1.
Jadilah orang yang
mati. Yoh 12:24
12:24 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji
gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi
jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.
Tidak boleh
punya cita-cita, kecuali Tuhan mau.
Tidak boleh
punya kesenangan, kecuali dipastikan Tuhan senang.
Aku ada
karena Tuhan mau.
2.
Lekat dengan Tuhan. Yoh
15:8
15:8 Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu
jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku.
Nempel pada
Tuhan.
Keteraturan
dan kedalaman ibadat pribadi. Dipuaskan oleh Allah .
3.
Belajar Firman. Yoh
8:31-32
8:31. Maka kata-Nya kepada orang-orang
Yahudi yang percaya kepada-Nya: "Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu
benar-benar adalah murid-Ku
8:32 dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran
itu akan memerdekakan kamu."
PA pribadi
teratur dengan kedalaman dan penerapan . PA yang terarah dan terukur.
4.
Rajin membagikan injil.
5.
Mau belajar cara
menolong orang per orang secara mendalam.
Ada ilmu
yang harus dipelajari. Ilmu ini tidak mudah. Perlu berjuang dengan segenap hati
untuk menguasainya. Kemudian mempraktikkan. Ilmu menolong orang lain ini tidak
sederhana dalam penerapan. Sekalipun prinsip-prinsipnya sederhana.
6.
Mau bekerja fokus pada
orang-orang, tidak membesarkan organisasi
7.
Mau dianggap tidak
berhasil
8.
Tidak banyak bicara
tentang pelayanannya, tetapi banyak melayani.
9.
Rendah hati.
Pelayanan
pemuridan itu menghasilkan orang-orang, tidak dilihat. Dan seringkali tidak kelihatan
buahnya untuk waktu yang lama. Lagipula ketika menghasilkan orang, itu karena
kemurahan. Jadi orang yang memuridkan juga sadar bahwa hasil sangat tergantung
pada anugerah Allah.
Semangat memuridkan!!!
(gunawan sri haryono)
0 komentar:
Post a Comment