Saturday, October 18, 2014

PA Surat

Roma 4:1-25
Contoh Sentence Flow

1 ¶  (A)Jadi apakah akan kita katakan tentang Abraham,
bapa leluhur jasmani kita?  
2                      (a) Sebab jikalau Abraham dibenarkan karena perbuatannya, maka ia beroleh dasar untuk bermegah, tetapi tidak di hadapan Allah.  
3                      (b) Sebab apakah dikatakan nas Kitab Suci? "Lalu percayalah Abraham kepada Tuhan,
(c)dan Tuhan memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran."
Keteladanan Abraham: iman diperhitungkan Tuhan sebagai kebenaran
-         Bapa leluhur secara jasmani
-         Tidak dibenarkan berdasarkan perbuatannya
-         Percaya kepada Allah
-         Allah memperhitungkan kepercayaannya sebagai kebenaran.
 
4                      (a) Kalau ada orang yang bekerja, upahnya tidak diperhitungkan sebagai hadiah, tetapi sebagai haknya.  
5                      (b)Tetapi kalau ada orang yang tidak bekerja, namun percaya kepada Dia yang membenarkan orang durhaka,
(c) imannya diperhitungkan menjadi kebenaran.  

Usaha vs Hadiah: Iman diperhitungkan sebagai kebenaran

6                                  (c’)Seperti juga Daud
(1)menyebut berbahagia orang yang dibenarkan Allah bukan berdasarkan perbuatannya:  
7                                              (2)Berbahagialah orang yang diampuni pelanggaran-pelanggarannya, dan yang ditutupi dosa-dosanya;  
8                                              (3)berbahagialah manusia yang kesalahannya tidak diperhitungkan Tuhan kepadanya." 

Mazmur Daud: Iman diperhitungkan sebagai kebenaran

9 ¶  (B) (1) Adakah ucapan bahagia ini hanya berlaku
(a)bagi orang bersunat saja atau juga bagi orang tak bersunat?
(b) Sebab telah kami katakan, bahwa kepada Abraham iman diperhitungkan sebagai kebenaran.  
10        (1) Dalam keadaan manakah hal itu diperhitungkan?
(a)Sebelum atau sesudah ia disunat?
(b)Bukan sesudah disunat, tetapi sebelumnya.  
11                                (b’)Dan tanda sunat itu diterimanya sebagai meterai kebenaran berdasarkan iman yang ditunjukkannya, sebelum ia bersunat.

Sebelum disunat: Iman diperhitungkan sebagai kebenaran.

(2)Demikianlah ia dapat menjadi bapa semua orang percaya
yang tak bersunat, supaya kebenaran diperhitungkan kepada mereka,  
12                    dan juga menjadi bapa orang-orang bersunat,
yaitu mereka yang bukan hanya bersunat,
tetapi juga mengikuti jejak iman Abraham,
bapa leluhur kita,
pada masa ia belum disunat. 

Pembenaran kepada semua orang percaya karena iman yang diperhitungkan sebagai kebenaran.

Tema besar
1-12 Iman diperhitungkan Allah sebagai kebenaran.


13  (a)Sebab bukan karena hukum Taurat telah diberikan janji kepada Abraham dan keturunannya, bahwa ia akan memiliki dunia,
(b)tetapi karena kebenaran, berdasarkan iman.  
14  (a)Sebab jika mereka yang mengharapkannya dari hukum Taurat, menerima bagian yang dijanjikan Allah,
(b)maka sia-sialah iman dan batallah janji itu.  
15  (a)Karena hukum Taurat membangkitkan murka, tetapi di mana tidak ada hukum Taurat, di situ tidak ada juga pelanggaran.  
16        (b)Karena itulah kebenaran berdasarkan iman supaya merupakan kasih karunia, sehingga janji itu berlaku bagi semua keturunan Abraham,
     (a)bukan hanya bagi mereka yang hidup dari hukum Taurat,
(b) tetapi juga bagi mereka yang hidup dari iman Abraham.
Sebab Abraham adalah bapa kita semua,  —         

Iman Abraham: Bukan karena hukum Taurat namun karena Janji Allah

17 ¶ (a)seperti ada tertulis: "Engkau telah Kutetapkan menjadi bapa banyak bangsa"  — 
di hadapan Allah yang kepada-Nya ia percaya,
yaitu Allah yang menghidupkan orang mati
dan yang menjadikan dengan firman-Nya apa yang tidak ada menjadi ada.  
18                    (b)Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya,
(a)bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, menurut yang telah difirmankan: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu."  
19                    (b)Imannya tidak menjadi lemah,
walaupun ia mengetahui, bahwa tubuhnya sudah sangat lemah,
karena usianya telah kira-kira seratus tahun,
dan bahwa rahim Sara telah tertutup.  
20        (a) Tetapi terhadap janji Allah
(b) ia tidak bimbang karena ketidakpercayaan, malah ia diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah,  21  dengan penuh keyakinan,
(a)bahwa Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah Ia janjikan.  
22                    (b)Karena itu hal ini diperhitungkan kepadanya sebagai kebenaran.  
Iman Abraham: Bukan karena kondisi fisik yang lemah namun karena janji Allah

23 ¶  (a) Kata-kata ini, yaitu "hal ini diperhitungkan kepadanya," tidak ditulis untuk Abraham saja,  
24                    (b)tetapi ditulis juga untuk kita; sebab kepada kitapun Allah memperhitungkannya,
            karena kita percaya kepada Dia,
yang telah membangkitkan Yesus, Tuhan kita, dari antara orang mati,  
25                                            yaitu Yesus, yang telah diserahkan karena pelanggaran kita dan dibangkitkan karena pembenaran kita.  

Iman kita: kepada Kristus, berdasarkan janji Allah.

Tema besar:
13-25 Janji Allah direalisasikan berdasarkan iman.





