Tuesday, October 14, 2014

Ucapan Syukur dan Nasihat untuk Bertekun

2 Tim 1:3-15
Ucapan Syukur dan Nasihat Untuk Bertekun.

3 (A) Aku mengucap syukur kepada Allah, yang kulayani dengan hati nurani yang murni seperti yang dilakukan nenek moyangku.
(b)Dan selalu aku mengingat engkau dalam permohonanku, baik siang maupun malam.
4   (1)Dan apabila aku terkenang akan air matamu yang kaucurahkan,
aku ingin melihat engkau kembali supaya penuhlah kesukaanku.
5   (2)Sebab aku teringat akan imanmu yang tulus ikhlas,
yaitu iman yang pertama-tama hidup di dalam nenekmu Lois
dan di dalam ibumu Eunike
dan yang aku yakin hidup juga di dalam dirimu.

Ucapan Syukur Paulus,
Kepada siapa Paulus menaikkan ucapan syukur?
- Kepada Allah
Yang dilayaninya dengan hati nurani yang murni, seperti yang dilakukan oleh nenek moyangnya.
ESV: 3  I thank God whom I serve, as did my ancestors, - aku berterima kasih kepada Allah yang kulayani, seperti dilakukan oleh nenek moyangku.
NLT: He is the God I serve with a clear conscience, just as my ancestors did.- Dialah Allah yang aku layani dengan hati yang murni, seperti yang dilakukan oleh nenek moyang.

Siapa yang menjadi objek ucapan syukur Paulus?
- Yang menjadi objek ucapan syukur Paulus adalah Timotius.
Paulus mengingat Timotius dalam permohonannya siang dan malam.

Hal-hal apa yang disyukuri oleh Paulus?
- Akan air mata yang dicurahkan oleh Timotius, Paulus ingin segera bertemu dengan Timotius.
- Akan iman Timotius yang tulus ikhlas, yang diketahui Paulus bahwa pertama-tama semua itu lahir di dalam hidup neneknya Lois dan ibunya Eunike dan pada akhirnya sampai pada Timotius.

ESV: as I remember you constantly in my prayers night and day.   - sebagaimana aku mengingat kamu terus-menerus di dalam doaku siang dan malam.
4  As I remember your tears, I long to see you, that I may be filled with joy.   - sebagaimana aku mengingat air matamu, aku ingin melihatmu, sehingga aku dapat dipenuhi dengan sukacita.
5  I am reminded of your sincere faith, a faith that dwelt first in your grandmother Lois and your mother Eunice and now, I am sure, dwells in you as well.   - aku teringat akan imanmu yang tulus, iman yang pertama kali berdiam di dalam hati nenekmu Lois dan ibumu Eunike dan sekarang ada padamu.

NLT: Night and day I constantly remember you in my prayers.   - malam dan siang aku secara terus-menerus mengingat kamu di dalam doaku.
4  I long to see you again, for I remember your tears as we parted. And I will be filled with joy when we are together again.  -  aku ingin berjumpa dengan Engkau lagi, aku mengingat air matamu pada saat kita terpisah. Dan aku akan dipenuhi oleh sukacita ketika kita akan bersama lagi.
5  I know that you sincerely trust the Lord, for you have the faith of your mother, Eunice, and your grandmother, Lois.    - aku tahu bahwa kamu secara tulus mempercayai Allah, karena kamu memiliki iman dari ibumu Eunike dan nenekmu Lois.


Paulus merindukan pertemuan dengan Timotius yang adalah adik rohaninya. Seberapa jauh saya merindukan keberadaan adik rohani saya?
Isi doa Paulus adalah ucapan syukur kepada Allah dan berkaitan dengan apa yang terjadi dengan adik-adik rohaninya. Ia mengingat Timotius setiap hari, siang malam dalam doanya.
Saya harus juga benar-benar meneladani bagian ini. bersyukur untuk setiap pekerjaan Tuhan dalam hidup adik-adik rohani saya. :D

MENGINGAT ADIK-ADIK ROHANI SIANG DAN MALAM.
MEMBAWA MEREKA DALAM DOA SIANG DAN MALAM.
MEMBAWA PERMOHONAN BAGI MEREKA SIANG DAN MALAM.


