Berjalanlah
di depanku Tuhan. Karena aku terlalu lelah dengan semua keadaan ini. Air mata
dan kesedihan seolah tak pernah berhenti datang.
Aku tahu, bahwa di dalam
perjalanan mengikutiMu, tidak ada kondisi yang menyenangkan. Aku akan berproses
tiap-tiap hari. Tidak ada kesempatan
untuk lengah sedikitpun. Yang ada adalah kesempatan untuk terus bertekun.
Penderitaan bersamaMu lebih melegakan dibandingkan kebahagiaan di luar Engkau.
Aku tahu,
akhir dari sebuah pergumulan, sebenarnya sedang menggiringku ke arah pergumulan
yang baru. Akan lebih sulit, akan lebih mengerikan lagi, mungkin akan membuatku
babak belur lagi. Mungkin tidak akan terjadi secara fisik, tetapi terjadi di
dalam hati, emosi, pikiran, dan batin,.. segala yang di dalam, yang tidak akan diketahui
oleh orang lain.
Aku
tahu, Engkau terlalu baik bagiku. Engkau menyediakan proses yang luar biasa di
dalam hidupku. Tidak ada yang mudah di hidup ini. Aku harus terus berjalan
bersamaMu. Aku tidak menginginkan apapun. Hanya ingin berada bersamaMu.
Aku
tahu, Engkau tidak pernah menjanjikan kemudahan. Engkau menjanjikan kehadiranMu
dalam segala situasi.
Pengetahuanku,
seringkali tidak sesuai dengan respon-responku padaMu..
Maka..
Ajarlah
aku, untuk tetap memandang pada salibMu. Karena dari atas salib itulah,
penderitaan justru dapat dilihat sebagai kemuliaan. Mengapa? Karena kemuliaan
terbesar seorang manusia adalah ketika berada di dalam jalan makin serupa
dengan Engkau.
Ajarlah
aku, untuk tidak melarikan diri dariMu, untuk
tidak lagi bertanya akan kemanakah arah hidup ini, untuk tidak bertanya mengapa
semua hal ini terjadi. Lebih-lebih, ajarlah aku untuk memiliki hati yang rela
untuk Engkau bentuk, seperti apapun yang Engkau mau.
Ajarlah
aku, untuk bertahan di dalamMu, untuk tetap bertahan di dalam iman. Karena hanya
itulah aku butuhkan saat ini.
Tuhan,
aku mengasihi Engkau.. tambahkanlah kasihku.. kepadaMu..
"Dia
TUHAN, biarlah diperbuat-Nya apa yang dipandang-Nya baik."
1 Sam
3:18b
0 komentar:
Post a Comment