Tak hentinya mencari
Membongkar terus menerus
tumpukkan kertas kuning kelabu
yang tak henti-hentinya menari-nari di ujung tembok
menggulung segenap selimut kering
di bawah kasur basah yang tebal tertimbun air mata..
tak ditemukan.. tak diperlihatkan,.
Sepenggal sketsa wajah tak terlupakan..
Sepenggal kisah tak tertuliskan..
Hilang bersama hilangnya sebuah pigura kehidupan..
Di manakah aku harus mencari nya??
Bayangan itu hilang, pergi dan melarikan diri dari pikiran kerumunan..
Satu per satu hilang..
Ia tak mau kembali...
Di dua tanda tanya...
Wednesday, February 29, 2012
Saturday, February 25, 2012
Satu tulip berwarna biru kelabu
Satu tulip berwarna putih basah
Kelap kelip tak tertahankan..
Mengisi hati yang tak bisa terdiam
Terlilit dalam naungan kasih yang tak terperikan
Kami bergabung dalam angkasa mimpi bunga indah nian...
Tulip bening berdiri di jendela sepi
Menyisihkan kelip gulita malam sunyi...
Kelap kelip tak terhentikan,
Bersatu cahaya dalam kegelapan nyawa
Hutang sinar memberikan kesunyian
Satu kelip keping tulip bepergian...
Terselip dalam kegentaran sebuah mimpi....
Aku gentar
Aku pergi
Aku tak berani......
Biarkan aku bisa melepaskan nya...
Pergi seperti tulip
Tak lagi berkelip di dalam kesenjaan muda
Terselip... terlupakan...
Satu tulip berwarna putih basah
Kelap kelip tak tertahankan..
Mengisi hati yang tak bisa terdiam
Terlilit dalam naungan kasih yang tak terperikan
Kami bergabung dalam angkasa mimpi bunga indah nian...
Tulip bening berdiri di jendela sepi
Menyisihkan kelip gulita malam sunyi...
Kelap kelip tak terhentikan,
Bersatu cahaya dalam kegelapan nyawa
Hutang sinar memberikan kesunyian
Satu kelip keping tulip bepergian...
Terselip dalam kegentaran sebuah mimpi....
Aku gentar
Aku pergi
Aku tak berani......
Biarkan aku bisa melepaskan nya...
Pergi seperti tulip
Tak lagi berkelip di dalam kesenjaan muda
Terselip... terlupakan...
di dua penantian 20.000
Kegelapan mengisi relung kalbu
Menari-nari menggenggam nurani
Hati tersayat pedih membiru
Sambil berlagu laksana penyanyi buta
Pilu..
Hitam..
Pekat..
Kental.. dengan kepedihan tak terkatakan..
Sang mentari tak kunjung tiba di gerbang senja..
Menantikan akhir yang tak pernah berujung....
Membisu senja karena petaka..
Aku pergi.. dalam diam aku berlari
Melewati sayup-sayup asap perapian....
Membumbung tinggi dan tak berani untuk kembali....
Sabtu, 25 Februari 2012
Di penantian 20.000
Menari-nari menggenggam nurani
Hati tersayat pedih membiru
Sambil berlagu laksana penyanyi buta
Pilu..
Hitam..
Pekat..
Kental.. dengan kepedihan tak terkatakan..
Sang mentari tak kunjung tiba di gerbang senja..
Menantikan akhir yang tak pernah berujung....
Membisu senja karena petaka..
Aku pergi.. dalam diam aku berlari
Melewati sayup-sayup asap perapian....
Membumbung tinggi dan tak berani untuk kembali....
Sabtu, 25 Februari 2012
Di penantian 20.000
Wednesday, February 22, 2012
9:29 AM
IA TIDAK HANYA MAMPU MEMBANGKITKAN, TAPI MAMPU MEMBUAT SESEORANG “HIDUP” SELAMANYA.....
Author:
Alice Intha M.
22 Februari 2012
Yesus mebangkitkan anak muda di Nain.
Lukas 7:11-17
Apa yang kubaca?
1. Siapa yang terlibat?
Tuhan Yesus, murid-muridNya, orang banyak yang mengikuti Dia berbondong-bondong, seorang anak muda yang mati, ibunya yg adalah seorang janda, dan banyak orang dari kota itu.
2. Dimana?
Di Nain, dekat pintu gerbang kota.
3. Kapan?
Ketika Yesus hampir tiba dalam perjalanan dari Kapernaum ke Nain.
4. Apa yang terjadi?
Yesus pergi ke kota Nain bersama dengan murid-muridNya dan orang banyak berbondong-bondong (much people) pergi menyertai/pergi bersama2 dengan Dia/mengikuti kemana Dia pergi.
Ia telah dekat di pintu gerbang kota Nain. Dan ketika itu, Ia melihat ada seorang yang mati, yang diusung keluar (akan dibawa ke luar kota, dlm trjmhn bhs indo. SHR2)
Dikatakan bahwa seseorang yang mati itu, adalah seorang anak laki-laki, anak tunggal ibunya, dimana ibunya adalah seorang janda. Berarti ibu itu sekarang sendirian. Ia tidak punya siapa2 lagi T.T. Dikatakan, banyak orang dari kota itu menyertai janda itu.
Aku membayangkan bahwa murid-murid, orang banyak yang baru tiba itu pasti bertanya2 akan apa yang terjadi. Mereka pasti membicarakan ttg orang yg meninggal itu. Tidak mungkin mereka tidak menaruh perhatian pada hal tersebut.
5. Bagaimanakah respon Yesus ketika melihat hal itu? Apa hal yang mendasari itu?
Yesus pun menyadari kondisi itu, dan ia melihat janda itu. Ia melihat janda itu menangis. Tergeraklah hatinya oleh belas kasihan, dan Ia berkata: “jangan menangis”.
Ini respon yang harus benar2 kucontoh dan kuteladani.
Dalam kebiasaan sekarang, ketika orang meninggal, pasti di dalam hati kita hanya berkata..”kasian yaaaaT.T”. Tanpa memberikan dukungan pada orang-orang yang ditinggalkan.
Dikatakan bahwa hati Yesus tergerak oleh belas kasihan, (compassion-terharu,KJV).
Hal yang mendasari Yesus melakukan tindakan ajaib setelahnya adalah rasa belas kasih nya kepada janda itu. Memangnya janda itu kenapaaa? Janda itu merasa sedih, ditinggalkan oleh anak tunggalnya, ia sekarang hidup sendiri.
Yesus berkata kepada janda itu, “Jangan menangis, Ibu!”.
Kata-kata yang menguatkan....
Setelah itu, Yesus menghampiri usungan itu, -- pergi dekat2 ke usungan jenazah yang dibaw itu.
Yesus menyentuh pemuda itu, sehingga para pengusung itu berhenti.
