dengan Tuhan Yesus membuatku paham bahwa image atau citra diri itu tidak penting! Yang terpenting adalah taat dan melakukan kehendakNya.
Ada masih banyak cerita yang kualami dalam hidup. Ada banyak kejutan manis yang disiapkanNya menjadi cerita hidup yang tak pernah berakhir....
dan itu semua terangkai dalam satu anugerah paling indah yang pernah terjadi dalam hidupku, perjumpaan pribadi dengan Sang Juruselamat...
Maukah kamu mengalami cerita hidup yang sama?
Ini ceritaku, mana ceritamu?
Intha A. Muskananfola
28 Maret 2012
Thursday, March 22, 2012
Lukas 9:22-27
Pemberitahuan pertama tentang penderitaan Yesus dan syarat-syarat mengikuti Dia.
Inilah pemberitahuan yang pertama tentang penderitaan Yesus.
Penderitaan yang harus Ia jalani.
Apa yang kubaca?
1. Siapakah tokoh dalam cerita?
Yesus dan murid-muridNya.
2. Apa yang mereka lakukan?
Saat itu, Yesus sedang mengajar murid-muridNya. Pokok2 pengajaran Nya:
• Anak Manusia
- diriNya sendiri.
• harus menanggung banyak penderitaan
- harus – wajib, tidak dapat ditawar2 lagi, sesuatu yang memang harus dijalani. Dan memang hanya itu satu-satunya cara.
- Menanggung.
Mengambil bagian yang memang sebenarnya bukan ditentukan untukNya. Bertanggung jawab atas sesuatu yang tidak dilakukanNya.
- Banyak penderitaan,
Apa saja penderitaan yang Ia alami?
Ia dikhianati oleh murid-muridNya.
Ia seperti merasa “ditinggalkan” oleh Bapa.
Ia ditangkap seperti penyamun dan perampok
Ia diludahi, ditinju, dipukuli, dipakaikan mahkota duri, ditelanjangi, disindir,
Ia disalibkan, dan Ia mati di salib itu...
Pertanyaan pentingnya:
Mengapa Ia harus mengalami semua itu???
Mengapaaaa? Karena KasihNya kepada kita. Kasih yang tak terbatas. Kasih yang rela mengorbankan segala sesuatunya kepada kita. Kasih yang rela datang dalam kehinaan, rela hidup di antara orang berdosa, kasih yang mau menyentuh hati setiap orang berdosa. Mengapa Ia punya kasih sebesar itu?
Apakah manusia sehingga Engkau mengingatnya, Tuhan?
Apakah anak manusia sehingga Engkau mengindahkannya, Bapa?
Padahal manusia tidak seharusnya mendapat perlakuan seperti demikian. Tapi Kristus sendiri yang terus menerus memberikan diriNya bagi kita...
• Ditolak
Mengalami penolakan
• Dari para tua-tua bangsa Israel, imam-imam kepala, dan ahli-ahli Taurat.
Mereka adalah para pemimpin agama, yang seharusnya mengerti dan lebih memahami tentang kedatangan Mesias. Tapi justru merekalah yang terlibat di dalamnya.. ckckckck... terlibat dalam penyiksaan dan pembunuhan. Memang itulah yang terjadi.
• Dibunuh
Oleh orang2 Yahudi (di atas). Akibat pembunuhan tentu saja kematian. Yesus mati!
• Dibangkitkan pada hari ketiga.
Dibangkitkan oleh Allah sendiri. menandakan kemenanganNya atas maut.
Ini adalah fakta yang telah dinubuatkan oleh Yesus sendiri. Yesus mengerti dan menahami dengan benar tentang tujuan kedatanganNya di dunia ini. Dan Ia siap serta taat untuk menjalankan kehendak Bapa.
Apa yang dikatakanNya lagi?
** Katanya kepada mereka semua, (mereka semua berarti semua murid-muridNya)
** setiap orang yang mau mengikut Aku (mengikut Yesus), ada syaratnya:
• Ia harus menyangkal dirinya
Shr: melupakan kepentingan sendiri
KJV: deny him self.
Tidak lagi mengakui keberadaan dirinya... tidak lagi memiliki kepentingannya sendiri.
Tidak boleh ada kepentingan sendiri dalam hidup pribadinya...
**ini HARUS!!!** tidak dapat ditawar-tawar lagi, mutlak dan wajib hukumnya!!!!
• Memikul salibnya setiap hari
Apa maksudnya? Akan mengalami penderitaan setiap hari. Tidak ada salib yang menggembirakan. Tidak ada salib yang enak dan gampang. Itulah jalan yang ditawarkannya...
• Dan mengikut Aku --- ‘AKU’ menunjuk pada Yesus.
Yang namanya mengikut, itu berada di belakang. Bukan di depan. Kita berada di belakang Yesus. kemanapun Ia pergi, kita mengikutinya dengan senang hati.
Apa kamu sudah siap?? Ikut Yesus penuh konsekuensi, ikut Yesus penuh penderitaan, ikut Yesus tak akan pernah ada kesenangan. Tapi ada sukacita, karena Ia memberikan jaminan itu...
Kamu akan dianggap tidak waras
Kamu akan dianggap pembangkang dan tidak tahu berterima kasih
Kamu akan dianggap anak tidak tahu diri, kamu dianggap anak durhaka,.
Sudah siapppp?????
Apa yang harus kulakukan untuk meresponi firman Tuhan ini?
Bagian apa dalam hidupku yang belum kuserahkan pada pimpinan dan tuntunan Tuhan??
1. Panggilan hidup
2. Pasangan hidup
3. Pengaturan waktu dan uang
4. Relasi pribadi dengan adik ktb
dan orang baru disekelilingku
5. Kehidupan doa
6. Kehidupan yang terus bergantung
pada kebenaran firman Tuhan.
Apa keputusan mu????????
Jika mau ikut Tuhan, HARUS TOTALITAS!!
TIDAK ADA IKUT TUHAN YANG SETENGAH2
TIDAK ADA TAAT YANG SETENGAH2.....
Pemberitahuan pertama tentang penderitaan Yesus dan syarat-syarat mengikuti Dia.
Inilah pemberitahuan yang pertama tentang penderitaan Yesus.
Penderitaan yang harus Ia jalani.
Apa yang kubaca?
1. Siapakah tokoh dalam cerita?
Yesus dan murid-muridNya.