6   (B)Karena itulah kuperingatkan engkau
(a)untuk mengobarkan karunia Allah yang ada padamu
oleh penumpangan tanganku atasmu.
7   Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan,
melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.
8   Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita
dan janganlah malu karena aku, seorang hukuman karena Dia,
(b)melainkan ikutlah menderita bagi Injil-Nya oleh kekuatan Allah.
9   (b1)Dialah yang menyelamatkan kita dan memanggil kita dengan panggilan kudus,
(1)bukan berdasarkan perbuatan kita, melainkan berdasarkan maksud dan kasih karunia-Nya sendiri,
(2)yang telah dikaruniakan kepada kita dalam Kristus Yesus sebelum permulaan zaman
10   (3)dan yang sekarang dinyatakan oleh kedatangan Juruselamat kita Yesus Kristus,
(3a)yang oleh Injil telah mematahkan kuasa maut dan mendatangkan hidup yang tidak dapat binasa.
11   (3b)Untuk Injil inilah aku telah ditetapkan sebagai pemberita, sebagai rasuldan sebagai guru.
12   (b2)Itulah sebabnya aku menderita semuanya ini, tetapi aku tidak malu;
(1)karena aku tahu kepada siapa aku percaya
(2)dan aku yakin bahwa Dia berkuasa memeliharakan apa yang telah dipercayakan-Nya kepadaku hingga pada hari Tuhan.

13   (c)Peganglah segala sesuatu yang telah engkau dengar dari padaku
sebagai contoh ajaran yang sehat
dan lakukanlah itu dalam iman dan kasih dalam Kristus Yesus.
14   (d)Peliharalah harta yang indah, yang telah dipercayakan-Nya kepada kita, oleh Roh Kudus yang diam di dalam kita.
Nasihat untuk mengambil bagian dalam penderitaan karena injil dan bertekun dalam segala hal yang telah dipercayakan kepadanya.

Apa saja hal-hal yang diingatkan Paulus kepada Timotius?
1. Mengobarkan kasih karunia Allah yang diterima oleh Timotius.
2. Ikut mengambil bagian di dalam penderitaan bagi injil, oleh injil, dan untuk injil
3. Memegang semua ajaran yang telah diajarkan
4. Memelihara harta yang indah yang telah dipercayakan  oleh Kristus.


Ad. 1. Paulus mengingatkan TImotius untuk mengobarkan kasih karunia yang telah diterimanya:
ESV: For this reason I remind you to fan into flame the gift of God, which is in you through the laying on of my hands,   - untuk alasan ini aku mengingatkan kamu untuk mengobarkan menjadi api hadiah yang diberikan Allah yang sudah ada di dalam kamu, melalui penumpangan tangan dari Paulus.
7  for God gave us a spirit not of fear but of power and love and self-control.   - karena Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan tetapi kuasa dan kasih dan penguasaan diri.

NLT: 6   This is why I remind you to fan into flames the spiritual gift God gave you when I laid my hands on you.   - inilah mengapa aku mengingatkan kamu untuk mengobarkan karunia yang diberikan Allah kepadamu melalui penumpangan tanganku.
7  For God has not given us a spirit of fear and timidity, but of power, love, and self-discipline.   - karena Allah tidak tidak memberikan kepada kita roh ketakutan dan rasa takut, tetapi kuasa dan kasih dan kedisiplinan diri.

Pada prinsipnya:
- Karunia itu diberikan oleh Allah (hadiah/sesuatu yang tidak diusahakan, tetapi yang diberikan oleh Allah sendiri)
- Ada orang yang dipakai Allah untuk mendeklarasikan penerimaan karunia tersebut / pemimpin rohani memberikan pengesahan atas karunia tersebut/ ada orang yang mengesahkan karunia tersebut.
- Ciri dari Roh yang memberikan karunia itu:
Tidak memberikan roh ketakutan (sifat takut atau malu).
Roh itu memberikan kekuatan/kuasa
Roh itu menghadirkan kasih - kasih bagi orang lain
Roh itu memberikan penguasaan diri/pengontrolan diri - diri sendiri bisa berdisiplin/dikontrol.
- Nasihat Paulus:
Mengobarkan karunia yang diberikan kepadanya.

Mengobarkan berarti ' membuatnya bernyala-nyala, menjadikannya bernyala-nyala, bersemangat menggunakan karunia yang diberikan Allah itu.

6   That is why I want you to remember the gift God gave you. God gave you that gift when I laid my hands on* you. Now I want you to use that gift and let it grow more and more, like a small flame grows into a fire.   - itulah mengapa aku ingin kamu untuk mengingat karunia yang diberikan Allah kepadamu. Allah memberikannya kepadamu ketika aku menaruh tanganku di atasmu. Sekarang aku ingin kamu  menggunakan karunia itu dan membeiarkannya bertumbuh lagi dan lagi , seperti sebuah percikan api bertumbuh menjadi api.
7  The Spirit* God gave us does not make us afraid. His Spirit is a source of power and love and self-control. - Roh yang diberikan oleh Allah tidak membuat kita takut. RohNya adalah sumber kuasa, kasih dan penguasaan diri. :

Orang yang diberikan karunia sudah seharusnya untuk : menggunakan karunia tersebut. Ia dipercayakan sesuatu, dan sudah seharusnya digunakan dan dipertanggung jawabkan dengan sebaik mungkin.