Yesus berkata: Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!
--Aku berkata kepadamu --- ini seperti sebuah kalimat perintah! Ia memerintahkan anak muda itu untuk bangkit. Yesus dapat melakukan hal ini karena Ia berkuasa atas kematian.
Yang terjadi kemudian adalah anak itu bangun, duduk, dan mulai berkata-kata (hal ini menandakan bahwa ia HIDUP)
Dan Yesus menyerahkan nya kepada ibunya.
6. Bayangkanlah,. Ketika kamu berada di tempat itu, apakah yang akan terjadi padamu?
Bagaimanakah respon orang2?
Mungkin saya akan lari terbirit-birit karena ketakutan. Ketakutan karena orang yang meninggal itu bangkit scr tiba2. Tapi juga saya akan menanti dan bertanya2 mgp hal tsb bisa trjadi?? Pasti herannn...
Respon yang sama diberikan oleh orang-orang di situ. Dikatakan bahwa mereka ketakutan. Tapi mereka juga memuji Allah. Pujian kepada Allah karena orang muda itu dapat dibangkitkanNya.
Mereka berkata, “seorang nabi besar telah muncul di tengah2 kita”. Mereka mengatakan Yesus sebagai nabi.
“Allah telah melawat umatNya”. Kehadiran Yesus bagi mereka adala sebuah bukti bahwa Allah melawat umatNya. Dalam terjemahan bhs indo.shr2, dikatakan “Allah telah datang menyelamatkan umatNya”.
Ini merupakan sebuah sukacita yang besar.
Setelah peristiwa itu terjadi, kabar tentang Yesus tersiar di seluruh Yudea dan daerah-daerah sekitarnya.
APA YANG KUPELAJARI?
1. KASIH menjadi landasan utama ketika Kristus melakukan mujizat di Nain. Ia mengasihi janda itu.
2. Kasih pula yang melandasi Kristus untuk hadir di dunia ini dan melakukan karya penyelamatanNya.
3. Orang-orang yang menyaksikan hal itu sangat memuji Allah dan merasa yakin bahwa Allah telah datang dan melawat umatNya.
4. Seandainya mereka tahu, bahwa Kristus tidak hanya mampu membangkitkan orang yang mati secara jasmani untuk menjadi hidup kembali... tetapi juga mampu memberikan kehidupan yang berlangsung hingga kekekalan, kira2 bagaimanakah respon mereka???
Apakah mereka akan takut?
Kurasa tidak, justru ada suatu sukacita besar, yang lebiiiiiiih besar lagi, yang akan melanda kota itu.
5. BERITA TENTANG YESUS YANG MAMPU MEMBANGKITKAN ORANG MATI TERSIAR DI SELURUH YUDEA DAN DAERAH SEKITARNYA...
TAPI....
MENGAPA BERITA TENTANG YESUS YANG MAMPU MENGHIDUPKAN HINGGA WAKTU YANG TAK TERBATAS, HINGGA KEKEKALAN, TAK TERSIAR MELUAS DI SURABAYA DAN SEKITARNYA??????
Apakah saya sudah mengalami sukacita mengetahui bahwa betapa beruntungnya saya bisa berjumpa dengan pribadi yang menghidupkan hingga kekekalan?
Ya, sudah...
Tapi mengapa berhenti di sini saja?
Sukacita ini perlu dibagi dan diteruskan ke pribadi-pribadi lainnya..
KARENA KASIHNYA, IA MEMBERIKAN HIDUP YANG KEKAL....
APLIKASI:
DOAKAN PERTEMUAN DENGAN ORANG YANG SIAP UNTUK MENERIMA KABAR SUKACITA INI.... DOAKAN AGAR IA BERTEMU SECARA PRIBADI DENGAN SANG PEMBERI HIDUP
Yesus mebangkitkan anak muda di Nain.
Lukas 7:11-17
Apa yang kubaca?
1. Siapa yang terlibat?
Tuhan Yesus, murid-muridNya, orang banyak yang mengikuti Dia berbondong-bondong, seorang anak muda yang mati, ibunya yg adalah seorang janda, dan banyak orang dari kota itu.
2. Dimana?
Di Nain, dekat pintu gerbang kota.
3. Kapan?
Ketika Yesus hampir tiba dalam perjalanan dari Kapernaum ke Nain.
4. Apa yang terjadi?
Yesus pergi ke kota Nain bersama dengan murid-muridNya dan orang banyak berbondong-bondong (much people) pergi menyertai/pergi bersama2 dengan Dia/mengikuti kemana Dia pergi.
Ia telah dekat di pintu gerbang kota Nain. Dan ketika itu, Ia melihat ada seorang yang mati, yang diusung keluar (akan dibawa ke luar kota, dlm trjmhn bhs indo. SHR2)
Dikatakan bahwa seseorang yang mati itu, adalah seorang anak laki-laki, anak tunggal ibunya, dimana ibunya adalah seorang janda. Berarti ibu itu sekarang sendirian. Ia tidak punya siapa2 lagi T.T. Dikatakan, banyak orang dari kota itu menyertai janda itu.
Aku membayangkan bahwa murid-murid, orang banyak yang baru tiba itu pasti bertanya2 akan apa yang terjadi. Mereka pasti membicarakan ttg orang yg meninggal itu. Tidak mungkin mereka tidak menaruh perhatian pada hal tersebut.
5. Bagaimanakah respon Yesus ketika melihat hal itu? Apa hal yang mendasari itu?
Yesus pun menyadari kondisi itu, dan ia melihat janda itu. Ia melihat janda itu menangis. Tergeraklah hatinya oleh belas kasihan, dan Ia berkata: “jangan menangis”.
Ini respon yang harus benar2 kucontoh dan kuteladani.
Dalam kebiasaan sekarang, ketika orang meninggal, pasti di dalam hati kita hanya berkata..”kasian yaaaaT.T”. Tanpa memberikan dukungan pada orang-orang yang ditinggalkan.
Dikatakan bahwa hati Yesus tergerak oleh belas kasihan, (compassion-terharu,KJV).
Hal yang mendasari Yesus melakukan tindakan ajaib setelahnya adalah rasa belas kasih nya kepada janda itu. Memangnya janda itu kenapaaa? Janda itu merasa sedih, ditinggalkan oleh anak tunggalnya, ia sekarang hidup sendiri.
Yesus berkata kepada janda itu, “Jangan menangis, Ibu!”.
Kata-kata yang menguatkan....
Setelah itu, Yesus menghampiri usungan itu, -- pergi dekat2 ke usungan jenazah yang dibaw itu.
Yesus menyentuh pemuda itu, sehingga para pengusung itu berhenti.
Yesus berkata: Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!
--Aku berkata kepadamu --- ini seperti sebuah kalimat perintah! Ia memerintahkan anak muda itu untuk bangkit. Yesus dapat melakukan hal ini karena Ia berkuasa atas kematian.
