Tidak ada penderitaan yang lebih menyakitkan dibandingkan penderitaan karena keyakinan yang dimiliki.
-PA Filipi: Yesus, Sumber Sukacita-
apalagi kalau kenyataan justru berbicara kemustahilan!!! hikzzz
Tuesday, August 5, 2014
Pemuridan adalah sebuah proses menjadi
dan menjadikan murid.
Proses “menjadi” à suatu kata kerja,
berkaitan dengan diri kita sendiri. pemuridan bukan mengurus orang lain, tapi
mengurusi diri sendiri dan kemudian menjadikan orang lain murid Kristus.
Setelah mengurusi diri sendiri,
baru jadikan orang lain.
Karena saya “menjadi”, maka baru
jadikan orang lain. Kalau kita mandek, maka orang lain juga mandek.
Tidak langsung jadi, tapi ada
suatu proses. Proses “menjadi” itu akan terus berjalan.
Mengapa proses ini penting?
-
Kualitas murid àkualitas
yang Tuhan inginkan
Lukas 14:25, 26
25 ¶ Pada suatu kali banyak orang berduyun-duyun
mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya. Sambil berpaling Ia berkata kepada
mereka:
26 "Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia
tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya
laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi
murid-Ku.
Banyak sekali pengikut Yesus.
Jika kita tidak jadi murid, kita tidak bisa ikut Kristus.
Bukan hanya sekedar follower,
tapi murid.
Standar yang Tuhan inginkan bukan sekedar pengikut.
Kristus menginginkan orang yang menjadikan Yesus sebagai
guru dan menjadikan Yesus sebagai Tuhan.
Kalau saya bukan murid, maka saya bukan orang yang ikut
Yesus, bukan orang yang dicari Yesus.
-
Tuhan Yesus sendiri ketika hidup di dunia, Ia
memproses orang menjadi Murid
Mat 4:19
19 Yesus berkata kepada mereka: "Mari,
ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia."
Perintah kepada Simon dan Andreas.
Penjala manusia adalah salah satu kriteria seorang murid.
Tuhan Yesus menginginkan munculnya kualitas murid, maka Ia
sendiri mengerjakan proses itu.
Suatu waktu Yesus diikuti 5000 orang. tetapi Ia tidak
pernah puas dengan mengumpulkan banyak orang. Ia tidak senang ketika orang
datang, dan memuji Dia. Ia menunggu sampai orang itu mencapai kualitas murid.
Konsentrasi Yesus bukan pada banyak orang, tapi pada
beberapa orang. Ia mati-matian untuk
mengerjakan bagianNya ini.
Yoh. 6:66
66 Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya
mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia.
Bagi Yesus, tidak masalah jika mereka meninggalkan Dia.
Standar Yesus jelas: membentuk murid.
-
Pemuridan itu proses, bukan sebuah program
Pemuridan adalah proses kehidupan. Ia memanggil dan
mengajak mereka dalam kehidupanNya, membagi kebenaran di tengah-tengah
kehidupan.
Kita dibentuk bertahun-tahun, kita diperhatikan segala
sesuatu.
Pemuridan bukan program pendek, tapi suatu pelayanan yang
utuh sepanjang hidup.
-
Jika kita melakukan pemuridan, apa yang akan
terjadi?
Pemuridan memungkinkan orang
untuk terlibat dalam amanat agung. Hasilnya: orang yang dimuridkan akan
terlibat dalam amanat agung.
Orang bisa dipakai oleh Allah
jika ia dibentuk.
Luk 9:23.
23 Kata-Nya kepada mereka semua:
"Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul
salibnya setiap hari dan mengikut Aku.
Hanya orang yang mau ikut Yesus
dan menyediakan diri untuk ikut Yesus, yang dapat melakukan dan masuk dalam
proses pemuridan.
Ada orang yang mau, tapi tidak
menyediakan diri.
Sesederhana apapun hidup kita,
jika kita menyediakan diri, maka Tuhan sendiri yang akan melakukan perubahan di
dalam hidup kita.
Jika orang yang mau memberi
diri, maka akan terjadi proses pelipatgandaan secara terus menerus, dan ia bisa
melakukannya pada orang lain. Jika itu terjadi, maka pelipatgandaan itu akan
terjadi terus menerus. Jika proses ini akan dilakukan dalam siswa dan
mahasiswa, maka cakupan amanat agung akan lebih luas. Akan ada hasil di
berbagai bidang. Siswa dan mahasiswa
akan pergi ke manapun dan di mana saja. Mereka dapat masuk ke segala
bidang dan mampu melakukan bagian-bagiannya.
Prinsip-prinsip pelayanan Tuhan
Yesus
n
Prinsip
pemusatan pelayanan.
Ia memusatkan pelayananNya pada
orang-orang yang akan dilayani dan dibentuk
-
Yesus melayani orang banyak
Markus 1:14
14 ¶ Sesudah Yohanes ditangkap datanglah Yesus ke
Galilea memberitakan Injil Allah,
Yesus memberitakan injil di Galilea
Markus 1:32, 33
32 Menjelang malam, sesudah matahari terbenam,
dibawalah kepada Yesus semua orang yang menderita sakit dan yang kerasukan
setan.