2. Apa yang mereka lakukan?
Saat itu, Yesus sedang mengajar murid-muridNya. Pokok2 pengajaran Nya:
• Anak Manusia
- diriNya sendiri.
• harus menanggung banyak penderitaan
- harus – wajib, tidak dapat ditawar2 lagi, sesuatu yang memang harus dijalani. Dan memang hanya itu satu-satunya cara.
- Menanggung.
Mengambil bagian yang memang sebenarnya bukan ditentukan untukNya. Bertanggung jawab atas sesuatu yang tidak dilakukanNya.
- Banyak penderitaan,
Apa saja penderitaan yang Ia alami?
Ia dikhianati oleh murid-muridNya.
Ia seperti merasa “ditinggalkan” oleh Bapa.
Ia ditangkap seperti penyamun dan perampok
Ia diludahi, ditinju, dipukuli, dipakaikan mahkota duri, ditelanjangi, disindir,
Ia disalibkan, dan Ia mati di salib itu...
Pertanyaan pentingnya:
Mengapa Ia harus mengalami semua itu???
Mengapaaaa? Karena KasihNya kepada kita. Kasih yang tak terbatas. Kasih yang rela mengorbankan segala sesuatunya kepada kita. Kasih yang rela datang dalam kehinaan, rela hidup di antara orang berdosa, kasih yang mau menyentuh hati setiap orang berdosa. Mengapa Ia punya kasih sebesar itu?
Apakah manusia sehingga Engkau mengingatnya, Tuhan?
Apakah anak manusia sehingga Engkau mengindahkannya, Bapa?
Padahal manusia tidak seharusnya mendapat perlakuan seperti demikian. Tapi Kristus sendiri yang terus menerus memberikan diriNya bagi kita...
• Ditolak
Mengalami penolakan
• Dari para tua-tua bangsa Israel, imam-imam kepala, dan ahli-ahli Taurat.
Mereka adalah para pemimpin agama, yang seharusnya mengerti dan lebih memahami tentang kedatangan Mesias. Tapi justru merekalah yang terlibat di dalamnya.. ckckckck... terlibat dalam penyiksaan dan pembunuhan. Memang itulah yang terjadi.
• Dibunuh
Oleh orang2 Yahudi (di atas). Akibat pembunuhan tentu saja kematian. Yesus mati!
• Dibangkitkan pada hari ketiga.
Dibangkitkan oleh Allah sendiri. menandakan kemenanganNya atas maut.
Ini adalah fakta yang telah dinubuatkan oleh Yesus sendiri. Yesus mengerti dan menahami dengan benar tentang tujuan kedatanganNya di dunia ini. Dan Ia siap serta taat untuk menjalankan kehendak Bapa.
Apa yang dikatakanNya lagi?
** Katanya kepada mereka semua, (mereka semua berarti semua murid-muridNya)
** setiap orang yang mau mengikut Aku (mengikut Yesus), ada syaratnya:
• Ia harus menyangkal dirinya
Shr: melupakan kepentingan sendiri
KJV: deny him self.
Tidak lagi mengakui keberadaan dirinya... tidak lagi memiliki kepentingannya sendiri.
Tidak boleh ada kepentingan sendiri dalam hidup pribadinya...
**ini HARUS!!!** tidak dapat ditawar-tawar lagi, mutlak dan wajib hukumnya!!!!
• Memikul salibnya setiap hari
Apa maksudnya? Akan mengalami penderitaan setiap hari. Tidak ada salib yang menggembirakan. Tidak ada salib yang enak dan gampang. Itulah jalan yang ditawarkannya...
• Dan mengikut Aku --- ‘AKU’ menunjuk pada Yesus.
Yang namanya mengikut, itu berada di belakang. Bukan di depan. Kita berada di belakang Yesus. kemanapun Ia pergi, kita mengikutinya dengan senang hati.
Apa kamu sudah siap?? Ikut Yesus penuh konsekuensi, ikut Yesus penuh penderitaan, ikut Yesus tak akan pernah ada kesenangan. Tapi ada sukacita, karena Ia memberikan jaminan itu...
Kamu akan dianggap tidak waras
Kamu akan dianggap pembangkang dan tidak tahu berterima kasih
Kamu akan dianggap anak tidak tahu diri, kamu dianggap anak durhaka,.
Sudah siapppp?????
Apa yang harus kulakukan untuk meresponi firman Tuhan ini?
Bagian apa dalam hidupku yang belum kuserahkan pada pimpinan dan tuntunan Tuhan??
1. Panggilan hidup
2. Pasangan hidup
3. Pengaturan waktu dan uang
4. Relasi pribadi dengan adik ktb
dan orang baru disekelilingku
5. Kehidupan doa
6. Kehidupan yang terus bergantung
pada kebenaran firman Tuhan.
Apa keputusan mu????????
Jika mau ikut Tuhan, HARUS TOTALITAS!!
TIDAK ADA IKUT TUHAN YANG SETENGAH2
TIDAK ADA TAAT YANG SETENGAH2.....
Wednesday, March 21, 2012
Part 2
Lukas 9:1-10
Yesus memberi makan 5000 orang
Apa yang kubaca?
------------kondisi yang seperti kemarinnn---------------
Bagaimana kondisi orang2 di tempat itu? Apa fakta yang mereka temukan?
- Hari sudah mulai malam
Hal ini menandakan bahwa orang banyak itu telah menantikan dan melihat Yesus bekerja di antara mereka sepanjang hari.
Hal ini juga menunjukkan betapa lamanya ‘KKR’ itu terjadi...
Mungkin dari siang sampai malam
- Mereka semua, 5000an orang itu berada di tempat yang sunyi. Tentu saja sunyi yang dimaksudkan di sini, bukanlah sunyi dalam artian tidak ada orang. Tapi lebih kepada bukan di tengah kota, bukan di tempat2 yang mudah untuk menjangkau makanan dan penginapan..
- Ada kampung-kampung/desa di sekitar mereka itu. Sehingga mereka bisa mencari makan dengan datang ke kampung2 tersebut.
Bagaimana tanggapan Yesus melihat kondisi yang mereka alami itu?
- Yesus berkata, “kamu harus memberi mereka makan!”
Kepada siapa kata2 ini ditujukan??
** kepada murid-muridNya
Apa makna dari kata2 ini sebenarnya?