Yang terjadi kemudian adalah anak itu bangun, duduk, dan mulai berkata-kata (hal ini menandakan bahwa ia HIDUP)
Dan Yesus menyerahkan nya kepada ibunya.
6. Bayangkanlah,. Ketika kamu berada di tempat itu, apakah yang akan terjadi padamu?
Bagaimanakah respon orang2?
Mungkin saya akan lari terbirit-birit karena ketakutan. Ketakutan karena orang yang meninggal itu bangkit scr tiba2. Tapi juga saya akan menanti dan bertanya2 mgp hal tsb bisa trjadi?? Pasti herannn...
Respon yang sama diberikan oleh orang-orang di situ. Dikatakan bahwa mereka ketakutan. Tapi mereka juga memuji Allah. Pujian kepada Allah karena orang muda itu dapat dibangkitkanNya.
Mereka berkata, “seorang nabi besar telah muncul di tengah2 kita”. Mereka mengatakan Yesus sebagai nabi.
“Allah telah melawat umatNya”. Kehadiran Yesus bagi mereka adala sebuah bukti bahwa Allah melawat umatNya. Dalam terjemahan bhs indo.shr2, dikatakan “Allah telah datang menyelamatkan umatNya”.
Ini merupakan sebuah sukacita yang besar.
Setelah peristiwa itu terjadi, kabar tentang Yesus tersiar di seluruh Yudea dan daerah-daerah sekitarnya.
APA YANG KUPELAJARI?
1. KASIH menjadi landasan utama ketika Kristus melakukan mujizat di Nain. Ia mengasihi janda itu.
2. Kasih pula yang melandasi Kristus untuk hadir di dunia ini dan melakukan karya penyelamatanNya.
3. Orang-orang yang menyaksikan hal itu sangat memuji Allah dan merasa yakin bahwa Allah telah datang dan melawat umatNya.
4. Seandainya mereka tahu, bahwa Kristus tidak hanya mampu membangkitkan orang yang mati secara jasmani untuk menjadi hidup kembali... tetapi juga mampu memberikan kehidupan yang berlangsung hingga kekekalan, kira2 bagaimanakah respon mereka???
Apakah mereka akan takut?
Kurasa tidak, justru ada suatu sukacita besar, yang lebiiiiiiih besar lagi, yang akan melanda kota itu.
5. BERITA TENTANG YESUS YANG MAMPU MEMBANGKITKAN ORANG MATI TERSIAR DI SELURUH YUDEA DAN DAERAH SEKITARNYA...
TAPI....
MENGAPA BERITA TENTANG YESUS YANG MAMPU MENGHIDUPKAN HINGGA WAKTU YANG TAK TERBATAS, HINGGA KEKEKALAN, TAK TERSIAR MELUAS DI SURABAYA DAN SEKITARNYA??????
Apakah saya sudah mengalami sukacita mengetahui bahwa betapa beruntungnya saya bisa berjumpa dengan pribadi yang menghidupkan hingga kekekalan?
Ya, sudah...
Tapi mengapa berhenti di sini saja?
Sukacita ini perlu dibagi dan diteruskan ke pribadi-pribadi lainnya..
KARENA KASIHNYA, IA MEMBERIKAN HIDUP YANG KEKAL....
APLIKASI:
DOAKAN PERTEMUAN DENGAN ORANG YANG SIAP UNTUK MENERIMA KABAR SUKACITA INI.... DOAKAN AGAR IA BERTEMU SECARA PRIBADI DENGAN SANG PEMBERI HIDUP
Tuesday, February 21, 2012
21 Februari 2012
Lukas 7:1-10
Yesus menyembuhkan hamba seorang perwira di Kapernaum
Apa yang kubaca?
1. Siapa saja yang terlibat dalam cerita ini?
Yesus, perwira Roma yang memiliki hamba yang sakit keras dan hampir mati, orang tua-tua Yahudi, teman dari perwira tsb.
2. Dimana hal ini terjadi?
di kapernaum
3. Kapan?
Setelah Yesus memberitakan tentang Ucapan bahagia di atas bukit kepada orang banyak. Dan sebelum Ia berangkat ke daerah Nain.
4. Apa yang sedang terjadi?
- Yesus masuk ke kota Kapernaum.
- Di tempat itu, ada seorang perwira Roma yang hambanya sakit dan hampir mati.
Dalam ay.2 dikatakan bahwa perwira itu sangat menghargai hambanya, sangat mengasihi hambanya itu. Suatu hal yang menurutku istimewa, karena seorang hamba yang sangat dihargai. Padahal biasanya dalam berbagai tradisi orang Israel, hamba itu dibeli dari suatu pihak, hamba harus melakukan apapun yang diinginkan oleh tuan nya. Hal ini memberikan konotasi yang negatif terhadap perlakuan yang akan diterima oleh seorang hamba. Tindakan berbeda ditunjukkan oleh orang ini, dengan mengasihi dan sangat menghargai hambanya. Bahkan ketika hambanya sakit, ia berupaya supaya hambanya dapat sembuh. Dalam pangkatnya sebagai seorang perwira, Ia tetap dapat menghargai hambanya. Ia memperlakukan hambanya sebagai seorang manusia
5. Apa yang diminta oleh perwira itu kepada orang-orang tua Yahudi?
- Ia mendengar tentang Yesus. Kira2 apa berita yang Ia dengar? Tentu saja ia mendengar tentang berbagai mujizat yang telah dilakukan Yesus. Ia mendengar tentang pengajaran yang Tuhan Yesus berikan. Setelah ia mendengar semua itu, ia pergi ke orang-orang yahudi itu agar mereka datang dan meminta pada Yesus, sebagai bentuk kesembuhan pada hambanya. Ia meminta pada Yesus dengan perantaraan orang Yahudi tersebut.
Mengapa ia tidak datang sendiri pada Yesus?
Ia merasa tidak layak!
6. Bagaimanakah orang-orang Yahudi itu mendeskripsikan tentang perwira ini? Apakah yang mereka katakan?
Orang2 Yahudi itu datang pada Yesus dan meminta pertolonganNya
Mereka menyebutkan bahwa orang ini layak ditolong. Sebab ia telah mengasihi bangsa kita dan mendirikan rumah ibadat bagi mereka.
Mengapa mereka berkata ia ‘layak’ ditolong. Apa maksud kata ‘layak’. Lalu siapakah yang sebenarnya tidak layak?
