Tuesday, August 19, 2014

Born To Reproduce

By: Dawson Trotman
Ringkasan -

Tema besar yang diberikan:
“A Passionate Call to Maturity, Spiritual Reproduction and Spiritual Parenting
to Help Fulfill The Great Commission”

1.       Seseorang yang hidup pasti bermultiplikasi/menghasilkan buah.
2.       Penggambaran pemuridan seperti dalam sebuah keluarga. Ketika seseorang cukup dewasa, maka ia sudah dan telah cukup dewasa untuk memperoleh keturunan. Tidak ada seorang anak laki-laki kecil yang dapat mempunyai anak. Tidak ada juga seorang anak perempuan yang dapat memiliki anak.
Seorang anak lelaki yang kecil harus cukup bertumbuh hingga pada saat pertumbuhan tertentu untuk proses kedewasaannya hingga bisa memperoleh keturunan. Seorang gadis kecil harus cukup tua untuk bisa memperhatikan bayinya.
3.       Follow up (bimbingan lanjutan) untuk seorang Kristen yang baru adalah sebuah mandat yang harus dikerjakan, bukan sebuah pilihan.
4.       Seseorang yang memiliki passion untuk memenangkan jiwa tidaklah cukup hanya untuk memenangkan jiwa. Ia harus juga memiliki passion  untuk memberikan bimbingan lanjutan kepada orang tersebut.
Hal yang tidak bisa dipisahkan satu dengan yang lain.
Pemberitaan injil dan pembimbingan lanjutan setelah pemberitaan injil tersebut.
5.       Bimbingan lanjutan lebih dari sekedar membawa seseorang kepada Kristus.
6.       Proses bimbingan
A à B à C à D

A: great grandfather
B: grandfather
C: father
D: son

7.       Tuhan menggunakan channel yang tepat dalam kehidupan baru orang Kristen yang muda ini melalui sukacitanya yang besar dan cintanya yang pertama kepada Kristus. Hal itu dilakukan ketika imannya muncul melalui pendengaran akan firman Tuhan. Dalam sukacita yang dimilikinya itu, mereka menginginkan agar orang lain pun mengetahui akan hal tersebut.

8.       Bimbingan lanjutan kepada orang Kristen yang baru membutuhkan seseorang orang tua rohani.
Tidak ada sesuatu pun di bawah dunia ini yang dapat menjaga seorang petobat baru tetap berada di dalam Tuhan Yesus, selain dari orang tersebut memiliki orang tua secara rohani.
Orang tua rohani disini akan memberikan kepadanya perhatian khusus, dan memberikan kepadanya makanan rohani dari Allah yang berguna untuk pertumbuhan orang tersebut.

9.       Menjadi orang tua rohani:
Hal-hal yang harus dilakukan dalam membimbing seseorang kepada Kristus:
n  Memastikan kelahirannya kembali
n  Menghabiskan waktu bersama  orang tersebut
n  Menunjukkan kepadanya bagaimana bereproduksi
n  Membutuhkan banyak waktu bersama orang tersebut
n  Menghabiskan waktu bersama orang tersebut
n  Cukup peduli dengan apa yang terjadi dengan permasalahan-permasalahannya
n  Mengajarinya tidak hanya untuk mendengarkan suara firman Tuhan, membacanya, tetapi juga bagaimana mempelajarinya.
n  Mengajarinya juga untuk bagaimana mengisi getaran hatinya dengan firman Tuhan, sehingga dengan demikian, suara firman Tuhan akan mengangkat panah hatinya dan meletakkannya dibawah mulutnya dan menembus hatinya untuk Kristus.

Penting untuk mengajarinya betapa mudahnya untuk memimpin seseorang kepada Kristus. ada tanggung jawab yang harus dilakukan, tapi ada juga kemudahan dalam melakukannya, dengan demikian, ia dapat mencontoh tindakan tersebut J

10.   Iblis akan mempengaruhi orang-orang yang bekerja untuk Kristus. Ketika hal itu terjadi, pasti iblis bekerja diantara para pekerja yang melakukan hal tersebut. Bukan hanya kepada orang-orang yang akan dilayani.