** kata2 ini menunjukkan suatu keharusan! Suatu kewajiban dan tanggung jawab yang harus dilaksanakan oleh murid-muridNYa.
Hal ini mengindikasikan bahwa, seluruh orang yng ada di tempat itu, yang bersusah-susah payah untuk datang menghampiri Yesus, menjadi tanggung jawab murid-muridNya untuk memberikan mereka makan..
Dgn kata lain, murid2 Yesus harus mempersiapkan makanan u/ribuan orang itu..
Apa tanggapan murid2 Yesus??
- Tuhan... yang ada pada kami hanya 5 roti dan 2 ikan.. kecuali kalau mereka pergi membeli makanan untuk orang banyak ini,.
Dalam kata2 murid2Nya ini, ingin menjelaskan bahwa ini sesuatu yang tidak mungkin!
Ini adalah tanggung jawab yang tidak bisa dijalankan. Kewajiban yang tidak mungkin dijalani. Apa sebabnya?
** karena kenyataan memaksa bahwa memang ada begitu banyak orang di tempat itu.. fakta itu tdk bisa dipungkiri. Mungkin memang mereka ingin memberikan apa yan gmereka punya.. tapi, tidak semudah itu.. karena jmlah orang yang sebegitu banyaknya...
Memebri makan kepada 5000 orang yang membutuhkan makanan di tempat yang sunyi adalah sesuatu yang paling mustahil terjadi..
Prinsip apa yang diajarkan kali ini?
- Taat lah.. dalamkondisi yang palign tidak mungkin sekalipun...
- Aku punya tanggung jawab u/kampus itu.. ada bgitu banyak orang yang belum mengalami dan merasakan Tuhan secara pribadi. Apa yang harus kulakukan?
Aku hanya 1. Dan mreka bgitu banyak. Yang terbaik adalah menemukan orang yang tepat.. :
Yakin dan percaya bahwa Allah yang akan mencukupkan semuanya... segala sesuatu..
ALLAH SUDAH PUNYA RENCANA UNTUK KAMPUS ITU... kamu tinggal menjalankan rencana itu saja.. ITULAH GUNANYA ALAT.
Lukas 9:1-10
Yesus memberi makan 5000 orang
Apa yang kubaca?
------------kondisi yang seperti kemarinnn---------------
Bagaimana kondisi orang2 di tempat itu? Apa fakta yang mereka temukan?
- Hari sudah mulai malam
Hal ini menandakan bahwa orang banyak itu telah menantikan dan melihat Yesus bekerja di antara mereka sepanjang hari.
Hal ini juga menunjukkan betapa lamanya ‘KKR’ itu terjadi...
Mungkin dari siang sampai malam
- Mereka semua, 5000an orang itu berada di tempat yang sunyi. Tentu saja sunyi yang dimaksudkan di sini, bukanlah sunyi dalam artian tidak ada orang. Tapi lebih kepada bukan di tengah kota, bukan di tempat2 yang mudah untuk menjangkau makanan dan penginapan..
- Ada kampung-kampung/desa di sekitar mereka itu. Sehingga mereka bisa mencari makan dengan datang ke kampung2 tersebut.
Bagaimana tanggapan Yesus melihat kondisi yang mereka alami itu?
- Yesus berkata, “kamu harus memberi mereka makan!”
Kepada siapa kata2 ini ditujukan??
** kepada murid-muridNya
Apa makna dari kata2 ini sebenarnya?
** kata2 ini menunjukkan suatu keharusan! Suatu kewajiban dan tanggung jawab yang harus dilaksanakan oleh murid-muridNYa.
Hal ini mengindikasikan bahwa, seluruh orang yng ada di tempat itu, yang bersusah-susah payah untuk datang menghampiri Yesus, menjadi tanggung jawab murid-muridNya untuk memberikan mereka makan..
Dgn kata lain, murid2 Yesus harus mempersiapkan makanan u/ribuan orang itu..
Apa tanggapan murid2 Yesus??
- Tuhan... yang ada pada kami hanya 5 roti dan 2 ikan.. kecuali kalau mereka pergi membeli makanan untuk orang banyak ini,.
Dalam kata2 murid2Nya ini, ingin menjelaskan bahwa ini sesuatu yang tidak mungkin!
Ini adalah tanggung jawab yang tidak bisa dijalankan. Kewajiban yang tidak mungkin dijalani. Apa sebabnya?
** karena kenyataan memaksa bahwa memang ada begitu banyak orang di tempat itu.. fakta itu tdk bisa dipungkiri. Mungkin memang mereka ingin memberikan apa yan gmereka punya.. tapi, tidak semudah itu.. karena jmlah orang yang sebegitu banyaknya...
Memebri makan kepada 5000 orang yang membutuhkan makanan di tempat yang sunyi adalah sesuatu yang paling mustahil terjadi..
Prinsip apa yang diajarkan kali ini?
- Taat lah.. dalamkondisi yang palign tidak mungkin sekalipun...
- Aku punya tanggung jawab u/kampus itu.. ada bgitu banyak orang yang belum mengalami dan merasakan Tuhan secara pribadi. Apa yang harus kulakukan?
Aku hanya 1. Dan mreka bgitu banyak. Yang terbaik adalah menemukan orang yang tepat.. :
Yakin dan percaya bahwa Allah yang akan mencukupkan semuanya... segala sesuatu..
ALLAH SUDAH PUNYA RENCANA UNTUK KAMPUS ITU... kamu tinggal menjalankan rencana itu saja.. ITULAH GUNANYA ALAT.
Lukas 9:1-10
Yesus memberi makan 5000 orang.
Apa yang ku baca?
Part 1
Peristiwa ini terjadi ketika murid2 Yesus telah “selesai” mengerjakan tugas mereka. Tugas yang diberikan Yesus untuk memberitakan injil. Tugas untuk menyembuhkan orang-orang sakit yang mereka temui..
1. Siapa yang terlibat dalam cerita itu?
- Yesus, itu sudah pasti.. inilah tokoh utama sepanjang zaman.. tokoh utama yang mengubahkan hidupku..
- Murid-muridNya
- Orang banyak yang mengikuti mereka sekitar 5000 orang laki2..