- Dengan pemberian karunia tersebut, dan dengan perlengkapan Roh Kudus, maka seharusnya, Timotius tidak malu lagi bersaksi tentang Tuhan Yesus, termasuk juga di dalamnya tidak malu karena Paulus yang dipenjarakan karena Kristus.

Roh itu memberikan keberanian, sehingga tidak malu untuk menyatakan berbagai hal tentang Kristus. Roh itu memberikan kemampuan untuk bersaksi tentang Kristus. : Roh itu memberikan keberanian sehingga tidak malu untuk menderita hukuman karena Kristus. :D Memberikan keberanian untuk mengambil semua resiko yang ada untuk pemberitaan Kristus. :


Ad 2. Paulus mengingatkan Timotius untuk mengambil bagian dalam penderitaan karena Injil Kristus.
ESV: but share in suffering for the gospel by the power of God,
NLT: With the strength God gives you, be ready to suffer with me for the proclamation of the Good News.   - dengan kekuatan yang diberikan Allah kepadamu, bersiap-siaplah untuk menderita denganku untuk proklamasi kabar baik.

Bagaimana penderitaan itu akan dialami?
- Oleh kekuatan Allah.
Jadi, ada Allah yang sanggup dan mampu untuk memberikan kekuatan sehingga mampu untuk melewati setiap penderitaan. :
Prinsipnya, penderitaan karena berita injil pasti akan terjadi, tetapi selalu ada kekuatan yang diberikan Allah untuk melewati dan melalui penderitaan tersebut.

Apa alasan Paulus mengingatkan bagian ini?
(b1)Dialah yang menyelamatkan kita dan memanggil kita dengan panggilan kudus,
(1)bukan berdasarkan perbuatan kita, melainkan berdasarkan maksud dan kasih karunia-Nya sendiri,
(2)yang telah dikaruniakan kepada kita dalam Kristus Yesus sebelum permulaan zaman
10   (3)dan yang sekarang dinyatakan oleh kedatangan Juruselamat kita Yesus Kristus,
(3a)yang oleh Injil telah mematahkan kuasa maut dan mendatangkan hidup yang tidak dapat binasa.
11   (3b)Untuk Injil inilah aku telah ditetapkan sebagai pemberita, sebagai rasuldan sebagai guru.
12   (b2)Itulah sebabnya aku menderita semuanya ini, tetapi aku tidak malu;
(1)karena aku tahu kepada siapa aku percaya
(2)dan aku yakin bahwa Dia berkuasa memeliharakan apa yang telah dipercayakan-Nya kepadaku hingga pada hari Tuhan.

Tindakan mengambil bagian dalam penderitaan didasari karena:
- Allah telah menyelamatkan dan memanggil kita dengan panggilan kudus.
Keselamatan dan panggilan termasuk di dalam satu Panggilan kudus yang dimaksudkan adalah :
  Panggilan yang diberikan bukan berdasarkan perbuatan kita, tetapi berdasaran maksud kasih karuniaNya sendiri.
  Panggilan yang dikaruniakan di dalam Kristus Yesus sebelum permulaan zaman
  Panggilan yang dinyatakan sekarang oleh kedatangan Juruselamat Yesus Kristus.

NLT: 9  It is God who saved us and chose us to live a holy life. He did this not because we deserved it, but because that was his plan long before the world began  -  to show his love and kindness to us through Christ Jesus.     And now he has made all of this plain to us by the coming of Christ Jesus,
ESV: 9  who saved us and called us to a holy calling, not because of our works but because of his own purpose and grace, which he gave us in Christ Jesus before the ages began,
10  and which now has been manifested through the appearing of our Savior Christ Jesus

Panggilan Allah adalah panggilan yang kudus.
Allah menyelamatkan dan memanggil kita kepada sebuah panggilan yang kudus, tidak karena pekerjaan kita, tetapi karena tujuanNya dan kasih karuniaNya.
Berbahagialah kita karena kita telah diselamatkan dan telah masuk di dalam panggilanNya yang begitu luar biasa. Ia telah melakukan segala sesuatu berdasarkan kasih karunia dan rencanaNya dan keinginanNya.
Allah punya tujuan, maka ia menghadirkan kasih karuniaNya.
Konsepnya selalu begitu. Segala sesuatu terjadi, bukan karena alasan kita memiliki sesuatu yang patut untuk dibanggakan, tetapi karena Allah berinisiatif untuk melakukannya, sehingga Ia mencurahkan anugerah dan kasih karuniaNya.