33 Maka berkerumunlah seluruh penduduk kota itu
di depan pintu.
Menjelang malam, banyak orang yang kumpul secara penuh.
Yesus tidak menghindari orang banyak. Ia melayani orang
banyak, melakukan pelayanan kepada orang banyak. Ia ingin menjangkau setiap
orang.
Yoh 6
Hasil dari Yoh. 6 à
orang-orang ingin menjadikan Yesus sebagai raja. Tapi semalam kemudian, Yoh
6:66 à
banyak yang mengundurkan diri dan pergi.
Markus 11:7-10
7 Lalu mereka membawa keledai itu kepada Yesus,
dan mengalasinya dengan pakaian mereka, kemudian Yesus naik ke atasnya.
8 Banyak orang yang menghamparkan pakaiannya di
jalan, ada pula yang menyebarkan ranting-ranting hijau yang mereka ambil dari
ladang.
9 Orang-orang yang berjalan di depan dan mereka
yang mengikuti dari belakang berseru: "Hosana! Diberkatilah Dia yang
datang dalam nama Tuhan,
10 diberkatilah Kerajaan yang datang, Kerajaan
bapak kita Daud, hosana di tempat yang maha tinggi!"
Banyak yang menyambut Tuhan Yesus. Luar biasa banyak yang
ikut Yesus. Tapi, beberapa hari kemudian, Yesus datang dengan memikul salib.
Orang yang dulunya memuji-muji hosana, malah meminta untuk menyalibkan Yesus.
Lukas 8:1-4
1 ¶ Tidak lama sesudah itu Yesus berjalan
berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa memberitakan Injil Kerajaan
Allah. Kedua belas murid-Nya bersama-sama dengan Dia,
2 dan juga beberapa orang perempuan yang telah
disembuhkan dari roh-roh jahat atau berbagai penyakit, yaitu Maria yang disebut
Magdalena, yang telah dibebaskan dari tujuh roh jahat,
3 Yohana isteri Khuza bendahara Herodes, Susana
dan banyak perempuan lain. Perempuan-perempuan ini melayani rombongan itu
dengan kekayaan mereka.
4 ¶ Ketika orang banyak berbondong-bondong
datang, yaitu orang-orang yang dari kota ke kota menggabungkan diri pada Yesus,
berkatalah Ia dalam suatu perumpamaan:
Diantara pelayanan2 itu, ada perempuan2 yang melayani Yesus
dkk.
Selalu ada hasil, meskipun dalam pelayanan kepada orang
banyak.
Ciri pengajaran kepada orang banyak:
Pengajaran umum
Sedikit sentuhan pribadi
Hanya sedikit saja dilakukan
Sedikit latihan pribadi
Tersaring à
ada banyak yang tidak setia, ketika pelayanan itu dilakukan melalui orang
banyak
-
Yesus melatih 70 murid
-
Yesus mengkonsentrasikan pelayananNya pada 12
orang.
Yesus melayani orang banyak, tapi melatih pemimpin.
Markus 3:13-15
13 ¶ Kemudian naiklah Yesus ke atas bukit. Ia
memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya dan merekapun datang
kepada-Nya.
14 Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai
Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil
15 dan diberi-Nya kuasa untuk mengusir
setan.
Yesus memanggil 12 orang untuk: menyertai Dia,
Dalam menyertai Yesus itulah, proses itulah terjadi.
Tujuannya adalah untuk menjadi pemimpin, menjadi penjala manusia. Tidak mungkin
itu dilakukan dalam jumlah banyak, seharusnya dilakukan dalam jumlah yang sedikit.
Pemimpin tidak bisa dibangun tanpa dikonstrasikan. Jika
tidak dekat dengan orang itu, jika tidak dibentuk, maka tidak bisa dibangun.
Caranya bagaimana mendapatkan itu?
è
Lewat doa.
Kepada siapa saya akan mengkonsentrasikan hidup saya?
è
Lewat proses : yang mau dan sedia
Orang yang terbuka dan mau menyediakan diri.
Dapatkan orang yang mau dan yang sedia.
Bukan orang yang bisa berorganisasi, tapi orang yang
menyediakan diri.
Mau belajar, mau bayar harga.
Doakan orang-orang itu.
-
Yesus melatih 3 orang.
Petrus, Yohanes, Yakobus.
Dalam 3 orang ini pun.. Yesus memberikan 1 orang kesempatan
untuk melihat diriNya lebih banyak, yaitu Simon Petrus.
Apa konsentrasi itu membuat kasih Yesus berbeda? Tidak sama
sekali. Mengkonsentrasi berarti disediakan Tuhan untuk melihat pekerjaan Tuhan.
n Prinsip Kepribadian
-
Orang
yang diperlakukan secara individual
Setiap orang yang dilayani, diperhatikan pribadi lepas
pribadi. Panggilannya 1 per 1.