11.   Kita dapat membimbing seseorang kepada Kristus dalam waktu  20 menit sampai beberapa jam. Tetapi, membutuhkan waktu dari 20 minggu sampai beberapa tahun untuk mengarahkannya kepada kedewasaan rohani, kemenangan terhadap dosa dan pencobaan yang berulang-ulang.

12.   Saat teduh pribadi adalah esensi hidup yang berbuat dan berkemenangan. Mempersiapkan misionaris untuk melakukan pekerjaan misi, mulailah dengan saat teduh pribadi mereka. Jangan sampai ditelantarkan begitu saja.

13.   Penghafalan ayat adalah suatu sumber esensial untuk mengalami pertumbuhan dan dalam menginjili orang lain.

Every one of us, no matter what age we are, should get busy memorizing Scripture.  

Bersambung... 

Friday, August 15, 2014

Firman Tuhan: untuk hidup sekarang dan nanti

Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.
2 Tim 3:16-17

Apa manfaat progresif dari firman Tuhan dalam hidup kita?
- Mengajar. 
ESV: Teaching
NLT: teach us what is true
Kita hidup dalam dunia yang tidak mudah. Ketika kita hidup dengan langkah dan keinginan kita sendiri, maka akan sangat mudah bagi kita untuk jatuh dalam dosa.
Maka kita butuh kebenaran firman Tuhan untuk menuntun langkah kita kedepannya.
Firman Tuhan yang akan mengajarkan bagaimana hidup dalam ketaatan kepada Allah. Firman Tuhan juga yang akan mengajarkan bagaimana untuk hidup benar. Firman Tuhan yang akan memimpin bagaimana hidup ini seharusnya dijalani.

- Menyatakan kesalahan.
ESV: Reproof
NLT: Make us realize what is wrong in our lives.
Sebagai manusia, kita tidak pernah luput dari kesalahan. Tapi, standar kekudusan untuk menyatakan suatu hal itu salah atau benar adalah firman Tuhan. Kita tidak bisa memiliki standar ganda di dunia ini. Firman Tuhan berotoritas dalam hidup kita untuk menyatakan apakah langkah kita ini salah atau benar. Berkacalah pada firman sehingga kita dapat mengetahui di mana kita sedang berada saat ini, apakah salah atau benar.

- Memperbaiki kelakukan.
ESV: correction
NLT: It straightens us out
Kebiasaan yang salah seringkali telah terbangun sejak kita kecil. Kita menyebutnya ‘kebiasaan’ karena kita telah terbiasa melakukan semua itu. Kita seringkali terbiasa dengan cara hidup yang salah. Firman Tuhan memampukan kita untuk menyadari setiap kesalahan itu dan kemudian memampukan kita untuk memperbaik cara hidup yang salah itu. Cara hidup yang salah itu perlu diperbaiki.

- Mendidik dalam kebenaran. 
ESV: training in righteousness
NTL: teaches us to do what is right
Firman Tuhan tidak hanya menunjukkan kesalahan-kesalahan kita. Firman Tuhan justru mendidik kita dan melatih kita untuk hidup dalam kebenaran setiap saat. Cara hidup kita yang lama harus ditanggalkan supaya kita dapat memiliki cara hidup yang benar.

Apa tujuan akhir dari semua bentukan firman Tuhan dalam hidup kita?

17 that the man of God may be competent, equipped for every good work.
17 It is God’s way of preparing us in every way, fully equipped for every good thing God wants us to do.
- Allah memperlengkapi kita dengan firman Tuhan untuk tujuan melakukan pekerjaan yang baik.  Pekerjaan baik yang dimaksudkan di sini adalah di mana Ia menempatkan kita suatu saat nanti, entah dalam mengerjakan panggilan, dalam pekerjaan, dalam keluarga, dalam pernikahan dlsb.