Roma 4:13-25

13  (a)Sebab bukan karena hukum Taurat telah diberikan janji kepada Abraham dan keturunannya, bahwa ia akan memiliki dunia,
(b)tetapi karena kebenaran, berdasarkan iman.  
14  (a)Sebab jika mereka yang mengharapkannya dari hukum Taurat, menerima bagian yang dijanjikan Allah,
(b)maka sia-sialah iman dan batallah janji itu.  
15  (a)Karena hukum Taurat membangkitkan murka, tetapi di mana tidak ada hukum Taurat, di situ tidak ada juga pelanggaran.  
16        (b)Karena itulah kebenaran berdasarkan iman supaya merupakan kasih karunia,
      (a) sehingga janji itu berlaku bagi semua keturunan Abraham, bukan hanya bagi mereka yang hidup dari hukum Taurat,
(b) tetapi juga bagi mereka yang hidup dari iman Abraham.
Sebab Abraham adalah bapa kita semua,  —         

Iman Abraham: Bukan karena hukum Taurat namun karena Janji Allah


13  For the promise to Abraham and his offspring that he would be heir of the world did not come through the law but through the righteousness of faith.    – karena janji kepada Abraham dan keturunannya bahwa ia akan memiliki dunia tidak datang melalui hukum taurat, tetapi melalui pembenaran karena iman.
è Dalam hal ini, titik penekanannya bukan apa arti hukum taurat di sini, tetapi berdasarkan pada janji yang Allah berikan. Lihat konteks Roma secara keseluruhan, bahwa keselamatan diberikan dari Allah melalui iman (bukan karena melakukan hukum Taurat). Dalam konteks abraham ini,  Paulus seperti ingin memberikan contoh kepada jemaat orang Yahudi saat itu bahwa jika mereka mengatakan  bahwa kelebihan mereka ada di dalam hukum Taurat, mereka salah! Dan jika kelebihan mereka ada di dalam keturunan Abraham, mereka juga salah! Mengapa? Karena yang terlihat dari Abraham adalah imannya.
Terhadap janji Allah, respon yang dikehendakiNya: Iman.
Iman berarti tidak meragukan sedikitpun janji yang Allah berikan dan tidak membantu Allah merealisasikan janjiNya.
Namun , Iman di dalam konteks mengerjakan keselamatan, harus terbukti di dalam hidup pribadi kita. Iman kita hanya terlihat dari perbuatan (konteks keselamatan).

janji Allah kepada Abraham tersebut tidak hanya berkaitan dengan janji terhadap tanah kanaan. Tetapi janji untuk kepemilikan dunia.
Dan janji itu juga bukan hanya janji berkaitan dengan dunia saat ini. tetapi juga dunia yang akan datang.
Bdk Ibr 11:10-16; why 21-22

è Trough the righteousness of faith 
karena kebenaran berdasarkan iman.

Janji yang diberikan oleh Allah adalah janji akan kekekalan. Bukan hanya berkaitan dengan dunia saat itu (tanah perjanjian), tetapi juga dunia yang akan datang.

14  For if it is the adherents of the law who are to be the heirs, faith is null and the promise is void.  
è Jika mereka yang mengharapkan mendapatkan melalui hukum taurat juga mendapatkannya, maka iman itu tidak berguna (sia-sia) dan janji itu menjadi tidak berlaku lagi.
Standar yang diberikan Allah setara / sama à berdasarkan janji dan diterima melalui IMAN.
Jika standar itu sama, maka tidak akan ada cara lain untuk menerima janji Allah itu, selain melalui iman.
Hukum taurat à law/ menitik beratkan bukan pada hukumnya, melainkan pada usaha manusia untuk memperoleh berdasarkan ketaatan kepada hukum.
Jika warisan yang dijanjikan Allah diperoleh berdasarkan menjalankan hukum Taurat, maka pembenaran tidak lagi berdasarkan iman, tetapi berdasarkan usaha.
If the heritance is gained by observing the law, then rightousness is no longer by faith but by works.
Faith and works are fundamentally opposed (iman dan usaha pasti bertentangan secara fundamental), for faith means trusting in or relying on a promise of God’s work and not depending in any way on human performance.
Ketika Allah berjanji, maka pasti Allah akan menepatinya.
Bagaimanapun tindakan umat manusia di hadapan kita.
Mengapa? Karena kita menerima janji dari Allah sendiri.

15  For the law brings wrath, but where there is no law there is no transgression.  
Hukum Taurat mendatangkan murka à ketika tidak menaatinya, maka mendapat murka dari Allah.

16  That is why it depends on faith, in order that the promise may rest on grace and be guaranteed to all his offspring—not only to the adherent of the law but also to the one who shares the faith of Abraham, who is the father of us all, 

Hukum taurat pada dasarnya akan mendatangkan murka Allah.
Jika berdasarkan iman maka akan diperhitungkan sebagai kasih karunia Allah.
Karena berdasarkan kasih karunia, maka pasti janji itu dapat diberlakukan bagi semua keturunan Abraham, baik yang adalah orang-orang yahudi (mendapat warisan hukum taurat) maupun yang hidup dari iman Abraham.
Betapa Allah adil dengan segala kondisi yang dialami tersebut.

Abraham adalah Bapa kita semua à Bapa orang percaya à Percaya kepada Allah melalui iman.


17 ¶ (a)seperti ada tertulis: "Engkau telah Kutetapkan menjadi bapa banyak bangsa"  — 
di hadapan Allah yang kepada-Nya ia percaya,
yaitu Allah yang menghidupkan orang mati
dan yang menjadikan dengan firman-Nya apa yang tidak ada menjadi ada.  

ESV: 17 ¶  as it is written, “I have made you the father of many nations”—in the presence of the God in whom he believed, who gives life to the dead and calls into existence the things that do not exist.  

Allah yang memberikan janji ini Adalah Allah yang dipercayai oleh Abraham.
Allah  yang memberikan janji ini adalah Allah yang berotoritas à mampu memberikan kehidupan kepada orang mati (kuasa).
Allah yang melalui firmanNya dapat menjadikan apa yang tidak ada menjadi ada.
Hal ini berkaitan dengan kuasa dan kebesaran Allah.