Yesus punya pengenalan secara pribadi pada setiap orang
yang dilayaniNya tersebut. Ia tidak memulai dengan kesukaanNya, tapi memulai
dari keadaan orang itu.
Bukan orang dengan kualifikasi tertentu.
Pelayanan pemuridan membutuhkan orang yang:
è
Mau
è
Menyediakan diri
Keadaan apapun diterima. Di titik manapun, mulai dari situ.
Tuhan Yesus bisa mulai dari mana saja.
Hal ini dilakukan secara individu.
Ia membawa tiap-tiap orang pada potensi yang memang
diberikan kepadanya, sesuai dengan apa yang diinginkan Allah.
Yesus membangun orang seperti di mana Tuhan menentukan bagi
orang itu. Memuridkan berarti berangkat dari diri orang itu menuju kepada potensi yang ada bagi orang
itu.
Ketika membangun orang secara individu, maka Ia
memperhatikan kekhususan dan kekhasan setiap pribadi.
Contoh: Simon Petrus adalah orang yang sangat reaktif. Yohanes
yang pemarah. Andreas yang pendiam. Kita tidak membawa orang seperti yang kita
inginkan.
Yesus memakai situasi dan keadaan untuk membentuk iman
mereka. Bahkan kegagalan Simon sebagai bagian untuk memproses Simon.
-
Pembinaan
dan pembentukan itu dilakukan secara progresif
Ada progres à
dari satu hal ke hal yang lainnya. Contoh: Andreas dan Yohanes, pertama kali kenal
Yesus dari Yohanes Pembaptis.
Ada masa di mana mereka mengenal siapakah Yesus.
Markus dapat dibagi jadi 2,
Pasal 1-8 à
pengajaran, dll secara umum dilakukan. Lewat angin ribut, mujizat, dll. Ketika
Yesus membawa mereka di tempat yang sepi, Ia bertanya kepada murid-muridNya
siapakah diriNya. Ada proses yang dilewati dan mereka mengetahui bahwa Ia
Mesias.
Setelah itu Ia menyatakan kepada mereka tuntutan kemuridan.
Itulah yang namanya
pemuridan...
Tolong orang alami Tuhan, setelah itu belajar untuk
menundukkan diri.
Yesus tidak serta merta mengharapkan murid-muridNya untuk
segera “jadi”. Tuhan Yesus tidak putus asa. Selama mereka setia dan mau, Ia
tidak putus asa. Pemuridan itu progressif.
Tidak terburu-buru, jangan putus asa.
Bangun semua pondasi itu dan nantikan proses bagi
orang-orang yang dipimpin.
-
Kedalaman
Ada satu kedalaman yang bertahap. Ada tangga-tangganya.
Mat 5:3
3 ¶ "Berbahagialah orang yang miskin di
hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.
Mengajarkan konsep
Mark 10:15
15 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya
barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak
akan masuk ke dalamnya."
Ilustrasi anak-anak.
Luk 18:9-14
9 ¶ Dan kepada beberapa orang yang menganggap
dirinya benar dan memandang rendah semua orang lain, Yesus mengatakan
perumpamaan ini:
10 "Ada dua orang pergi ke Bait Allah untuk
berdoa; yang seorang adalah Farisi dan yang lain pemungut cukai.
11 Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam
hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama
seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan
bukan juga seperti pemungut cukai ini;
12 aku berpuasa dua kali seminggu, aku
memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku.
13 Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh,
bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan
berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini.
14 Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke
rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak. Sebab
barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan
diri, ia akan ditinggikan."
Contoh merendahkan diri
Mark 10:35
35 Lalu Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus,
mendekati Yesus dan berkata kepada-Nya: "Guru, kami harap supaya Engkau
kiranya mengabulkan suatu permintaan kami!"
Jadi hamba, lewat kegagalan.
Konsep, ilustrasi, contoh, ditegur, pengalaman
Jika kita membentuk orang, bukan hanya pada konsep, tapi
pada pengalaman pribadi dengan Tuhan.
n Prinsip kontak pribadi
Pemuridan tidak akan terjadi
tanpa kontak pribadi. Kelas pemuridan adalah kehidupan kita ini.
Pemuridan sangat canggih, tidak
butuh biaya banyak. Karena menggunakan kehidupan kita sendiri. Tapi biayanya
sangat mahal, yaitu hidup kita sendiri.
Yesus melatih dengan memanggil
mereka untuk ikut Dia
Yesus membentuk lewat relasi
langsung. Dalam relasi inilah, ada pembentukan yang terjadi.
n Prinsip realitas.
Murid dibawa pada pengalaman
riil. Pada dunia yang nyata.
Dalam konteks pelayanan Yesus, ketika
Ia melayani.. Ia membawa murid-murid untuk melihat.
Murid-murid diminta
memperhatikan
Lukas 9:10
10 ¶ Sekembalinya rasul-rasul
itu menceriterakan kepada Yesus apa yang telah mereka kerjakan. Lalu Yesus
membawa mereka dan menyingkir ke sebuah kota yang bernama Betsaida, sehingga
hanya mereka saja bersama Dia.