Pandangan ini bisa muncul, karena mungkin anggapan dan pemahaman pada waktu itu bahwa tidak ada yang layak selain bangsa Israel sendiri. orang Roma adalah orang-orang kafir. Kelayakan diukur berdasarkan siapakah kamu dan dari bangsa apa kamu. Yang layak hanyalah bangsa israel saja! Israel adalah umat pilihan Allah (ini menurut pandanganku sih..hehhehe)
Sementara u/perwira ini, kelayakannya untuk ditolong atau tidak, diukur berdasarkan apa yang telah ia lakukan kepada bangsa israel. Jika ia dipihak bgs israel, mka ia layak ditolong.
7. Bagaimana respon Yesus? Apa yang dilihatNya?
Ketika Yesus mendengar hal itu, Ia langsung pergi bersama-sama dengan orang Yahudi itu.
Respon Yesus, tentu saja ingin menolong.
Hampir sampai di rumah perwira itu, ternyata sang perwira hanya mengirimkan kawan-kawannya untuk datang pada Yesus dan berkata:
Tuan tidak perlu susah-susah untuk datang, karena aku tidak layak menerima Tuan di rumahku. Katakan saja sesuatu, maka hambaku akan sembuh.
Perwira itu merasa sangat tidak layak, sehingga ia tidak dapat menerima Yesus di rumahnya.
Tidak layak karena apa? Apakah orang ini merasa/menyadari bahwa dia berdosa? Tidak disebutkan! Namun, jika dibandingkan dengan kata-kata orang yang menyadari dosanya (seperti Petrus, Luk.5:8), maka dapat kutarik kesimpulan bahwa orang ini menyadari akan dosa-dosa nya, sehingga tidak layak untuk bertemu dengan Tuhan Yesus. Seperti Petrus yang berkata, “Tuhan, pergilah dari padaku/menjauhlah/berangkatlah dari padaku, karena aku orang berdosa...!”
Ia berkata bahwa bukan hanya tidak layak untuk menerima Yesus di rumahnya, tapi juga tidak layak untuk bertemu dengan Kristus, maka ia meminta teman-temannya untuk pergi dan menyampaikan pesannya.
Dalam pesan yang disampaikan kepada Yesus, Yesus melihat sesuatu yang lain.
Orang ini percaya dengan sungguh-sungguh bahwa Yesus berkuasa untuk menyembuhkan hambanya itu. Ia hanya meminta Yesus untuk melakukan perintah, maka pasti akan terjadi kesembuhan.
Inilah yang dinamakan dengan iman.
Yesus berkata bahwa di dalam orang israel pun, tidak pernah ditemukan iman sebesar ini.
Yesus sangat heran dengan orang ini. Heran karena apa? Mungkin karena iman orang ini yang begitu besarnya di hadapan Allah.
Ketika Yesus melihat Iman orang itu, maka terjadilah kesembuhan bagi hambanya.
Apa yang kupelajari?
1. Sebuah proses untuk menyadari dan mengakui keberadaan Kristus secara pribadi:
- Mendengarkan berita injil,
- menyadari akan ketidaklayakan dan keberdosaan kita di hadapan Allah
- mengakui Yesus sebagai Tuhan dan mengimani kuasaNya yang besar.
- Menjadikan Dia Tuhan dan Juruselamat atas seluruh hidup kita.
2. Menjadikan Dia sebagai Tuhan berarti kita menyerahkan seluruh hidup dan kehidupan kita di dalamNya. Perencanaan kita, kebingungan kita, dan pengaturan hidup kita seluruhnya, hendaknya kita serahkan sepenuhnya kepada Kristus saja
3. Hanya iman dan percaya kepada Kristus lah yang membuat kita dilayakkan di hadapan Allah. Ia yang telah membenarkan kita di hadapan Allah yang Maha Tinggi.
JADI, SEBENARNYA... SIAPAKAH YANG LAYAK???
TIDAK ADA YANG LAYAK.... tapi KARENA KARYA KRISTUS, kita yang tidak layak,.. DILAYAKKAN OLEH-NYA..
Apa yang harus kulakukan?
- Menyadari akan keberdosaanku, dan mau berbalik kepada Allah lagi.
- Mengakui dan menjadikan Yesus sebagai Tuhan atas seluruh hidupku, atas penggunaan uangku, atas pengaturan waktuku, atas tujuan hidupku, atas berbagai pilihan yang akan aku ambil. Biarlah kiranya hidupku terus dituntun oleh kebenaran firmanNYa.
AMIN...
Lukas 7:1-10
Yesus menyembuhkan hamba seorang perwira di Kapernaum
Apa yang kubaca?
1. Siapa saja yang terlibat dalam cerita ini?
Yesus, perwira Roma yang memiliki hamba yang sakit keras dan hampir mati, orang tua-tua Yahudi, teman dari perwira tsb.
2. Dimana hal ini terjadi?
di kapernaum
3. Kapan?
Setelah Yesus memberitakan tentang Ucapan bahagia di atas bukit kepada orang banyak. Dan sebelum Ia berangkat ke daerah Nain.
4. Apa yang sedang terjadi?
- Yesus masuk ke kota Kapernaum.
- Di tempat itu, ada seorang perwira Roma yang hambanya sakit dan hampir mati.
Dalam ay.2 dikatakan bahwa perwira itu sangat menghargai hambanya, sangat mengasihi hambanya itu. Suatu hal yang menurutku istimewa, karena seorang hamba yang sangat dihargai. Padahal biasanya dalam berbagai tradisi orang Israel, hamba itu dibeli dari suatu pihak, hamba harus melakukan apapun yang diinginkan oleh tuan nya. Hal ini memberikan konotasi yang negatif terhadap perlakuan yang akan diterima oleh seorang hamba. Tindakan berbeda ditunjukkan oleh orang ini, dengan mengasihi dan sangat menghargai hambanya. Bahkan ketika hambanya sakit, ia berupaya supaya hambanya dapat sembuh. Dalam pangkatnya sebagai seorang perwira, Ia tetap dapat menghargai hambanya. Ia memperlakukan hambanya sebagai seorang manusia
5. Apa yang diminta oleh perwira itu kepada orang-orang tua Yahudi?
- Ia mendengar tentang Yesus. Kira2 apa berita yang Ia dengar? Tentu saja ia mendengar tentang berbagai mujizat yang telah dilakukan Yesus. Ia mendengar tentang pengajaran yang Tuhan Yesus berikan. Setelah ia mendengar semua itu, ia pergi ke orang-orang yahudi itu agar mereka datang dan meminta pada Yesus, sebagai bentuk kesembuhan pada hambanya. Ia meminta pada Yesus dengan perantaraan orang Yahudi tersebut.
Mengapa ia tidak datang sendiri pada Yesus?
Ia merasa tidak layak!
6. Bagaimanakah orang-orang Yahudi itu mendeskripsikan tentang perwira ini? Apakah yang mereka katakan?
Orang2 Yahudi itu datang pada Yesus dan meminta pertolonganNya
Mereka menyebutkan bahwa orang ini layak ditolong. Sebab ia telah mengasihi bangsa kita dan mendirikan rumah ibadat bagi mereka.