Panggilan kudusNya , Ia nyatakan di dalam pribadi Yesus Kristus yang menyatakannya kepada kita.
Rencana tersebut sudah ada di dalam permulaan zaman. Dan panggilan Allah itu sudah terencana di dalam kekekalan. Menariknya, Allah menyatakan semua itu berdasarkan rencana kekekalanNya, sehingga tidak ada satu hal pun di dunia ini yang terjadi di luar rencana dan kehendakNya. Semua hal yang terjadi, tetap ada di dalam kontrolNya. Ia telah menyaksikan semuanya, dan tak ada satupun yang dapat lari dari kasih karuniaNya.
Panggilan kudus itu dinyatakan kepada umat manusia secara nyata melalui kedatangan Kristus secara riil di dalam hidup manusia. Kristus masuk dalam ruang dan waktu untuk memenuhi rencana dan rancangan tujuan Allah untuk umat manusia.
Pertanyaan besarnya mengapa Allah ingin merancangkan hidup manusia, yang sebenarnya hanya sebentar dan lalu begitu saja? Bahkan Ia merancangkan segala hal terjadi begitu detailnya.. Ia begitu luar biasa mengerjakan semua hal tersebut :D
Untuk menyatakan diriNya. untuk menyatakan ke-Allah-anNya. Untuk mengungkapkan pribadiNya yang begitu luar biasanya.. Semua hal adalah tentang Dia, bukan tentang aku atau kamu, tetapi tentang Dia.

Dan dalam kuasa injil itu:
- Dapat mematahkan kuasa maut
- Dapat memberikan hidup yang tidak binasa.

Dan oleh kuasa injil itu:
- Paulus menjadi pemberita (rasul), guru,
- Paulus tidak menjadi malu. Karena apa yang telah diterimanya berdasarkan kebenaran injil tersebut,.

Panggilan Timotius adalah untuk mengambil bagian secara menyeluruh karena dampak dari injil yang ada di dalam hidupnya. Hidupnya diubahkan oleh injil, nasib kekalnya ditentukan oleh injil, maka ia ditetapkan juga untuk menjadi pemberita injil, hal ini tidak boleh membuat malu, karena ada kuasa yang diberikan, karena dasar pengharapannya adalah Kristus, selain itu juga:
Landasannya adalah pada siapa ia mempercayakan semua hal tersebut.
Kepercayaan pada Allah yang begitu luar biasa. ' apa yang dipercayakan Allah, tidak mungkin hilang.!!
Keberanian kita berdasarkan pada pribadi yang kita kenali dan beradasarkan pada keyakinan kita pada Allah yang mampu untukmemelihara dan menjaga keselamatan kita.
Kita menyandarkan pengharapan pada pribadi yang hidup!
Maka, kita tidak boleh menjadi takut :D

Roma 4:1-12

09 Oktober 2014
Contoh PA Surat.

Roma 4:1-12
Abraham dibenarkan karena iman.

(a): Bukan karena perbuatan
(b): Percaya kepada Allah
(c) Tuhan memperhitungkan iman sebagai kebenaran
1 ¶  (A)Jadi apakah akan kita katakan tentang Abraham,
bapa leluhur jasmani kita?  
2                      (a) Sebab jikalau Abraham dibenarkan karena perbuatannya, maka ia beroleh dasar untuk bermegah, tetapi tidak di hadapan Allah.  
3                      (b) Sebab apakah dikatakan nas Kitab Suci? "Lalu percayalah Abraham kepada Tuhan,
(c)dan Tuhan memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran."
Keteladanan Abraham: iman diperhitungkan Tuhan sebagai kebenaran
-         Bapa leluhur secara jasmani
-         Tidak dibenarkan berdasarkan perbuatannya
-         Percaya kepada Allah
-         Allah memperhitungkan kepercayaannya sebagai kebenaran.
Apa yang dikatakan tentang Abraham?
-         Abraham dikatakan sebagai Bapa leluhur secara jasmani orang-orang Yahudi.
Forefather according to the flesh. Bapa leluhur berdasarkan daging.
-         Abraham tidak dibenarkan berdasarkan apa yang dilakukannya. Mengapa?
Karena jika ia dibenarkan berdasarkan apa yang dilakukannya, maka kemudian nanti ia memiliki dasar pribadi untuk bermegah bahwa semua yang dilakukannya berdasarkan usaha dan perbuatannya.
-         Nas yang tertulis di dalam kitab suci adalah:
Percayalah Abraham kepada Tuhan.
Tuhan memperhitungkan iman dan percaya. Abraham, dan kemudian hal tersebut adalah kebenaran di hadapan Allah.