Yesus memanggil 12 murid dan
memberikan kuasa untuk melakukan seperti yang Yesus lakukan.
Murid-murid diutus
Yesus mendengarkan dan membicarakan
laporan.
Pembinaan bukan hanya sekedar
prinsip abstrak, tapi pada perubahan keyakinan yang dialami secara pribadi.
Tuhan Yesus butuh waktu 3 tahun untuk memuridkan. Tidak ada jalan pintas untuk
melayani orang lain.
Dibawakan Kak Gunawan Sri Haryono
Sarfat - Batu Malang, 31 Januari 2014
Kamp KTB Siswa Malang
Monday, August 4, 2014
Meruntuhkan sesuatu yang dibangun bertahun-tahun, sungguh sangat mudah..
tetapi membangunnya kembali adalah pekerjaan yang sungguh sangat sulit..
merindukan masa-masa itu..
Engkau membiarkanku menemukanMu di dalam kerumitan firmanMu,
Engkau membiarkanku menggali hingga kedalamanMu..
bisakah semuanya kembali?
di dalam detail instruksiMu, kebahagiaan itu muncul..
aku merindukan.. kerumitanMu, kebingunganku,
aku merindukan sukacitaMu yang dilimpahkan kepadaku dalam pikiran yang tak terselami siapapun..
tolong kembalikan semuanya yang telah runtuh itu..
betapa rapuhnya diri ini...
MerindukanMu... dalam sedih ini..
Berjalanlah
di depanku Tuhan. Karena aku terlalu lelah dengan semua keadaan ini. Air mata
dan kesedihan seolah tak pernah berhenti datang.
Aku tahu, bahwa di dalam
perjalanan mengikutiMu, tidak ada kondisi yang menyenangkan. Aku akan berproses
tiap-tiap hari. Tidak ada kesempatan
untuk lengah sedikitpun. Yang ada adalah kesempatan untuk terus bertekun.
Penderitaan bersamaMu lebih melegakan dibandingkan kebahagiaan di luar Engkau.
Aku tahu,
akhir dari sebuah pergumulan, sebenarnya sedang menggiringku ke arah pergumulan
yang baru. Akan lebih sulit, akan lebih mengerikan lagi, mungkin akan membuatku
babak belur lagi. Mungkin tidak akan terjadi secara fisik, tetapi terjadi di
dalam hati, emosi, pikiran, dan batin,.. segala yang di dalam, yang tidak akan diketahui
oleh orang lain.
Aku
tahu, Engkau terlalu baik bagiku. Engkau menyediakan proses yang luar biasa di
dalam hidupku. Tidak ada yang mudah di hidup ini. Aku harus terus berjalan
bersamaMu. Aku tidak menginginkan apapun. Hanya ingin berada bersamaMu.
Aku
tahu, Engkau tidak pernah menjanjikan kemudahan. Engkau menjanjikan kehadiranMu
dalam segala situasi.
Pengetahuanku,
seringkali tidak sesuai dengan respon-responku padaMu..
Maka..
Ajarlah
aku, untuk tetap memandang pada salibMu. Karena dari atas salib itulah,
penderitaan justru dapat dilihat sebagai kemuliaan. Mengapa? Karena kemuliaan
terbesar seorang manusia adalah ketika berada di dalam jalan makin serupa
dengan Engkau.
Ajarlah
aku, untuk tidak melarikan diri dariMu, untuk
tidak lagi bertanya akan kemanakah arah hidup ini, untuk tidak bertanya mengapa
semua hal ini terjadi. Lebih-lebih, ajarlah aku untuk memiliki hati yang rela
untuk Engkau bentuk, seperti apapun yang Engkau mau.
Ajarlah
aku, untuk bertahan di dalamMu, untuk tetap bertahan di dalam iman. Karena hanya
itulah aku butuhkan saat ini.
Tuhan,
aku mengasihi Engkau.. tambahkanlah kasihku.. kepadaMu..
"Dia
TUHAN, biarlah diperbuat-Nya apa yang dipandang-Nya baik."
1 Sam
3:18b
Sunday, August 3, 2014
Pernahkah
kamu mengalami yang namanya KEKOSONGAN?
ini
bukan berkaitan dengan kekosongan dompet karena akhir bulan ya.. hehe
ini
berkaitan dengan kekosongan batin. (masalah hati :D :D)
Mungkin
kamu bingung bagaimana rasanya mengalami kekosongan batin..
Berikut
ini ciri-ciri orang yang mengalami kekosongan batin:
1.
Kesenangan untuk memiliki 'relasi' atau keintiman dengan seseorang.