Janji yang diberikan menjadi sebuah janji yang begitu kuat dan begitu luar biasa, karena bergantung dari kualitas pribadi yang memberikan janji tersebut, yaitu Allah.
-         Berotoritas.
-         Berkuasa
-         Sehingga layak untuk dipercayai. Kepercayaan Abraham bukan dilandasi pada kepercayaan kepada pribadi yang lemah, tetapi pada pribadi yang sungguh berkuasa, apapun di dunia ini telah ada di dalam otoritasNya.

Akibatnya, Abraham mengerti bahwa sekalipun tidak ada dasar apapun untuk mengharapkan semuanya, tetapi Abraham tetap berharap segala sesuatu kepada Allah.
Abraham diperhadapkan pada kondisi tanpa pengharapan ketika ia melihat dirinya sendiri dan melihat pada kondisi Sara, Isterinya..

18                    (b)Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya,
(a)bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, menurut yang telah difirmankan: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu."  
19                    (b)Imannya tidak menjadi lemah,
walaupun ia mengetahui, bahwa tubuhnya sudah sangat lemah,
karena usianya telah kira-kira seratus tahun,
dan bahwa rahim Sara telah tertutup.  
20        (a) Tetapi terhadap janji Allah
(b) ia tidak bimbang karena ketidakpercayaan, malah ia diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah,  21  dengan penuh keyakinan,
(a)bahwa Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah Ia janjikan.  
22                    (b)Karena itu hal ini diperhitungkan kepadanya sebagai kebenaran.  

Iman Abraham: Bukan karena kondisi fisik yang lemah namun karena kualitas dari pribadi yang memberikan janji itu.

Abraham tidak punya dasar apapun untuk berharap.
Mengapa?
-         Tubuhnya sudah sangat lemah
-         Usia kira-kira sudah 100 tahun
-         Rahim sara telah tertutup
Hal-hal yang secara fisik dapat menghalangi dianggap dapat menghalangi terealisasinya janji Allah.
Mengapa?
Karena Allah menjanjikan sesuatu yang begitu luar biasa, yaitu:
Keturunan.
Dan banyak bangsa akan menjadi keturunan Abraham.

Bagaimana kondisi iman Abraham?
-         Imannya tidak menjadi lemah (19a)
-         Ia tidak bimbang karena ketidakpercayaan (20)
-         Ia diperkuat dalam imannya (20) Ia memuliakan Allah
-         dengan penuh keyakinan (20).
Dasar pengharapan Abraham hanya ada pada satu titik:
-         Allah berkuasa melaksanakan apa yang telah Ia janjikan.

19  He did not weaken in faith when he considered his own body, which was as good as dead (since he was about a hundred years old), or when he considered the barrenness of Sarah’s womb.  
20  No distrust made him waver concerning the promise of God, but he grew strong in his faith as he gave glory to God,
21  fully convinced that God was able to do what he had promised.  
-         Imannya tidak lemah
-         Tidak ada ketidakpercayaan yang membuatnya tidak mampu mempercayai janji Allah.
-         Ia bertumbuh makin kuat di dalam iman à pertumbuhan imannya itu membuat ia mampu untuk menaikkan puji-pujian kepada Allah
-         Ia tiba di titik di mana memiliki keyakinan yang penuh kepada Allah, yang mampu untuk melakukan apa yang telah dijanjikanNya itu. Allah sangat mampu merealisasikan apa yang telah dijanjikanNya.

Iman Abraham bertumbuh seiring dengan waktu menantikan Allah. Waktu penantian yang disediakan oleh Allah bukan untuk melemahkan kita, tetapi untuk membuat iman kita kepada Allah semakin bertumbuh dengan kuat dan kokoh, semakin dalam dan semakin dalam J

Iman kita sudah seharusnya bertumbuh makin penuh kepada Allah dari hari ke hari.
Kondisi sulit yang kita alami, sebenarnya bukan untuk melemahkan iman kita,tetapi justru membuat iman kita kepada Allah makin bertumbuh dan bertumbuh dari hari ke hari.

Abraham diperhadapkan pada 2 kondisi.
-         kondisi tanpa pengharapan ketika ia melihat dirinya sendiri dan melihat pada kondisi Sara, Isterinya.. mereka sudah terlalu tua.
-         kondisi penuh pengharapan ketika ia berhadapan dengan Allah yang mampu, yang berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah Allah sendiri janjikan.

Iman kepada Allah melampaui kondisi yang sedang ada di hadapan kita. Pengharapan yang diberikan Allah kepada kita bukanlah pengharapan yang palsu. Mengapa?
Karena kualitas kesetiaan Pribadi pemberi harapan tersebut.

Manusia: pemberi harapan palsu.
Allah: pemberi harapan pasti.


23 ¶  (a) Kata-kata ini, yaitu "hal ini diperhitungkan kepadanya," tidak ditulis untuk Abraham saja,  
24                    (b)tetapi ditulis juga untuk kita; sebab kepada kitapun Allah memperhitungkannya,
            karena kita percaya kepada Dia,
yang telah membangkitkan Yesus, Tuhan kita, dari antara orang mati,  
25                                            yaitu Yesus, yang telah diserahkan karena pelanggaran kita dan dibangkitkan karena pembenaran kita.  

Iman kita: kepada Kristus, berdasarkan janji Allah.

Paulus kembali membawa semua pembahasan mengenai iman Abraham ke dalam konteks jemaat di Roma à
Bahwa apa yang tertulis itu, bukan hanya untuk Abraham saja, melainkan juga kepada jemaat di Roma.
Mengapa?
Karena Allah menerapkan standar yang sama kepada semua orang.
Dan dalam konteks keselamatan,
è kepercayaan kepada Allah
è yang telah membangkitkan Yesus, Tuhan dari antara orang mati.
Yesus yang telah diserahkan karena pelanggaran kita dan dibangkitkan karena pembenaran kita.
Kematian dan kebangkitan Kristus semata-mata dikerjakan Allah untuk kita.
Dan Allah menghendakinya agar kita merespon semua karya dan pekerjaanNya itu di dalam iman dan percaya kepadaNya.
Kita adalah objek kasih dari Allah.