2. Di mana mereka berada?
Di daerah betsaida
3. Apa yang terjadi sebenarnya?
Aku berpikir bahwa seharusnya ini adalah waktu-waktu yang paling menyenangkan dan yang paling ditunggu2 oleh para rasul itu. Mereka pasti punya banyak cerita yang seharusnya diceritakan dengan lugas kepada sesamana dan juga kepada Yesus sendiri. dalam kondisi seperti itu, justru ada interupsi dari banyak orang...
Orang banyak mengetahui kemana Yesus akan pergi.. dan mereka mengikuti Dia..
Bagaimana mungkin mereka bisa tahu akan hal ini?? Bagaimana bisaaa??
4. Bagaimana respon Yesus terhadap orang banyak yang datang menemuiNya itu???
- Ia menerima mereka.
Apa maksudnya Ia menerima mereka?
Bisa dibayangkan, sebenarnya Yesus dan murid-muridNya sudah bersiap2 untuk bersitirahat karena mereka dikatakan ingin menyingkir ke betsaida, atau lebih baik diterjemahkan sbg menyendiri di betsaida. Dalam kondisi sudah ingin melepas lelah seperti itu, bisa kita lihat bahwa ornag-orang itu datang ke pada mereka.
Mungkin tidak semuanya datang bersamaan, tapi yang pasti mereka itu sangat banyak.
Jika seminar, kepanitiaan tertentu, bahkan KKR yang mengundang pembicara terkenal, pasti sibuk dan kelabakan melihat pengunjung/peserta yang membludak.. kebingungan dan tidak tahu harus melakukan apa.
Apalagi, jumlah ‘panitia dan penanggun jawab acara’ kali ini hanya 12 orang. Bisa dibayangkan... kira2, apa yang akan dilakukan oleh 12 orang itu???
Heheheh,
12 orang itu mungkin bingung dan sudah lelah.. sayangnya bgmn perasaan mereka tidak diceritakan di sini.
Yang perlu dan wajib disoroti adalah respon dari Yesus sendiri...
** Ia menerima orang2 itu,.. Ia menerima lebih dari 5000 orang itu..
Menerima tidak menolak, dengan rela hati bersedia untuk menyediakan waktu ‘pribadi’ Nya untuk melayani orang2 itu..
Terkadang, memberikan waktu pribadi untuk orang2 yang tidak kita-lebih tepatnya aku- kenal secara dekat, adalah hal yang membosankan. Aq sulit memulai pembicaraan dan sulit untuk mengajak bergaul. ToT..
Tapi, belajar dari Yesus.. Ia menerima mereka
Tak segan2 mengorbankan waktu dan agenda pribadi untuk mereka yang ‘lapar dan haus akan kebenaran...
Will u???
Apa lagi yang dilakukanNya? Mari kita lihat bersama..
Ia berkata-kata kepada > 5000 orang itu tentang kerajaan Allah. Ketika ada beratus2 bahkan mungkin 20 orang saja yang berdiri di hadapanmu dan berbicara, pasti sudah sangat bersemangat. Apa lagi jika mereka yang datang ini mengerjarmu dengan harapan masing2. Kira2 apa yang harus dan akan kau lakukan???
Belajar dari Kristus,, Ia tetap pada tujuan awalNya datang ke dunia ini...
- Memberitakan tentang kerajaan sorga, dan tindakan penyelamatan yang dilakukan oleh Allah sendiri..
Jika aku di posisi Nya, aku tidak yakin akan tetap fokus dengan tujuan dan visi yang seharusnya dikerjakan. Mungkin, aku akan terlena dengan ‘penerimaan dan popularitas’ sementara yang mereka berit itu.
- Ia menyembuhkan orang-orang yang memerlukan penyembuhan.
Bayangkan saja.. tidak mungkin hanya 5-10 orang dari >5000 orang itu yang mengalami sakit penyakit. Pasti sangat banyak yang sakit.. hanya saja tidak diketahui berapa banyak jumlah orang dengan kategori ‘sakit’ itu...
Tapi, yang menarik bukan berapa yang sakit. Respon Yesus kepada mereka:
Menyembuhkan mereka. Dikatakn, Ia menyembuhkan orang-orang yang memang butuh penyembuhan itu.....
Tentu saja, gaya KKR Yesus bukan seperti sekarang ini, yang seakan2 melempar kuasa mujizat dari jarak jauh.
Yang pasti adalah Ia menyentuh dan menyembuhkan masing-masing orang secara pribadi.. sentuhan pribadi, itulah yang dibuthkan kebanyakan orang, bahkan seharusnya semua orang, termasuk aku juga..
Dan Yesus melakukan hal itu..
Tindakan yang patut dan HARUS dicontoh...:)
Apa yang kupelajari?
1. Tinggalkan agenda pribadi, berjalan bersama Tuhan saja
2. Kerjakan visi dan misi yang sudah Tuhan beri,.. jangan sampai terlena dengan hal-hal yang mengganggu mengerjakan visi itu..
3. Setiap pribadi yang kamu layani, butuh perhatian khusus dari mu.. butuh kehadiran dan waktu mu yang lebih banyak. Itulah yang dinamakan sentuhan pribadi..
Lakukan lah hal itu...
AGENDA APA YANG PERLU DITINGGALKAN SEKARANG?
- TENTU SAJA MEMIKIRKAN TTG ‘LANGIT’, LUPAKAN SAJA DIA
- MIMPI, CITA2 DAN HARAPAN PRIBADIKU.. AKU INGIN SERAHKAN SMUANYA KPD TUHAN SAJAAA..
KERJAKAN VISI DAN MISI PEMURIDAN.. TERUS SEMANGAT.. AYO SEMANGAT, NTHA! FIGHTING!!! :
BELAJAR UNTUK BISA MEMAHAMI ORANG LAIN SECARA PRIBADI. BUTUH WAKTU LEBIH BANYAK BERSAMA MEREKA..
AMIENNN..
Yesus memberi makan 5000 orang.
Apa yang ku baca?
Part 1
Peristiwa ini terjadi ketika murid2 Yesus telah “selesai” mengerjakan tugas mereka. Tugas yang diberikan Yesus untuk memberitakan injil. Tugas untuk menyembuhkan orang-orang sakit yang mereka temui..
1. Siapa yang terlibat dalam cerita itu?
- Yesus, itu sudah pasti.. inilah tokoh utama sepanjang zaman.. tokoh utama yang mengubahkan hidupku..