Sebagai
manusia, kita memang diciptakan untuk berelasi dengan orang lain. Tetapi,
relasi dan keintiman yang dikejar oleh orang yang mengalami kekosongan adalah
untuk memenuhi kekosongannya itu. Fokus dari relasi yang ingin dibangunnya
adalah dirinya sendiri. Hal ini ditunjukkan dengan mudah suka dengan lawan
jenis
hari
ini suka si A, setelah tahu jeleknya si A ia tdak jadi menyukainya dan kemudian
pindah lagi menyukai si B. Setelah mengetahui si B tidak sesuai kriterianya. Maka
mudah lagi pindah ke si C, begitu seterusnya.
Biasanya
dalam setahun orang yang mengalami kekosongan bisa saja menyukai 4-5 orang.
Mudah sekali menyukai dan mudah juga untuk berpindah.
2.
Keinginan untuk mendapat perhatian.
Hal
ini terjadi ketika pada masa kecilnya, ia tidak mendapatkan kasih sayang yang
cukup dari kedua orang tua atau salah satunya. Kekosongan akibat miskin kasih
ini akan membuatnya mencari perhatian dari berbagai orang disekitarnya termasuk
lawan jenis. Ia ingin diperhatikan, ingin dimanja. Fokusnya hanya pada dirinya
sendiri.
3.
Keinginan untuk diterima.
Hal
ini terjadi jika di masa kecil atau masa lalunya, ia mengalami banyak
penolakan. Misalnya tidak diterima di dalam keluarga besar, saudara, dll.
Penerimaan menjadi bagian yang sangat dikejar olehnya. Ia akan cenderung
bergaul dengan orang-orang yang dapat menerimanya. Orang yang dianggapnya tidak
mau menerimanya (mengancam kenyamanannya) akan dijauhinya.
4.
Keinginan untuk mendapatkan pengakuan.
Hal
ini terjadi ketika masa kecil atau masa lalunya penuh dengan tuntutan. Ia sudah
berusaha semaksimal mungkin, tetapi tidak pernah dihargai. Ia jarang
mendapatkan pujian atau penghargaan dari orang tuanya.
Kekosongan
batin dapat juga muncul dengan berbagai bentuk lainnya, kemungkinan ciri-ciri
pada tiap orang berbeda-beda.
Akibatnya,
orang yang mengalami kekosongan akan mencari pemuas kekosongannya. Hal ini
dapat dibagi menjadi 2 perilaku yang sangat ekstrim. Tapi, sebenarnya tujuannya
sama. Seorang anak yang mengalami kekosongan bisa saja mejadi anak yang sangat
taat atau sangat tidak taat (pemberontak).
Tujuan
dari 2 perilaku yang ekstrim ini sebenarnya sama, untuk mendapatkan perhatian.
Ketaatan
atau pemberontakannya dapat terjadi di mana saja dan dengan cara apa saja. Dia
bisa saja melayani Tuhan, dengan rajin dan tekun di gereja atau persekutuan,
tetapi yang dikejar sebenarnya adalah pujian orang lain. Dia juga bisa saja
menjadi orang yang sangat pandai. Tujuannya untuk diterima orang tua yang
selalu mengedepankan prestasi akademiknya.
Selain
itu, bisa saja dia menjadi orang yang sangat bandel, tidak bisa diatur,
memberontak, suka tawuran, suka melakukan hal-hal yang melanggar aturan. Tujuannya
juga sama, untuk mendapatkan perhatian dari keluarga atau orang-orang di
sekelilingnya.
Dalam
pengalaman pribadiku, aku memilih untuk menjadi orang yang sangat taat. Baik di
dalam keluarga maupun di semua komunitas lainnya. Tapi, yah.. tentu saja untuk
mendapatkan pengakuan.
Selain
itu, akibat panjangnya bagi mereka yang mengalami kekosongan antara lain:
jatuh
dalam dosa seksualitas dan pornografi.
Ketika
masuk dalam relasi lawan jenis, seorang perempuan yang mengalami kekosongan
bisa saja dengan rela hati memberikan dirinya disentuh, dibelai, dicium, dan juga jatuh dalam relasi fisik lainnya.
Seringkali,
orang yang mengalami kekosongan tidak pernah menyadari akan kekosongan yang
dimilikinya. Ia hanya berjalan berdasarkan apa yang diinginkannya. Kondisi yang
sangat menyayangkan ketika orang tua atau orang sekelilingnya juga tidak
menyadari hal itu.
Kekosongan
batin, tidak hanya terjadi pada remaja atau pemuda saja. Tingkatan usia
berapapun dapat mengalami hal ini.
Kemungkinan,
hanya orang-orang yang pernah mengalami kekosongan dan yang sudah pulihlah yang
bisa memahami kondisi orang-orang yang demikian,
dan
tentu saja orang-orang yang belajar psikologi + para pemimpin rohani.
Pertanyaannya
sekarang,
Bagaimana
caranya mengatasi kekosongan batin?
hmm, Kekosongan
yang aku alami memang belum pulih sepenuhnya. Tetapi, ada beberapa hal yang
bisa dilakukam untuk memulihkannya.
1.
Sadari gejala dan akibat dari kekosongan
batin.
2.
Doakan serius. Meminta Tuhan menunjukkan akar masalah kekosongan batin
tersebut.
3.
