Salah satu relasi yang diperkenalkan Allah padaku adalah relasi persahabatan.
"Persahabatan dengan Allah"
Apakah yang kamu pikirkan ketika mendengarkan satu kalimat di atas? Mungkin kamu berpikir tentang tokoh-tokoh alkitab, atau mereka yang pernah hidup di zaman Yesus Kristus, kamu juga mungkin melihat pada Paulus atau 12 orang rasul lainnya..
Inginkan kamu memiliki persahabatan dengan Allah?
Inginkan kamu memiliki persahabatan dengan Allah?
Di satu sisi, Allah memposisikan diriNya sebagai TUHAN dan aku adalah manusia yang hidupnya dikendalikan oleh otoritasNya.
Di sisi lainnya, Allah memposisikan diriNya sebagai Bapa dan aku adalah anak boleh mengajukan permintaan atas hal-hal yang mustahil padaNya..
Dan pada saat sekarang ini,
Allah memposisikan diriNya sebagai sahabatku, dan betapa aku menyukai bagian ini.....
Mengapa?
Ada begitu banyak cerita hidupku bersama denganNya yang membuatku begitu tercengang.. Aku seakan-akan tidak perlu memintaNya untuk menyatakan kehendakNya. Aku tahu begitu saja. Aku paham benar isi hatiNya. Seakan-akan kami sudah begitu sehati, sehingga untuk berjalan sesuai keinginanku saja aku tak mampu...
Bagaimana aku dapat meyakini hal ini? pengalamanku yang paling menarik denganNya adalah ketika berdoa.
Di dalam berdoa, kita akan terbiasa menyampaikan begitu banyak permohonan dan keinginan kita. Dan menunggu jawaban apakah itu sesuai kehendakNya atau tidak.
Dan kamu tahu, ada sedikit bocoran,begitu banyak pokok doa kita yang seringkali benar-benar berasal dari keinginan kita sendiri, bukan keinginanNya.. betapa seringnya Ia mengoreksi pokok doa yang kunaikkan..
Allah dengan pribadiNya dan keberadaanNya, seringkali membuatku hanya bisa memandang wajahNya. Aku tak mampu menyampaikan keinginan apapun. Aku hanya bisa menimbang, berpikir dan terus berpikir, apakah permohonan yang akan kusampaikan kepadaNya sehingga permohonan itu pasti dijawabNya?
Seakan-akan Ia begitu dekat, aku tak sanggup mengucapkan keinginanku.. lebih sering aku mengucapkan permohonan atas apa yang telah kutangkap dariNya sebagai kehendakNya. Ini pengalaman pribadi yang sangat personal. Tidak semua orang mengalami hal ini.
Kita diajari prinsip dasar yaitu meminta kepada Allah dan kemudian tunggulah jawabanNya, "iya", "tidak", atau "tunggu"..
tapi, aku telah belajar sesuatu yang lain...
mintalah apa yang dikehendakiNya, pasti akan selalu ada jawaban "iya" atau "tunggu", kamu tidak pernah menemukan jawaban "tidak"....
Pertanyaannya, bagaimana mengerti kehendakNya dengan mudah..? berelasilah denganNya, tenggelamlah di dalam kebenaran firmanNya. Setiap waktu datang padaNya. Itu persahabatan yang kekal, yang tak dapat digantikan oleh apapun...
Suatu hari kamu akan benar-benar kaget, karena hidupmu benar-benar ada di dalam kehendakNya, bahkan untuk meminta sesuai keinginanmu kamu tidak berani. Karena kamu sangat mengenaliNya, sangat tahu isi hatiNya, sangat mengerti Sahabatmu itu..
Dan yang terpenting ketika persahabatan denganNya telah terjalin, IA tidak pernah menyembunyikan apapun darimu....Ia selalu memberitahukan maksudNya dengan begitu jelas.
Persahabatan itu adalah sesuatu yang harus dibangun terus-menerus. Aku begitu sering berhenti berdoa, karena aku tidak tahu apa yang harus aku doakan, aku belum paham apa mauNya.
Daripada sekedar menyampaikan permohonan, lebih baik aku mencari tahu kehendakNya dan kemudian mendoakan sesuai apa yang kutangkap dariNya...
Bersahabatlah denganNya......
Kejadian 18:17 Berpikirlah TUHAN: "Apakah Aku akan menyembunyikan kepada Abraham apa yang hendak Kulakukan ini?
0 komentar:
Post a Comment