- Murid-muridNya
- Orang banyak yang mengikuti mereka sekitar 5000 orang laki2..
2. Di mana mereka berada?
Di daerah betsaida
3. Apa yang terjadi sebenarnya?
Aku berpikir bahwa seharusnya ini adalah waktu-waktu yang paling menyenangkan dan yang paling ditunggu2 oleh para rasul itu. Mereka pasti punya banyak cerita yang seharusnya diceritakan dengan lugas kepada sesamana dan juga kepada Yesus sendiri. dalam kondisi seperti itu, justru ada interupsi dari banyak orang...
Orang banyak mengetahui kemana Yesus akan pergi.. dan mereka mengikuti Dia..
Bagaimana mungkin mereka bisa tahu akan hal ini?? Bagaimana bisaaa??
4. Bagaimana respon Yesus terhadap orang banyak yang datang menemuiNya itu???
- Ia menerima mereka.
Apa maksudnya Ia menerima mereka?
Bisa dibayangkan, sebenarnya Yesus dan murid-muridNya sudah bersiap2 untuk bersitirahat karena mereka dikatakan ingin menyingkir ke betsaida, atau lebih baik diterjemahkan sbg menyendiri di betsaida. Dalam kondisi sudah ingin melepas lelah seperti itu, bisa kita lihat bahwa ornag-orang itu datang ke pada mereka.
Mungkin tidak semuanya datang bersamaan, tapi yang pasti mereka itu sangat banyak.
Jika seminar, kepanitiaan tertentu, bahkan KKR yang mengundang pembicara terkenal, pasti sibuk dan kelabakan melihat pengunjung/peserta yang membludak.. kebingungan dan tidak tahu harus melakukan apa.
Apalagi, jumlah ‘panitia dan penanggun jawab acara’ kali ini hanya 12 orang. Bisa dibayangkan... kira2, apa yang akan dilakukan oleh 12 orang itu???
Heheheh,
12 orang itu mungkin bingung dan sudah lelah.. sayangnya bgmn perasaan mereka tidak diceritakan di sini.
Yang perlu dan wajib disoroti adalah respon dari Yesus sendiri...
** Ia menerima orang2 itu,.. Ia menerima lebih dari 5000 orang itu..
Menerima tidak menolak, dengan rela hati bersedia untuk menyediakan waktu ‘pribadi’ Nya untuk melayani orang2 itu..
Terkadang, memberikan waktu pribadi untuk orang2 yang tidak kita-lebih tepatnya aku- kenal secara dekat, adalah hal yang membosankan. Aq sulit memulai pembicaraan dan sulit untuk mengajak bergaul. ToT..
Tapi, belajar dari Yesus.. Ia menerima mereka
Tak segan2 mengorbankan waktu dan agenda pribadi untuk mereka yang ‘lapar dan haus akan kebenaran...
Will u???
Apa lagi yang dilakukanNya? Mari kita lihat bersama..
Ia berkata-kata kepada > 5000 orang itu tentang kerajaan Allah. Ketika ada beratus2 bahkan mungkin 20 orang saja yang berdiri di hadapanmu dan berbicara, pasti sudah sangat bersemangat. Apa lagi jika mereka yang datang ini mengerjarmu dengan harapan masing2. Kira2 apa yang harus dan akan kau lakukan???
Belajar dari Kristus,, Ia tetap pada tujuan awalNya datang ke dunia ini...
- Memberitakan tentang kerajaan sorga, dan tindakan penyelamatan yang dilakukan oleh Allah sendiri..
Jika aku di posisi Nya, aku tidak yakin akan tetap fokus dengan tujuan dan visi yang seharusnya dikerjakan. Mungkin, aku akan terlena dengan ‘penerimaan dan popularitas’ sementara yang mereka berit itu.
- Ia menyembuhkan orang-orang yang memerlukan penyembuhan.
Bayangkan saja.. tidak mungkin hanya 5-10 orang dari >5000 orang itu yang mengalami sakit penyakit. Pasti sangat banyak yang sakit.. hanya saja tidak diketahui berapa banyak jumlah orang dengan kategori ‘sakit’ itu...
Tapi, yang menarik bukan berapa yang sakit. Respon Yesus kepada mereka:
Menyembuhkan mereka. Dikatakn, Ia menyembuhkan orang-orang yang memang butuh penyembuhan itu.....
Tentu saja, gaya KKR Yesus bukan seperti sekarang ini, yang seakan2 melempar kuasa mujizat dari jarak jauh.
Yang pasti adalah Ia menyentuh dan menyembuhkan masing-masing orang secara pribadi.. sentuhan pribadi, itulah yang dibuthkan kebanyakan orang, bahkan seharusnya semua orang, termasuk aku juga..
Dan Yesus melakukan hal itu..
Tindakan yang patut dan HARUS dicontoh...:)
Apa yang kupelajari?
1. Tinggalkan agenda pribadi, berjalan bersama Tuhan saja
2. Kerjakan visi dan misi yang sudah Tuhan beri,.. jangan sampai terlena dengan hal-hal yang mengganggu mengerjakan visi itu..
3. Setiap pribadi yang kamu layani, butuh perhatian khusus dari mu.. butuh kehadiran dan waktu mu yang lebih banyak. Itulah yang dinamakan sentuhan pribadi..
Lakukan lah hal itu...
AGENDA APA YANG PERLU DITINGGALKAN SEKARANG?
- TENTU SAJA MEMIKIRKAN TTG ‘LANGIT’, LUPAKAN SAJA DIA
- MIMPI, CITA2 DAN HARAPAN PRIBADIKU.. AKU INGIN SERAHKAN SMUANYA KPD TUHAN SAJAAA..
KERJAKAN VISI DAN MISI PEMURIDAN.. TERUS SEMANGAT.. AYO SEMANGAT, NTHA! FIGHTING!!! :
BELAJAR UNTUK BISA MEMAHAMI ORANG LAIN SECARA PRIBADI. BUTUH WAKTU LEBIH BANYAK BERSAMA MEREKA..
AMIENNN..
Tuesday, March 20, 2012
20 Maret 2012
Dia punya sebuah impian..