Minta pertolongan sahabat atau pemimpin rohani untuk bersama-sama mendoakan.
4.
Meminta Tuhan mengisi kekosongan itu dengan diriNya saja.
5.
Meminta Tuhan untuk memuaskan hati dengan kebenaran firmanNya.
Kita
butuh waktu yang panjang untuk pulih.
28 Juli 2014
(disadur dari pengalaman pribadi diri sendiri..)
22 tahun di dunia ini.. aku sadar.. aku pernah mengalami "kekosongan"
22 tahun di dunia ini.. aku sadar.. aku pernah mengalami "kekosongan"
Sesungguhnya
ada bagian di dalam hati manusia yang
hanya dapat diisi dan dipuaskan oleh Allah saja. Ketika kita mencarinya di
tempat lain, kita tidak akan pernah menemukannya. Kita hanya akan merasa
terus-menerus kosong.
Sunday, July 27, 2014
“Memang pilihan terbaik adalah
melupakan...”.
Kalimat ini seakan-akan adalah
kalimat yang baik dan bijak. Tapi tahukah kamu, apa yang sebenarnya ada di
balik kalimat ini?? Kalimat ini adalah kata dari mereka yang tidak mau dan
tidak berani untuk menghadapi kenyataan hidup. Kalimat ini adalah kalimat
seorang yang tidak mau merasakan kesakitan-kesakitan dalam hidupnya, sehingga
yang dipilihnya adalah melupakan semuanya.
Untuk memulai semuanya....
Hmm.. Pernahkah kamu mengalami
hal-hal di bawah ini?
1. Takut
dinilai (salah).
Ciri-cirinya:
-
Pandanganmu
terhadap keputusan-keputusan:
Tidak berani
mengambil keputusan. Walaupun sebenarnya kamu tahu apa yang benar dan apa
yang salah. Tapi, kamu tidak berani untuk berada di satu titik. Kamu
seakan-akan berada di antara keduanya, zona abu-abu. Setelah ada seseorang yang
berada di salah satu sisi (yang juga kamu anggap benar), maka kamu pun akan
mengambil posisi itu.
-
Pandanganmu terhadap penilaian orang lain:
Takut dinilai salah
oleh orang lain, takut dinilai berbeda dari orang lain.
-
Pandanganmu terhadap akibat/resiko:
Takut resiko. Takut berada di dalam posisi yang tidak
nyaman di kemudian hari. Penyesalan menjadi hal yang tidak pernah kamu inginkan
ada di dalam hidupmu. Sebisa mungkin mengambil semua langkah yang aman.
-
Reaksi terhadap teguran:
Jika ada yang menegurmu, kamu akan menolaknya
mentah-mentah dan merasa semua pilihanmu benar.
Jika orang yang lebih berotoritas yang menegurmu, maka
kamu bisa sangat tidak bersemangat, putus asa, dan tidak mau berjuang lagi.
2. Takut
ditolak
Ciri-cirinya:
Berkaitan erat
dengan RELASI.
-
Tidak mau berelasi mendalam dengan banyak orang.
Karena jika mereka mengetahui dirimu yang sebenarnya, kamu takut mereka akan
menolakmu.
Relasi yang dalam dan transparan menjadi bagian yang
paling kamu takutkan.
-
Bila berada di komunitas yang baru, kamu akan
menjadi orang paling pendiam, padahal sebenarnya kamu tidak pendiam. Kamu
membangun tembok yang sangat tinggi, sehingga orang lain akan sulit
mendekatimu.
Atau mungkin kamu memiliki banyak teman dan mudah
sekali untuk dekat dengan seseorang yang baru kamu kenal, tetapi kamu tidak pernah berani untuk berelasi yang dalam dengan mereka
semua. Kamu terlalu takut dengan dirimu, masa lalumu, dan semua sisi
gelapmu.
-
Kenyamanan adalah hal pertama yang kamu kejar
dalam berteman. Kamu akan menganalisa dengan cermat siapa yang dapat dijadikan
teman yang baik dan membuatmu nyaman.
3. Takut
kecewa
Ciri-cirinya:
-
Pandangan terhadap harapan dan masa depan:
Kamu tidak mau mematok harapan yang terlalu tinggi.
Karena sepertinya di dalam kenyataan, kamu tidak mampu melihat sesuatu yang
sesuai dengan keinginanmu. Daripada berharap dan kemudian kecewa, lebih baik
melupakan harapan-harapan itu.
-
Pandangan terhadap diri sendiri dan orang lain:
Mengecewakan orang lain. Daripada kamu yang
dikecewakan, kamu lebih memilih untuk mengecewakan orang lain. Kamu menganggap
semua baik-baik saja. Kamu berharap mereka merasakan kekecewaan yang pernah
kamu rasakan, entah kekecewaan saat ini atau kekecewaan di masa lalu.
Jika kamu mengalami hal-hal di atas, kemungkinan besar kamu orang yang
mengalami yang namanya LUKA BATIN.