Hanya beriman, Tanpa usaha.

Tema besar:
13-25 Janji Allah direalisasikan berdasarkan iman.

Aplikasi:
-         kita telah menerima keselaman dari Allah berdasarkan iman kepada Tuhan Yesus Kristus.
è bersyukur untuk kasih karunia Allah itu.
-         dalam hidup kita setiap hari, lihatlah kembali semua janji yang telah Allah berikan.
Berjalan di dalam iman dan bertindak sesuai dengan perintahnya.

Percaya saja,
Ikut saja,
Taat saja..
J


Tuesday, October 14, 2014

Ucapan Syukur dan Nasihat untuk Bertekun

2 Tim 1:3-15
Ucapan Syukur dan Nasihat Untuk Bertekun.

3 (A) Aku mengucap syukur kepada Allah, yang kulayani dengan hati nurani yang murni seperti yang dilakukan nenek moyangku.
(b)Dan selalu aku mengingat engkau dalam permohonanku, baik siang maupun malam.
4   (1)Dan apabila aku terkenang akan air matamu yang kaucurahkan,
aku ingin melihat engkau kembali supaya penuhlah kesukaanku.
5   (2)Sebab aku teringat akan imanmu yang tulus ikhlas,
yaitu iman yang pertama-tama hidup di dalam nenekmu Lois
dan di dalam ibumu Eunike
dan yang aku yakin hidup juga di dalam dirimu.

Ucapan Syukur Paulus,
Kepada siapa Paulus menaikkan ucapan syukur?
- Kepada Allah
Yang dilayaninya dengan hati nurani yang murni, seperti yang dilakukan oleh nenek moyangnya.
ESV: 3  I thank God whom I serve, as did my ancestors, - aku berterima kasih kepada Allah yang kulayani, seperti dilakukan oleh nenek moyangku.
NLT: He is the God I serve with a clear conscience, just as my ancestors did.- Dialah Allah yang aku layani dengan hati yang murni, seperti yang dilakukan oleh nenek moyang.

Siapa yang menjadi objek ucapan syukur Paulus?
- Yang menjadi objek ucapan syukur Paulus adalah Timotius.
Paulus mengingat Timotius dalam permohonannya siang dan malam.

Hal-hal apa yang disyukuri oleh Paulus?
- Akan air mata yang dicurahkan oleh Timotius, Paulus ingin segera bertemu dengan Timotius.
- Akan iman Timotius yang tulus ikhlas, yang diketahui Paulus bahwa pertama-tama semua itu lahir di dalam hidup neneknya Lois dan ibunya Eunike dan pada akhirnya sampai pada Timotius.

ESV: as I remember you constantly in my prayers night and day.   - sebagaimana aku mengingat kamu terus-menerus di dalam doaku siang dan malam.
4  As I remember your tears, I long to see you, that I may be filled with joy.   - sebagaimana aku mengingat air matamu, aku ingin melihatmu, sehingga aku dapat dipenuhi dengan sukacita.
5  I am reminded of your sincere faith, a faith that dwelt first in your grandmother Lois and your mother Eunice and now, I am sure, dwells in you as well.   - aku teringat akan imanmu yang tulus, iman yang pertama kali berdiam di dalam hati nenekmu Lois dan ibumu Eunike dan sekarang ada padamu.

NLT: Night and day I constantly remember you in my prayers.   - malam dan siang aku secara terus-menerus mengingat kamu di dalam doaku.
4  I long to see you again, for I remember your tears as we parted. And I will be filled with joy when we are together again.  -  aku ingin berjumpa dengan Engkau lagi, aku mengingat air matamu pada saat kita terpisah. Dan aku akan dipenuhi oleh sukacita ketika kita akan bersama lagi.
5  I know that you sincerely trust the Lord, for you have the faith of your mother, Eunice, and your grandmother, Lois.    - aku tahu bahwa kamu secara tulus mempercayai Allah, karena kamu memiliki iman dari ibumu Eunike dan nenekmu Lois.


Paulus merindukan pertemuan dengan Timotius yang adalah adik rohaninya. Seberapa jauh saya merindukan keberadaan adik rohani saya?
Isi doa Paulus adalah ucapan syukur kepada Allah dan berkaitan dengan apa yang terjadi dengan adik-adik rohaninya. Ia mengingat Timotius setiap hari, siang malam dalam doanya.
Saya harus juga benar-benar meneladani bagian ini. bersyukur untuk setiap pekerjaan Tuhan dalam hidup adik-adik rohani saya. :D

MENGINGAT ADIK-ADIK ROHANI SIANG DAN MALAM.
MEMBAWA MEREKA DALAM DOA SIANG DAN MALAM.
MEMBAWA PERMOHONAN BAGI MEREKA SIANG DAN MALAM.


6   (B)Karena itulah kuperingatkan engkau
(a)untuk mengobarkan karunia Allah yang ada padamu
oleh penumpangan tanganku atasmu.
7   Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan,
melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.
8   Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita
dan janganlah malu karena aku, seorang hukuman karena Dia,
(b)melainkan ikutlah menderita bagi Injil-Nya oleh kekuatan Allah.
9   (b1)Dialah yang menyelamatkan kita dan memanggil kita dengan panggilan kudus,
(1)bukan berdasarkan perbuatan kita, melainkan berdasarkan maksud dan kasih karunia-Nya sendiri,
(2)yang telah dikaruniakan kepada kita dalam Kristus Yesus sebelum permulaan zaman
10   (3)dan yang sekarang dinyatakan oleh kedatangan Juruselamat kita Yesus Kristus,
(3a)yang oleh Injil telah mematahkan kuasa maut dan mendatangkan hidup yang tidak dapat binasa.
11   (3b)Untuk Injil inilah aku telah ditetapkan sebagai pemberita, sebagai rasuldan sebagai guru.
12   (b2)Itulah sebabnya aku menderita semuanya ini, tetapi aku tidak malu;
(1)karena aku tahu kepada siapa aku percaya
(2)dan aku yakin bahwa Dia berkuasa memeliharakan apa yang telah dipercayakan-Nya kepadaku hingga pada hari Tuhan.

