Saturday, August 9, 2014

Friday, August 8, 2014

Fase-fase Pelayanan: Persiapan Pelayanan


Apa yang kurang dari strategi pelayanan kita?

Seringkali kesulitan kita dalam merintis pelayanan kelompok kecil adalah menemukan siapakah orang yang tepat untuk dimuridkan. “Bagaimana menemukan orang-orang tersebut dan dimanakah saya akan menemukannya?” menjadi pertanyaan yang seringkali memenuhi benak kita. Seringkali kita juga sudah berupaya semaksimal mungkin, tetapi tetap saja tidak menemukan orang yang tepat. Kita bingung dengan segala macam strategi yang telah kita bangun, tetapi tidak juga berhasil. Sebenarnya apa yang salah dengan pendekatan kita dan bagaimanakah seharusnya memulai sebuah pelayanan.

Saya pernah ingin merintis pelayanan di sebuah kampus di Surabaya. Rencana saya jelas yaitu ingin membentuk kelompok KTB dengan jumlah 3-4 orang tiap kelompok. Langkah pertama saya juga jelas bahwa saya ingin memulai dengan mendekati, menjalin persahabatan dengan mahasiswa dan mengunjungi kosnya, menawarkan bantuan untuk belajar bersama, mengantar ke gereja, bahkan ia juga sudah menceritakan semua masalah pribadinya kepada saya. Menurut saya, ini adalah langkah yang tepat untuk membangun sebuah pelayanan. Setelah itu, saya kemudian memberitakan injil kepadanya. Dan saya bersyukur karena ia menerima Kristus, pada saat pertama saya membagikan injil. Ia kelihatan tertarik dengan berita injil. Tetapi, itu tidak berlangsung lama, ketika saya menawarkan KTB, dan kemudian belajar firman Tuhan bersama, maka ia menolak. Ia mulai menjauh dan tidak lagi ingin bertemu dengan saya.

Saya merasa gagal dan merasa diri tidak mampu untuk mempertahankan setiap jiwa yang Tuhan percayakan kepada saya.

Saya melakukan hal tersebut beberapa kali. Dan selalu gagal dengan semua cara itu. Saya menyelidiki dan menganalisa, akhirnya saya menemukan bahwa, ternyata ada bagian yang sangat kurang bagi pekerjaan pelayanan yang saya lakukan.
Apa bagian yang  kurang itu?

Doa!

Mengapa demikian?
Mari kita belajar dari teladan Tuhan Yesus.

Lukas 6:12-16
12 ¶  Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah.  
13  Ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul:  
14  Simon yang juga diberi-Nya nama Petrus, dan Andreas saudara Simon, Yakobus dan Yohanes, Filipus dan Bartolomeus,  
15  Matius dan Tomas, Yakobus anak Alfeus, dan Simon yang disebut orang Zelot,  
16  Yudas anak Yakobus, dan Yudas Iskariot yang kemudian menjadi pengkhianat.

Dari ayat di atas kita melihat dengan jelas mengenai apa yang dilakukan oleh Tuhan Yesus. Ia pergi ke bukit. Semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah.
Yesus sendiri mencari pimpinan Allah untuk memilih murid. Bagaimana dengan saya? Apakah saya juga menghabiskan waktu saya untuk berdoa lebih dulu? Ataukah saya hanya mencari-cari, berusaha melakukan semua strategi dengan begitu luar biasanya? Kegerakan pendekatan pribadi yang saya lakukan ternyata tidak ada kuasanya sama sekali, jika tidak diawali, dijalani, diiringi, dijelajahi dengan doa. Semua strategi pendekatan yang saya lakukan sepertinya tumpul dan tidak menghasilkan apapun.

Kita mungkin sangat terampil dalam merealisasikan strategi pelayanan, tetapi kita kurang terampil dalam menggunakan strategi Allah yang dikerjakanNya melalui DOA.