Tapi, mengapa aku berani mengatakan hal ini? Karena aku pernah mengalami semua
itu. Takut dinilai salah, takut ditolak dan takut kecewa telah menjadi bagian
hidupku selama ini.
Ada banyak
kisah di masa lalu yang membuatku mengalami hal-hal tersebut. Misalnya saja:
kurangnya figur / kasih sayang seorang ayah. Kasih seorang ayah menurutku
merupakan bagian paling penting dalam hidup seseorang. Ayah menjadi pelindung.
Ayah menjadi sosok yang sangat dapat diandalkan. Tapi, ketika figur itu tidak
kita miliki sejak kecil, maka seperti ada bagian yang hilang dari diri kita.
Selain itu,
jika sering mengalami penolakan sejak kecil, misalnya: kamu telah berusaha
semaksimal mungkin dengan mendapat nilai 9 di sekolah, tapi ternyata waktu
pulang ke rumah, orang tuamu berkata, “Mengapa hanya mendapat nilai 9? Mengapa
tidak berhasil mendapat nilai 10?” Mungkin ini hal yang sangat kecil dan konyol
bagi kita sekarang, tetapi bagi yang mengalaminya 10-15 tahun sepanjang hidup,
bukankah akan menjadi bagian yang tidak terlupakan? Masa kanak-kanak kita akan
sangat membentuk bagaimana kita sekarang. Ketakutan-ketakutan saat ini,
seringkali adalah ketakutan-ketakutan masa lalu yang tak terselesaikan. Kita
menganggap semua hal itu biasa saja dan dengan melupakannya maka semuanya akan
beres. Tidak seperti itu, teman.. semuanya harus dibereskan satu per satu.
Mungkin kamu juga pernah berkali-kali dikecewakan oleh orang yang paling kamu percayai. Bayangkan saja. Jika di SD, kamu punya seorang sahabat karib, kemana-mana bersama, melakukan segala sesuatu bersama, tapi suatu ketika ia mengecewakanmu. Misalnya saja dengan tidak mau sekelompok bernyanyi denganmu karena suaramu agak jelek.. hehee. Di SMP, kamu juga punya seorang sahabat yang sangat dekat. Kamu menceritakan semua rahasiamu yang tidak diketahui orang lain. Esok harinya ternyata 1 sekolah telah tahu apa rahasia besarmu. Di SMA, kamu juga punya seorang sahabat karib. Ehm.. seseorang yang kamu suka malah menyukainya dan memintamu menjadi mak comblang.. hikxx. Di kuliah, kamu punya orang yang paling kamu percaya. Kamu sangat mempercayainya sehingga menceritakan semua rahasiamu dan orang yang kamu suka. Tapi, tak disangka-sangka ia malah mendekati orang yang kamu suka dan jadian dengan orang itu... huekz...
Seringkali di dalam hidup ini, banyak sekali kekecewaan yang datang
menghampiri kita. Kita tidak mampu melawannya, kita hanya kecewa dan kemudian
melupakannya. Berharap waktu yang akan membuat kita mampu ‘sembuh’ dari segala
kekecewaan itu.
Tapi, apakah melupakan adalah cara yang
benar??? Apakah waktu yang panjang akan membuat kita sembuh???
Dalam pengalamanku, melupakan bukanlah cara yang tepat. Waktu yang panjang juga tidak akan menyembuhkan luka yang sudah ada di batin kita. Luka yang tergores berkali-kali sejak kita kecil hingga sekarang, tidak akan sembuh hanya karena waktu.
Hmmm... Pernah melihat bawang merah?? Berapa kali kamu mengupasnya
sehingga sampai di bagian yang paling dalam?? Begitu pula dengan hidup kita.
Seringkali kita membungkus semua luka yang ada dengan lapisan-lapisan yang kita
bangun dari luar diri kita. Kita bungkus dengan keceriaan, senyuman,
mengalihkan pikiran dengan menjadi sibuk dengan pekerjaan yang ada dan lain
sebagainya.Taukah kamu bahwa SEBENARNYA
Kita tidak
berani membuka ke dalam karena semua yang terjadi itu terlalu menyakitkan untuk
dirasakan kembali saat ini. Yang ada di dalam benak kita, “semua akan baik-baik
saja”, atau “aku sudah biasa mengalami hal seperti ini, jadi bukan merupakan
masalah yang besar bagiku”, atau “dengan melupakan semua yang terjadi, maka
akan baik-baik saja”...
Itulah kebohongan besar yang kita lakukan sebagai manusia.
Kita berbohong
bahwa kita tidak pernah disakiti.
Kita berbohong
bahwa kita tidak pernah ditolak oleh seseorang.
Kita berbohong
bahwa kita tidak pernah merasakan sakit yang mendalam karena kenyataan yang ada di
depan kita seringkali sangat berbeda dengan harapan kita.
LALU, BAGAIMANA KITA MENYELESAIKAN SEMUA KONDISI
DIRI YANG DEMIKIAN??
Pernahkah kamu mendengar kata “rekonsiliasi”?