Terus gunakan firman Tuhan dalam hidupmu,. kita sedang dipersiapkanNya. 
Taat dan setia setiap waktu.. 

:)

Thursday, August 14, 2014

Karakter murid: Tunduk pada otoritas firman Tuhan.


Salah satu ciri murid Kristus adalah tunduk pada otoritas firman Tuhan. Apa maksud dari hal tersebut? Hal tersebut berarti segala keputusan dalam hidup berpusatkan pada kebenaran firman Tuhan. Pilihan-pilihan paling penting dalam hidup diarahkan berdasarkan kebenaran firman Tuhan. Misalnya dalam memilih jurusan pada saat masuk kuliah, panggilan hidup pribadi yang nantinya akan menentukan dimana ia akan bekerja, memilih pasangan hidup, pengaturan waktu dan uang, dlsb.

Sebelum seseorang mencapai tahapan ini, ia membutuhkan pengalaman pribadi dengan firman Tuhan. Jika ia miskin pengalaman pribadi dengan firman, maka akan menjadi satu bagian yang sangat sulit dalam ketaatannya.

Firman Tuhan adalah bagian paling mendasar dalam hidup seorang murid. Firman Tuhan yang akan menentukan ia akan berada di mana dan bekerja di mana setelah lulus kuliah. Firman Tuhan yang akan menentukan bagaimana ia menggunakan waktu-waktu dalam hidupnya dan uang yang dipercayakan oleh Tuhan.

Bagaimana memiliki karakter yang tunduk pada firman Tuhan?
Bangun keyakinan yang dalam atas kebenaran firman Tuhan. Keyakinan ini dibangun dengan pendalaman alkitab dan penggalian kebenaran firman Tuhan. Tidak hanya sampai pada membangun keyakinan berdasarkan perspektif alkitab, tetapi membangunnya juga dengan pengalaman pribadi dituntun oleh firman Tuhan. Pengalaman pribadi-lah yang akan makin mengokohkan keyakinannya akan firman Tuhan. Selain itu dengan teladan iman dari tokoh-tokoh besar dan juga dari pemimpin rohani sendiri.

Keyakinan seseorang dapat dikatakan terbangun ketika ia telah bersedia untuk meninggalkan kebiasaan lamanya dan menggantikan dengan kebiasaan yang baru. Misalnya, ia terbiasa untuk mengambil keputusan berdasarkan kesukaan hati, logika atau perasaan. Hal ini ditinggalkan dan ia akan mulai bergumul dengan firman Tuhan untuk tiap-tiap keputusan yang akan diambilnya. Selain itu, tanpa ditanya dan tanpa dikontrol ia terus-menerus menjadikan firman Tuhan sebagai bagian dalam hidupnya yang mengatur langkah-langkah dan keputusan-keputusan yang akan diambilnya.

Karakter tunduk pada otoritas firman Tuhan akan semakin mendalam bertumbuh seiring dengan pertumbuhan  kehidupan murid.

Mazmur 119:105 FirmanMu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku. 


Jika adik rohani saya gagal untuk tunduk pada otoritas firman, kemungkinan besar saya  gagal untuk membangun bagian itu dalam hidupnya...
Jangan cepat-cepat menghakimi.. 
Saya butuh lebih banyak berdoa, supaya bagian itu terbangun..
Mengapa? Karena jika seseorang dapat taat pada firman, itu adalah pekerjaan Roh Kudus.
Saya hanya bergantung pada anugerah Allah. 


Wednesday, August 13, 2014

Karakter Murid : Dipenuhi Roh Kudus (2)

Dipenuhi Roh Kudus berarti ada di dalam kondisi tunduk pada pimpinan Roh kapanpun dan dimanapun.
Tidak ada kondisi setengah penuh atau sedikit penuh. Yang ada adalah ‘penuh dengan Roh Kudus’ atau ‘tidak penuh dengan Roh Kudus’.