Mengapa mereka berkata ia ‘layak’ ditolong. Apa maksud kata ‘layak’. Lalu siapakah yang sebenarnya tidak layak?
Pandangan ini bisa muncul, karena mungkin anggapan dan pemahaman pada waktu itu bahwa tidak ada yang layak selain bangsa Israel sendiri. orang Roma adalah orang-orang kafir. Kelayakan diukur berdasarkan siapakah kamu dan dari bangsa apa kamu. Yang layak hanyalah bangsa israel saja! Israel adalah umat pilihan Allah (ini menurut pandanganku sih..hehhehe)
Sementara u/perwira ini, kelayakannya untuk ditolong atau tidak, diukur berdasarkan apa yang telah ia lakukan kepada bangsa israel. Jika ia dipihak bgs israel, mka ia layak ditolong.
7. Bagaimana respon Yesus? Apa yang dilihatNya?
Ketika Yesus mendengar hal itu, Ia langsung pergi bersama-sama dengan orang Yahudi itu.
Respon Yesus, tentu saja ingin menolong.
Hampir sampai di rumah perwira itu, ternyata sang perwira hanya mengirimkan kawan-kawannya untuk datang pada Yesus dan berkata:
Tuan tidak perlu susah-susah untuk datang, karena aku tidak layak menerima Tuan di rumahku. Katakan saja sesuatu, maka hambaku akan sembuh.
Perwira itu merasa sangat tidak layak, sehingga ia tidak dapat menerima Yesus di rumahnya.
Tidak layak karena apa? Apakah orang ini merasa/menyadari bahwa dia berdosa? Tidak disebutkan! Namun, jika dibandingkan dengan kata-kata orang yang menyadari dosanya (seperti Petrus, Luk.5:8), maka dapat kutarik kesimpulan bahwa orang ini menyadari akan dosa-dosa nya, sehingga tidak layak untuk bertemu dengan Tuhan Yesus. Seperti Petrus yang berkata, “Tuhan, pergilah dari padaku/menjauhlah/berangkatlah dari padaku, karena aku orang berdosa...!”
Ia berkata bahwa bukan hanya tidak layak untuk menerima Yesus di rumahnya, tapi juga tidak layak untuk bertemu dengan Kristus, maka ia meminta teman-temannya untuk pergi dan menyampaikan pesannya.
Dalam pesan yang disampaikan kepada Yesus, Yesus melihat sesuatu yang lain.
Orang ini percaya dengan sungguh-sungguh bahwa Yesus berkuasa untuk menyembuhkan hambanya itu. Ia hanya meminta Yesus untuk melakukan perintah, maka pasti akan terjadi kesembuhan.
Inilah yang dinamakan dengan iman.
Yesus berkata bahwa di dalam orang israel pun, tidak pernah ditemukan iman sebesar ini.
Yesus sangat heran dengan orang ini. Heran karena apa? Mungkin karena iman orang ini yang begitu besarnya di hadapan Allah.
Ketika Yesus melihat Iman orang itu, maka terjadilah kesembuhan bagi hambanya.
Apa yang kupelajari?
1. Sebuah proses untuk menyadari dan mengakui keberadaan Kristus secara pribadi:
- Mendengarkan berita injil,
- menyadari akan ketidaklayakan dan keberdosaan kita di hadapan Allah
- mengakui Yesus sebagai Tuhan dan mengimani kuasaNya yang besar.
- Menjadikan Dia Tuhan dan Juruselamat atas seluruh hidup kita.
2. Menjadikan Dia sebagai Tuhan berarti kita menyerahkan seluruh hidup dan kehidupan kita di dalamNya. Perencanaan kita, kebingungan kita, dan pengaturan hidup kita seluruhnya, hendaknya kita serahkan sepenuhnya kepada Kristus saja
3. Hanya iman dan percaya kepada Kristus lah yang membuat kita dilayakkan di hadapan Allah. Ia yang telah membenarkan kita di hadapan Allah yang Maha Tinggi.
JADI, SEBENARNYA... SIAPAKAH YANG LAYAK???
TIDAK ADA YANG LAYAK.... tapi KARENA KARYA KRISTUS, kita yang tidak layak,.. DILAYAKKAN OLEH-NYA..
Apa yang harus kulakukan?
- Menyadari akan keberdosaanku, dan mau berbalik kepada Allah lagi.
- Mengakui dan menjadikan Yesus sebagai Tuhan atas seluruh hidupku, atas penggunaan uangku, atas pengaturan waktuku, atas tujuan hidupku, atas berbagai pilihan yang akan aku ambil. Biarlah kiranya hidupku terus dituntun oleh kebenaran firmanNYa.
AMIN...
Monday, February 20, 2012
20 Februari 2012
Lukas 6:46-49
Apa yang kubaca?
1. Siapakah yang berbicara?
Yesus Kristus.
2. Kepada siapa Ia berbicara?
Perkataan ini ditujukkan kepada murid2 Nya, lanjutan dari ucapan bahagia.
3. Apa isi dari perkataan Tuhan?
Perintah/teguran/panutan???
Ini seperti sebuah teguran.
4. Apakah yang dikatakan Yesus?
“Mengapa kamu berseru kepadaKU: Tuhan, Tuhan, padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan?
Pertanyaan ini timbul, karena:
- Ketidaksinkronan antara kata dan tindakan..
- Orang yang menjadikan Yesus sebagai Tuhan seharusnya menjadikan Dia sebagai Tuhan atas seluruh hidup. Orang yang menjadikan Yesus sebagai Tuhan, seharusnya TAAT akan apa yang IA katakan, TAAT atas segala sesuatu yang seharusnya dilakukan berdasarkan pimpinanNya dan kebenaran firmanNya!!
- Fakta berbeda dengan konsep yang ada di pikiran..
Pengakuan bahwa Yesus adalah Tuhan, bukan hanya lewat bibir mulut saja, tapi lewat tindakan dan perilaku. Tindakan dan perilaku yang menunjukkan ketaatan kepadaNya
Yesus memberikan penggambaran untuk:
- Orang yang datang padaNya, mendengar perkataanNya, dan melakukannya.
Ini sebuah proses yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain. Bagaimana kita dapat mendengar perkataanNya jika tidak datang padaNya? Bagaimana kita dapat melakukan pekerjaan-pekerjaan yang IA kehendaki, jika kita tidak mau mendengarkanNya?
Tidak cukup hanya datang saja, tidak cukup hanya mendengar saja. Yang terutama adalah orang-orang yang mau untuk pelakukan perintah Tuhan.
Orang yang mendengar dan melakukan firman diibaratkan sebagai :
- Orang yang sedang mendirikan rumah.
Mendirikan rumah, merupakan gambaran membangun hidup yang baru di dalam Kristus.