ESV: 3  For what does the Scripture say? “Abraham believed God, and it was counted to him as righteousness.”
Abraham percaya kepada Allah, dan itu diperhitungkan kepadanya sebagai kebenaran.

NKJV: 3  For what does the Scripture say? "Abraham believed God, and it was accounted to him for righteousness."  
NLT: 3  For the Scriptures tell us, “Abraham believed God, so God declared him to be righteous.”
Abraham percaya pada Allah, jadi Allah menyatakan bahwa ia dibenarkan.

3  For what does the scripture say? "Abraham believed God, and it was credited to him as righteousness."
Abraham percaya kepada Allah dan hal itu dihargai sebagai kebenaran.

Jadi, sebenarnya, yang diingkan Allah dilakukan dalam hidup Abraham adalah mempercayai setiap perkataan yang datang dari Allah.
Allah mengatakan apa, percaya!
Apa memerintahkan apa, percaya!

Kita akan melihat konteks di mana Tuhan berjanji dan kemudian Abraham merespon dengan mempercayai..

Kej. 15:6

1 ¶  Kemudian datanglah firman TUHAN kepada Abram dalam suatu penglihatan: "Janganlah takut, Abram, Akulah perisaimu; upahmu akan sangat besar."  
2 ¶  Abram menjawab: "Ya Tuhan ALLAH, apakah yang akan Engkau berikan kepadaku, karena aku akan meninggal dengan tidak mempunyai anak, dan yang akan mewarisi rumahku ialah Eliezer, orang Damsyik itu."  
3  Lagi kata Abram: "Engkau tidak memberikan kepadaku keturunan, sehingga seorang hambaku nanti menjadi ahli warisku."  
4  Tetapi datanglah firman TUHAN kepadanya, demikian: "Orang ini tidak akan menjadi ahli warismu, melainkan anak kandungmu, dialah yang akan menjadi ahli warismu."  
5  Lalu TUHAN membawa Abram ke luar serta berfirman: "Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat menghitungnya." Maka firman-Nya kepadanya: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu."  
6  Lalu percayalah Abram kepada TUHAN, maka TUHAN memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.  

Respon hati yang diberikan Abraham adalah terhadap janji yang diberikan oleh Allah.
Janji Allah yang mana?
Janji bahwa anak kandungnyalah yang akan menjadi ahli warisnya.
Janji bahwa keturunannya akan menjadi sangat banyak.

Respon yang dikemukakan pertama kali oleh Abraham adalah

Kej 5: 6  And he believed the LORD, and he counted it to him as righteousness.  
Dan ia mempercayai Allah dan Allah menghitung kepercayaan Abraham itu sebagai kebuah kebenaran.

Allah menantikan respon hati yang begitu mempercayaiNya.
Respon hati yang mempercayai apa yang telah dijanjikanNya.

Kepercayaan itulah yang dicari Allah.
Allah rindu untuk memperhitungkan orang-orang yang mempercayaiNya sepenuh hati. Meskipun belum melihat apapun.

Kak Octa:
Manusia yang menyadari keterbatasannya maka ia akan menyandarkan semuanya pada pribadi Allah.
Sadari bahwa saya terbatas, dan semuanya ada di dalam kendali dan kontrol Allah sendiri.

 
4                      (a) Kalau ada orang yang bekerja, upahnya tidak diperhitungkan sebagai hadiah, tetapi sebagai haknya.  
5                      (b)Tetapi kalau ada orang yang tidak bekerja, namun percaya kepada Dia yang membenarkan orang durhaka,
(c) imannya diperhitungkan menjadi kebenaran.  

Usaha vs Hadiah: Iman diperhitungkan sebagai kebenaran

Perbandingan yang diberikan adalah:
Orang yang bekerja, maka pasti akan mendapatkan upah. Upah yang dimiliki adalah hasil dari pekerjaan yang dilakukannya. Bukan hadiah. Hadiah berarti sesuatu yang tidak diusahakan sendiri. Upah = hak yang harus diterima. Tapi, hadiah = tidak melakukan apapun, tetapi menerima sesuatu.
Tidak bekerja, namun kemudian percaya, maka hal itu diperhitungkan sebagai sebuah kebenaran.

