Thursday, July 24, 2014

Membuka Kembali: Hidup yang saya hutangi...

Sebelum saya beriman pada Kristus:
-     Saya orang yang sangat mementingkan citra diri (image) di hadapan banyak orang, sehingga membeberkan kebohongan kepada orang-orang di sekitarku
-          Saya mengejar pengakuan dan penghargaan dari orang lain
-          Saya seorang yang penuh kepahitan pada orang tua dan saudara
-          Saya tidak percaya diri

Bagaimana saya beriman pada Kristus:
-          Melalui sebuah proses. Saya tidak diinjili oleh satu orang saja, tapi oleh banyak orang.  Dimulai ketika katekisasi, saya akhirnya paham bahwa Yesus itu Juruselamat atas dosa-dosa saya. Dalam berbagai momen, di KKR perdana Mahasiswa Baru Welcome to Serve Petra, di Tutorial Etika, di masa-masa kamp Persiapan Asisten Tutor, dalam Kelompok Pendalaman Alkitab, dalam pelayanan di Pelma UK Petra, banyak hal yang Allah bukakan tentang diriNya dan tentang apa yang telah dilakukanNya bagiku.
-          Ada satu titik peristiwa yang membuatku berbalik kepada Allah, namun terjadi dalam 3 kali:
1.       Ketika kamp persiapan menjadi Astor, saya melihat diri saya seperti orang yang memakai topeng dan munafik di depan banyak orang karena menceritakan kebohongan pada orang lain
2.       Ketika saya membaca ayat yang sangat menusuk hati:
Yes 6:1-8.
Saya menyadari keberadaan diri saya yang sangat tidak pantas dihadapan Allah karena menceritakan kebohongan pada orang lain. Saya hidup dengan bibir yang najis di hadapan Allah.
3.       Ketika saya membaca sebuah buku yang mengatakan demikian:
Jika Kristus mementingkan citra diriNya di hadapan orang lain, Ia tidak akan pernah mau tergantung di atas kayu salib yang hina untuk orang berdosa seperti mu.
Hal ini terjadi karena saya tidak mau mengatakan hal-hal yang jujur tentang diri saya kepada orang lain yang telah saya bohongi.

Setelah berada pada titik yang demikian, Kristus membuat saya menyadari akan setiap dosa dan kesalahan saya.  Sebagai respon atas kasih dan anugerahNya yang telah saya terima saya berkomitmen kepada Kristus, untuk jujur kepada semua orang yang telah saya bohongi, yaitu kepada:
-          Teman-teman Kos
-          Kakak Astor
-          Kakak KTB
-          Teman-teman Kelompok Tutorial
-          Kakak KPA

Sejak saya beriman pada Kristus, dan bergabung dalam KTB yang dipimpin oleh Kak Ivanna, maka :
-          Relasi dengan Allah dipulihkan kembali melalui saat teduh pribadi, saya mengalami apa yang dinamakan hidup kekal itu (Yoh. 17:3)
-          Saya beberapa kali masih melakukan dosa, tapi saya mengalami apa yang dinamakan jaminan pengampunan atas dosa-dosa yang telah saya lakukan di hadapan Allah (1 Yoh 1: 9)
-          Saya melihat bahwa di dalam Kristus, semua hal itu menjadi baru (2 Kor 5:17)
è Kasih dari Kristus membuat saya menyadari keberadaan diri saya yang tidak layak di hadapanNya, landasan kasih Kristus itu yang membuat saya melepaskan pengampunan kepada  orang tua dan orang lain yang menyakiti/mengkhianati saya.
è Kasih Kristus membuat saya mengerti bahwa diri saya sangat berharga di hadapanNya dan Ia rela melakukan segala-galanya bagi saya, jadi sebenarnya saya tidak membutuhkan pengakuan atau penghargaan dari orang lain
è Kristus membangun kembali kepercayaan diri saya secara perlahan-lahan. Saya adalah orang yang sangat takut untuk ditolak, tapi Ia memproses saya, dan bagian ini telah sepenuhnya terselesaikan.
Saat ini, saya masih takut untuk dinilai orang lain/atasan. Tapi saya percaya Dia sendiri akan terus memproses saya dalam bagian ini.
è Kasih Kristus membuat saya mampu mengelola perasaan kepada seseorang yang sangat saya cintai, saya menyerahkan kekang kepada Kristus untuk menundukkan diri pada apa yang menjadi kehendakNya ketika keberadaan orang itu justru akan menghalangi mengerjakan panggilan hidup.
è Relasi dengan Kristus membawa saya pada kedewasaan dari hari ke hari
è Relasi dengan Kristus membawa saya pada penemuan akan kehendak Allah dan panggilanNya dalam hidup saya.
è Relasi dengan Kristus membuat saya belajar untuk mempercayai Dia dalam segala kondisi, karena setiap kondisi selalu membawa saya untuk:
Makin yakin kepadaNya
Memperoleh kebahagiaan.
è Relasi dengan Kristus membuat saya makin mengenal diri saya sendiri. Saya berupaya terus-menerus untuk berkaca pada firman Tuhan dan dengan caraNya, saya makin memahami diri sendiri, mengenali kelemahan-kelemahan saya, dan terus memintaNya untuk memproses saya sesuai kehendakNya sehingga keberadaan diri saya ini dapat sesuai dengan firmanNya.  

Semua pertumbuhan rohani yang ada tersebut saya sadari karena kasih karunia Allah melalui KTB dan juga berbagai pembekalan rohani di kampus UK Petra.

Contoh dan teladan bagi kerohanian saya adalah dari Kak Ivanna sendiri. Ia melakukan lebih banyak daripada seorang kakak kandung. Saya melihatnya sebagai pemimpin rohani yang dengan seluruh keberadaannya, mempercayakan dirinya kepada saya, untuk dilihat hidupnya, untuk dicontoh dan diteladani sebagai seorang murid Kristus, dan juga sebagai seorang PKK. 

10 September 2013

0 komentar:

Post a Comment