- Dikatakan, ia sama ---- ia dapat digambarkan dengan/ia menyerupai:
Orang yang menggali dalam-dalam --- menggali apa? Menggali tanah. Apa tujuannya?
Ada berbagai macam lapisan tanah. Tanah gembur, tanah liat, dll.
Dalam bagian ini, dikatakan orang itu menggali dalam-dalam, dan hingga akhirnya Ia menemukan batu karang.
Dan di atas batu karang itu Ia membangun fondasi rumahnya.
Batu karang menggambarkan apa? Menggambarkan Kristus sendiri. Pekerjaan menggali, menggambarkan kedalaman relasi denganNya.
Tujuan dari si penggali/orang yang ingin membangun fondasi itu tentu saja menemukan batu. Batuan adalah lapisan paling dalam (setauku, hhehe)..
Tujuan kita terus menerus menggali kebenaran firmanNya adalah mengenali Kristus yang hadir dan masuk dalam segenap kehidupan pribadi kita. Sebab, Ia tidak hanya ingin membaharui permukaan hidup kita saja. Tapi seluruh hidup kita ingin dipulihkanNya.
Setelah menggali dan menemukan batu karang tersebut, yang dilakukan kemudian adalah meletakkan dasar/fondasi rumahnya, di atas batu tsb.
Maksudnya?
Hidup kita berlandaskan pada Kristus sendiri.
Hidup kita ini berlandaskan kebenaran firmanNya.
Hal ini yang membuat bangunan hidup kita menjadi kokoh.
Kekokohan suatu bangunan, diuji ketika datang air bah dan banjir. Ketika banjir datang, rumah yang kokoh dibangun tidak akan goyah, tidak akan mengalami goncangan ataupun getaran (KJV, shake).
Mengapa ? karena di bangun di atas batu yang kokoh.
Sebaliknya, orang yang mendengar, mengetahui, bahkan menyetujui perkataan firman Tuhan dengan pemahaman pribadinya, tapi tidak melakukan, sama dengan orang yang membangun rumah di atas tanah, tanpa dasar.
Tidak ada proses penggalian. Fondasi langsung daja didirikan, tanpa mempertimbangkan apapun. Karena tidak menggali, tidak akan menemukan batu karang!
Tidak mengalami proses bertemu secara pribadi dengan Kristus, tidak mengalami kedalaman relasi denganNya. Yang ada hanya pengetahuan, berdasarkan akal dan pikiran.
Akibat fatal yang diterima adalah: ketika banjir dan air bah melandanya, maka akan segera rubuh rumah itu. Sangat hebatlah kerusakannya.
Hidup yang dibangun di atas pengandalan diri dan kemampuan pribadi, tidak akan pernah ada gunanya. Hidup itu akan hancur jika hal-hal yang ada di dalamnya, kita pegang sendiri.
PERTANYAANNYA,
SEKARANG KAMU DIIBARATKAN SEBAGAI APAAAAA????
BUTUH JAWABAN JUJUR DAN KERENDAHAN HATI UNTUK MENGAKUI BAHWA SAMPAI HARI INI, KEDALAMAN RELASI ITU BELUM ADA.
Pengetahuan dan pemahaman tentang Kristus berlimpah-limpah. Namun, mengalami Dia setiap hari secara pribadi, tak begitu sering dan tak begitu kurasakan. Bagaimana ini?????
Mintalah proses untuk mengalami Dia secara pribadi
Apa yang akan kulakukan hari ini?
1. Datang padaNya, dengarkan perkataanNya, taati perintah dan kebenaran firmanNya!!!
Bagian hidup yang WAJIB diserahkan pada Tuhan:
- Beasiswa
- Tujuan hidup
- Pengaturan waktu dan uang
Tindakan nyata yang akan dilakukan hari ini:
- PA Tuj.Hidup 21.00-22.00
- Mengurus keperluan beasswa
- Membuat peerencanaan waktu ku untuk minggu ini.
DIALAH PENGUASA SEJATI!!!!!
AMIN
Lukas 6:46-49
Apa yang kubaca?
1. Siapakah yang berbicara?
Yesus Kristus.
2. Kepada siapa Ia berbicara?
Perkataan ini ditujukkan kepada murid2 Nya, lanjutan dari ucapan bahagia.
3. Apa isi dari perkataan Tuhan?
Perintah/teguran/panutan???
Ini seperti sebuah teguran.
4. Apakah yang dikatakan Yesus?
“Mengapa kamu berseru kepadaKU: Tuhan, Tuhan, padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan?
Pertanyaan ini timbul, karena:
- Ketidaksinkronan antara kata dan tindakan..
- Orang yang menjadikan Yesus sebagai Tuhan seharusnya menjadikan Dia sebagai Tuhan atas seluruh hidup. Orang yang menjadikan Yesus sebagai Tuhan, seharusnya TAAT akan apa yang IA katakan, TAAT atas segala sesuatu yang seharusnya dilakukan berdasarkan pimpinanNya dan kebenaran firmanNya!!
- Fakta berbeda dengan konsep yang ada di pikiran..
Pengakuan bahwa Yesus adalah Tuhan, bukan hanya lewat bibir mulut saja, tapi lewat tindakan dan perilaku. Tindakan dan perilaku yang menunjukkan ketaatan kepadaNya
Yesus memberikan penggambaran untuk:
- Orang yang datang padaNya, mendengar perkataanNya, dan melakukannya.
Ini sebuah proses yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain. Bagaimana kita dapat mendengar perkataanNya jika tidak datang padaNya? Bagaimana kita dapat melakukan pekerjaan-pekerjaan yang IA kehendaki, jika kita tidak mau mendengarkanNya?
Tidak cukup hanya datang saja, tidak cukup hanya mendengar saja. Yang terutama adalah orang-orang yang mau untuk pelakukan perintah Tuhan.
Orang yang mendengar dan melakukan firman diibaratkan sebagai :
- Orang yang sedang mendirikan rumah.
Mendirikan rumah, merupakan gambaran membangun hidup yang baru di dalam Kristus.
- Dikatakan, ia sama ---- ia dapat digambarkan dengan/ia menyerupai:
Orang yang menggali dalam-dalam --- menggali apa? Menggali tanah. Apa tujuannya?
Ada berbagai macam lapisan tanah. Tanah gembur, tanah liat, dll.
Dalam bagian ini, dikatakan orang itu menggali dalam-dalam, dan hingga akhirnya Ia menemukan batu karang.
Dan di atas batu karang itu Ia membangun fondasi rumahnya.
Batu karang menggambarkan apa? Menggambarkan Kristus sendiri. Pekerjaan menggali, menggambarkan kedalaman relasi denganNya.
Tujuan dari si penggali/orang yang ingin membangun fondasi itu tentu saja menemukan batu. Batuan adalah lapisan paling dalam (setauku, hhehe)..