Menurut KBBI,
rekonsiliasi adalah perbuatan untuk memulihkan hubungan.
Hal ini berarti suatu langkah atau tindakan yang diambil untuk memulihkan suatu kondisi.
Menurut 2 Kor
5: 19a Sebab Allah mendamaikan dunia
dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka.
2 Cor 5: 19a
that is, in Christ God was reconciling the world to himself, not counting
their trespasses against them. ESV
Berdasarkan
pengertian firman Tuhan, rekonsiliasi berarti berdamai, atau tindakan yang
dilakukan untuk berdamai. Allah mendamaikan dunia yang bermusuhan denganNya melalui
pengorbanan Kristus di atas kayu salib. Kita telah didamaikan dengan Allah oleh
pengorbanan Kristus di atas kayu salib.
Tapi, kita membutuhkan rekonsiliasi dengan diri
sendiri dan masa lalu kita.
Kondisi yang
kita alami: “Takut dinilai”, “takut ditolak”, “takut kecewa”
Tindakan yang
kita ambil untuk dapat memulihkan kondisi tersebut:
1.
Mengenali kondisi di masa lalu yang membuat kita
mengalami hal-hal itu.
2.
Berdamai dengan kondisi masa lalu tersebut.
Bagaimana caranya berdamai dengan masa lalu?
Dengan mengambil keberanian yang besar untuk
berhadapan dengan masa lalu itu. Kita dapat menuliskannya ataupun mengingat
masa-masa ketika kita ditolak, dikecewakan, disakiti, dinilai buruk oleh orang
lain, ditinggalkan, dan lain sebagainya.
Hal ini mungkin sangat menyakitkan, tetapi hanya
dengan berhadapan langsung dengan semua kondisi itulah kita dapat mengalami
pemulihan.
3. Membawanya di dalam doa secara jujur dan belajar
menerima semua kondisi itu.
Kita bisa mengatakan:
Tuhan.. saya pernah kecewa akan hal ini .....
Tuhan.. saya pernah merasakan sakit yang sangat
mendalam ketika...
Tuhan.. saya pernah disakiti oleh ayah saya..
Tuhan.. ibu saya meninggalkan saya ketika....
Sekarang.. saya menerima semua kondisi itu sebagai
bagian dari hidup saya....
Saya menerima semuanya sebagai bentukan Tuhan dan
proses dari Tuhan..
4.
Meminta Tuhan memulihkan dengan cara Tuhan.
Cara Tuhan seringkali sangat unik dan tidak pernah
kita ketahui. Ada waktu yang harus dilalui untuk memulihkan semua itu.. tapi, percayalah cara Tuhan sangat sanggup untuk mengubahkan.
Saya dipulihkan dari rasa takut ditolak dengan
berhadapan dengan 200 orang ibu rumah tangga ketika mengerjakan skripsi. Mau
tidak mau, Tuhan menyuruh saya berhadapan dengan orang-orang baru dan belajar
berkomunikasi dengan mereka (termasuk juga dalam mengerjakan data skripsi
tersebut). Setelah itu, saya tidak takut ditolak lagi.. ajaib bukan??
Saya dipulihkan dari takut kecewa saya dengan
menghadirkan seseorang yang sangat saya sayangi (uuwwweek :P).. tapi, Tuhan
mengambilnya dan meminta saya untuk merelakannya. Dengan cara Tuhan yang unik
itu, saya dipulihkan dari rasa takut kecewa.
Teman, ada banyak kondisi di
dunia ini, yang mungkin tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan..
Kita tidak bisa memilih
dilahirkan di dalam keluarga seperti apa..
Kita tidak bisa memilih
diperlakukan dengan cara seperti apa oleh orang tua kita..
Kita tidak bisa memilih karena
semua diluar kontrol kita..
Tapi,
Kita bisa memilih untuk BERDAMAI
dengan semua kondisi itu.
Kita bisa memilih untuk TIDAK
MELUPAKAN, tapi menerimanya dengan lapang dada..
Kita bisa memilih untuk menjadi
BERANI MENGHADAPI KENYATAAN HIDUP..
Kamu akan menemukan bahwa, di
dalam perjalanan hidup bersama dengan Kristus, ada banyak bagian yang bagi kita
sangat tidak mungkin untuk diubahkan, tetapi Kristus sanggup untuk mengubahkan
semua itu..
kita diajariNya berhadapan dengan kondisi-kondisi yang tidak mungkin, supaya kita tahu bahwa BAGI-NYA semua hal mungkin!!
17 Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia
adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah
datang.
18 Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan
perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah
mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami.
19 Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya
oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah
mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami.
20 Jadi kami ini adalah utusan-utusan Kristus,
seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami; dalam nama Kristus
kami meminta kepadamu: berilah dirimu didamaikan dengan Allah.
21 Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya
menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.
PILIHAN TERBAIK BUKAN
MELUPAKAN.. TETAPI BELAJAR UNTUK DENGAN RELA HATI MENERIMA SEMUANYA..
Subscribe to:
Posts (Atom)


.jpg)