13   (c)Peganglah segala sesuatu yang telah engkau dengar dari padaku
sebagai contoh ajaran yang sehat
dan lakukanlah itu dalam iman dan kasih dalam Kristus Yesus.
14   (d)Peliharalah harta yang indah, yang telah dipercayakan-Nya kepada kita, oleh Roh Kudus yang diam di dalam kita.
Nasihat untuk mengambil bagian dalam penderitaan karena injil dan bertekun dalam segala hal yang telah dipercayakan kepadanya.

Apa saja hal-hal yang diingatkan Paulus kepada Timotius?
1. Mengobarkan kasih karunia Allah yang diterima oleh Timotius.
2. Ikut mengambil bagian di dalam penderitaan bagi injil, oleh injil, dan untuk injil
3. Memegang semua ajaran yang telah diajarkan
4. Memelihara harta yang indah yang telah dipercayakan  oleh Kristus.


Ad. 1. Paulus mengingatkan TImotius untuk mengobarkan kasih karunia yang telah diterimanya:
ESV: For this reason I remind you to fan into flame the gift of God, which is in you through the laying on of my hands,   - untuk alasan ini aku mengingatkan kamu untuk mengobarkan menjadi api hadiah yang diberikan Allah yang sudah ada di dalam kamu, melalui penumpangan tangan dari Paulus.
7  for God gave us a spirit not of fear but of power and love and self-control.   - karena Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan tetapi kuasa dan kasih dan penguasaan diri.

NLT: 6   This is why I remind you to fan into flames the spiritual gift God gave you when I laid my hands on you.   - inilah mengapa aku mengingatkan kamu untuk mengobarkan karunia yang diberikan Allah kepadamu melalui penumpangan tanganku.
7  For God has not given us a spirit of fear and timidity, but of power, love, and self-discipline.   - karena Allah tidak tidak memberikan kepada kita roh ketakutan dan rasa takut, tetapi kuasa dan kasih dan kedisiplinan diri.

Pada prinsipnya:
- Karunia itu diberikan oleh Allah (hadiah/sesuatu yang tidak diusahakan, tetapi yang diberikan oleh Allah sendiri)
- Ada orang yang dipakai Allah untuk mendeklarasikan penerimaan karunia tersebut / pemimpin rohani memberikan pengesahan atas karunia tersebut/ ada orang yang mengesahkan karunia tersebut.
- Ciri dari Roh yang memberikan karunia itu:
Tidak memberikan roh ketakutan (sifat takut atau malu).
Roh itu memberikan kekuatan/kuasa
Roh itu menghadirkan kasih - kasih bagi orang lain
Roh itu memberikan penguasaan diri/pengontrolan diri - diri sendiri bisa berdisiplin/dikontrol.
- Nasihat Paulus:
Mengobarkan karunia yang diberikan kepadanya.

Mengobarkan berarti ' membuatnya bernyala-nyala, menjadikannya bernyala-nyala, bersemangat menggunakan karunia yang diberikan Allah itu.

6   That is why I want you to remember the gift God gave you. God gave you that gift when I laid my hands on* you. Now I want you to use that gift and let it grow more and more, like a small flame grows into a fire.   - itulah mengapa aku ingin kamu untuk mengingat karunia yang diberikan Allah kepadamu. Allah memberikannya kepadamu ketika aku menaruh tanganku di atasmu. Sekarang aku ingin kamu  menggunakan karunia itu dan membeiarkannya bertumbuh lagi dan lagi , seperti sebuah percikan api bertumbuh menjadi api.
7  The Spirit* God gave us does not make us afraid. His Spirit is a source of power and love and self-control. - Roh yang diberikan oleh Allah tidak membuat kita takut. RohNya adalah sumber kuasa, kasih dan penguasaan diri. :

Orang yang diberikan karunia sudah seharusnya untuk : menggunakan karunia tersebut. Ia dipercayakan sesuatu, dan sudah seharusnya digunakan dan dipertanggung jawabkan dengan sebaik mungkin.

- Dengan pemberian karunia tersebut, dan dengan perlengkapan Roh Kudus, maka seharusnya, Timotius tidak malu lagi bersaksi tentang Tuhan Yesus, termasuk juga di dalamnya tidak malu karena Paulus yang dipenjarakan karena Kristus.

Roh itu memberikan keberanian, sehingga tidak malu untuk menyatakan berbagai hal tentang Kristus. Roh itu memberikan kemampuan untuk bersaksi tentang Kristus. : Roh itu memberikan keberanian sehingga tidak malu untuk menderita hukuman karena Kristus. :D Memberikan keberanian untuk mengambil semua resiko yang ada untuk pemberitaan Kristus. :


Ad 2. Paulus mengingatkan Timotius untuk mengambil bagian dalam penderitaan karena Injil Kristus.
ESV: but share in suffering for the gospel by the power of God,
NLT: With the strength God gives you, be ready to suffer with me for the proclamation of the Good News.   - dengan kekuatan yang diberikan Allah kepadamu, bersiap-siaplah untuk menderita denganku untuk proklamasi kabar baik.

Bagaimana penderitaan itu akan dialami?
- Oleh kekuatan Allah.
Jadi, ada Allah yang sanggup dan mampu untuk memberikan kekuatan sehingga mampu untuk melewati setiap penderitaan. :
Prinsipnya, penderitaan karena berita injil pasti akan terjadi, tetapi selalu ada kekuatan yang diberikan Allah untuk melewati dan melalui penderitaan tersebut.