Tujuan kita terus menerus menggali kebenaran firmanNya adalah mengenali Kristus yang hadir dan masuk dalam segenap kehidupan pribadi kita. Sebab, Ia tidak hanya ingin membaharui permukaan hidup kita saja. Tapi seluruh hidup kita ingin dipulihkanNya.
Setelah menggali dan menemukan batu karang tersebut, yang dilakukan kemudian adalah meletakkan dasar/fondasi rumahnya, di atas batu tsb.
Maksudnya?
Hidup kita berlandaskan pada Kristus sendiri.
Hidup kita ini berlandaskan kebenaran firmanNya.
Hal ini yang membuat bangunan hidup kita menjadi kokoh.
Kekokohan suatu bangunan, diuji ketika datang air bah dan banjir. Ketika banjir datang, rumah yang kokoh dibangun tidak akan goyah, tidak akan mengalami goncangan ataupun getaran (KJV, shake).
Mengapa ? karena di bangun di atas batu yang kokoh.
Sebaliknya, orang yang mendengar, mengetahui, bahkan menyetujui perkataan firman Tuhan dengan pemahaman pribadinya, tapi tidak melakukan, sama dengan orang yang membangun rumah di atas tanah, tanpa dasar.
Tidak ada proses penggalian. Fondasi langsung daja didirikan, tanpa mempertimbangkan apapun. Karena tidak menggali, tidak akan menemukan batu karang!
Tidak mengalami proses bertemu secara pribadi dengan Kristus, tidak mengalami kedalaman relasi denganNya. Yang ada hanya pengetahuan, berdasarkan akal dan pikiran.
Akibat fatal yang diterima adalah: ketika banjir dan air bah melandanya, maka akan segera rubuh rumah itu. Sangat hebatlah kerusakannya.
Hidup yang dibangun di atas pengandalan diri dan kemampuan pribadi, tidak akan pernah ada gunanya. Hidup itu akan hancur jika hal-hal yang ada di dalamnya, kita pegang sendiri.
PERTANYAANNYA,
SEKARANG KAMU DIIBARATKAN SEBAGAI APAAAAA????
BUTUH JAWABAN JUJUR DAN KERENDAHAN HATI UNTUK MENGAKUI BAHWA SAMPAI HARI INI, KEDALAMAN RELASI ITU BELUM ADA.
Pengetahuan dan pemahaman tentang Kristus berlimpah-limpah. Namun, mengalami Dia setiap hari secara pribadi, tak begitu sering dan tak begitu kurasakan. Bagaimana ini?????
Mintalah proses untuk mengalami Dia secara pribadi
Apa yang akan kulakukan hari ini?
1. Datang padaNya, dengarkan perkataanNya, taati perintah dan kebenaran firmanNya!!!
Bagian hidup yang WAJIB diserahkan pada Tuhan:
- Beasiswa
- Tujuan hidup
- Pengaturan waktu dan uang
Tindakan nyata yang akan dilakukan hari ini:
- PA Tuj.Hidup 21.00-22.00
- Mengurus keperluan beasswa
- Membuat peerencanaan waktu ku untuk minggu ini.
DIALAH PENGUASA SEJATI!!!!!
AMIN
Saturday, February 18, 2012
Lukas 6 : 37-42
Hal menghakimi.
Bagian dari ucapan bahagia yang disebutkan oleh Yesus.
Apa yang kubaca?
1. Sebuah perintah untuk:
- Jangan menghakimi supaya kitapun tidak akan dihakimi.
- Jangan menghukum supaya kitapun tidak akan dihukum.
- Ampunilah supaya kita pun diampuni.
- Berilah supaya kamu diberi.
Penjelasan bagian pemberian ini: pemberian dari Allah itu berlimpah-limpah, sudah dipadatkan, ditakar dgn baik, ketika digoncangkan akan tumpah ke luar. Maksudnya?
Berilah yang banyak kepada orang lain, dan kalian akan mendapat balasan yang setimpal dengan ukuran yang Allah beri.
Dalam bagian ini, dikatakan tentang bagaimana tindakan kita dan bagaimanakah respon yang akan diberikan kepada kita.
Dalam pernyataan pertama, yang menjadi subjek adalah “kita”. Yang menjadi objek atas tindakan kita adalah ‘orang lain’.
Siapakah ‘orang lain’ itu?
Orang lain yang dimaksud di sini tentu saja orang-orang yang ada di sekeliling kita, entah itu teman, saudara, dll
Dalam pernyataan kedua, yang menjadi Subjek atas tindakan tersebut adalah Allah, dan kitalah objek dari tindakan yang dilakukan oleh Allah.
Pernyataan kedua timbul sebagai akibat dari pernyataan pertama. Dengan kata lain, pernyataan kedua tidak akan terjadi, jika pernyataan pertama tidak dilakukan.
Kata Yesus mengenai hal menghakimi:
Layaknya orang buta yang menuntun orang buta. Maksudnya?
Ketika orang buta menuntun orang buta, maka keduanya akan jatuh bersama dalam lubang. Mengindikasikan bahwa tidak ada yang benar di dalamnya.
Seorang murid, tidak akan lebih besar dari pada gurunya. Maksudnya? Semua ilmu yang diberikan gurumu lah yang dapat kamu terima dan kamu tidak akan dapat lebih besar dari itu. Setelah kamu selesai belajar, yang dapat kamu capai adalah pengetahuan yang setara dengan sang guru.
Teguran yang diberikan Tuhan Yesus:
1. Selumbar/ sepotong kayu kecil di pelupuk mata orang lain kelihatan dengan jelas oleh kita, namun balok yang sangat besar di mata kita tidaklah kita ketahui.
Bagaimana mungkin ini bisa terjadi?
Selumbar itu sangatlah kecil di mata teman kita. Bahkan sama sekali tidak terlihat jika tidak diperhatikan dengan sebaik2 nya. Apa maksud perkataan ini?
Dalam posisi kita, selalu saja ingin melihat dan mencela perbuatan yang dilakukan oleh orang lain. Bibir dan hati kita dipenuhi dengan cercaan dan kritik atas orang lain.
Kritik itu boleh, hanya saja harus kritik yang membangun.
Mengkritik berarti membangun orang jadi lebih baik.
Tetapi yang terjadi di sini adalah, cercaan, hinaan, bahkan koreksi yang kita berikan kepada orang lain, tidak kita terapkan dulu dalam hidup kita. Yang diinginkan sebenarnya bukan kata2 percontohan di bibir saja. Hidup kita sendiri harus menunjukkan buah nya. Ukuran pada diri sendiri harus jelas, sehingga tidak menjadi orang yang munafik.!
Jika demikian, apa yang harus kulakukan?