Gunung tinggi kokoh dalam diriku berhasil dirobohkan
Mengorek luntur segenap kekuatan
Menghapus jejak aturan kehidupan
Menghilangkan garis-garis pengandalan
Mencongkel bagian terdalam yang tak pernah dilepaskan
Membuang jauh seluruh penantian dan pegangan
Mataku bukan lagi mataku
Telingaku bukan lagi telingaku
Tanganku bukan lagi tanganku
Kakiku bukan lagi kakiku
Pikiranku bukan lagi pikiranku
Hatiku bukan lagi hatiku
Hidupku bukan lagi aku....
Bukan aku tapi hanya Dia saja
Terserah kalau aku dibilang gila
Terserah kalau aku ternyata tidak waras
Terserah kalau mereka melarikan diri dan menjauh pergi
Terserah jika memang mati adalah syarat utama
Terserah...
Hidupku bukan lagi aku
Mungkin akan disebut pembangkang oleh yang tercinta
Mungkin akan dibujuk pergi dan berpaling oleh yang paling mengasihi
Mungkin akan dipaksa untuk kembali ke karang kasih yang tak pernah berhenti mengalirkan kasih
Mungkin akan menghasilkan tangisan dan pergolakan batin terhebat dalam dunia mimpi maupun kenyataan
Mungkin.. ini hanya kemungkinan..
Sudah siap aku menghadapi guratan kekecewaan dalam wajah keriput
Sudah siap aku melepaskan kenyamanan demi penderitaan
Hahahaha....
Benarkah???
Benarkah ini kata-kataku??
Ketakutan menyembul di sudut hati
Kegelisahan akan hidup yang panjang lalu lalang silih berganti
Kecemasan merangkul kaki dan mengikat tangan
Kekuatiran kembali dibangun dari kepalan tangan
Setitik keyakinan muncul..
Tidak sebesar biji sesawi
Apa itu cukup????
Akan kuruntuhkan gunung pertahanan
Akan kugoncangkan langit pengandalan
Akan kulubangi tanah debu tempat pijakan
Akan kuhirup tanda kematian....
MATI!
Hanya itu pintanya
Hanya itu???????
Tidak, tidak hanya itu
Mati
Penderitaan
Dan pergi kemanapun tempat yang seharusnya aku tempati
Sudah siap???
Tidak.. aku tidak akan pernah siap..
Pergolakan batin muncul lagi
Entah ini keputusan bodoh
Entah ini keputusan brilian
Aku menyerah.......
Dia punya sebuah impian..
Gunung tinggi kokoh dalam diriku berhasil dirobohkan
Mengorek luntur segenap kekuatan
Menghapus jejak aturan kehidupan
Menghilangkan garis-garis pengandalan
Mencongkel bagian terdalam yang tak pernah dilepaskan
Membuang jauh seluruh penantian dan pegangan
Mataku bukan lagi mataku
Telingaku bukan lagi telingaku
Tanganku bukan lagi tanganku
Kakiku bukan lagi kakiku
Pikiranku bukan lagi pikiranku
Hatiku bukan lagi hatiku
Hidupku bukan lagi aku....
Bukan aku tapi hanya Dia saja
Terserah kalau aku dibilang gila
Terserah kalau aku ternyata tidak waras
Terserah kalau mereka melarikan diri dan menjauh pergi
Terserah jika memang mati adalah syarat utama
Terserah...
Hidupku bukan lagi aku
Mungkin akan disebut pembangkang oleh yang tercinta
Mungkin akan dibujuk pergi dan berpaling oleh yang paling mengasihi
Mungkin akan dipaksa untuk kembali ke karang kasih yang tak pernah berhenti mengalirkan kasih
Mungkin akan menghasilkan tangisan dan pergolakan batin terhebat dalam dunia mimpi maupun kenyataan
Mungkin.. ini hanya kemungkinan..
Sudah siap aku menghadapi guratan kekecewaan dalam wajah keriput
Sudah siap aku melepaskan kenyamanan demi penderitaan
Hahahaha....
Benarkah???
Benarkah ini kata-kataku??
Ketakutan menyembul di sudut hati
Kegelisahan akan hidup yang panjang lalu lalang silih berganti
Kecemasan merangkul kaki dan mengikat tangan
Kekuatiran kembali dibangun dari kepalan tangan
Setitik keyakinan muncul..
Tidak sebesar biji sesawi
Apa itu cukup????
Akan kuruntuhkan gunung pertahanan
Akan kugoncangkan langit pengandalan
Akan kulubangi tanah debu tempat pijakan
Akan kuhirup tanda kematian....
MATI!
Hanya itu pintanya
Hanya itu???????
Tidak, tidak hanya itu
Mati
Penderitaan
Dan pergi kemanapun tempat yang seharusnya aku tempati
Sudah siap???
Tidak.. aku tidak akan pernah siap..
Pergolakan batin muncul lagi
Entah ini keputusan bodoh
Entah ini keputusan brilian
Aku menyerah.......
Wednesday, March 14, 2012
Pada selembar daun gugur
Kutitipkan salam untukmu, teman..
Pada selembar daun kering
Kutitipkan nyanyian perpisahan
Ini bukan perpisahan sementara
Ini perpisahan selamanya
Laksana daun gugur yang tak akan kembali ke dahannya
Begitu pula aku yang tak akan kembali....
Aku sudah berjanji tak akan kembali
Aku pergi dan kusisakan selamat tinggal untuk mu...
Semoga di dunia yang akan datang
Ada harapan
Ada kenangan tak terlupakan
Yang masih saja kau pegang..
Kutitip salam pada daun gugur
Semoga kisah ini tak pernah luntur.....
Dalam penyerahan
Kutitipkan salam untukmu, teman..
Pada selembar daun kering
Kutitipkan nyanyian perpisahan
Ini bukan perpisahan sementara
Ini perpisahan selamanya
Laksana daun gugur yang tak akan kembali ke dahannya
Begitu pula aku yang tak akan kembali....
Aku sudah berjanji tak akan kembali
Aku pergi dan kusisakan selamat tinggal untuk mu...
Semoga di dunia yang akan datang
Ada harapan
Ada kenangan tak terlupakan
Yang masih saja kau pegang..
Kutitip salam pada daun gugur
Semoga kisah ini tak pernah luntur.....