Apa alasan Paulus mengingatkan bagian ini?
(b1)Dialah yang menyelamatkan kita dan memanggil kita dengan panggilan kudus,
(1)bukan berdasarkan perbuatan kita, melainkan berdasarkan maksud dan kasih karunia-Nya sendiri,
(2)yang telah dikaruniakan kepada kita dalam Kristus Yesus sebelum permulaan zaman
10   (3)dan yang sekarang dinyatakan oleh kedatangan Juruselamat kita Yesus Kristus,
(3a)yang oleh Injil telah mematahkan kuasa maut dan mendatangkan hidup yang tidak dapat binasa.
11   (3b)Untuk Injil inilah aku telah ditetapkan sebagai pemberita, sebagai rasuldan sebagai guru.
12   (b2)Itulah sebabnya aku menderita semuanya ini, tetapi aku tidak malu;
(1)karena aku tahu kepada siapa aku percaya
(2)dan aku yakin bahwa Dia berkuasa memeliharakan apa yang telah dipercayakan-Nya kepadaku hingga pada hari Tuhan.

Tindakan mengambil bagian dalam penderitaan didasari karena:
- Allah telah menyelamatkan dan memanggil kita dengan panggilan kudus.
Keselamatan dan panggilan termasuk di dalam satu Panggilan kudus yang dimaksudkan adalah :
  Panggilan yang diberikan bukan berdasarkan perbuatan kita, tetapi berdasaran maksud kasih karuniaNya sendiri.
  Panggilan yang dikaruniakan di dalam Kristus Yesus sebelum permulaan zaman
  Panggilan yang dinyatakan sekarang oleh kedatangan Juruselamat Yesus Kristus.

NLT: 9  It is God who saved us and chose us to live a holy life. He did this not because we deserved it, but because that was his plan long before the world began  -  to show his love and kindness to us through Christ Jesus.     And now he has made all of this plain to us by the coming of Christ Jesus,
ESV: 9  who saved us and called us to a holy calling, not because of our works but because of his own purpose and grace, which he gave us in Christ Jesus before the ages began,
10  and which now has been manifested through the appearing of our Savior Christ Jesus

Panggilan Allah adalah panggilan yang kudus.
Allah menyelamatkan dan memanggil kita kepada sebuah panggilan yang kudus, tidak karena pekerjaan kita, tetapi karena tujuanNya dan kasih karuniaNya.
Berbahagialah kita karena kita telah diselamatkan dan telah masuk di dalam panggilanNya yang begitu luar biasa. Ia telah melakukan segala sesuatu berdasarkan kasih karunia dan rencanaNya dan keinginanNya.
Allah punya tujuan, maka ia menghadirkan kasih karuniaNya.
Konsepnya selalu begitu. Segala sesuatu terjadi, bukan karena alasan kita memiliki sesuatu yang patut untuk dibanggakan, tetapi karena Allah berinisiatif untuk melakukannya, sehingga Ia mencurahkan anugerah dan kasih karuniaNya.

Panggilan kudusNya , Ia nyatakan di dalam pribadi Yesus Kristus yang menyatakannya kepada kita.
Rencana tersebut sudah ada di dalam permulaan zaman. Dan panggilan Allah itu sudah terencana di dalam kekekalan. Menariknya, Allah menyatakan semua itu berdasarkan rencana kekekalanNya, sehingga tidak ada satu hal pun di dunia ini yang terjadi di luar rencana dan kehendakNya. Semua hal yang terjadi, tetap ada di dalam kontrolNya. Ia telah menyaksikan semuanya, dan tak ada satupun yang dapat lari dari kasih karuniaNya.
Panggilan kudus itu dinyatakan kepada umat manusia secara nyata melalui kedatangan Kristus secara riil di dalam hidup manusia. Kristus masuk dalam ruang dan waktu untuk memenuhi rencana dan rancangan tujuan Allah untuk umat manusia.
Pertanyaan besarnya mengapa Allah ingin merancangkan hidup manusia, yang sebenarnya hanya sebentar dan lalu begitu saja? Bahkan Ia merancangkan segala hal terjadi begitu detailnya.. Ia begitu luar biasa mengerjakan semua hal tersebut :D
Untuk menyatakan diriNya. untuk menyatakan ke-Allah-anNya. Untuk mengungkapkan pribadiNya yang begitu luar biasanya.. Semua hal adalah tentang Dia, bukan tentang aku atau kamu, tetapi tentang Dia.

Dan dalam kuasa injil itu:
- Dapat mematahkan kuasa maut
- Dapat memberikan hidup yang tidak binasa.

Dan oleh kuasa injil itu:
- Paulus menjadi pemberita (rasul), guru,
- Paulus tidak menjadi malu. Karena apa yang telah diterimanya berdasarkan kebenaran injil tersebut,.

Panggilan Timotius adalah untuk mengambil bagian secara menyeluruh karena dampak dari injil yang ada di dalam hidupnya. Hidupnya diubahkan oleh injil, nasib kekalnya ditentukan oleh injil, maka ia ditetapkan juga untuk menjadi pemberita injil, hal ini tidak boleh membuat malu, karena ada kuasa yang diberikan, karena dasar pengharapannya adalah Kristus, selain itu juga:
Landasannya adalah pada siapa ia mempercayakan semua hal tersebut.
Kepercayaan pada Allah yang begitu luar biasa. ' apa yang dipercayakan Allah, tidak mungkin hilang.!!
Keberanian kita berdasarkan pada pribadi yang kita kenali dan beradasarkan pada keyakinan kita pada Allah yang mampu untukmemelihara dan menjaga keselamatan kita.
Kita menyandarkan pengharapan pada pribadi yang hidup!
Maka, kita tidak boleh menjadi takut :D

Roma 4:1-12

09 Oktober 2014
Contoh PA Surat.

Roma 4:1-12
Abraham dibenarkan karena iman.