Yang harus dilakukan adalah:
1. Keluarkan dulu balok dari matamu!. Periksa, cek, koreksi dirimu sendiri dengan ukuran yang sama. Maksudnya? Hidupmu sendiri harus memberikan buah yang benar, buah-buah yang baik. Hidup kita sebagai teladan dan contoh yang benar. Supaya apa? Supaya menjadi suatu kesaksian yang hidup.
Jangan munafik! Munafik kepura-puraan!
Janganlah kita berpura-pura dengan semua hal itu. Berpura2 = memiliki hal yang ditutup-tutupi yang tidak ingin untuk diketahui oleh orang lain. Bersikaplah sebagaimana adanya dirimu.
Mengapa harus mengeluarkan balok dari mata?
- Supaya kita dapat melihat dengan jelas
Apa yang selama ini kita anggap buruk, mungkin saja terbentuk dari persepsi kita yang salah. Cobalah untuk berpikir dari sudut pandang yang berbeda.
- Supaya dapat mengeluarkan selumbar dari mata saudaramu
Maksudnya? Ketika kita melihat orang lain itu, kita mampu untuk memberikan teguran. Teguran yang akan menjadikannya lebih baik.
Dalam pembacaan hari ini, kita diajar untuk menjadi pribadi yang berintegritas, sejalan antara perkataan dan perbuatan...
Apakah aplikasi nyatamu hari ini??
1. Memperbaiki hidup. Tidak akan memberikan kritik dan cercaan yang menghina orang lain.
2. Menjaga integritas hidup. Kata dan perbuatan sejalan,, tidak bertolak belakang
3. Tidak munafik, hidup apa adanya! :D
SOLI DEO GLORIA :)
Hal menghakimi.
Bagian dari ucapan bahagia yang disebutkan oleh Yesus.
Apa yang kubaca?
1. Sebuah perintah untuk:
- Jangan menghakimi supaya kitapun tidak akan dihakimi.
- Jangan menghukum supaya kitapun tidak akan dihukum.
- Ampunilah supaya kita pun diampuni.
- Berilah supaya kamu diberi.
Penjelasan bagian pemberian ini: pemberian dari Allah itu berlimpah-limpah, sudah dipadatkan, ditakar dgn baik, ketika digoncangkan akan tumpah ke luar. Maksudnya?
Berilah yang banyak kepada orang lain, dan kalian akan mendapat balasan yang setimpal dengan ukuran yang Allah beri.
Dalam bagian ini, dikatakan tentang bagaimana tindakan kita dan bagaimanakah respon yang akan diberikan kepada kita.
Dalam pernyataan pertama, yang menjadi subjek adalah “kita”. Yang menjadi objek atas tindakan kita adalah ‘orang lain’.
Siapakah ‘orang lain’ itu?
Orang lain yang dimaksud di sini tentu saja orang-orang yang ada di sekeliling kita, entah itu teman, saudara, dll
Dalam pernyataan kedua, yang menjadi Subjek atas tindakan tersebut adalah Allah, dan kitalah objek dari tindakan yang dilakukan oleh Allah.
Pernyataan kedua timbul sebagai akibat dari pernyataan pertama. Dengan kata lain, pernyataan kedua tidak akan terjadi, jika pernyataan pertama tidak dilakukan.
Kata Yesus mengenai hal menghakimi:
Layaknya orang buta yang menuntun orang buta. Maksudnya?
Ketika orang buta menuntun orang buta, maka keduanya akan jatuh bersama dalam lubang. Mengindikasikan bahwa tidak ada yang benar di dalamnya.
Seorang murid, tidak akan lebih besar dari pada gurunya. Maksudnya? Semua ilmu yang diberikan gurumu lah yang dapat kamu terima dan kamu tidak akan dapat lebih besar dari itu. Setelah kamu selesai belajar, yang dapat kamu capai adalah pengetahuan yang setara dengan sang guru.
Teguran yang diberikan Tuhan Yesus:
1. Selumbar/ sepotong kayu kecil di pelupuk mata orang lain kelihatan dengan jelas oleh kita, namun balok yang sangat besar di mata kita tidaklah kita ketahui.
Bagaimana mungkin ini bisa terjadi?
Selumbar itu sangatlah kecil di mata teman kita. Bahkan sama sekali tidak terlihat jika tidak diperhatikan dengan sebaik2 nya. Apa maksud perkataan ini?
Dalam posisi kita, selalu saja ingin melihat dan mencela perbuatan yang dilakukan oleh orang lain. Bibir dan hati kita dipenuhi dengan cercaan dan kritik atas orang lain.
Kritik itu boleh, hanya saja harus kritik yang membangun.
Mengkritik berarti membangun orang jadi lebih baik.
Tetapi yang terjadi di sini adalah, cercaan, hinaan, bahkan koreksi yang kita berikan kepada orang lain, tidak kita terapkan dulu dalam hidup kita. Yang diinginkan sebenarnya bukan kata2 percontohan di bibir saja. Hidup kita sendiri harus menunjukkan buah nya. Ukuran pada diri sendiri harus jelas, sehingga tidak menjadi orang yang munafik.!
Jika demikian, apa yang harus kulakukan?
Yang harus dilakukan adalah:
1. Keluarkan dulu balok dari matamu!. Periksa, cek, koreksi dirimu sendiri dengan ukuran yang sama. Maksudnya? Hidupmu sendiri harus memberikan buah yang benar, buah-buah yang baik. Hidup kita sebagai teladan dan contoh yang benar. Supaya apa? Supaya menjadi suatu kesaksian yang hidup.
Jangan munafik! Munafik kepura-puraan!
Janganlah kita berpura-pura dengan semua hal itu. Berpura2 = memiliki hal yang ditutup-tutupi yang tidak ingin untuk diketahui oleh orang lain. Bersikaplah sebagaimana adanya dirimu.
Mengapa harus mengeluarkan balok dari mata?
- Supaya kita dapat melihat dengan jelas
Apa yang selama ini kita anggap buruk, mungkin saja terbentuk dari persepsi kita yang salah. Cobalah untuk berpikir dari sudut pandang yang berbeda.
- Supaya dapat mengeluarkan selumbar dari mata saudaramu
Maksudnya? Ketika kita melihat orang lain itu, kita mampu untuk memberikan teguran. Teguran yang akan menjadikannya lebih baik.
Dalam pembacaan hari ini, kita diajar untuk menjadi pribadi yang berintegritas, sejalan antara perkataan dan perbuatan...
Apakah aplikasi nyatamu hari ini??
1. Memperbaiki hidup. Tidak akan memberikan kritik dan cercaan yang menghina orang lain.
2. Menjaga integritas hidup. Kata dan perbuatan sejalan,, tidak bertolak belakang
3. Tidak munafik, hidup apa adanya! :D
SOLI DEO GLORIA :)
Subscribe to:
Posts (Atom)