Dipenuhi Roh Kudus berarti hidup dalam standar kekudusan Allah.
Dimulai dari hal-hal kecil dan sederhana:
Pikiranmu? siapa yang mendominasinya? Allah atau yang lainnya?
Penggunaan uangmu? Untuk hal apakah uangmu paling sering dikeluarkan? Untuk Tuhan? Memberi? Atau diri sendiri?
Hobimu, apa yang kamu lakukan di saat-saat senggangmu? Apakah kamu melakukannya untuk kesenangan dirimu sendiri atau kesenangan Tuhan?
Bagaimana kamu mengisi liburanmu?

Singkatnya, orang yang dipenuhi oleh Roh Kudus, menunjukkan bahwa di dalam seluruh hidupnya ia akan berada di bawah pimpinan Roh.
Orang yang berada di bawah pimpinan Roh, bukan berarti kemanapun ia selalu mengucapkan hal-hal rohani, tetapi ia adalah orang yang dalam segala hal mengutamakan pimpinan Roh Kudus dari pada dirinya sendiri.

Orang yang dipenuhi Roh Kudus sangat sadar dengan hal-hal yang di luar kehendak Tuhan, bahkan dalam pilihan-pilihan kecil hidupnya.
Kepekaannya dilatih dengan mendengarkan suara lembut dari dalam hatinya.
Ia belajar taat pada suara lembut dalam hatinya. Mengapa?
Karena ketika ia tidak taat, perlahan-lahan ia menjadi tidak peka.
Suara itu berbicara sangat keras, tetapi terkadang dipatahkan oleh logika dan perasaan pribadi.

Suara itu mengajarkan kembali tentang semua pengajaran firman Tuhan yang pernah diajarkan. Suara itu juga terkadang memperhatikan hidup kita sampai hal-hal yang paling detail sekalipun.
Suara itu seperti ‘alarm’ yang berbunyi jika kita akan melakukan hal-hal  yang salah.
Suara itu juga yang akan menuduh kita dan membuat kita merasa bersalah ketika kita berdosa.

Orang Kristen yang telah mengalami perjumpaan pribadi dengan Kristus, akan memiliki Roh Kudus di dalam hatinya. Kepekaan kita terhadap suara Roh Kudus dibangun lewat doa dan firman.
Mintalah kepekaan pada SuaraNya, supaya kita hidup teratur di dalam Dia.
Belajar diam, tenang, peka dengan  suaraNya.

1 Kor 12  Kita tidak menerima roh dunia, tetapi roh yang berasal dari Allah, supaya kita tahu, apa yang dikaruniakan Allah kepada kita.  

Yoh 14: 26  tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.

Tuesday, August 12, 2014

Apakah kamu berbeda?



Mereka hidup seenaknya
mereka hidup seperti apa yang mereka inginkan.
sepertinya tidak bergumul dengan keinginan-keingina
sepertinya tidak perlu sibuk dengan apa itu kehendak Tuhan atau bukan
yang penting tidak melanggar standar etika dan moral pada umumnya..
lalu apa bedanya dengan orang-orang di luar sana dan manusia pada umumnya?

mereka hidup di dalam caranya sendiri..
tapi mereka ada di gereja
mereka melayani
mereka menyebut diri Kristen..

yang terpenting adalah hidup baik..
yang terpenting adalah jika ada keinginan, dapat menginspirasi orang lain, tidak bertentangan dengan kebanyakan orang..

mengapa mereka begitu?
apa murid Kristus begitu?
murid Kristus berbeda..
hidup dalam kehendak Allah
bergumul dalam segala hal
belajar menikmati penyangkalan diri
harus menunggu Allah menyatakan kehendakNya

harus menantikan dalam kebingungan
lebih sering menunggu dalam diam..