Pertanyaan kemudian terlintas lagi, berapa lamakah saya harus berdoa? Bukankah Yesus hanya berdoa semalaman dan kemudian  ia langsung memilih mereka yang datang padaNya?  Bagaimana dengan saya?
Saya pikir dalam hal ini, kita tidak akan menerapkan waktu yang sama dengan Yesus atau patokan waktu tertentu. Esensi dari doa Yesus adalah untuk mencari kehendak Allah mengenai siapa saja orang yang  akan dipilihNya, untuk dilatihNya dan kemudian meneruskan pelayanan pemuridan untuk membuat semua bangsa menjadi muridNya. Poinnya bukan berapa lama berdoa, tapi apakah dalam waktu-waktu yang kita gunakan untuk berdoa, kita telah menemukan kehendak Allah dalam memilih murid-murid yang tepat atau mungkin suatu pendekatan baru yang diinginkanNya?
Jadi, jawaban dari pertanyaan  “Berapa lama saya harus berdoa?” adalah sampai kita menemukan kehendak Allah untuk strategi penjangkauan untuk menemukan orang kontak dan langkah apa yang kita akan ambil seandainya orang kontak tersebut telah kita dapatkan.
Pernah terlintas di dalam benak saya, lebih baik saya menghabiskan waktu berbulan-bulan berdoa dan tidak melakukan apapun daripada tiap-tiap hari berada dan berkenalan dengan sejumlah mahasiswa yang memang saya kira membutuhkan injil.

Doa adalah tahap persiapan yang paling ampuh untuk memulai sebuah pelayanan. Dengan berdoa, sebenarnya kita sedang mempersiapkan ladang untuk ditaburi benih firman Tuhan.

Doa juga adalah satu-satunya strategi yang harus menjadi fokus kita jika menginginkan terjadinya suatu kegerakan atau kebangunan rohani.

Apakah saya sudah tekun berdoa?

Berapa lama saya sudah berdoa untuk perintisan pelayan yang dipercayakanNya kepada saya?

Saya masih belajar.

Saya harus lebih banyak berdoa.

Kita seringkali bertindak lebih banyak dari apa yang Tuhan inginkan, padahal Ia hanya menginginkan kita untuk berdoa. J


Fase-fase pelayanan: Membangun Relasi Dengan Orang Kontak

Merintis KTB?
Merintis Persekutuan?
Di sebuah kampus baru?
Bagaimana memulainya?

Memulailah dengan berdoa.
Membangun relasi dengan orang kontak adalah hal pertama yang harus diusahakan pertama kali. 
pertanyaannya, bagaimana memulainya tanpa  orang tersebut merasa dikejar-kejar?
Lakukanlah secara natural. 
Ambil tempat yang sering didatangi oleh mahasiswa. Sering-seringlah berkunjung ke tempat tersebut. Bukan untuk banyak-banyak mendapatkan target, tetapi untuk membangun relasi dengan sebanyak mungkin orang. 
Jalin persahabatan dengan sebanyak mungkin orang. Bangun kepercayaan. Jangan tergesa-gesa atau terburu-buru. Untuk melakukan perintisan, kita perlu banyak waktu untuk melakukannya. 
Terkadang kita akan dicurigai jika terlalu sering untuk 'mengejar-ngejar'. 
Lakukan dengan lembut. Lakukan dengan natural.
Terus berdoa supaya Tuhan mempertemukan dengan orang kontak.
Metode yang tepat akan sesuai dengan tuntunan Tuhan dalam doa dan konteks kampus. 

*sedikit pemikiran di saat bersemangat. 

Karakter Murid: Dipenuhi Roh Kudus (1)

Salah satu Karakter Murid Kristus adalah dipenuhi oleh Roh Kudus.
Bagaimana memiliki hidup yang dipenuhi oleh Roh Kudus?
- serahkan pikiran pada Allah, sehingga tunduk pada kendali Roh Kudus.
- serahkan perasaan pada Allah, sehingga tunduk pada kendali Roh Kudus.
- belajar taat pada suara lembut dari hatimu
- serahkan anggota tubuhmu pada Allah, doakan secara spesifik, sehingga tindakan luar kita sesuai dengan tuntunan RohNya yang kudus.
- minta pengalaman riil dengan firmanNya.

mari belajar tunduk padaNya tiap-tiap hari.