(a): Bukan karena perbuatan
(b): Percaya kepada Allah
(c) Tuhan memperhitungkan iman sebagai kebenaran
1 ¶  (A)Jadi apakah akan kita katakan tentang Abraham,
bapa leluhur jasmani kita?  
2                      (a) Sebab jikalau Abraham dibenarkan karena perbuatannya, maka ia beroleh dasar untuk bermegah, tetapi tidak di hadapan Allah.  
3                      (b) Sebab apakah dikatakan nas Kitab Suci? "Lalu percayalah Abraham kepada Tuhan,
(c)dan Tuhan memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran."
Keteladanan Abraham: iman diperhitungkan Tuhan sebagai kebenaran
-         Bapa leluhur secara jasmani
-         Tidak dibenarkan berdasarkan perbuatannya
-         Percaya kepada Allah
-         Allah memperhitungkan kepercayaannya sebagai kebenaran.
Apa yang dikatakan tentang Abraham?
-         Abraham dikatakan sebagai Bapa leluhur secara jasmani orang-orang Yahudi.
Forefather according to the flesh. Bapa leluhur berdasarkan daging.
-         Abraham tidak dibenarkan berdasarkan apa yang dilakukannya. Mengapa?
Karena jika ia dibenarkan berdasarkan apa yang dilakukannya, maka kemudian nanti ia memiliki dasar pribadi untuk bermegah bahwa semua yang dilakukannya berdasarkan usaha dan perbuatannya.
-         Nas yang tertulis di dalam kitab suci adalah:
Percayalah Abraham kepada Tuhan.
Tuhan memperhitungkan iman dan percaya. Abraham, dan kemudian hal tersebut adalah kebenaran di hadapan Allah.

ESV: 3  For what does the Scripture say? “Abraham believed God, and it was counted to him as righteousness.”
Abraham percaya kepada Allah, dan itu diperhitungkan kepadanya sebagai kebenaran.

NKJV: 3  For what does the Scripture say? "Abraham believed God, and it was accounted to him for righteousness."  
NLT: 3  For the Scriptures tell us, “Abraham believed God, so God declared him to be righteous.”
Abraham percaya pada Allah, jadi Allah menyatakan bahwa ia dibenarkan.

3  For what does the scripture say? "Abraham believed God, and it was credited to him as righteousness."
Abraham percaya kepada Allah dan hal itu dihargai sebagai kebenaran.

Jadi, sebenarnya, yang diingkan Allah dilakukan dalam hidup Abraham adalah mempercayai setiap perkataan yang datang dari Allah.
Allah mengatakan apa, percaya!
Apa memerintahkan apa, percaya!

Kita akan melihat konteks di mana Tuhan berjanji dan kemudian Abraham merespon dengan mempercayai..

Kej. 15:6

1 ¶  Kemudian datanglah firman TUHAN kepada Abram dalam suatu penglihatan: "Janganlah takut, Abram, Akulah perisaimu; upahmu akan sangat besar."  
2 ¶  Abram menjawab: "Ya Tuhan ALLAH, apakah yang akan Engkau berikan kepadaku, karena aku akan meninggal dengan tidak mempunyai anak, dan yang akan mewarisi rumahku ialah Eliezer, orang Damsyik itu."  
3  Lagi kata Abram: "Engkau tidak memberikan kepadaku keturunan, sehingga seorang hambaku nanti menjadi ahli warisku."  
4  Tetapi datanglah firman TUHAN kepadanya, demikian: "Orang ini tidak akan menjadi ahli warismu, melainkan anak kandungmu, dialah yang akan menjadi ahli warismu."  
5  Lalu TUHAN membawa Abram ke luar serta berfirman: "Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat menghitungnya." Maka firman-Nya kepadanya: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu."  
6  Lalu percayalah Abram kepada TUHAN, maka TUHAN memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.  

Respon hati yang diberikan Abraham adalah terhadap janji yang diberikan oleh Allah.
Janji Allah yang mana?
Janji bahwa anak kandungnyalah yang akan menjadi ahli warisnya.
Janji bahwa keturunannya akan menjadi sangat banyak.

Respon yang dikemukakan pertama kali oleh Abraham adalah

Kej 5: 6  And he believed the LORD, and he counted it to him as righteousness.  
Dan ia mempercayai Allah dan Allah menghitung kepercayaan Abraham itu sebagai kebuah kebenaran.

Allah menantikan respon hati yang begitu mempercayaiNya.
Respon hati yang mempercayai apa yang telah dijanjikanNya.

Kepercayaan itulah yang dicari Allah.
Allah rindu untuk memperhitungkan orang-orang yang mempercayaiNya sepenuh hati. Meskipun belum melihat apapun.

Kak Octa:
Manusia yang menyadari keterbatasannya maka ia akan menyandarkan semuanya pada pribadi Allah.
Sadari bahwa saya terbatas, dan semuanya ada di dalam kendali dan kontrol Allah sendiri.

 
4                      (a) Kalau ada orang yang bekerja, upahnya tidak diperhitungkan sebagai hadiah, tetapi sebagai haknya.  
5                      (b)Tetapi kalau ada orang yang tidak bekerja, namun percaya kepada Dia yang membenarkan orang durhaka,
(c) imannya diperhitungkan menjadi kebenaran.  

Usaha vs Hadiah: Iman diperhitungkan sebagai kebenaran

Perbandingan yang diberikan adalah:
Orang yang bekerja, maka pasti akan mendapatkan upah. Upah yang dimiliki adalah hasil dari pekerjaan yang dilakukannya. Bukan hadiah. Hadiah berarti sesuatu yang tidak diusahakan sendiri. Upah = hak yang harus diterima. Tapi, hadiah = tidak melakukan apapun, tetapi menerima sesuatu.
Tidak bekerja, namun kemudian percaya, maka hal itu diperhitungkan sebagai sebuah kebenaran.