tak boleh bertindak apapun jika Tuhan tidak menyuruh apapun..

tapi, jika Tuhan menyuruh, harus melakukannya...apapun tantangan yang ada di depanmu..


apa kamu murid Kristus?
apa kamu berbeda??

murid Kristus ada di gereja & juga melayani
tapi mereka yang di gereja & melayani belum tentu murid Kristus..

perbedaannya terletak pada siapakah yg menentukan semua keputusan dalam hidupmu..
Kristus?
ataukah dirimu sendiri..

apakah kamu berbeda??



quotes : kegerakan

Kita terlatih menciptakan banyak aktifitas. Tapi kita tidak terlatih menciptakan sebuah kegerakan.

Saturday, August 9, 2014

Hidup itu berat

"Bukankah manusia harus bergumul di bumi, dan hari-harinya seperti hari-hari orang upahan?  
Seperti kepada seorang budak yang merindukan naungan, seperti kepada orang upahan yang menanti-nantikan upahnya,  
demikianlah dibagikan kepadaku bulan-bulan yang sia-sia, dan ditentukan kepadaku malam-malam penuh kesusahan.  
Bila aku pergi tidur, maka pikirku: Bilakah aku akan bangun? Tetapi malam merentang panjang, dan aku dicekam oleh gelisah sampai dinihari.  
Berenga dan abu menutupi tubuhku, kulitku menjadi keras, lalu pecah.  
Hari-hariku berlalu lebih cepat dari pada torak, dan berakhir tanpa harapan.  
Ingatlah, bahwa hidupku hanya hembusan nafas; mataku tidak akan lagi melihat yang baik.  
Orang yang memandang aku, tidak akan melihat aku lagi, sementara Engkau memandang aku, aku tidak ada lagi.  
Sebagaimana awan lenyap dan melayang hilang, demikian juga orang yang turun ke dalam dunia orang mati tidak akan muncul kembali.  
Ia tidak lagi kembali ke rumahnya, dan tidak dikenal lagi oleh tempat tinggalnya.  
Oleh sebab itu akupun tidak akan menahan mulutku, aku akan berbicara dalam kesesakan jiwaku, mengeluh dalam kepedihan hatiku.  
Apakah aku ini laut atau naga, sehingga Engkau menempatkan penjaga terhadap aku?  
Apabila aku berpikir: Tempat tidurku akan memberi aku penghiburan, dan tempat pembaringanku akan meringankan keluh kesahku,  
maka Engkau mengagetkan aku dengan impian dan mengejutkan aku dengan khayal,  
sehingga aku lebih suka dicekik dan mati dari pada menanggung kesusahanku.  
Aku jemu, aku tidak mau hidup untuk selama-lamanya. Biarkanlah aku, karena hari-hariku hanya seperti hembusan nafas saja.  
Apakah gerangan manusia, sehingga dia Kauanggap agung, dan Kauperhatikan,  
dan Kaudatangi setiap pagi, dan Kauuji setiap saat?  
Bilakah Engkau mengalihkan pandangan-Mu dari padaku, dan membiarkan aku, sehingga aku sempat menelan ludahku?  
Kalau aku berbuat dosa, apakah yang telah kulakukan terhadap Engkau, ya Penjaga manusia? Mengapa Engkau menjadikan aku sasaran-Mu, sehingga aku menjadi beban bagi diriku?  
Dan mengapa Engkau tidak mengampuni pelanggaranku, dan tidak menghapuskan kesalahanku? Karena sekarang aku terbaring dalam debu, lalu Engkau akan mencari aku, tetapi aku tidak akan ada lagi."





Di manakah Engkau, Tuhan?
Aku lelah..
Biarlah kematian menghampiriku lebih cepat..

hanya, tolong jangan pisahkan aku dari firmanMu..
karena batinku menginginkannya..
tapi tubuhku menolaknya dan bergejolak karenanya..