Dalam penyerahan
air sungai merdu mengepulkan hujan
rentang langit menangisi gunung yang tak mau tidur
di dalam keengganan untuk hinggap di dalam balutan dedaunan baru
nuri kecil menari-nari hinggap di pelupuk mata
tak terkatakan... tak terpikirkan
awan jingga manis dan mengagumkan
hari-hari bersama dalam panorama kehidupan hutan
cahaya mentari yang tak mau pergi membutakan malam
tak mampu digambarkan.. dalam hening kabar tersampaikan
nirwana terang benderang mengalunkan tembang
indah tak terkatakan, lagu surgawi mengisi kepala yang berkabung
selamatkan diri dari dentuman kebinasaan
buaian lembut angin semilir yang membabi buta memasuki raga
ombak samudera pasir yang tetap teduh meskipun terusik
rimba raya yang mendengung.. menghasilkan nuansa karya pencipta yang tak terbendung...
ya...inilah yang terakhir kalinya....
salam perpisahan dengan anda.. yang tersembunyi dalam lautan kata-kata...
Tuesday, March 6, 2012
Hadir laksana kejutan yang paling mengejutkan..
Menjawab pertanyaan tentang pepohonan dan akar...
Hadir laksana daun yang mengusik kebisingan lautan..
Memberikan jawaban bagaimana seharusnya menggenggam bumi yang mekar..
Sekarang pergi jauh dalam diam dan keheningan
Tanpa pamit dan ucapan selamat tinggal
Mengundang curiga dan bungkaman kesepian
Tak terbendung kalimat yang tak pernah masuk di akal...
Yah.. pergi begitu saja..
Dalam proyek penantian seribu bahasa..
Berbeda.. langit itu, bukan yang dulu lagi....
Menjawab pertanyaan tentang pepohonan dan akar...
Hadir laksana daun yang mengusik kebisingan lautan..
Memberikan jawaban bagaimana seharusnya menggenggam bumi yang mekar..
Sekarang pergi jauh dalam diam dan keheningan
Tanpa pamit dan ucapan selamat tinggal
Mengundang curiga dan bungkaman kesepian
Tak terbendung kalimat yang tak pernah masuk di akal...
Yah.. pergi begitu saja..
Dalam proyek penantian seribu bahasa..
Berbeda.. langit itu, bukan yang dulu lagi....
Yesus mengutus kedua belas rasul
Lukas 9 : 1-6
1. Apa yang ku baca?
- Siapakah tokoh dalam cerita?
Yesus
12 orang muridNya.
- Apa yang terjadi di tempat itu? Apa yang mereka lakukan?
Yesus memanggil 12 orang muridNya secara khusus. Ia memberikan tenaga dan kuasa kepada mereka (kuasa dan otoritas untuk menguasai/di atas/ mengatasi setan2, dan juga untuk menyembuhkan rang dari penyakit-penyakit mereka.
Ada 2 tugas yang harus dikerjakan oleh murid-murid yang diutus tsb. Apakah itu?
a. Memberitakan Kerajaan Allah – preach bukan hanya memberitakan, lalu orang mendengarkannya, lebih dari itu, mereka harus mengajarkan.. mengajarkan hingga seseorang yang diajar itu mengerti dan memahami tentang kebenaran itu...
b. Menyembuhkan yang sakit menyembuhkan mereka yang sakit.
Apa pesannya kepada mereka?
Pesan penting yang disampaikan Yesus kepada mereka:
a. Jangan membawa apa2 dalam perjalanan.
b. Jangan membawa tongkat atau bekal.
c. Jangan membawa roti atau uang
d. Jangan membawa 2 helai baju.
Mengapa murid2 tidak boleh membawa benda2 itu????
Jika kita lihat kembali, itulah kebutuhan pokok dari seseorang. Makanan dan pakaian juga uang. Tapi, kalau tongkat aku tidak tahu itu untuk apaaa???(hehe...)
Mengapa Yesus melarang mereka membawa semua itu?
Menurutku, alasannya adalah supaya mereka mengalami pemeliharaan Allah. Mengalami pemeliharaan Allah atas hidup mereka secara pribadi. Melihat langsung bagaimana Allah dapat ememnuhi kebutuhan hidup dan kebutuhan pokok mereka. Itu kebutuhan sehari-hari yang perlu ‘dikuatirkan’ jika tidak ada. Tapi yang ingin Tuhan Yesus ajarkan adalah Allah memelihara hidupmu sehari-hari, jadi tidak perlu kuatir dengan apapun juga.
Selain itu, ada pesan juga tentang orang yang akan menerima dan akan menolak mereka. Berarti mereka harus siap menghadapi segala kemungkinan apapun yang akan terjadi. Siap untuk ditolak oleh orang lain. Siap akan segala kondisi, apapun itu. Ditolak, diusir.. hmmmmm.. gituuu
Bagaimana respon dari murid-muridNya? Adakah yang tidak ingin pergi??
Heheh.. yang pasti mereka semua pergi, mengelilingi segala desa. WOW!
Mereka memberitakan injil dan menyembuhkan orang sakit di segala tempat.
Ketaatan kepada perintah Kristus..
Siap untuk diutus? Siap untuk mengalami pemeliharaan Allah? Seharusnya,.. jawabanmu “IYA”!!!!
Apa yang kupelajari?
- Yesus mengutus murid-muridNya untuk pergi memberitakan injil. Ini semacam bentuk latihan untuk kondisi yang lebih besar lagi (mereka akan memberitakan injil sendiri2 dan lebih berani lagi --- lihat cerita di kisah para rasul)
- Yesus menginginkan mereka untuk mengalami pemeliharaan Allah. Tidak boleh membawa sesuatu apapun yang berkaitan dengan kebutuhan pokok..
- Murid-murid harus siap untuk menghadapi segala jenis penolakan, segala jenis respon dari orang-orang yang akan mereka temui.
Yesus telah mempersiapkan mereka dengan memberikan contoh dan teladan hidupNya sendiri. mereka yang diutusNya, adalah mereka yang terus bersama2 dengan Dia. Yang telah melihat bagaimana Ia mengajar, telah melihat bagaimana Ia menghadapi penolakan, bahkan hinaan dan cercaan dari orang2 farisi dan ahli2 taurat. Sekarang saatnya murid2Nya untuk melakukan tugas itu
Apa yang harus kulakukan?
- Mengerjakan bagianku, dan mempersiapkan orang untuk mengerjakan bagian itu...
- Rindu untuk terus mengalami pimpinan Allah dalam hidupku..
Lukas 9 : 1-6
1. Apa yang ku baca?
- Siapakah tokoh dalam cerita?