*sedikit pemikiran.
FOKUS PADA ALLAH membuatmu mengisi hari-harimu dengan panggilan, visi, dan rencanaNya
terus bersemangat.. :)

Thursday, August 7, 2014

070814

Tetapi aku, aku berdoa kepadaMu ya Tuhan
pada waktu Engkau berkenan ya Allah,
demi kasih setiaMu yang besar jawablah aku
dengan pertolonganMu yang setia...
Mzm 69:14


#ketikakakimugerak2sendiri, gak bisa dikendalikan, yang ada hanyalah KETAKUTAN T.T
*sempet2nya nulisblog,.T.T

Wednesday, August 6, 2014

Wahyu 4-5. sedikit pemikiran - PA staf


Bagaimana gambaran sorga?
Ada sebuah takhta di Sorga.
Di takhta itu duduk Seorang.  
Dia nampak seperi permata yaspis dan permata sardis
Suatu pelangi melingkungi takhta itu
Gilang gemilang bagaikan zamrud rupanya.
Dari takhta itu keluar kilat dan bunyi guruh yang menderu
Tujuh obor menyala-nyala di hadapan takhta itu.
Di hadapan takhta ada lautan kaca
Bagaikan kristal

Di tengah takhta itu.
Ada 4 makhluk penh dengan mata
Di sebelah muka
Dan di sebelah belakang.

Di sekeliling takhta itu
Ada 24 takhta, duduk 24 tua-tua
Memakai pakaian putih
Dan mahkota emas.

Apa yang akan terjadi di Sorga?
Respon 4 makhluk yang menyaksikan Allah:
Mereka tidak berhenti-hentinya berseru siang dan malam
“Kudus, kudus, kuduslah Tuhan
Allah, Yang Mahakuasa
Yang sudah ada dan yang ada dan yang akan datang.”

Respon 24 tua-tua di hadapan Allah:
"Ya Tuhan dan Allah kami, Engkau layak menerima puji-pujian dan hormat dan kuasa; sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu; dan oleh karena kehendak-Mu semuanya itu ada dan diciptakan."  

Respon malaikat sekeliling takhta, makhluk-makhluk dan tua-tua, yang jumlahnya berlaksa-laksa dan beribu-ribu laksa:
"Anak Domba yang disembelih itu layak untuk menerima kuasa, dan kekayaan, dan hikmat, dan kekuatan, dan hormat, dan kemuliaan, dan puji-pujian!"  

Respon semua makhluk yang di sorga dan yang di bumi dan yang di bawah bumi dan yang di laut dan semua yang ada di dalamnya:
"Bagi Dia yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba, adalah puji-pujian dan hormat dan kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya!"  


Sangat luar biasa.
Betapa bersukacitanya.. ketika aku akan berhadapan dengan Allah yang luar biasa.
Allah yang kudus. Mahakuasa. Allah yang kekal.
Kita tidak akan merasa kelelahan menyembahNya.
Kita melihat dan menyaksikanNya berhadapan muka, sehingga hanya ada satu respon pasti yang dapat kita naikkan kepadaNya : PENYEMBAHAN!
Tak akan ada waktu untuk memikirkan hal lainnya, karena Dia telah menjadi fokus kita.

Menantikan berhadapan muka denganMu.


Apa yang bisa dilakukan?
Penyembahan bukanlah sebuah aksi melainkan sebuah reaksi, sebuah respon yang ditimbulkan karena melihat kemuliaan Tuhan.
Maka, apa yang kita cari?
Ingin  mengusahakan diri  sendiri supaya dapat menyembah Tuhan?
Ingin  mengusahakan orang lain (atau AKK) menyembah Tuhan?
Carilah kemuliaan Tuhan. Karena hanya dengan melihat kemuliaanNya, kita dapat menyembahNya.
Mintalah Ia menyatakan kemuliaanNya, mintalah  pengalaman perjumpaan denganNya, sehingga kita dapat menyembahNya.

Terpujilah Engkau, Allah yang kudus..
Gentarkanlah hatiku di hadapanMu, untuk senantiasa menyembahMu.