Iman juga berarti tidak mengusahakan apapun untuk mengubah keadaan. Tetapi berjalanan di dalam keadaan yang memang ditentukan oleh Allah, karena kita tahu bahwa kita menerima segalanya berdasarkan anugerah.

Dalam konteks keselamatan:
Jelas bahwa kita tidak melakukan apapun untuk menambah taraf keselamatan, karena sebenarnya dengan mempercayai Allah = CUKUP untuk menerima keselamatan.

Roma 1:17
Orang yang benar akan hidup oleh iman
è Hal ini menggambarkan akan iman yang bukan hanya iman yang pertama, tetapi juga iman dalam berbagai hal yang akan terjadi di dalam kehidupan.
Setiap hari kita akan hidup dari iman kepada Allah.
Allah juga menginginkan kita untuk mempercayai tanpa mengusahakan apapun, atas janji yang telah dinyatakanNya.
Jika Allah sudah berjanji, maka sebenarnya pasti akan terealisasi.
Kita tidak perlu mengusahakan apapun, atau memberikan usaha apapun dalam rangka membantu Allah merealisasikan janji tersebut.
Justru pada akhirnya itu melambangkan ketidakpercayaan kita kepada Allah, jika kita berusaha.
Seakan-akan ingin membantu Allah merealisasikan janji-janjiNya.

Padahal yang diinginkan Allah bagi kita hanyalah: PERCAYA!

Kita secara aktif bertindak mempercayai Allah.
Tapi, secara pasif tidak melakukan apapun untuk membantu Allah merealisasikan janji-janjiNya.
Mungkin itu berarti menunggu dalam diam dan tidak berbuat apapun.


6                                  (c’)Seperti juga Daud
(1)menyebut berbahagia orang yang dibenarkan Allah bukan berdasarkan perbuatannya:  
7                                              (2)Berbahagialah orang yang diampuni pelanggaran-pelanggarannya, dan yang ditutupi dosa-dosanya;  
8                                              (3)berbahagialah manusia yang kesalahannya tidak diperhitungkan Tuhan kepadanya." 

Mazmur Daud: Iman diperhitungkan sebagai kebenaran
Bagian (c) : Tuhan memperhitungkan iman sebagai kebenaran
Hal ini tergambar dengan jelas dalam Mazmur Daud à
Orang yang dibenarkan adalah mereka yang dibenarkan bukan berdasarkan perbuatan yang mereka lakukan.
Mengapa?
-         Pengampunan atas pelanggaran
-         Dosa-dosa yang ditutupi
-         Kesalah yang tidak diperhitungkan à karena iman percaya kepada Allah.

Ini seperti penjelasan atas perhitungan Tuhan itu.
Jelas bahwa Allah yang secara aktif bekerja.
Dan manusia tidak melakukan tindakan apapun untuk menghapuskan dosa-dosanya.
Dalam bagian ini jelas:
Tindakan Allah:
n  Membenarkan bukan berdasarkan perbuatan
n  Mengampuni pelanggaran, menutupi dosa
n  Tidak memperhitungkan kesalahan yang dilakukan  oleh seseorang.
Tindakan Manusia à refers to (c) : mempercayai Allah.
Aktif percaya!

Iman tidak dilatih satu hari. Tapi bertahun-tahun.



9 ¶  (B) (1) Adakah ucapan bahagia ini hanya berlaku
(a)bagi orang bersunat saja atau juga bagi orang tak bersunat?
(b) Sebab telah kami katakan, bahwa kepada Abraham iman diperhitungkan sebagai kebenaran.  
10        (1) Dalam keadaan manakah hal itu diperhitungkan?
(a)Sebelum atau sesudah ia disunat?
(b)Bukan sesudah disunat, tetapi sebelumnya.  
11                                (b’)Dan tanda sunat itu diterimanya sebagai meterai kebenaran berdasarkan iman yang ditunjukkannya, sebelum ia bersunat.

Sebelum disunat: Iman diperhitungkan sebagai kebenaran.

2 Kondisi yang ditawarkan dalam bagian ini:
Kepada SIAPA hal ini berlaku?
- orang bersunat atau juga tak bersunat?
à kepada orang yang BERIMAN.
SUNAT ATAU TAK BERSUNAT TAK ADA GUNANYA.

Dalam hal BAGAIMANA hal ini berlaku?
-         Sebelum di sunat atau setelah disunat?
SEBELUM DISUNAT,
è Berarti menunjukkan bahwa karena IMAN,
Sehingga SUNAT itu tidak mempengaruhi dibenarkan atau tidak, tapi karena iman.



(2)Demikianlah ia dapat menjadi bapa semua orang percaya
yang tak bersunat, supaya kebenaran diperhitungkan kepada mereka,  
12                    dan juga menjadi bapa orang-orang bersunat,
yaitu mereka yang bukan hanya bersunat,
tetapi juga mengikuti jejak iman Abraham,
bapa leluhur kita,
pada masa ia belum disunat. 

Pembenaran kepada semua orang percaya karena iman yang diperhitungkan sebagai kebenaran.

Pada akhirnya, PEMBENARAN ADALAH KARENA IMAN!
ABRAHAM MENJADI BAPA SEGALA ORANG PERCAYA.
TAK BERSUNAT à BERDASARKAN IMAN
YANG BERSUNAT à BERDASARKAN IMAN.

YANG TERPENTING DALAM PEMBENARAN OLEH ALLAH: IMAN

Tema besar
1-12 Iman diperhitungkan Allah sebagai kebenaran.


Aplikasi?
-      Dalam hal apa Allah telah berjanji?
Dalam hal apa Anda hanya butuh percaya dan tidak boleh bertindak apapun untuk membantu Allah merealisasikan janji-janjiNya?

Abraham tidak punya teladan! Tapi ia mampu untuk percaya kepada Allah..
Jika hati kita tidak pernah diserahkan, maka kita tidak akan mampu untuk taat.

Semuanya dari keputusan untuk mempercayai Allah.