Yesus
12 orang muridNya.
- Apa yang terjadi di tempat itu? Apa yang mereka lakukan?
Yesus memanggil 12 orang muridNya secara khusus. Ia memberikan tenaga dan kuasa kepada mereka (kuasa dan otoritas untuk menguasai/di atas/ mengatasi setan2, dan juga untuk menyembuhkan rang dari penyakit-penyakit mereka.
Ada 2 tugas yang harus dikerjakan oleh murid-murid yang diutus tsb. Apakah itu?
a. Memberitakan Kerajaan Allah – preach bukan hanya memberitakan, lalu orang mendengarkannya, lebih dari itu, mereka harus mengajarkan.. mengajarkan hingga seseorang yang diajar itu mengerti dan memahami tentang kebenaran itu...
b. Menyembuhkan yang sakit menyembuhkan mereka yang sakit.
Apa pesannya kepada mereka?
Pesan penting yang disampaikan Yesus kepada mereka:
a. Jangan membawa apa2 dalam perjalanan.
b. Jangan membawa tongkat atau bekal.
c. Jangan membawa roti atau uang
d. Jangan membawa 2 helai baju.
Mengapa murid2 tidak boleh membawa benda2 itu????
Jika kita lihat kembali, itulah kebutuhan pokok dari seseorang. Makanan dan pakaian juga uang. Tapi, kalau tongkat aku tidak tahu itu untuk apaaa???(hehe...)
Mengapa Yesus melarang mereka membawa semua itu?
Menurutku, alasannya adalah supaya mereka mengalami pemeliharaan Allah. Mengalami pemeliharaan Allah atas hidup mereka secara pribadi. Melihat langsung bagaimana Allah dapat ememnuhi kebutuhan hidup dan kebutuhan pokok mereka. Itu kebutuhan sehari-hari yang perlu ‘dikuatirkan’ jika tidak ada. Tapi yang ingin Tuhan Yesus ajarkan adalah Allah memelihara hidupmu sehari-hari, jadi tidak perlu kuatir dengan apapun juga.
Selain itu, ada pesan juga tentang orang yang akan menerima dan akan menolak mereka. Berarti mereka harus siap menghadapi segala kemungkinan apapun yang akan terjadi. Siap untuk ditolak oleh orang lain. Siap akan segala kondisi, apapun itu. Ditolak, diusir.. hmmmmm.. gituuu
Bagaimana respon dari murid-muridNya? Adakah yang tidak ingin pergi??
Heheh.. yang pasti mereka semua pergi, mengelilingi segala desa. WOW!
Mereka memberitakan injil dan menyembuhkan orang sakit di segala tempat.
Ketaatan kepada perintah Kristus..
Siap untuk diutus? Siap untuk mengalami pemeliharaan Allah? Seharusnya,.. jawabanmu “IYA”!!!!
Apa yang kupelajari?
- Yesus mengutus murid-muridNya untuk pergi memberitakan injil. Ini semacam bentuk latihan untuk kondisi yang lebih besar lagi (mereka akan memberitakan injil sendiri2 dan lebih berani lagi --- lihat cerita di kisah para rasul)
- Yesus menginginkan mereka untuk mengalami pemeliharaan Allah. Tidak boleh membawa sesuatu apapun yang berkaitan dengan kebutuhan pokok..
- Murid-murid harus siap untuk menghadapi segala jenis penolakan, segala jenis respon dari orang-orang yang akan mereka temui.
Yesus telah mempersiapkan mereka dengan memberikan contoh dan teladan hidupNya sendiri. mereka yang diutusNya, adalah mereka yang terus bersama2 dengan Dia. Yang telah melihat bagaimana Ia mengajar, telah melihat bagaimana Ia menghadapi penolakan, bahkan hinaan dan cercaan dari orang2 farisi dan ahli2 taurat. Sekarang saatnya murid2Nya untuk melakukan tugas itu
Apa yang harus kulakukan?
- Mengerjakan bagianku, dan mempersiapkan orang untuk mengerjakan bagian itu...
- Rindu untuk terus mengalami pimpinan Allah dalam hidupku..
Besar dan agunglah karyaMu
Adil dan benarlah jalanMu
Raja segala Raja yang Maha Kuasa
Mulialah namaMu
Layaklah segala bangsa
sujud kepadaMu
Sbab Kau Allah yang Kudus
layak disembah
Adil dan benarlah jalanMu
Raja segala Raja yang Maha Kuasa
Mulialah namaMu
Layaklah segala bangsa
sujud kepadaMu
Sbab Kau Allah yang Kudus
layak disembah
Saturday, March 3, 2012
Sederet angka berbaris rapi
Memanggil jiwa kembali beradu
Sepanjang cakrawala jarak telah dibentangkan
Tak mampu meraih dan menggapai
Adik kecil menari-nari
Berjingkrak-jingkrak tenggelam dalam kesenangan
Kakak kebut berlari berusaha menggapai
Namun yang digenggam hanya kabut tebal tak berwujud
Kebingungan merajalela
Lidah kelu tak bergetar
Ketika kakak dan adik berjumpa
Di pondok permainan
Dia adikku, tapi tak kukenal
Dia kakakku, tapi tak tergapai..
Masing-masing menggelayut manja
Dalam pikiran nurani..
Sayang, tak ada yang berkata-kata
Sepi dan diam..
Menikmatinya..
Hanya sesudut senyum yang ditelantarkan..
Hanya menyapa...
Dalam kefrustrasian interpersonal...
Memanggil jiwa kembali beradu
Sepanjang cakrawala jarak telah dibentangkan
Tak mampu meraih dan menggapai
Adik kecil menari-nari
Berjingkrak-jingkrak tenggelam dalam kesenangan
Kakak kebut berlari berusaha menggapai
Namun yang digenggam hanya kabut tebal tak berwujud
Kebingungan merajalela
Lidah kelu tak bergetar
Ketika kakak dan adik berjumpa
Di pondok permainan
Dia adikku, tapi tak kukenal
Dia kakakku, tapi tak tergapai..
Masing-masing menggelayut manja
Dalam pikiran nurani..
Sayang, tak ada yang berkata-kata
Sepi dan diam..
Menikmatinya..
Hanya sesudut senyum yang ditelantarkan..
Hanya menyapa...
Dalam kefrustrasian interpersonal...
Subscribe to:
Posts (Atom)