Monday, August 4, 2014

Sepenggal kata-kata untukMu


Berjalanlah di depanku Tuhan. Karena aku terlalu lelah dengan semua keadaan ini. Air mata dan kesedihan seolah tak pernah berhenti datang. 
Aku tahu, bahwa di dalam perjalanan mengikutiMu, tidak ada kondisi yang menyenangkan. Aku akan berproses tiap-tiap hari.  Tidak ada kesempatan untuk lengah sedikitpun. Yang ada adalah kesempatan untuk terus bertekun. Penderitaan bersamaMu lebih melegakan dibandingkan kebahagiaan di luar Engkau.

Aku tahu, akhir dari sebuah pergumulan, sebenarnya sedang menggiringku ke arah pergumulan yang baru. Akan lebih sulit, akan lebih mengerikan lagi, mungkin akan membuatku babak belur lagi. Mungkin tidak akan terjadi secara fisik, tetapi terjadi di dalam hati, emosi, pikiran, dan batin,.. segala yang di dalam, yang tidak akan diketahui oleh orang lain.

Aku tahu, Engkau terlalu baik bagiku. Engkau menyediakan proses yang luar biasa di dalam hidupku. Tidak ada yang mudah di hidup ini. Aku harus terus berjalan bersamaMu. Aku tidak menginginkan apapun. Hanya ingin berada bersamaMu.

Aku tahu, Engkau tidak pernah menjanjikan kemudahan. Engkau menjanjikan kehadiranMu dalam segala situasi.

Pengetahuanku, seringkali tidak sesuai dengan respon-responku padaMu..
Maka..
Ajarlah aku, untuk tetap memandang pada salibMu. Karena dari atas salib itulah, penderitaan justru dapat dilihat sebagai kemuliaan. Mengapa? Karena kemuliaan terbesar seorang manusia adalah ketika berada di dalam jalan makin serupa dengan Engkau.

Ajarlah aku, untuk tidak  melarikan diri dariMu, untuk tidak lagi bertanya akan kemanakah arah hidup ini, untuk tidak bertanya mengapa semua hal ini terjadi. Lebih-lebih, ajarlah aku untuk memiliki hati yang rela untuk Engkau bentuk, seperti apapun yang Engkau mau.

Ajarlah aku, untuk bertahan di dalamMu, untuk tetap bertahan di dalam iman. Karena hanya itulah aku butuhkan saat ini.
Tuhan, aku mengasihi Engkau.. tambahkanlah kasihku.. kepadaMu..



"Dia TUHAN, biarlah diperbuat-Nya apa yang dipandang-Nya baik."  
1 Sam 3:18b


0 komentar:

Post a Comment