Iman juga berarti tidak mengusahakan apapun untuk mengubah keadaan. Tetapi berjalanan di dalam keadaan yang memang ditentukan oleh Allah, karena kita tahu bahwa kita menerima segalanya berdasarkan anugerah.

Dalam konteks keselamatan:
Jelas bahwa kita tidak melakukan apapun untuk menambah taraf keselamatan, karena sebenarnya dengan mempercayai Allah = CUKUP untuk menerima keselamatan.

Roma 1:17
Orang yang benar akan hidup oleh iman
è Hal ini menggambarkan akan iman yang bukan hanya iman yang pertama, tetapi juga iman dalam berbagai hal yang akan terjadi di dalam kehidupan.
Setiap hari kita akan hidup dari iman kepada Allah.
Allah juga menginginkan kita untuk mempercayai tanpa mengusahakan apapun, atas janji yang telah dinyatakanNya.
Jika Allah sudah berjanji, maka sebenarnya pasti akan terealisasi.
Kita tidak perlu mengusahakan apapun, atau memberikan usaha apapun dalam rangka membantu Allah merealisasikan janji tersebut.
Justru pada akhirnya itu melambangkan ketidakpercayaan kita kepada Allah, jika kita berusaha.
Seakan-akan ingin membantu Allah merealisasikan janji-janjiNya.

Padahal yang diinginkan Allah bagi kita hanyalah: PERCAYA!

Kita secara aktif bertindak mempercayai Allah.
Tapi, secara pasif tidak melakukan apapun untuk membantu Allah merealisasikan janji-janjiNya.
Mungkin itu berarti menunggu dalam diam dan tidak berbuat apapun.


6                                  (c’)Seperti juga Daud
(1)menyebut berbahagia orang yang dibenarkan Allah bukan berdasarkan perbuatannya:  
7                                              (2)Berbahagialah orang yang diampuni pelanggaran-pelanggarannya, dan yang ditutupi dosa-dosanya;  
8                                              (3)berbahagialah manusia yang kesalahannya tidak diperhitungkan Tuhan kepadanya." 

Mazmur Daud: Iman diperhitungkan sebagai kebenaran
Bagian (c) : Tuhan memperhitungkan iman sebagai kebenaran
Hal ini tergambar dengan jelas dalam Mazmur Daud à
Orang yang dibenarkan adalah mereka yang dibenarkan bukan berdasarkan perbuatan yang mereka lakukan.
Mengapa?
-         Pengampunan atas pelanggaran
-         Dosa-dosa yang ditutupi
-         Kesalah yang tidak diperhitungkan à karena iman percaya kepada Allah.

Ini seperti penjelasan atas perhitungan Tuhan itu.
Jelas bahwa Allah yang secara aktif bekerja.
Dan manusia tidak melakukan tindakan apapun untuk menghapuskan dosa-dosanya.
Dalam bagian ini jelas:
Tindakan Allah:
n  Membenarkan bukan berdasarkan perbuatan
n  Mengampuni pelanggaran, menutupi dosa
n  Tidak memperhitungkan kesalahan yang dilakukan  oleh seseorang.
Tindakan Manusia à refers to (c) : mempercayai Allah.
Aktif percaya!

Iman tidak dilatih satu hari. Tapi bertahun-tahun.



9 ¶  (B) (1) Adakah ucapan bahagia ini hanya berlaku
(a)bagi orang bersunat saja atau juga bagi orang tak bersunat?
(b) Sebab telah kami katakan, bahwa kepada Abraham iman diperhitungkan sebagai kebenaran.  
10        (1) Dalam keadaan manakah hal itu diperhitungkan?
(a)Sebelum atau sesudah ia disunat?
(b)Bukan sesudah disunat, tetapi sebelumnya.  
11                                (b’)Dan tanda sunat itu diterimanya sebagai meterai kebenaran berdasarkan iman yang ditunjukkannya, sebelum ia bersunat.

Sebelum disunat: Iman diperhitungkan sebagai kebenaran.

2 Kondisi yang ditawarkan dalam bagian ini:
Kepada SIAPA hal ini berlaku?
- orang bersunat atau juga tak bersunat?
à kepada orang yang BERIMAN.
SUNAT ATAU TAK BERSUNAT TAK ADA GUNANYA.

Dalam hal BAGAIMANA hal ini berlaku?
-         Sebelum di sunat atau setelah disunat?
SEBELUM DISUNAT,
è Berarti menunjukkan bahwa karena IMAN,
Sehingga SUNAT itu tidak mempengaruhi dibenarkan atau tidak, tapi karena iman.