Tuesday, August 5, 2014

Perhiasanmu

Banyak wanita dan gadis-gadis saat ini yang menghiasi dirinya dengan berbagai hiasan luar yang sangat luar biasa. Berperilaku laksana boneka. Lucu dan imut seperti girl band Korea.
Dandanan dan penampilan menjadi bagian yang sungguh sangat ingin dikejar pertama kali.
Penampilan dan dandanan memang penting. Kita dapat membuat semua mata terpana pada kita. 
Tetapi, ada bagian yang lebih penting dari semua itu.  Hiasilah dirimu dengan perhiasan batin yang lebih mulia nilainya dari perhiasan apapun..
Kemolekan adalah bohong dan kecantikan adalah sia-sia, (amsal 31:30a)
Hiasilah dirimu dengan perhiasan batiniah.
1 Petr 3:4
tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah.  
Itulah nilai yang lebih kekal.

Perhiasan itu aku sebut KARAKTER! Mungkin semua orang bisa mengusahakan kecantikan yang luar biasa. Dipoles dengan berbagai tampilan luar yang unik, unyu-unyu, lutcu, dsb. Tapi, tidak semua orang bisa mengusahakan karakter yang luar biasa. Karakter itu dibentuk dengan firman Tuhan. Diuji dengan kondisi yang sulit. Dimurnikan bersama waktu. Karakter sesuatu yang di dalam, tetapi dapat terlihat dari buah hidup.
Semuanya tertulis jelas di dalam Amsal 31:10-31.
Jika aku menerjemahkan bahasanya sekarang maka bisa saja seperti ini:
-          Menggunakan kepercayaan untuk melakukan tanggung jawab yang besar dengan sebaik mungkin. Apapun tanggung jawab yang diberikan bagimu, lakukan dengan benar! Jangan sia-siakan kepercayaan orang lain. Ada 4 hal yang dipercayakan kepada kita yang dapat membuat kita dapat diukur sebagai pelayan-pelayan yang bertanggung jawab: Tubuh, Uang, Waktu, Karunia.
Gunakan tubuhmu dengan baik. Rencanakan penggunaan uangmu dengan benar. Pakai waktumu untuk hal-hal yang bernilai kekal, jangan sia-siakan karena bisa habis tanpa kamu sadari. Talentamu, berikan untuk kemuliaan Tuhan, salah satunya dengan melayani orang lain.
-          Memilih untuk berolahraga daripada duduk berlama-lama di salon (perawatan pribadi mencakup semuanya, jiwa raga, jasmani rohani, ya termasuk juga luluran. Melakukan  sendiri lebih baik dan lebih hemat!)
-          Memilih memasak sendiri daripada menghabiskan uang untuk membeli makanan (terbukti lebih hemat looo.. tapi sekali-sekali makan di luar juga tidak apa-apa). Kamu bisa bereksperimen banyak menu baru.
-          Melatih diri mencintai mencuci pakaian sendiri dengan tangan sendiri, daripada menggunakan mesin cuci. Terbukti lebih bersih!
Tapi, ingat juga kalau sudah sangat lelah, jangan terlalu memaksakan  diri.
-          Mencintai anak-anak. Mungkin sulit, tetapi belajar untuk bermain dengan mereka adalah hal yang penting untuk para calon ibu masa depan. Haahahahha..
-          Yang terpenting:
Firman Tuhan. Itulah topangan hidupmu. Satu-satunya landasan. Pengatur langkah. Sumber sukacita sejati. Saat hidup sangat bahagia atau penuh air mata, jangan pernah melupakan firman Tuhan, itulah tanda kedewasaan (aku juga masih belajar.. hehehe ^_^).


Ada banyak hal yang bisa kamu lakukan untuk menghiasi dirimu dengan perhiasan batiniah.
Pesanku:
Jangan berusaha untuk mencari siapa orang yang tepat, tapi berusahalah untuk menjadi orang yang tepat.
Penuhi Amsal 31.

Tapi ingat, pastikan prince charming yang datang padamu haruslah lebih dahulu memenuhi Amsal 1-30.  Doakan dia, supaya ia dapat memenuhinya, sebelum ia datang padamu.. J