(2)Demikianlah ia dapat menjadi bapa semua orang percaya
yang tak bersunat, supaya kebenaran diperhitungkan kepada mereka,  
12                    dan juga menjadi bapa orang-orang bersunat,
yaitu mereka yang bukan hanya bersunat,
tetapi juga mengikuti jejak iman Abraham,
bapa leluhur kita,
pada masa ia belum disunat. 

Pembenaran kepada semua orang percaya karena iman yang diperhitungkan sebagai kebenaran.

Pada akhirnya, PEMBENARAN ADALAH KARENA IMAN!
ABRAHAM MENJADI BAPA SEGALA ORANG PERCAYA.
TAK BERSUNAT à BERDASARKAN IMAN
YANG BERSUNAT à BERDASARKAN IMAN.

YANG TERPENTING DALAM PEMBENARAN OLEH ALLAH: IMAN

Tema besar
1-12 Iman diperhitungkan Allah sebagai kebenaran.


Aplikasi?
-      Dalam hal apa Allah telah berjanji?
Dalam hal apa Anda hanya butuh percaya dan tidak boleh bertindak apapun untuk membantu Allah merealisasikan janji-janjiNya?

Abraham tidak punya teladan! Tapi ia mampu untuk percaya kepada Allah..
Jika hati kita tidak pernah diserahkan, maka kita tidak akan mampu untuk taat.

Semuanya dari keputusan untuk mempercayai Allah.



Tuesday, September 23, 2014

He is SILENT

kelelahan terbesar dalam menantikanNya berbicara adalah
posisi itu 

terlalu sunyi
terlalu sepi
terlalu diam
terlalu hening
tak ada apapun..





tak ada sedikitpun suara..
yang mengganggu, atau yang menggelegar..
atau mungkin yang terdengar sedikit demi sedikit..

tetap tak ada apapun..

kelelahan..
mungkin bukan karena berjuang berlari kencang mencari-cari tak kenal lelah..
tapi justru karena menanti.. dalam seribu pertanyaan tanpa jawaban..

namun.. entah mengapa..
aku menginginkannya..
di dalam diam seribu bahasa..
di dalam kelelahan untuk menantikan setitik saja suaraNya.

betapa lelahnya...
tak ada yang mengerti..
tak akan ada yang memahami..

Aku berkata kepada Allah, gunung batuku: "Mengapa Engkau melupakan aku?
Sebab Engkaulah Allah tempat pengungsianku. Mengapa Engkau membuang aku? 

Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!


betapa inginnya aku.. berdiam.. terus-menerus.. 
betapa inginnya aku.. mengenalMu dalam keheninganMu..


dalam diamMu.. aku mengenalMu..
aku belajar cukup dengan keheninganMu..
yang terpenting.. Engkau ada di sisiku..

"Diamlah  dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah! 
Aku ditinggikan di antara bangsa-bangsa, ditinggikan di bumi!"


Wednesday, September 17, 2014



Jangan berjanji ketika sedang bahagia..
Jangan balas dendam ketika sedang marah..
Jangan memutuskan apapun ketika sedang sedih..

keputusan-keputusan yang demikian, akan selalu melahirkan penyesalan...


Jangan menyalahkan orang lain atas kekecewaanmu... salahkan diri sendiri, karena berharap terlalu banyak..




Tidak ada yang sama seperti Engkau, ya TUHAN! Engkau besar dan nama-Mu besar oleh keperkasaan.   

Siapakah yang tidak takut kepada-Mu, ya Raja bangsa-bangsa? Sungguh, kepada-Mulah seharusnya sikap yang demikian; sebab di antara semua orang bijaksana dari bangsa-bangsa dan di antara raja-raja mereka tidak ada yang sama seperti Engkau!

Tetapi TUHAN adalah Allah yang benar, Dialah Allah yang hidup dan Raja yang kekal. Bumi goncang karena murka-Nya, dan bangsa-bangsa tidak tahan akan geram-Nya.   
   
Tuhanlah yang menjadikan bumi dengan kekuatan-Nya, yang menegakkan dunia dengan kebijaksanaan-Nya, dan yang membentangkan langit dengan akal budi-Nya.   

Apabila Ia memperdengarkan suara-Nya, menderulah bunyi air di langit, Ia menaikkan kabut awan dari ujung bumi, Ia membuat kilat serta dengan hujan, dan mengeluarkan angin dari perbendaharaan-Nya.   


Tidaklah begitu Dia yang menjadi bagian Yakub, sebab Dialah yang membentuk segala-galanya, dan Israel adalah suku milik-Nya; nama-Nya ialah TUHAN semesta alam!   

Aku tahu, ya TUHAN, bahwa manusia tidak berkuasa untuk menentukan jalannya, dan orang yang berjalan tidak berkuasa untuk menetapkan langkahnya.

Hajarlah aku, ya TUHAN, tetapi dengan selayaknya, jangan dengan murka-Mu, supaya aku jangan Kaubinasakan! 



Wednesday, September 10, 2014

10 September 2014

Jangan pernah merasa diri baik-baik saja dan merasa orang lain sedang bermasalah..
padahal sebenarnya anda juga bermasalah yang sama dengan pola yang sedikit berbeda..



Tuhan memproses dengan cara yang ajaib, 
Tuhan membukakan bahwa masih ada bagian hidup yang sungguh tidak sesuai dengan kehendakNya, bagian yang belum selesai diproses... nikmati prosesnya dan lalui semua bentukkanNya..

:) 
=)
bahagianya hidup di dalam jalan-jalanMu...
=) 


Mazmur 27:8
Hatiku mengikuti firmanMu:
"Carilah wajah-Ku"; maka wajahMu kucari, ya Tuhan...





Monday, September 8, 2014

09 SEPTEMBER 2014

BAHAGIA ITU........


KETIKA ADIKMU... 

MEMUTUSKAN UNTUK MENGIKUTI.. PERTIMBANGAN TUHAN..

DARIPADA PERTIMBANGAN DIRI SENDIRI...



09 September 2014

Rangkuman hari-hari ini..

4 September 2014
07.15 a.m
Ketaatan
Ketekunan
Kesetiaan
Keteladanan
Komitmen
Kerelaan
Kemauan untuk diperlakukan dengan cara seperti apapun oleh Tuhan dan orang lain..



5 September 2014

Mengerjakan panggilan hidup itu sesuatu ya...
membangun hidup seseorang.. 
melatih, membawa dalam hidup yang riil

capek.. tapi senang.. (*copas)
Purpose, Passion, Productivity...

mimpi besarku, seakan tak cukup jika hanya hidup <30 tahun.. 


hidup yang dijalani seakan akselerasi dalam segala hal.. 
ya.. akhirnya tahu mengapa selalu akselerasi..
Hehehehehe 



06 September 2014
8.00 a.m
Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku;   
lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal!   
Terlalu angkuh.. jika kamu mengenal Allah sebagai Allah yang Mahatahu, Mahahadir, Mahakuasa, tetapi.. kamu masih ingin berjalan berdasarkan ribuan pertimbangan sendiri...


11.24 a.m
Bagaimana mungkin kamu tahu tentang apa yang akan terjadi esok hari? 
Panjang hidupmu pun tak tentu seperti kabut pagi...


3.47 p.m
ketika belajar menjadi dewasa..kita akan tahu bahwa bukan saatnya seperti anak kecil lagi, yang meminta sesuatu dengan merengek-rengek dan menangis lebar untuk mendapatkannya.
belajar untuk bertahan..
seringkali di dalam kebodohan sekaligus dalam kebingungan..
memprotes keadaan namun tak mampu mengubah apapun..
inilah pembelajaran menjadi dewasa..
semua kejadian menghasilkan perubahan menjadi lebih baik.. dan yah.. memang lebih baik..
ada banyak hal dalam hidup yang tak dapat digenggam.. yang bisa dilakukan hanyalah melepaskannya perlahan.. dan kemudian akan ada saatnya.. yang terbaiklah yang akan muncul..
kamu tidak akan memiliki apapun yang kamu inginkan..
tapi kamu akan memiliki apapun yang memang diperuntukkan bagimu..

07 September 2014
3.52 p.m
Kirain sudah mati.. semati-matinya.. ehh.. ternyata masih ada dan muncul lagi..
entahlah.. 
harusnya dinikmati.. bukan disangkali..
*tapi tetap aja mau dilupakan!!!! haruss bisa!!!

5.16 p,m
he washed my eyes with tears, so I might see everything clearer..(CK)
*kurang jelas apa lagi sekarang.. ?? sudah jelas semuanya!!! lalu mengapa masih ada juga!! 
apa logika seringkali menyerah dengan hati?? 

setiap mau menyerah, pasti muncul lagi keyakinan di sisi lainnya.. 

aku tahu aku orang yang mudah menyerah..dan berdaya juang yang rendah.. 
**dan dengan statement ini pun akhirnya aku menyerah..